Bai Qin mengutus salah satu roh wanita untuk menjadi pengawal Song Ya Ran. Meski sempat menolak, Bai Qin tetap saja memaksa Ya Ran untuk menerima keputusannya dengan menjadikan seorang roh wanita bernama Xiao Lan sebagai pengawal pribadinya.
Awalnya Ya Ran menolak dengan alasan takut dengan wajah pucat Xiao Lan. Meski begitu, tidak berarti Bai Qin akan diam saja dengan penolakan Ya Ran.
"Tapi dia han ... " tolak Ya Ran dengan alasan ketakutannya terhadap seorang hantu.
"Aku juga hantu, lalu kenapa kau tidak takut padaku?" Benar seperti yang dikatakan oleh Bai Qin. Dirinya juga seorang roh yang berada di alam arwah. Namun, kenapa Ya Ran kini tidak takut padanya? Bukankah Bai Qin juga hantu?
"Kau kan ... ah sudah lah." Memang kenyataannya seperti itu, Ya Ran sama sekali tidak takut sedikitpun terhadap Bai Qin. Bahkan Bai Qin yang memiliki posisi sebagai penguasa di alam arwah ini seharusnya lebih ditakuti oleh Ya Ran bukan?
Dengan hati yang kesal, Ya Ran berjalan keluar dari tempat Bai Qin. Tempat itu layaknya sebuah istana megah di tengah dunia arwah ini. Namun, jika yang melihat roh jahat, istana itu lebih terlihat menyeramkan daripada kata mewah.
"Nona, Anda lupa membawa senjata Anda." Xiao Lan menyusui langkah Song Ya Ran agar bisa sejajar dengan orang yang kini ia jaga.
Xiao Lan memberikan sebuah pedang, yang mana sempat digunakan oleh Ya Ran sekali untuk mencelakai Bai Qin kemarin. Ya Ran sangat mengenali pedang itu mulai dari pembungkus hingga gagang pedang itu.
"Tapi aku tidak bisa menggunakan ini," tolak Ya Ran.
Terkahir kali, ketika Ya Ran berniat melukai Bai Qin, gadis itu memukul dengan sembarangan. Benar jika selama ini Ya Ran tidak pernah belajar menggunakan senjata ataupun hanya sekadar belajar ilmu bela diri.
"Nanti, hamba yang akan mengajari Nona."
"Apa Bai Qin juga yang memintamu mengajari aku?" Ya Ran sedikit curiga karena sejak tadi, sepertinya Xiao Lan begitu patuh terhadap Bai Qin. Xiao Lan tampak seperti seorang murid Bai Qin di mata Ya Ran.
"Tentu saja, Tuan menugaskan hamba untuk selalu menjaga Anda, Nona." Xiao Lan menjelaskan secara gamblang tentang seperti apa tugas dari Bai Qin untuknya.
Selain itu, di dalam perjalanan membantu arwah Song Ya Ran dan Xiao Lan kini semakin akrab. Karena menurut Ya Ran, Xiao Lan cukup mudah untuk bergaul dengannya. Xiao Lan adalah gadis periang. Sayang sekali di umurnya yang masih muda, Xiao Lan harus meregang nyawa karena menolong sang adik dari sebuah kejahatan.
Song Ya Ran mendengarkan cerita hidup Xiao Lan selama hidup menjadi manusia. Dalam ribuan tahun yang lalu, Xiao Lan telah meninggalkan karena berusaha menggagalkan sebuah kejahatan di rumahnya. Xiao Lan menjadi korban kejahatan yang dilakukan oleh penjarah harta di rumahnya. Demi menolong sang adik, Xiao Lan mengorbankan dirinya.
Tersentuh, Ya Ran tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sakit yang dialami oleh Xiao Lan. Gadis itu meregang nyawa dengan ditebas pedang para perampok.
"Hidup memang pilihan, Nona. Dan hamba memilih mengorbankan nyawa hamba. Daripada penjahat itu menyakiti adik hamba."
Ya Ran segera memeluk Xiao Lan yang tampak bersedih jika mengingat seperti apa kisah hidupnya sebagai manusia dulu. Dan di alam arwah ini lah, Bai Qin telah membantunya untuk melepaskan hal duniawi sebelum ia akan terlahir kembali seperti janji Bai Qin, seusai Xiao Lan membantu Ya Ran.
Keduanya pun melanjutkan kembali perjalanan mereka ke tempat di mana bisa ditemukannya seorang roh yang ingin menyelesaikan urusan duniawinya.
Lamat-lamat, Ya Ran dan Xiao Lan mendengar suara tangis yang cukup lirih. Hingga jika tidak mendekati mungkin orang biasa tidak akan bisa mendengarkan.
Ya Ran segera mengajak Xiao Lan mendekati sosok roh yang duduk dengan memeluk kedua lututnya dengan tangis yang menyayat hati. Hati nurani Ya Ran tidak tega melihat dan mendengar hal seperti ini. Pantas saja Bai Qin memberinya tugas yang seperti ini karena Ya Ran pasti bisa melakukannya.
"Nyonya, ada apa?" tegur Ya Ran menepuk pundak roh seorang wanita berambut panjang itu.
Roh wanita yang sedang murung itu menghentikan tangisnya dan mendongakkan kepalanya ke atas melihat Song Ya Ran. "Siapa kau? Untuk apa kau peduli dengan urusanku?"
Sejak menjadi penghuni alam ini beberapa saat yang lalu, sosok wanita berambut panjang itu terus saja menangis. Ia teringat seperti apa kisah pilunya karena terlilit hutang hingga membawanya ke alam arwah seusai menggantung dirinya sendiri.
"Pergi kau! enyahlah roh jahat." usir roh wanita itu pada Ya Ran. Tak hanya itu saja, roh wanita yang baru saja meninggal itu mendorong tubuh Ya Ran hingga nyaris terhuyung.
Untung saja, Xiao Lan mampu menangkap tubuh Ya Ran dan bersiap-siap dengan ilmu pedangnya.
"Kalian siapa? Apa kalian orang dari raja neraka?" Roh wanita itu sedikit mundur begitu Xiao Lan mulai memperlihatkan kesigapannya.
"Tenang saja, aku akan membantumu." bujuk Ya Ran lagi menyakinkan roh wanita itu.
"Kami adalah utusan penguasa alam arwah, Tuan akan memberikan satu kesempatan untuk kamu." Xiao Lan menambahkan.
Seperti tidak takut sama sekali, Ya Ran semakin maju guna mengambil hati roh yang tengah gundah itu dan membantunya mengatasi permasalahan yang belum usai.
"Aku akan membereskan keterikatanmu dengan alam dunia, agar kau bisa terlahir kembali." imbuh Ya Ran.
Dan mendengar penjelasan dari Ya Ran ataupun Xiao Lan, wanita itu kembali menangis dengan histeris. "Kasihanilah kami, kami hanya orang miskin. Apakah kami tidak boleh bahagia?"
"Ada apa?" tanya Ya Ran lagi.
"Hutang yang ditinggalkan oleh suamiku sangat banyak, ia selalu kalah berjudi dan menghilang entah ke mana. Setiap hati aku dan anakku satu-satunya selalu ditagih lintah darat hingga aku memutuskan bunuh diri."
Ya Ran menutup mulut dengan kedua tangannya. Pasalnya bunuh diri hanya dilakukan oleh orang yang benar-benar tidak memiliki jalan keluar sama sekali. Menurut Ya Ran bunuh diri adalah kasta tertinggi dari usaha bertahan dalam kesulitan hidup.
"Bisakah kau katakan pada anakku, agar ia hidup dengan baik dan harus bahagia?" tanya wanita itu pada Song Ya Ran. "Kurasa kau adalah roh baik, atau kau adalah Dewi?" tebak wanita itu pada Ya Ran.
"Aku hanya ... " Ya Ran tidak mungkin akan membocorkan rahasia miliknya pada roh lain. "Ku akan menantimu. Tenang saja!"
**
Song Ya Ran sempat bertanya kepada Bai Qin apakah wanita tadi diampuni karena telah mengakhiri hidupnya. Seperti yang sering ia ketahui jika bunuh diri akan memutuskan karma.
Namun, Bai Qin tidak mengiyakan atau menolak hal tersebut. "Semua penghuni 31 alam bukanlah penghuni tetap di alamnya masing-masing." jawab Bai Qin.
Dengan demikian, tidak ada hukuman neraka maupun ganjaran surga yang kekal. Hukuman maupun ganjaran akan habis seiring dengan terlunasinya karma mahluk tersebut (karma baik / karma buruk). Selain itu, jika mahluk belum mencapai Nibanna dia akan tetap terahir di salah satu alam ini seusai dengan ganjaran / hukuman atas perbuatannya.
Jika seseorang melakukan bunuh diri, maka dipastikan dia akan terlahir di alam derita (alam setan , alam binatang atau alam mahluk halus) karena pikiran pada detik-detik terakhir hidupnya sangat mungkin diliputi kekecewaan, ke-putus-asa-an, bahkan mungkin diliputi kebencian.
Walaupun mengenal konsep kelahiran kembali dari hukum kekekalan, bunuh diri tetap tidak dibenarkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
[AIANA]
yep masih ttp tdk termaafkan!
2022-09-17
3