Wajah oval berkulit kuning Langsat, bulu matanya lentik, matanya sedikit bulat kecil juga hidupnya mungil, tubuhnya semampai, meskipun tinggal di kebun bertani, tetapi tidak memiliki ciri seorang petani dia adalah sagittarius.
'Bibi terlalu cantik dan bersih untuk seorang petani.'
Usia Gita dan Abimanyu bertaut tiga belas tahun, tapi, Gita menolak untuk tua. Keduanya seperti seumuran saja, bahkan orang sering mengatakan mereka kakak beradik, bagi orang yang baru mengenal keduanya, mereka selalu salah menebak karena Gita dan Abimanyu seperti pasangan yang serasi.
******
Hari Senin.
“Sarapan, Abi,” kata Gita pelan. Kejadian sore kemarin membuat dia merasa tidak nyaman dekat -dekat dengan Abimanyu.
Rasa panas yang membakar darah normalnya masih sangat terasa mendidih.
“Biasakan sarapan sebelum sekolah, aku sudah buatkan nasi goreng dan susu di atas meja,” jelas Gita dan berlalu, ia menundukkan wajahnya mencoba menciptakan suasana netral yang terpaksa.
Abimanyu hanya menatap punggung bibinya yang menjauh pergi.
“mau kemana sih?” Pikir hatinya penasaran.
Pagi hari ini Abimanyu pergi sekolah, sebagai rutinitas hariannya, menimba ilmu.
“Hai, Abimanyu! Kamu sudah mengerjakan tugas IPA?” baru sampai di pintu gerbang Reno sahabat bagaikan kepompong dan ulat sudah menyambutnya.
"Haisrt! nyontek pasti!" tanpa memperdulikan Abimanyu yang monyong, Reno mengambil paksa tasnya.
“Kebiasaan!” hardik Abimanyu sembari melepaskan tasnya dari punggung.
"Bibi! mucha." dia melambaikan tangan perpisahan pada bibirnya dan sepeda onthel pun menjauh pergi.
Dahulu pada masa ia duduk di bangku SD SMP akan ada banyak basa-basi yang terjadi sebelum berpisah.
Cium tanganlah, uang saku kuranglah, yang merengek minta ditungguin lah.
"Ah, itu masa lalu, sekarang jangankan seperti itu, bertemu denganku saja bibi sudah cepat kabur."
"Kamu ini PR saja nggak di kerjakan! terus ngapain coba di rumah."
"Diem bacot! lagi sibuk."
"Dasar dodol Garut, dah nyontek nyolot lagi!"
Reno, Pras, Aldo, agung dan satu wanita yang di kencani Abimanyu selama lima tahun 'Dhea' mereka
adalah teman bagaikan kepompong Abimanyu. Kelima orang ini tidak terpisahkan bahkan kelimanya mengambil jurusan yang sama hanya untuk bisa bersama.
Sama -sama pemalas, sama-sama badung, sama-sama tampan.
“Niiiiih! Biarpun Badung tugas tetap yang pertama.” Abimanyu membanggakan diri.
"Nakal boleh, nilai harus bagus." imbuhnya, membuat teman-teman langsung saling pandang.
"Bijik! lah, Lo!"
“Masuk kuliah nggak bi?” tanya Pras teman sebang Abimanyu tiba-tiba.
“Masih terlalu dini ngomongin kuliah.”
“Aku kan hidup bersama Bibi, soal itu aku harus rundingan dengannya.”
Mata Fujitsi Pras langsung berbinar-binar indah, seperti bohlam yang baru dicas.
Cowok hitam manis dengan badan gendut ini sangat mengidolakan sosok Sagitarius.
"Apa!" hardik Abimanyu keras dengan kepalan tangannya.
"Macan -macam kau sama bidadari aku, ku bikin nyesel hidup Lo!"
"Takut!"
Abimanyu sebenarnya sangat risih, dan enggan menanggapi topik obrolan tentang Bibinya. Tapi, apa boleh buat, tidak mungkin dia membiarkan sahabatnya tau isi hatinya. Sementara dia sendiripun tidak tau, rasa seperti apa yang saat ini dirasakan olehnya terhadap wanita yang sudah mengasuhnya itu.
"Seperti rasa cinta sih, tapi aku tidak yakin."
“Bibimu Cantik, bi,” kata pras sembari merangkul Abimanyu.
“Iyalah! Aku saja ganteng!”
Bibir Pras mencibir, mata keduanya bertemu saling lirik. Beradu kekuatan batin.
Heeeem...
Pras tersenyum gokil dan mencekik Abimanyu dengan ketiaknya.
“Bantuin aku!” jeritnya kemudian.
“Ogah!”
“Ayoklah, nanti kita jadi besthiiiiii!”
“Ogah!”
Kali ini wajah Pras berubah masam.
“Bodok amat!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments