Sebagai alumni kedokteran Gita tau persis kebutuhan tubuh manusia.
Tanaman yang kaya akan vitamin dan protein menjadi pilihannya sebagai objek tanaman.
Ha ha ha... Abimanyu sering menertawakannya karena kesibukan yang dia lakukan.
"Bibi benar-benar seperti seorang ibu-ibu +62 yang sangat report sekali." seloroh ponakan kesayangannya itu geli.
“Bi, bukannya bibi seorang mahasiswi dulunya, bahkan bibi memiliki titel Dokter, kenapa Bibi berakhir di sini?”
tanya Abimanyu.
Sagittarius tidak menjawab pertanyaan anak tengilnya itu, dia hanya tersenyum datar.
Sebagai alumni kedokteran mencari pekerjaan bukanlah hal yang Sulit baginya, akan tetapi Gita lebih memilih menyendiri bersama Silverqueen nya, buat dirinya Abimanyu adalah dunia baru yang sangat berharga.
"Rasanya aku ingin sekali keluar dari persembunyian, bi. Aku ingin pergi ke kota besar melihat-lihat banyak aktivitas orang-orang." kata Abimanyu.
Wajah tampan Abimanyu berkilau ditimpa cahaya Senja. Bukan sebuah masalah pergi keluar, dan tinggal di kota besar, tapi untuk tinggal di kota Gita sangat meragukan dirinya sendiri, trauma akan masa lalunya begitu indah menguasai seluruh hidupnya.
“Ayok lah, bi, kita ke kota, Bibi bisa buat klinik pengobatan, lho." Rajuk Abimanyu dengan emot memelas.
"Kamu yakin kita ke kota? kamu nggak sayang kalau bibi mu yang cantik ini di lirik orang?"
Mata Abimanyu berputar-putar jenaka seperti tidak merelakan sesuatu yang akan hilang.
"Yos! kita di sini saja." jawabnya kemudian sembari melangkah pergi.
Sagittarius hanya tersenyum ringan, dia tau bahwa aura yang diperlihatkan oleh Abimanyu bukan lagi aura anak dan ibu , ponakan dan bibinya melainkan ada rasa yang lain, seperti rasa cinta, namun Gita sendiri terlalu takut mengakui, seperti apa sesungguhnya rasa yang mereka berdua miliki.
Semenjak Abimanyu duduk di bangku sekolah menengah atas, Gita memang menjaga jarak.
Ada rasa yang aneh kadang hadir mengangguk pikirannya, manakala dia melihat wajah Silverqueen begitu melekat pada Abimanyu, mereka berdua seperti pinang dibelah dua.
"Ah, my Silverqueen." mata cantik Gita tiba-tiba digenangi air mata.
Sosok yang memenjarakan dirinya begitu lama, mengapa harus hadir kembali menjadi seorang Abimanyu.
"Ya Tuhanku, mengapa debaran hati ini begitu kencang, Abimanyu."
Wanita cantik dengan rambut lurus menjuntai hingga punggung itu menyeka wajahnya, mencoba menghilangkan kecewa.
"Mengapa penghianatan mereka tidak bisa ku lupakan, Marsel, Anggun."
Akhirnya tangisan yang disembunyikan Gita pecah juga.
"Bi!" Abimanyu datang dengan buru-buru, melihat bibinya yang merenung di beranda rumah dengan air matanya yang berlinang.
"Eh, bawa apa?"
Melihat Abimanyu yang datang, buru -buru Gita membersihkan wajahnya.
"kopi,"
Seperti biasa dua insan yang diam -diam memendam rasa masing-masing ini menikmati keindahan senja di lereng bukit barisan, di mana dari lereng itu keduanya akan di hadiahi pandangan yang indah.
"Abimanyu, taukah kamu? di sini Susana sangat indah dan manis untuk dinikmati. Jika kita ke kota, kita tidak akan bertemu Belibis lagi, kita tidak akan melihat ular raksasa yang menari, juga tidak akan kita temui damai seperti ini."
Pemuda yang beranjak dewasa itu memandang punggung Bibinya, ada khawatir dihatinya.
"Wajah bibi selalu saja sedih, tidak pernah aku melihat senyuman nya," pikir hatinya.
"Apakah karena aku, bibi begitu?"
Berdebat sendiri dengan hatinya, membuat Abimanyu tanpa sadar memeluk Gita. Wajah keduanya saling tatap, sesuatu mengalir menjadi deru yang hebat. Nafas panjang Abimanyu menyapu wajah Gita menjadi pemicu munculnya aura panas.
'Heh'
Keduanya saling melepaskan diri dengan terkejut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Arjuna'Bayu
sun-rice selamat datang di karya ku
2022-11-07
2
Arjuna'Bayu
ada pembaca baru atau ganti nama ya🤔🤔🤔🤔❤️
2022-11-07
1
sun-rise🌻
P4c4rmu y
2022-11-06
1