Di Alam Arwah

Ya Ran menduga jika pria itu hanya membual saja, maka dari itu Song Ya Ran ingin menguji kebenaran apa yang telah dikatakan oleh pria yang mengaku Bai Qin. Jika pria itu tidak tembus dari serangan pedangnya, maka benar dia adalah Bai Qin.

Namun, jika pria itu terkena serangan pedang Ya Ran dan terluka berarti pria itu telah berbohong padanya.

"Lakukan saja! Jika itu bisa membuatmu percaya padaku," tantang Bai Qin ketika melihat Song Ya Ran gadis yang selama ini telah ia tunggu kini mengayunkan sebilah pedang ke arahnya.

Tidak ingin menghindar, Bai Qin malah semakin mendekatkan tubuhnya ke arah Ya Ran. Karena pemuda itu tidaklah keberatan jika Ya Ran akan melukainya. Terlebih luka seperti itu, tidak akan mempengaruhi kemampuan Bai Qin jika itu terjadi.

Ya Ran telah memantapkan diri untuk melakukan apa yang menjadi bisikan di hatinya. Selain ingin memasang pria itu benar Bai Qin atau bukan, Ya Ran ingin melukai pria itu untuk meloloskan diri.

Namun, Ya Ran tidak menyangka jika Bai Qin yang ia anggap orang jahat itu akan merelakan dirinya untuk disakiti oleh Ya Ran.

Song Ya Ran segera menaikan pedang itu dengan kedua tangannya. Di dalam hatinya, Ya Ran segera menghitung. Dan nanti, dalam hitungan ke tiga, Ya Ran akan menebas tubuh Bai Qin.

Bai Qin yang bisa membaca isi hati Ya Ran dengan kemampuan spiritual yang dimiliki, pria juga mulai menghitung seperti hitungan Ya Ran. Dan tepat pada hitungan ke tiga, Bai Qin memberikan lehernya agar Ya Ran bisa melukainya.

Blash ... Pedang diayunkan oleh Ya Ran ke bagian pangkal kepala Bai seperti yang diinginkan oleh Ya Ran,

Hati Ya Ran begitu tak tenang, hingga ia menutup kedua matanya. Bagaimanapun juga nalurinya yak sampai hati jika harus melukai orang lain. Sedetik kemudian, Ya Ran merasa jika pedang yang ia gunakan sebagai senjata telah menyentuh bagian tubuh Bai Qin.

Song Ya Ran begitu terperanjat, karena peristiwa seperti ini merupakan kali pertama baginya. Oleh sebab itu, gadis manis itu merasa sangat terguncang jiwa serta raganya.

Begitu bisa menguasai keadaan, Ya Ran mulai mencoba membuka kedua matanya dengan pelan-pelan untuk mengintip hasil kerjanya.

Namun, di luar dugaan Ya Ran. Anggapan Song Ya Ran rupanya keliru. Jika ia sangat yakin telah menebas kepala Bai Qin. Tetapi ... kenapa pria itu masih bisa berdiri dengan tegap tanpa kurang satu apapun.

"Si-siapa kau?" Lemas, Ya Ran menjatuhkan pedangnya. Pandangannya mulai sedikit kabur hingga ia kesulitan mengikuti kenyataan di luar logikanya.

"Aku adalah Lin Bai Qin, pria yang telah menikahimu."

"Jadi benar dia hantu suamiku? Oh tidak, jadi suamiku adalah hantu?" Semua pertanyaan mulai berputar di benak Ya Ran hingga membuat gadis berambut panjang itu lemas dan terjatuh dengan lunglai tak bertenaga.

Untung saja, Bai Qin mampu menangkap tubuh mungil Song Ya Ran dan segera membawa istri yang telah lama ia tunggu ke tempatnya.

**

Song Ya Ran mulai membuka kedua matanya pelan. Entah sudah berapa lama ia tidak sadarkan diri.

"Di mana ini?" Ya Ran mendapati dirinya terbaring di dalam sebuah ruangan indah dengan berbagai macam barang berharga yang mendiami ruangan itu.

Istri Bai Qin itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling hingga mengingat kejadian sebelumnya. "Aku tak sadarkan diri, dan dia membawaku ke sini?" gumam Ya Ran.

Seperti yang telah diketahui oleh Ya Ran bahwa Bai Qin lah yang telah membawanya, pria yang ia maksud tadi memasuki kamar indah itu dan tersebut pada Ya Ran seolah menyapa atau lebih tepatnya mengejek kebodohan Ya Ran.

"Kau sudah bangun, istriku?"

"Hentikan! jangan mendekat!" Song Ya Ran menutupi bagian depan tubuh dengan kedua tangannya seolah menjadi penghalang agar Bai Qin tidak melakukan hal yang di luar batas.

"Kini kau sudah percaya bahwa aku Bai Qin, suamimu?"

"Iya, aku percaya? Apa kau menculik aku karena kecewa dengan sikap keluargaku?" Lontaran pernyataan tidak masuk akal itu Ya Ran ajukan pada Bai Qin yang sama sekali tidak menaruh kecurigaan sama sekali pada keluarga bodoh Ya Ran.

"Hahaha .. kau ini lucu sekali, Ya Ran." Bai Qin terbahak. "Untuk apa aku menculikmu sedangkan kau sudah menjadi istriku? Kau lah yang menemuiku di alam arwah ini."

Ya Ran masih belum paham dengan perkataan Bai Qin. "Alam arwah? Kau bercanda, Tuan? Aku masih hidup." Ya Ran belum merasa mati karena ia benar-benar belum merasakan seperti apa sekarat hinga mati.

Yang Ya Ran ingat, ia hanya nyaris mati karena dikejar oleh orang menyeramkan hingga membawanya ke depan kuil tadi.

"Iya, kau terlempar ke alam arwah dan terjatuh di depan kuil naga api. Karena aku ... " Bai Qin menahan kalimatnya karena ia tidak ingin mengatakan jika dirinya lah yang membantu Ya Ran dari kejaran orang gila itu. Dan dengan Qi Condensation Bai Qin lah, Ya Ran bisa diselamatkan.

Qi Condensation – juga dikenal sebagai Pemurnian Qi atau Pengumpulan Qi, yaitu tahap awal kultivasi yang melibatkan penyerapan Qi dari alam dan menyempurnakannya di dalam tubuh.

"Jadi aku tersesat di alam arwah? Lalu bagaimanakah caraku pulang? Aku tidak ingin mati, Tuan."

"Kenapa? Apa kau tidak ingin bersamaku? Bukankah tujuanmu di kehidupan ini adalah mencapai keabadian bersamaku?"

"Apa yang dikatakan pria aneh ini?" batin Ya Ran.

"Kau tahu, aku masih memiliki keluarga? Aku takut mereka akan mencariku."

Padahal keluarga yang disebutkan oleh Ya Ran sama sekali tak ada yang memedulikan gadis itu. Mereka semua hanya memanfaatkan kepolosan hati Ya Ran saja. Termasuk keluarga kandungnya.

Hati Bai Qin sedikit sakit mendengar jika gadis yang ia tunggu tidak menginginkan tinggal bersamanya. Bahkan mengatakan tidak ingin mati.

"Kau akan kembali lagi ke duniamu, dengan satu syarat."

"Apa itu?"

"Dalam waktu empat puluh hari, kau harus menemaniku membantu para arwah penasaran hingga terkumpul seratus arwah. Dan jika selama 40 hari tidak terkumpul, maka kau akan abadi di sini bersamaku."

Sebenarnya syarat itu hanya sebuah bualan Bai Qin saja, ia hanya ingin menahan Song Ya Ran selama kurun waktu itu dan membiasakan Ya Ran untuk tetap bersama dengannya. Setidaknya Bai Qin harus sabar hingga Ya Ran menyadari dirinya.

"Baiklah, Tuan. Aku akan membantumu. Tapi ... jangan lupakan janjimu!"

"Tentu saja tidak, Ya Ran. Karena aku adalah penguasa alam arwah." Bai Qin tersenyum licik menatap kedua mata Ya Ran yang sangat polos hingga membuat Bai Qin sontak murka mengingat jika apa yang pernah orang-orang sialan itu lakukan pada Song Ya Ran dulu.

...****...

Terpopuler

Comments

[AIANA]

[AIANA]

pindah dunia. pusing aku

2022-09-17

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!