Pandangan mata Ya Ran berangsur samar, seperti ada kabut tipis yang menjadi tirai. Napas gadis itu terengah-engah. "Di mana aku?"
Gadis berbaju merah itu merasa jika tubuhnya sungguh ringan seperti tanpa beban, selain itu Ya Ran tidak merasakan apa-apa.
Sedetik kemudian, muncullah sebuah cahaya yang menyilaukan kedua mata Ya Ran. Bahkan gadis itu sampai harus menghalangi sinar itu dengan tangannya agar tak menyukai matanya.
"Apa aku benar-benar sudah mati?"
Tubuh Ya Ran semakin terangkat tinggi, hingga ia tak tahu kini berada di mana. Karena Ya Ran juga tidak merasakan apa-apa. Hanya saja, Ya Ran tahu bahwa dirinya seperti melayang di udara yang tidak ia ketahui keberadaannya.
Rupanya Song Ya Ran telah melintasi dimensi lain. Ya Ran telah selamat dari kejaran orang gila yang hampir merenggut nyawanya. Tetapi, di mana kini Ya Ran berada?
Setelah melayang beberapa saat yang lalu, tubuh Ra Ran seperti terhempas. Meski kekuatan itu tidak cukup kuat. Namun, Ya Ran masih sempat mengaduh kesakitan. "Auh ... " Secara refleks, gadis manis itu memeriksa lututnya yang digunakan sebagai tumpuan tempat mendaratnya.
Gadis yang tidak tahu kini ia berada di mana itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Dan mendapati berada tepat di samping kolam. Jika dari bentuknya yang begitu dikeramatkan, seperti kolam ini menjadi tempat penyembahan sebuah kaum.
"Di mana ini?" Ya Ran menggerakkan kakinya untuk bangkit.
Karena merasa asing, Ya Ran harus tetap waspada jika suatu hal buruk terjadi padanya. Selain kolam, Ya Ran juga melihat sebuah bangunan kokoh menghadap ke arah sebuah bukti di belakang Ya Ran terjatuh tadi.
Song Ya Ran menduga jika kini ia berada di depan sebuah kuil penyembahan. Namun, selama Ya Ran hidup di dunia ini, Ya Ran sama sekali tidak pernah mendengar ada sebuah kuil kuno seperti ini.
Kenapa Ya Ran bisa menyebutkan kuil ini kuno? Karena Ya Ran sama sekali tidak melihat ada jejak penyembah dewa atau yang lainnya. Tidak ada bau dupa ataupun kertas jimat yang dibakar untuk persembahan. Tetapi, untuk di dalamnya, tentu saja Song Ya Ran tidak mengetahui itu.
Hari semakin mendekati malam dan Ya Ran terjebak'di tempat asing ini. Namun, Song Ya Ran belum menyadari jika ia kini telah berpindah ke dimensi lain.
Menjelang senja, suasana semakin mencekam. Dan Ya Ran tidak memiliki perbekalan ataupun alat perlindungan diri. Karena ia menjatuhkan barang yang ia beli dari pasar desa tadi.
Suara-suara aneh mulai bersautan hingga membuat bulu kuduk Song Ya Ran berdiri. Gadis itu berhidung ketakutan hingga berniat masuk ke dalam kuil untuk bersembunyi.
Dengan mengendap-endap, Ya Ran berjalan menuju pintu masuk kuil tua itu. Insting melindunginya diri membuat Ya Ran masuk ke dalam tempat yang ia anggap lebih aman daripada di luar tadi.
Hanya dengan sekali sentuh saja, Song Ya Ran bisa membuka kedua pintu masuk kuil yang berukir ornamen khas gambar naga dan bunga teratai.
Anggapan Ya Ran salah, jika tadi ia menduga jika Kuil itu kuno dan tak terawat. Maka ketika Ya Ran masuk ke dalamnya, Ya Ran begitu terkesima dengan bangunan megah itu. Tak tampak menyeramkan, bahkan kuil itu begitu mendamaikan hingga hati Ya Ran terasa damai.
Selain altar dengan aneka persembahan, kuil itu juga di hiasi dengan berbagai lilin dengan ukuran yang beragam. Dan tidak hanya di pintu masuk saja kuil itu dihiasi oleh ornamen naga. Di seluruh bagian kuil termasuk tiang serta lantai kuil juga dihiasi motif makhluk mitologi Tiongkok itu.
"Wow ... ini indah!" gumam Ya Ran tanpa takut sedikitpun.
Namun, kelegaan hati Ya Ran tak bertahan begitu saja. Seperti tidak boleh berpuas diri. Dewa kembali'menguji Ya Ran. Kali ini, berbeda dengan cobaan orang aneh seperti tadi.
Sebuah kabut tipis kembali muncul secara tiba-tiba. Dan Ya Ran kembali mundur selangkah menjauhi sumber kabut itu.
Tak berselang lama, kabut itu tiba-tiba musnah. Dan kini berganti dengan datangannya sebuah cahaya putih yang menyilang mata Ya Ran.
"Sepertinya aku dalam masalah!"
Dengan hilangnya kabut dan disusul oleh cahaya pekat itu, kini muncullah sebuah sosok menghampiri Ya Ran.
Dari balik cahaya itu, Ya Ran melihat sosok samar itu mendekati dirinya. Pelan tapi pasti, sosok itu semakin dekat dengan Ya Ran.
Kini, bukan hanya terdesak tetapi Ya Ran semakin tidak bisa berbuat apa-apa hingga harus menerima apapun yang terjadi.
Tanpa diduga oleh Ya Ran sama sekali, di balik cahaya menyilaukan itu muncullah seorang pria tinggi dengan baju khas kaum berilmu sedang berjalan mendekat ke arah Song Ya Ran.
Selain rupawan, pria itu juga tampak begitu dingin. Ya Ran bisa melihat dari cara berjalan dan juga bentuk badannya yang kekar menandakan jika pria itu menjaga tubuhnya dengan ketat.
"Siapa dia? Jangan-jangan dia orang jahat yang mau menjadikan aku tumbal persembahan kepada Dewa."
...****...
Besok lagi ya ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Mega
Lek hantu e gitu ya ra wedi kikikik
2022-09-13
4
[AIANA]
widih. skg ganteng. aku kira yg kmrn itu suaminya
2022-09-13
4