Chapter 19 : Rahasia Bunga Peony

Perayaan hari ke delapan bulan delapan segera digelar. Hari itu adalah hari di mana permaisuri utama wafat. Kerajaan Hongxiya akan mengadakan jamuan makan penghiburan bagi keluarga kerajaan dan bersembahyang bersama untuk warga di kuil agung.

Phoenix emas akan bertengger di atap kuil tersebut. Nyanyian merdunya akan terdengar pilu saat itu. Bunga-bunga Peony akan ditumbuhkan oleh para peri yang telah menjadi budak.

Hanya bunga Peony yang diijinkan tumbuh di Kerajaan Hongxiya. Bunga kesukaan mendiang permaisuri yang meninggal tepat setelah melahirkan pangeran mahkota. Ia tidak sanggup menanggung energi dahsyat yang melingkupi bayi tersebut saat lahir. Raja hantu dari Hongxiya, sangat mencintai sang permaisuri. Hingga ia tidak mau mengangkat permaisuri pengganti. Meski didesak oleh banyak pihak.

Semua pelayan, budak dan pegawai istana Hongxiya, sangat sibuk menyiapkan perayaan istimewa itu. Tak terkecuali Liang Yi dan Ranran. Tahun-tahun sebelumnya, mereka bertugas di dapur. Namun kali ini, mereka mempunyai tugas untuk menjaga taman yang akan ditumbuhi bunga Peony.

Pagi-pagi, para gadis pelayan sudah menata beberapa pot yang sudah ditanami benih bunga. Kepala pelayan berkata bahwa, saat sore hari, para peri budak akan keluar dari tempatnya dan menyihir benih tersebut.

Baik pagi, siang atau sore di kerajaan Hongxiya, tidak terlalu berbeda. Hanya jam pasir besar di alun-alun kerajaan, akan berputar sesuai waktunya. Putaran jam itu menunjukkan waktu saat ini sudah sore di Hongxiya.

Menahan napas, Liang Yi memandangi taman di hadapannya. Beberapa saat kemudian, ia melihat beberapa gadis dengan pakaian putih-putih, berjalan terseok-seok. Rantai mengikat kaki-kaki mereka. Bergerincing saat berjalan.

Dengan menggigit bibirnya, Liang Yi menahan tangis. Gadis itu menundukkan kepala, ia tidak sanggup melihat rakyatnya diperlakukan seperti itu. Bunga Peony mulai bermekaran. Kemudian para gadis budak tadi, digiring masuk kembali. Rasa sesak menghantam dada Liang Yi. Ia merasa bersalah, ia hampir saja menumbuhkan sayap. Namun ia kembali berkata di dalam hati, bahwa ia harus menahan ini semuanya. Sebentar lagi.

Seorang pelayan dari Heixiya melihat gelagat aneh Liang Yi saat melihat peri-peri tadi menumbuhkan bunga. Hingga tanpa sadar, gadis pelayan itu menyenggol salah satu pot. Hingga bunga tersebut layu seketika. Kegaduhan terjadi, gadis tadi diseret keluar paksa.

Liang Yi kembali ke taman di mana Bunga Peony ditumbuhkan saat suasana sudah gelap. Ia melihat pot yang jatuh tadi. Memandangi bunga yang semakin layu di dalam pot tersebut. Gadis itu hanya berniat menyentuh tanaman yang terkulai tersebut. Namun, seperti tahu siapa yang menyentuhnya, beberapa daun mulai tumbuh lagi. Mengganti daun-daun yang layu. Dalam sekejap, kuncup bunga pun muncul dan bermekaran.

Tanpa disadari, ada sepasang mata yang melihat kejadian tersebut.

Pagi-pagi sekali, para pelayan dari segala penjuru istana sudah dikumpulkan di alun-alun istana. Rumor beredar, bahwa seseorang telah melihat seorang pelayan menumbuhkan bunga Peony yang jelas bukan menjadi tugasnya. Jejak sihir emas kemerahan terlihat di pucuk-pucuk daunnya, seperti tanaman bunga yang ditumbuhkan lainnya.

Gadis-gadis pelayan berbaris sesuai tempat tugasnya, yang ditandai dengan pakaian yang dikenakan dan warna kain yang melintang di tubuh bagian mereka seperti celemek. Pendeta kuil menyuruh para gadis mengulurkan tangan. Cahaya di telapak tangan mereka, akan menunjukkan dari mana gadis itu berasal.

Liang Yi merasa gelisah. Sangat berbahaya saat ini, jika identitas sebenarnya terbongkar. Ia memikirkan berbagai cara untuk berkamuflase atau memanipulasi cahaya di tangannya. Dengan ragu-ragu ia mengulurkan tangan saat sang pendeta berdiri di hadapannya. Ajaib! Cahaya yang muncul di telapak tangannya berwarna biasa. Bahkan ia sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Namun rasa lega menghangatkan rongga dadanya.

Setelah tidak ditemukan jejak sihir dari tangan-tangan gadis pelayan, persiapan pun dilanjutkan. Gadis penghibur pun mulai berdatangan. Kali ini, Liang Yi merasa takjub. Setelah ia tahu, ada rakyatnya yang masih terlihat cantik dan menawan. Menurut yang ia dengar dari Ranran, gadis penghibur pun berasal dari para tawanan kerajaan lain, termasuk Jinxiya.

Mereka juga terlihat tidak bersayap. Hanya saja, pakaian yang dikenakan berwarna-warni. Tentu saja sesuai tema, Bunga Peony. Liang Yi seperti mengenal tetua gadis penghibur. Tusuk konde yang dipakai perempuan itu, mengingatkannya pada seseorang di istana Jinxiya dulu.

“Tunggu! Apa dia adalah Guru Yue? Penari berbakat di istana Jinxiya dulu?” Liang Yi bermonolog.

Seperti sadar diamati oleh seseorang, perempuan itu menoleh ke sana ke mari. Terlihat mencari sesuatu. Takut bahwa perempuan itu akan mengenalinya. Liang Yi melengos ke arah lain.

Tepat malam ke delapan bulan delapan. Acara mulai digelar. Syair yang dinyanyikan sebagai pembuka oleh gadis penghibur, bercerita tentang permaisuri saat hidup. Nyanyian Phoenix emas di atap kuil, terdengar menyayat hati. Liang Yi berdiri di barisan pelayan bersama Ranran. Jauh di hadapannya, ia melihat semua keluarga kerajaan Hongxiya duduk di panggung. Ia juga melihat Pangeran mahkota menunduk sepanjang acara.

Malam telah larut, acara akan dilanjutkan esok hari di kuil Agung istana. Bersembahyang bersama untuk permaisuri. Setelah menyelesaikan tugas, Ranran dan Liang Yi berjalan pulang ke pondok mereka. Namun, di tengah jalan, pangeran mahkota menghadang mereka.

“Temani aku malam ini, di paviliun!” perintahnya.

“Maaf, Yang Mulia. Hamba atau ....” sahut Ranran.

“Gadis ini.” Laki-laki itu menarik lengan Liang Yi.

Liang Yi gelagapan, ia takut jika pangeran itu akan melakukan hal yang buruk terhadap dirinya.

“Ma-maaf, Pangeran. Apa tidak sebaiknya Pangeran mencari gadis penghibur?”

Mendengar perkataan Liang Yi, Ranran mencubit lembut lengan gadis itu. Dengan isyarat matanya, ia meminta Liang Yi patuh. Pada akhirnya, tanpa membantah, gadis itu mengikuti sang pangeran menuju paviliun. Di meja kecil telah tersedia arak.

Zixin duduk di paviliun tersebut, sementara Liang Yi, ia berdiri tak jauh dari laki-laki itu.

“Duduklah! Aku memintamu datang bukan sebagai pelayan, tetapi teman.”

Dengan ragu, Liang Yi duduk. Zixin mulai menikmati arak di hadapannya.

“Kau tahu? Ibuku meninggal saat melahirkanku. Tetapi ayah, malah merayakannya dengan pesta semacam itu! Aku tidak tahu apa yang dipikirkan oleh laki-laki tua itu.”

Liang Yi hanya diam mendengarkan ceracau laki-laki tersebut.

“Ini arak bunga Peony. Kau harus mencobanya!” Zixin menyodorkan secawan kecil minuman itu kepada Liang Yi.

“Hamba tidak minum minuman seperti ini, Yang Mulia. Maaf.”

Meski kecewa, Zixin tidak mau memaksa gadis di hadapannya.

“Baiklah. Kau di sini saja, dengarkan aku, temani aku. Tidak usah berbicara atau apa pun, tidak masalah. Mengerti?”

Liang Yi mengangguk.

Setelah menghabiskan beberapa cawan arak, Zixin sudah mabuk. Ia bahkan terkapar, tidak bisa berjalan. Dengan terpaksa, Liang Yi memapahnya saat ia harus kembali ke kediaman. Beberapa prajurit menghentikan gadis itu saat mendekati kediaman sang pangeran. Namun saat melihat siapa yang dipapah gadis tersebut, mereka buru-buru mengambil alih.

“Sebaiknya kau tidak perlu bercerita tentang kejadian malam ini, gadis pelayan.”

Liang Yi tahu benar, hal ini akan menjadi kesalahan prajurit istana, saat seorang anggota kerajaan, keluar tanpa pengawalan. Gadis itu menyetujui lalu menyerahkan laki-laki yang masih mengigau tadi. Kemudian bergegas pulang ke pondok. Sesampainya di pondok, Ranran menungguinya di depan pintu.

“Apa esok kau akan naik pangkat jadi selir?” tanya Ranran polos.

Tanpa berkata sepatah kata pun, Liang Yi menyeret seniornya itu, masuk ke dalam pondok.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

Santuy gaming

Santuy gaming

cepat thor jgn lama2 up ny

2022-09-30

0

Santuy gaming

Santuy gaming

walaupun alur nya sulit di mengerti tapi karna udah sempt baca,jdi penasaran kelanjutan ny🤣

2022-09-30

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!