Seorang Istri Arwah

Keesokan paginya, Ya Ran mendapati dirinya tengah berada di atas ranjang pengantin dengan selimut yang menutupi sebagian besar tubuhnya.

Pada kenyataannya, semalam Ya Ran duduk termangu di samping tempat tidur.

"Siapa yang memindahkan tubuhku?" gumam Song Ya Ran tak karuan. Ya Ran ingat sekali jika ia telah menutup pintu serta mengunci rapat pintu kamarnya.

Hatinya semakin berdebar tatkala mengingat kejadian seram semalam. "Ah mana mungkin arwah orang meninggal hidup kembali."

Buru-buru Ya Ran keluar dari kamar dan segera menuju rumah utama untuk melakukan semua tugas yang telah dijelaskan kemarin oleh Nyonya Lin.

Nyonya Lin meminta Ya Ran untuk mengerjakan tugas rumah tangga bersama para pembantunya. "Asal kau ingat, kau ini hanya budak keluarga Lin!"

Song Ya Ran tanpa ragu mulai membersihkan beberapa ruangan karena memang telah terbiasa melakukannya pekerjaan rumahan. Pekerjaan Ya Ran membawanya ke ruangan persemayaman Bai Qin. Peti mati dengan ukiran emas itu cukup indah untuk peti mati yang pernah Ya Ran lihat.

"Tuan, meski kita tidak saling mengenal, aku harap kau tenang di alam sana." Ya Ran mendoakan Mendiang Bai Qin sebelum dimulailah prosesi kremasi pada hari ini.

Jenazah Bai Qin rencananya akan dikremasi hari ini dan abunya akan diletakkan di kamarnya sesuai permintaan Nyonya Lin.

**

Proses kremasi jenazah Bai Qin telah selesai dan berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Kini, keluarga Lin hanya perlu menunggu abu tidak panas untuk dipindahkan ke dalam guci yang akan disimpan di kamar Bai Qin.

Ya Ran sendiri selalu menjalankan tugasnya dengan baik selayaknya pembantu di keluarga Lin. Meski hinaan serta cacian sering ia dapatkan dari Nyonya Lin. Namun, Ya Ran bisa menahan hinaan itu dengan hati yang lapang.

Dan malam ini adalah malam kedua setelah ia menikah dengan arwah Bai Qin. Malam ini, Ya Ran tidak merasa takut seperti malam sebelum. Mungkin karena jenazah Bai Qin telah dikremasi dan tidak berada di rumah ini lah yang membuat Ya Ran lebih tenang sedikit.

Apalagi, hari ini prosesi kremasi Bai Qin membuat semua pelayan serta Ya Ran banyak melakukan tugas rumah tangga, sehingga Ya Ran malah merasa mengantuk dan berniat untuk segera tidur.

Sebelum tidur, Ya Ran tak lupa mendoakan mendiang Bai Qin suaminya. Bagaimanapun juga Ya Ran kini adalah seorang istri. Dan sudah sepantasnya ia berbakti pada suami.

Menjelang tengah malam, suasana yang tadinya hening, kini berubah sedikit mencekam. Bunyi jangkrik yang bersautan saja tak terdengar seperti biasanya.

Seperti sebelumnya, jendela kamar Bai Qin yang kini dihuni oleh Ya Ran terbuka karena dipermainkan dan oleh angin.

Sebuah kilatan cahaya masuk ke dalam kamar itu. Sedangkan Ya Ran sendiri masih bergeming tanpa terbangun sama sekali.

Wajah Ya Ran yang sedang terlelap, kini berlangsung berubah hingga membuat gadis muda itu mengerutkan keningnya.

Ya Ran seperti berada di sebuah hunian megah dengan berbagai macam bunga yang tumbuh subur. Selain bunga, taman di bangunan tersedia juga dihuni oleh kupu-kupu.

Melihat keindahan itu, Ya Ran tidak bisa menahan diri untuk tidak bermain di kebun tersebut.

Namun, belum sampai Ya Ran puas bermain. Ya Ran mendengar sekelompok wanita muda yang berniat dan dengan kasak-kusuk.

"Bisa-bisanya ya, gadis itu menikah dengan hantu?"

Ya Ran yang mendengar cemoohan itu, hanya bisa terdiam dan terdiam.

Tak berapa saat, sebuah tangan mengelus pundaknya. Tangan itu begitu kokoh dan hangat hingga membuat Ya Ran merasa nyaman.

Setalah merasa cukup aman, Ya Ran menoleh melihat siapa yang telah begitu perhatian dengannya. Ya Ran menoleh dan mendapati pria tinggi dan gagah tengah tersenyum padanya.

Hidungnya yang mancung dengan wajah pucat sedikit bersinar begitu sinar mentari menembus wajah tampannya. Baru kali ini Ya Ran melihat pria dengan paras setampan ini.

"Apa kau Dewa?" tanya Ya Ran dengan suara pelan nyaris tak terdengar.

"Anggap saja iya, aku adalah orang yang akan selalu ada di sampingmu untuk membantumu, Ya Ran. Karena kita telah terikat sebuah benang merah dari takdir." jawab Pria dengan baju zirah itu.

Ucapan pria itu terdengar penuh kelembutan hingga tanpa sadar, Ya Ran mampu mengulas senyumnya. "Ah andai itu benar, andai semua itu terjadi sebelum aku menikah dengan hantu." Ya Ran membuka kedua matanya dan menemukan ia kembali tertidur di atas ranjangnya. "Ternyata semua ini hanya mimpi!" imbuh Ya Ran lagi.

Terpopuler

Comments

Rini Antika

Rini Antika

Iiiy serem

2022-10-26

0

[AIANA]

[AIANA]

wolah
ya ran g tau wajahnya bai qin?

2022-09-11

3

Ice Cream Sandwich

Ice Cream Sandwich

Next up kak

2022-09-09

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!