Bagaimana Bai Qin bisa mengabaikan, jika yang memanggil namanya adalah wanita yang begitu ia cintai dari kehidupan terdahulunya. Meski banyak pekerjaan di alam arwah ini, Bai Qin pasti akan menyempatkan diri datang menemui Ya Ran, apalagi jika Ya Ran memanggilnya.
Ketiganya kini berjalan melintasi dimensi hingga membawa mereka ke zaman di mana kakek tadi baru saja mati.
Ya Ran begitu terpana begitu sampai karena melihat sebuah pemandangan yang begitu indah. Kakinya seperti terpatri di tempat begitu Xiao Lan mengajaknya berjalan mengikuti Bai Qin.
"Nona ... " panggil Xiao Lan. Namun, tak ada respon sama sekali dari Ya Ran.
Istri Bai Qin itu seperti berada di dunia lain hingga panggilan dari Xiao Lan tak menggerakkan langkahnya.
Melihat hal tersebut, Bai Qin berbalik dan berjalan ke arah Ya Ran serta membisikkan sesuatu, "Apa begitu indah sekali hingga pemandangan ini mengalihkan duniamu, Ran er?" Tak hanya berbisik, Bai Qin juga menepuk pundak Ya Ran seolah membangunkan Ya Ran dari lamunannya.
"Tu-tuan!" jawab Ya Ran terbata-bata karena Bai Qin menepuk pundaknya.
"Ayo kita segera temukan jasad kakek dan memakamkannya seperti keinginan kakek itu!"
"Iya, Nona. waktu kita tidak banyak," timpal Xiao Lan menyadarkan kenyataan jika mereka harus segera bergegas untuk menghemat waktu.
Tak salah jika Ya Ran begitu terpana dengan pemandangan di depan matanya. Karena baru kali ini Ya Ran begitu takjub dengan nuansa alami seperti di dekat danau yang ia singgahi ini.
Air danau begitu tenang serta banyak aneka pohon yang tumbuh di sekitar danau. Hal itu menambah rasa indah, terlebih lagi di sekitar danau juga terdapat aneka bunga-bunga. Tak hanya itu saja, di area luar, banyak masyarakat sekitar yang menjajakan aneka kue serta perlengkapan sembahyang lainnya.
"Ran er, jika kau begitu suka tempat ini. Saat kembali lagi nanti, aku akan membuatkanmu tempat peristirahatan yang indah seperti ini." ucap Bai Qin sebelum ketiganya mulai berpencar mencari yang harus mereka cari.
Song Ya Ran dan Xiao Lan mencoba bertanya pada masyarakat sekitar tentang siapa identitas kakek tua itu. Sedangkan Bai Qin, roh suami Ya Ran itu lebih memilih menggunakan kekuatan spiritualnya untuk mendeteksi adanya jasad si kakek.
Ketiganya bekerja dengan keras mencari dan terus mencari. Hingga Bai Qin menemukan sebuah petunjuk berupa hasil dari aroma yang ia tangkap melalui indra penciumannya.
Sekiranya telah pasti, barulah Bai Qin mencari keberadaan Ya Ran serta Xiao Lan untuk mengatakan sesuatu yang Bai Qin temukan.
"Apa? Jadi kakek itu tenggelam di dasar danau ini?" tanya Ya Ran seperti kaget ketika Bai Qin mengatasi jika kakek tua itu mati karena tenggelam.
Bai Qin hanya mengangguk sebagai isyarat jawaban yang untuk pertanyaan dari Song Ya Ran. Ia bisa mendeteksi adanya jasad di dalam danau itu.
Sebagai pihak yang tak begitu bisa diandalkan, Ya Ran dan Xiao Lan segera mencari bantuan untuk mengangkat tubuh tak bernyawa milik kakek itu.
Sebenarnya Bai Qin bisa dengan mudah mengangkat tubuh dari dalam danau itu ke atas permukaan. Namun, seperti yang sering Bai Qin katakan dan terus membekas di hati Ya Ran adalah, "Kita hanya membantu roh, jangan campuri kehidupan lainnya karena bisa mengubah sejarah." Seperti itulah bunyi pesan dari Bai Qin.
Tak berselang lama, Ya Ran dan Xiao Lan datang bersama segerombolan orang yang akan membantu mengangkat jasad itu. Rupanya si kakek tinggal sendiri tanpa ada saudara yang menemani seperti itulah kabar yang ditangkap oleh Song Ya Ran.
"Kasihan sekali, di hari tuanya kakek itu hanya tinggal seorang diri."
"Hm ... semua mahkluk membawa karmanya sendiri, dulu pada kehidupan sebelumnya, kakek itu adalah orangtua yang telah menelantarkan istri serta anaknya, dan di kehidupan ini ia membayar karma buruknya." jelas Bai Qin seperti memberi sebuah pelajaran pada Song Ya Ran.
"Ooh ... "
"Ooh?" tanya Bai Qin menyelidik jawaban ooh dari Song Ya Ran.
"Lalu aku harus apa?" tanya Ya Ran dengan polosnya.
Bai Qin menyahut Ya Ran dengan santainya, "Tetap di sini dan menunggu hasil dari pencarian!"
Ya Ran merasa jika ia hanya duduk diam tak melakukan apa-apa seperti ini, hanya akan mengulur waktu saja. Sia-sia tanpa ada hasil, oleh karena itu, Ya Ran meminta izin kepada Bai Qin untuk membantu mencari keberadaan Jasad.
Bai Qin yang lemah dalam menghadapi Ya Ran oun hanya bisa memberi jawaban iya dan berpesan agar Ya Ran tidak melakukan hal yang berbahaya. Dan Bai Qin sendiri hanya memberi aba-aba saja kepada si pencari untuk menentukan letak atau posisi korban.
Ya Ran berjalan dengan penuh Kekhawatiran, dirinya terus menengok ke permukaan air yang cukup dalam. Tanpa sadar, Ya Ran telah jauh meninggalkan Xiao Lan. Sedangkan Xiao Lan sendiri mencari-cari Ya Ran.
"Awwww ... " keluh Ya Ran dan byuuuur tubuh ramping itu terjatuh ke dalam air.
Seperti tersengat listrik, ada yang telah mengisyaratkan Bai Qin tentang keadaan sang istri. Dengan sigap, pria tinggi itu segera turun ke air tanpa mendapatkan aba-aba atau izin dari siapapun.
Bai Qin menceburkan diri dan berenang mendekati tubuh Ya Ran yang kini masuk ke dalam air.
Sedangkan, Song Ya Ran sendiri menaikkan kedua tangannya dan berteriak minta tolong, "Tolong ... selamatkan aku!"
Untung saja Bai Qin dengan mudah mampu menggapai tubuh Ya Ran. Seperti tak ingin dilepaskan lagi, Bai Qin memeluk dan membawa tubuh Ya Ran dengan berenang ke tepian.
Syukurlah, Bai Qin berhasil menyelamatkan Song Ya Ran dan begitu pula dengan tim pencari jasad kakek.
Ya Ran dibawa naik ke darat dengan badan basah kuyup. Begitu pula dengan tim pencari. Xiao Lan mendapatkan perintah dari Tuannya untuk mengurus pemakaman sang kakek tua itu. Sedang Bai Qin sendiri, pria itu membawa sang istri ke tempat yang lebih hangat.
Bai Qin memesan salah satu ruangan di kedai minum teh. Untung saja pemilik kedai bersedia mengosongkan salah satu ruangan agar Ya Ran bisa beristirahat.
Selain itu, Bai Qin juga meminta sang pemilik kedai menyiapkan aneka makanan dan menghidupkan alat penghangat udara. Karena bagaimanapun juga jiwa Ya Ran masih belum benar-benar mati, sehingga wanita itu masih merasakan lapar dan juga sakit.
"Bukalah bajumu, Ran er?"
Song Ya Ran sontak menatap wajah rupawan milik sang suami, karena ia tidak percaya jika Bai Qin akan melakukan hal yang sungguh di luar perkiraan Ya Ran.
"Dasar mesum!" dan "Plak ... " Ya Ran menampar wajah sang suami.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
[AIANA]
wkakkak.
emang enak
makannya ngomong yg jelas bai
2022-09-25
0