Chapter 13 : Tiga Pilar

Ratusan tahun silam, ketika semua makhluk, hidup berdampingan dengan damai. Tiga alam berjalan secara seimbang. Langit, dunia manusia dan dunia bawah.

Di dunia atas, langit, para makhluk abadi dan para dewa, hidup sesuai dengan tugas. Begitu pun dengan dunia bawah, akhirat. Di sana terdapat tiga kerajaan besar, kerajaan-kerajaan utama tersebut menyangga kehidupan dunia bawah. Dengan masing-masing tugas dan fungsi. Penjaga dunia bawah, perawat dunia bawah dan pelindung hukum dunia bawah.

Jinxiya, negeri para peri. Di tempat inilah, wilayah paling indah di dunia bawah. Dihuni oleh bangsa peri. Keelokan wujud mereka, terkadang membuat makhluk lain heran, bagaimana mereka bisa tinggal di dunia bawah. Namun hadirnya kerajaan ini di dunia bawah, bukan tidak ada fungsinya. Mereka menjaga roh-roh yang akan bereinkarnasi menjadi manusia.

Roh-roh yang sudah disucikan atau roh-roh yang melakukan banyak kebajikan selama hidupnya, akan dirawat di kerajaan ini.

Kerajaan Jinxiya dipimpin oleh seorang ratu. Kecantikannya, konon bisa disandingkan dengan para dewi di kahyangan. Mahkota emas berkilauan selalu menghiasi kepala para ratu. Begitu pun seluruh anggota kerajaan. Mereka tidak kalah rupawan. Para hantu menyebut wilayah tersebut sebagai “surga dunia bawah”.

Seperti pada umumnya, bangsa Jinxiya memiliki kemampuan dan keahlian yang dimiliki peri, dengan kilauan debu emas saat menyihir. Menumbuhkan tanaman, memodifikasi cuaca, pengobatan dan sihir perlindungan lainnya adalah keahlian tersebut. Namun bedanya, mereka tidak bersayap. Hanya para pekerja dan laki-laki yang punya sayap.

Berbeda dengan kerajaan lain, penduduk Jinxiya tidak dilahirkan dengan kehamilan, tetapi dengan penyatuan energi peri. Sehingga, tubuh para wanita Jinxiya tetap terlihat indah dan awet muda.

Karena mereka tetap penduduk dunia bawah, tentu saat mereka di dunia fana, dunia manusia, mereka tidak punya tubuh. Seperti roh. Hanya saja, aroma mereka harum ketimbang hantu atau roh lainnya. Aura emas dan merah menjadi ciri khas mereka.

Warga Jinxiya tidak suka dengan pertikaian, mereka hidup dengan damai dan selalu menghindari peperangan. Konsentrasi mereka ditujukan untuk melayani roh-roh karena tugas yang mereka emban dari Kaisar Langit.

Pusaka kerajaan Jinxiya adalah kristal merah. Sumber dari segala energi dan penjaga kestabilan kerajaan tersebut. Setiap ratu yang berkuasa dan calon penggantinya, mempunyai akses menuju ruang rahasia tempat kristal merah berada. Gaun dan pakaian mereka pun hampir semuanya berwarna merah dan gradasinya. Ornamen dan aksesoris emas yang berkilauan, menambah keelokan mereka. Oleh karena itu, mereka dijuluki “Peri Merah”.

Istana kerajaan Jinxiya mengapung di atas padang bunga. Berbagai jenis bunga dari penjuru dunia di tanam di tempat luas tersebut.

Di sisi lain, terdapat sebuah kerajaan Heixiya. Sosok para penduduknya terlihat tangguh dengan pakaian serba hitam. Gerakan mereka gesit, semua indra bekerja dengan bagus. Mereka terlatih menjadi prajurit sejak lahir. Ciri fisik mereka, tinggi dan kekar dengan kulit putih pucat. Beberapa di antaranya, berwujud tidak sedap dipandang.

Tugas penduduk Heixiya membawa roh-roh yang baru saja keluar dari tubuh manusia yang meninggal. Mereka suka mendiami kuburan dan membuat pintu masuk ke dunia bawah di daerah pemakaman. Oleh karena itu, mereka punya nama lain, “klan hantu kuburan”.

Makhluk-makhluk Heixiya sangat beragam. Mereka tidak memiliki keahlian sihir seperti para penduduk Jinxiya. Namun, kekuatan mereka tidak bisa disepelekan begitu saja.

Senjata kebanggaan mereka, cambuk dan gada berduri. Perempuan dari kerajaan Heixiya, melahirkan dengan cara yang aneh. Mereka akan memuntahkan bayi-bayi mereka dalam wujud telur. Simbol kerajaan mereka adalah burung gagak. Wilayah mereka kebanyakan ditumbuhi pepohonan lebat dan area yang lembab. Mereka punya pasar gelap untuk memperjualbelikan apa pun. Termasuk jatah reinkarnasi untuk hantu pendendam. Mata uang yang dipakai di sana berupa lempengan yang terbuat dari tulang-belulang binatang.

Di kerajaan Heixiya juga terdapat sebuah danau yang melegenda, danau itu seperti tidak berdasar. Baik dewa, roh atau makhluk akhirat lain yang terjatuh ke sana, tidak akan selamat. Penjaga danau tersebut berwujud seorang laki-laki tua dengan perahu yang selalu berjalan bolak-balik di atas permukaan air danau tersebut.

Di wilayah lain, terdapat sebuah kerajaan yang juga besar. Kerajaan Hongxiya, hampir mirip dengan Jinxiya, struktur bangunan dan wilayah tertata rapi. Warna yang dominan dipakai di kerajaan tersebut juga merah. Akan tetapi, warna hitam menjadi simbol keluarga kerajaan. Simbol phoenix emas akan disulam pada pakaian-pakaian keluarga kerajaan dan pejabatnya.

Pemimpin kerajaan Hongxiya terkenal dengan ketegasan dan ambisinya. Warga Hongxiya itulah yang mempunyai tugas sebagai pilar hukum di kerajaan bawah. Mereka begitu patuh dan tunduk terhadap perintah raja mereka.

Raja akhirat akan meminta pertolongan raja Hongxiya saat mengadili para hantu dan roh. Bahkan mengejar para hantu yang kabur dari dunia bawah juga menjadi bagian dari tugas mereka.

Di kerajaan Hongxiya, mempunyai tradisi bahwa raja mereka bisa berhubungan dengan manusia. Setiap manusia yang mengadakan persembahan, mereka harus menjadi mempelai lalu menjalani ritual pernikahan dengan raja hantu Hongxiya. Gadis-gadis persembahan tersebut akan dijadikan selir, pelayan atau bahkan budak di istana.

Gadis-gadis itu telah dianggap meninggal dunia saat menjadi mempelai hantu. Mereka tidak akan bisa kembali ke dunia manusia atau pun bereinkarnasi. Sebagai gantinya, keluarga yang mempersembahkan seorang gadis untuk menjadi mempelai hantu, akan diberi apa pun sesuai keinginan mereka. Konon, tradisi itu terus berlanjut dari masa ke masa. Meski di dunia manusia hal itu menjadi sebuah rahasia umum.

Beberapa gadis yang menjadi selir, mempunyai keistimewaan. Jika mereka dianggap baik dalam melayani raja, mereka diperbolehkan untuk bereinkarnasi saat telah melahirkan seorang bayi. Namun, menjadi hamil di kerajaan itu pun tidak mudah. Apalagi dengan persaingan antar gadis untuk mendapat giliran oleh sang raja.

Semua kebutuhan di Hongxiya, disuplai oleh para penduduk dari Jinxiya. Tak jarang, beberapa warga mereka saling jatuh cinta. Hanya saja, mereka tidak akan punya keturunan, karena perbedaan cara mereka dalam hal bereproduksi. Roh bayi-bayi yang meninggal yang enggan bereinkarnasi, menjadi salah satu jalan pasangan berbeda kerajaan itu untuk mendapatkan seorang anak.

Meski mempunyai banyak perbedaan, ketiga kerajaan tersebut hidup dalam damai dan menjalani tugasnya masing-masing. Hingga suatu saat terdengar sebuah ramalan tentang salah satu kerajaan yang akan tumbuh menjadi kerajaan paling besar dan paling kuat.

Sebuah ramalan itu dinyanyikan Phoenix emas yang terbang mengelilingi istana Hongxiya.

Beberapa petinggi Hongxiya mulai khawatir. Sebab dalam ramalan tersebut disebutkan, bahwa selain ada kerajaan yang akan tumbuh kuat, kelak dunia bawah juga akan hancur oleh makhluk dari sebuah kerajaan. Dalam nyanyian itu juga disebutkan warna "merah" sebagai cirinya.

Bersambung....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!