Ya Ran Terpojok

Derap kaki lain juga terdengar dari arah belakang Ya Ran. Gadis itu sama sekali tidak berani menoleh ke belakang. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, membuat Ya Ran terus saja berlari hingga sampai pada tikungan jalan.

Ya Ran tidak berputus asa, dengan barang bawaan yang ia beli tadi, gadis itu terus saja berlari hingga sampai pada lorong buntu.

"Bagaimana ini? Aku terpojok!' keluh Ya Ran dalam hatinya.

Dalam keadaan tersedak seperti ini, Ya Ran tidak bisa apa-apa. Lari menjauhi sosok tinggi besar itu pun Ya Ran tidak bisa. Terlebih untuk melawan sosok yang memiliki besar dua kali dari besar tubuh gadis itu sungguh sulit. Selain tidak memiliki ketrampilan berkelahi, Song Ya Ran juga tidak memiliki keberanian melawan.

Keringat gadis berbaju tradisional itu mulai bercucuran, ia menjatuhkan beberapa barang bawaannya ke tanah. Ketakutan membuat Ya Ran sulit untuk menggerakkan otaknya. Tetapi, ia harus cepat pulang dan segera menyiapkan upacara mendiang Bai Qin.

Sosok yang menyeramkan itu maju mendekati Ya Ran, dan tertawa dengan nada tinggi. Tangan kokohnya hendak mencengkeram bahu Ya Ran. Namun, Ya Ran sempat mengelak hingga membuat lelaki tinggi besar iku semakin naik pitam.

"Jangan sakiti aku, aku tidak memiliki apa-apa. Aku harus cepat pulang. jika tidak, Nyonya Lin akan marah padaku." Ya Ran memberanikan diri untuk mencoba bernegosiasi dengan orang yang menyeramkan itu.

Namun, kata-kata Ya Ran tidak berhasil menghalau niat orang asing itu. Sekonyong-konyongnya Ya Ran semakin menggigil ketakutan karena gagal meyakinkan orang asing itu.

"Tolong ... kasihanilah aku!" pinta Ya Ran lagi.

Akan tetapi, sosok menyeramkan itu lagi dan lagi tidak mengindahkan perkataan Ya Ran.

Song Ya Ran memundurkan langkahnya hingga nyaris tak bisa lagi bergerak karena membentur tembok yang kokoh. "Bagaimana caraku lari? Adakah yang bisa menolongku? Aku harus segera lari dan pulang."

Begitu kaki kiri Ya Ran ikut mundur selangkah mengikuti kaki kanannya ke belakang, gadis itu merasa bumi yang ia pijak begitu berbeda.

Sepertinya, tanah yang dipijak oleh Ya Ran terasa ringan. Hingga Ya Ran leluasa memijak kembali kaki kanannya ke belakang.

Satu langkah kembali ia haturkan ke belakang. Dan ... Blassshhh ... Song Ya Ran ketakutan hingga menutup kedua matanya. Ia mengira jika sosok mengerikan itu telah memukulnya hingga membuat tubuh Ya Ran lemas tak bertenaga.

Badan gadis itu terasa ringan seperti melayang. Bahkan Ya Ran seperti berada di tempat lain yang tidak ia ketahui sebelumnya.

Pelan-pelan Ya Ran membuka kedua matanya. Tak hanya itu, Ya Ran juga menepuk pipinya yang terasa sakit sebagai pertanda jika ia masih hidup atau bukan mimpi.

Pandangan mata Ya Ran berangsur samar, seperti ada kabut tipis yang menjadi tirai. Napas gadis itu terengah-engah. "Di mana aku?"

Gadis berbaju merah itu merasa jika tubuhnya sungguh ringan seperti tanpa beban, selain itu Ya Ran tidak merasakan apa-apa.

Sedetik kemudian, muncullah sebuah cahaya yang menyilaukan kedua mata Ya Ran. Bahkan gadis itu sampai harus menghalangi sinar itu dengan tangannya agar tak menyukai matanya.

"Apa aku benar-benar sudah mati?"

Tubuh Ya Ran semakin terangkat tinggi, hingga ia tak tahu kini berada di mana. Karena Ya Ran juga tidak merasakan apa-apa. Hanya saja, Ya Ran tahu bahwa dirinya seperti melayang di udara yang tidak ia ketahui keberadaannya.

...****...

Terpopuler

Comments

[AIANA]

[AIANA]

bingung masihan aku
wkakak
daya imajinasiku terbatas

2022-09-11

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!