Kedatangan Ayah Song yang merasa harus menyelesaikan permasalah hutangnya semakin membuat Tuan serta Nyonya Lin semakin murka. pasalnya ayah Song tidak memiliki empati dengan datang menanyakan perihal hutang di depan peti mati mendiang anaknya.
"Kau pikir aku menginginkan ini semua, ha?" Lin Pei murka pada Ayah Song dan menendang pria tua itu dengan seluruh tenaganya.
Kematian yang mendadak dari Lin Bai Qin memukul semua perasan keluarga konglomerat Lin. Bahkan nyonya Lin juga tak kuasa menahan tangis dan perih hatinya.
"Kita harus tetap melangsungkan pernikahan Lin Bai Qin dan anakmu, agar arwah Bai Qin di alam baka tidak sendirian," ujar Nyonya Lin dengan nada culasnya.
Pasalnya ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan, keluarga mereka secara turun-temurun harus menikah dengan gadis murni sebelum berumur 30 tahun agar kutukan keluarga Lin tidak terjadi. Dulu ketika Tuan Lin miskin, Tuan Lin pernah bersekutu dengan arwah yang bisa memberinya banyak harta seperti sekarang ini.
"Ta-tapi, anak Anda sudah mati?"
"Anakmu akan tetap menikahi Bai Qin,"
Pernikahan arwah umumnya melibatkan pasangan mempelai di mana salah satu atau keduanya sudah meninggal dunia. Tujuannya adalah untuk melepaskan status lajang pria atau wanita yang meninggal sebelum naik ke pelaminan. Pasalnya, warga China percaya seseorang yang meninggal sebelum menjadi pengantin bisa mendatangkan kesialan bagi mereka yang masih hidup.
**
Betapa hancur hati Ya Ran. Gadis itu harus tetap melangsungkan pernikahan tanpa rasa cinta. Dan sialnya mempelainya adalah sebujur jasad yang telah tiada.
Tepat sebelum prosesi tutup peti, Ya Ran dan jenazah Bai Qin kelangsungan pernikahan. Bai Lin juga didandani layaknya pengantin pria dengan busana merah serasi dengan Song Ya Ran.
Awan hitam menyelimuti hari pernikahan Ya Ran. Tak hanya langit saja yang menangis menyaksikannya pernikahan beda dunia ini. Beberapa sanak keluarga juga tersedu menyaksikan pernikahan antara gadis dengan mayat tersebut.
Ya Ran terus saja menangis', ia meratapi nasib buruk ini. Begitu prosesi pernikahan berakhir. Ayah serta ibu Ya Ran langsung pulang ke rumah mereka kembali tanpa pernah memikirkan perasaan Ya Ran yang mereka jadikan penebus hutang.
Kini, di kamar serba merah inilah Ya Ran duduk seorang diri. Berbatas sebuah dinding dengan tubuh suaminya di sebelah, Ya Ran akan mulai tinggal di kamar Bai Qin.
Tiba-tiba, angin yang tadinya sepoi-sepoi dari lubang jendela kini berubah lebih kencang. Ya Ran tidak sama sekali memikirkan perubahan cuaca tersebut karena pikirannya masih berada di tempat lain.
Barulah ketika angin mulai meniup lilin merah serta membawa wewangian dupa, Ya Ran baru tampak terperanjat. Bulu kuduknya berdiri sesaat setelah tiupan angin membelai belakang tubuhnya.
Ya Ran menoleh ke samping tubuhnya, dan tidak menemukan seseorang yang bersamanya. Namun, perasaan takut terus saja memenuhi pikirannya.
Ya Ran tidak menyangka pada malam pengantinnya akan didatangi oleh arwah Bai Qin. Meski begitu, Ya Ran masih menguatnya hatinya jika tidak arwah orang yang telah meninggal sejatinya telah berada di alam yang berbeda dan tidak akan mengganggunya.
Semakin malam, suasana semakin hening. Dan Ya Ran sama sekali tak bisa menutup kedua matanya.
Di tempat lain, Nyonya Lin tak pernah absen menemani sang putra yang terbaring tak bernyawa di ruang persemayaman. Selain membakar dupa l, Nyonya Lin juga tak lupa membakar beberaa uang untuk putranya Bai Qin.
"Anakku yang malang, semoga kau di sana tidak kesepian. Setelah kita nikahkan, kini kau sudah bukan lagi pria lajang."Nyonya Lin masih terus saja tersedu di depan peti mati Bai Qin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Rini Antika
bulu kudukku jd ikutan merinding..Semangat terus Kak..💪💪
2022-10-23
0
[AIANA]
seyem ah. ngeri duluan bayanginnya
2022-09-11
3