Harus Bahagia!

"Aku akan terus bersamamu, Ran er." Setelah berucap demikian, Bai Qin kembali mengeratkan pelukannya seperti enggan untuk melepaskan Song Ya Ran pergi.

"Aku menyukaimu," Ya Ran mengakui perasaannya pada Bai Qin.

Tentu saja Bai Qin tidak kaget lagi, bukan bisa menebaknya. Tetapi Bai Qin bisa mengetahui isi hati Ya Ran sejak beberapa kali terakhir. Ia tahu jika Ya Ran pun merasakan hal yang sama seperti yang Bai Qin rasakan.

"Aku juga menyukaimu, di kehidupan dahulu, kini dan kehidupan selanjutnya."

Sayup-sayup Ya Ran mendengar orang terus saja memanggil namanya. Selain memanggil nama Ya Ran, seseorang juga terdengar menangis tersedu.

"Anakku ... bangunlah, Nak! ibu menyesal, ibu janji tidak akan lagi memaksamu." Lao Song, ayah Ya Ran terdengar merintih di bawah kaki anaknya.

Selama seminggu ini, putri satu-satunya Ya Ran telah terbaring tak sadarkan diri.

Song Yi Bo dan istrinya mendapatkan kabar jika Ya Ran putri satu-satunya tergeletak di gang sempit dan keluarga Lin tidak mau menolongnya.

Bahkan keluarga Lin mengancam akan menagih hutang-hutang mereka jika sampai Ya Ran tewas. Selain itu, Lao Lin dan istrinya juga menuduh Ya Ran sengaja melakukan semua ini demi menghindari tugas menyiapkan serangkaian upacara tujuh hari Bai Qin.

Tentu saja hal itu menjadi sebuah pukulan berat bagi Song Yi Bo dan juga istrinya.

Selain Lao Song, ibu Ya Ran juga tampak menyesal karena kebodohannya yang menjadikan Ya Ran sebagai penebus hutang. "Andai saja kau tidak masuk ke keluarga iblis itu, mungkin saat ini kau pasti baik-baik saja, Ya Ran." keluh Nyonya Song dengan diiringi tangis histeris.

Ya Ran telah tak sadarkan diri selama sepekan. Bahkan Yi Bo berulang kali membawa tabib untuk menyembuhkan putri satu-satunya.

"Tenanglah, Ran er. Ya Ran akan baik-baik saja."

Hua Ran terus menangis bahkan tangisnya semakin pecah karena begitu terpukul dan merasa menyesal telah menikahkan Ya Ran dengan putra keluarga Lin yang telah mati.

Seperti ada sebuah kekuatan yang mendorong di hati Ya Ran, gadis itu mulai membuka kedua matanya dengan perlahan. Samar-samar Ya Ran mulai mengenali tempatnya kini.

"Aku kembali, Bai Qin mengirimku kembali'." Ya Ran mulai menerima kenyataan jika ia kini berada di rumahnya yang sederhana.

Di dalam kamar sempit inilah, Ya Ran tumbuh dari gadis bayi yang tak bisa apa-apa hingga sekarang.

"Ayah ... Ibu?" Ya Ran mulai bersuara dan hal tersebut membuat kedua orang tuanya yang sedang murung dengan menundukkan kepala sontak menjerit histeris.

"Ya Ran, Song Ya Ran putriku?" Mereka berdua sungguh terperanjat karena tidak percaya, karena selama ini Ya Ran tak kunjung sadar. Dan beberapa tabib mengatakan jika kondisi Ya Ran sudah menyamai mayat dan tidak bisa diselamatkan.

Hua Ran langsung memeluk sang putri, dan berjanji tidak akan mengirim Ya Ran ke rumah keluarga iblis itu lagi, "Maafkan ibu, Ran er. Ibu janji tidak akan membawamu ke keluarga Lin lagi, mereka keterlaluan padamu."

Selain ibunya, Hua Ran. Ya Ran juga tampak berkaca-kaca. Ia tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya.

"Aku kembali, bagaimana aku bisa hidup tanpa Bai Qin?" Ya Ran sangat terpukul setelah menyadarkan jika ia kembali dan kini tak bisa lagi bertemu dengan Bai Qin.

"Hentikan, Ran er! keluarga mereka telah menyakitimu, lagipula siapa yang mau menikahi pria yang telah mati?" Song Yi Bo membentak Ya Ran karena gadis itu terus saja menyebut nama Bai Qin, menantu arwahnya.

"Tidak, Ayah! Bai Qin tidak seperti mereka, Bai Qin orang yang sangat baik padaku."

Kedua orangtua Ya Ran semakin murka dengan ulah sang anak yang terus saja membahas Bai Qin. Karena bagi mereka, Song Ya Ran tidak seharusnya menikah dengan Bai Qin.

Namun, bagi Ya Ran sendiri, kesadarannya merupakan sebuah kesedihan. Karena dengan kembalinya ia, maka jalan untuk bertemu dengan Bai Qin semakin tertutup rapat

**

Song Ya Ran kini memulai kehidupan seperti biasanya. Sedangkan ayahnya, Song Yi Bo kini bekerja mati-matian demi membayar hutang yang ditinggalkan olehnya.

Meskipun kedua orangtua Bai Qin terus mengancam mereka, tetapi Yi Bo kini tidak takut lagi.

Secara perlahan, perekonomian keluarga Song telah naik meski pelan-pelan. Sedikit demi sedikit uang hasil bekerja Yi Bo ia gunakan untuk makan dan membayar hutang. Bahkan kini Lao Song sudah tidak lagi keluar masuk rumah perjudian.

Ya Ran sendiri kerap kali mencuri waktu untuk pergi menyelinap ke keluarga Lin dan mengambil sedikit abu sisa pembakaran Bai Qin.

Dengan sisa abu itulah, setidaknya Ya Ran bisa mengenang kebersamaannya dengan Bai Qin. Ya Ran hampir saja tertangkap oleh Nyonya Lin, beruntung gadis itu diselamatkan oleh pekerja di kediaman Lin dan Ya Ran bisa pulang dengan selamat.

Kini, setiap malam Ya Ran terus memeluk relik Bai Qin untuk mengenang pria itu. Memeluk barang berharga itu rasanya seperti berada di dekat Bai Qin. Dan Ya Ran sungguh merindukan roh pria yang telah dinikahkan dengannya itu.

"Apa yang kau lakukan di sana? Apa kau merindukan aku?" gumam gadis itu di tengah malam. Kedua matanya kembali berkaca-kaca setiap mengenang Bai Qin.

Tidak bisa dibohongi jika Ya Ran sungguh merindukan kasih sayang serta perhatian roh pria itu.

"Kau bilang aku harus bahagia bukan? Bagaimana aku bisa bahagia jika kau tak bersama denganku?" tangis itu kembali pecah, bahkan Ya Ran tak bisa lagi membedakan antara kesedihan dan kegembiraan yang Bai Qin harapkan.

...****...

Kebahagiaan adalah keadaan emosional yang ditandai dengan perasaan senang, puas, puas, dan puas. Kebahagiaan sering digambarkan dengan melibatkan emosi positif dan kepuasan hidup.

Karena kebahagiaan cenderung menjadi istilah yang didefinisikan secara luas, kebahagiaan juga dikenal dengan 'kesejahteraan subjektif'.

Seperti kedengarannya, kesejahteraan subjektif cenderung berfokus pada perasaan pribadi individu secara keseluruhan tentang kehidupan kita di masa sekarang.

Setiap orang mengalami emosi, perasaan, dan suasana hati yang positif dan negatif.

Kebahagiaan umumnya terkait dengan mengalami lebih banyak perasaan positif daripada negatif. Artinya, seseorang yang merasa bahagia akan merasa dirinya dipenuhi oleh berbagai energi positif.

Kepuasan hidup kerap berkaitan dengan seberapa puas kita berada dalam bidang kehidupan. Seperti hubungan asmara, pekerjaan, prestasi, dan hal-hal lain yang kita anggap penting

Terpopuler

Comments

[AIANA]

[AIANA]

jangan² dia mati merindu?

2022-09-30

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!