Chapter 2 : Roh Pendendam

Xuan Yi sangat marah ketika ia menyadari bahwa dirinya dijadikan persembahan untuk sebuah ritual. Dengan gerakan cepat, ia bangkit. Kain merah yang menutupi wajahnya sudah ia lempar entah ke mana.

Dukun Chao terkejut melihat apa yang sedang terjadi.

“Duduk! Duduklah! Jangan sampai membuatnya marah. Atau kita semua akan dapat musibah!” pinta Dukun Chao.

Dengan amarah yang memuncak, Xuan Yi mendekati kedua orang tua dan saudarinya yang saling berpegangan.

“Teganya kalian! Teganya! Kalian ingin membuatku cepat mati?”

Yen Yui memandang putri angkatnya dengan geram, ia melangkah maju. Namun, Yaosan menahannya. Laki-laki itu menutup mulutnya rapat-rapat, tetapi menggelengkan kepala. Meminta dengan isyarat kepada istrinya.

Murka dengan sikap keluarganya, Xuan Yi mengobrak-abrik altar. Buah-buahan, makanan dan segala barang persembahan, berhamburan di lantai. Sosok hitam sepanjang altar tidak bisa bergerak saat gadis itu mengamuk. Di mata mereka, ada sebuah kubah merah keemasan melindungi perempuan tersebut.

Lama-kelamaan, tanda lahir berwarna merah dengan bentuk kupu-kupu kecil di antara telunjuk dan ibu jari Xuan Yi memanas. Kabut hitam mulai menutupi ruangan di dalam kuil tadi. Setelah kabut memudar, terlihat seorang laki-laki berdiri melayang di atas meja altar. Pakaian yang dikenakannya berwarna hitam dengan simbol Phoenix disulam dengan benang emas di kedua bahunya. Kulit pucat, hidung mancung, alis hitam rapi dengan mata setajam elang, menatap gadis bergaun merah di hadapannya.

“Siapa yang berani mengacau di tempat persemayamanku?”

Melihat sosok tersebut, Dukun Chao segera bersujud. Ia ketakutan. Begitu pula dengan Yaosan beserta anak dan istri. Hanya Xuan Yi yang tetap berdiri, sebuah apel tergenggam erat di tangannya. Dengan sekuat tenaga, gadis itu melempar apel ke arah sosok tadi.

“Lumayan, sungguh lumayan!” ucap laki-laki tadi. Kemudian, ia melayang turun ke hadapan Xuan Yi.

“Siapa kamu? Malaikat maut atau Dewa akhirat pun, aku tidak peduli! Pergi!” Xuan Yi menodongkan sebuah tongkat, tempat biasanya orang meletakkan lilin untuk pemujaan.

Laki-laki berbaju hitam tadi tertawa sangat keras. Ia mengangkat tangannya dengan kelima jari yang terbuka. Menghentikan sekelebat bayangan hitam yang terbang cepat menuju Xuan Yi.

Sesosok laki-laki muda mendarat tepat di sisi lain Xuan Yi. Wajah laki-laki itu tak kalah tampan dengan wajah laki-laki sebelumnya.

“Yang Mulia, Anda tidak apa-apa?”

“Gertakan gadis kecil semacam dia, tidak akan membuatku terluka. Tenang saja, Bao Luo!”

Pria tadi, yang merupakan perwujudan Raja Hantu dari dunia bawah Hongxiya, Hong Zixin, berjalan mendekati Xuan Yi yang masih mengacungkan tongkat. Kecantikannya, dalam sekejap berhasil memikat Zixin.

“Lihatlah Bao Luo! Mempelaiku kali ini sangat menarik. Kecantikan ragawi dan tingkah yang unik. Aku harus memberikan upah yang lebih kepada orang yang mempersembahkannya.”

Dengan gerakan cepat, Yen Yui bangkit dari sujudnya dan berjalan mendekati tempat Zixin berdiri.

“Saya ... saya yang membawanya kemari, Yang Mulia.”

Tawa terdengar dari mulut Raja Hantu tersebut.

“Baiklah. Apa yang kau inginkan?”

Dengan mata berbinar-binar, perempuan paruh baya tadi menyebutkan semua keinginan duniawinya. Mendengar segala permintaan sang ibu kepada Raja Hantu, hati Xuan Yi hancur. Tangannya bergetar, tongkat terjatuh ke tanah. Gadis tersebut jatuh berlutut lalu menangis. Semua permintaan Yen Yui, ditukar dengan kehidupannya. Entah jadi apa di dunia bawah kelak, yang jelas, ia harus melayani hantu tersebut.

Di sisi lain, Yaosan pun meneteskan air mata. Xuan Yi memang bukan anak kandungnya, tetapi naluri seorang ayah, membuatnya begitu menyayangi gadis tersebut. Hatinya sudah hancur terlebih dulu tatkala mendengar rencana istri dan putri kandungnya. Namun, ia juga tidak berdaya. Sebagai seorang suami dan ayah, ia belum bisa memberikan uang dan kedudukan yang tinggi untuk keluarga kecilnya.

Zixin mengibaskan tangan, ia mengangkat masuk tandu di depan kuil dengan kekuatan sihirnya. Kemudian memasukkan Xuan Yi ke dalam benda tersebut. Sekuat tenaga, gadis itu melawan, tetapi sihir yang mengikat tubuh itu lebih kuat.

“Pulanglah kalian semua! Apa yang kalian inginkan akan segera dikabulkan. Jangan ceritakan apa pun tentang rahasia ritual ini atau kalian akan mati di tanganku sendiri. Saat memulai ritual ini, kalian sudah membuat ‘perjanjian’ itu denganku.”

Zixin membalikkan badannya, melayang di udara lebih tinggi.

“Bao Luo, bawa pengantinku pulang ke Hongxiya. Antar dia ke istana barat. Hari ini, aku akan mengejar beberapa hantu pembangkang. Huh! Ini semua gara-gara si tua Yan Luo, kenapa tidak mendengarkan apa yang kukatakan hari itu. Apa harus aku menggantikannya jadi Dewa Akhirat? Benar-benar merepotkanku saja!”

Laki-laki yang bersoja di hadapannya, menunduk, tertawa tanpa suara.

“Ah iya, kau adalah cucunya! Aku lupa,” sambung Zixin lagi.

Beberapa saat kemudian, tandu berwarna merah tadi terbang. Di belakangnya, Bao Luo pun mulai mengawal. Tandu keluar dari kuil menuju gerbang dunia bawah. Sepanjang perjalanan, para hantu yang sempat hadir dalam ritual tadi ikut berbaris di belakang tandu, mengiringi.

Zixin masih terdiam di tempatnya, melayang-layang. Sejenak, ketika melihat wajah gadis persembahan tadi, ia melihat ada sesuatu yang benar-benar menariknya. Kecantikan wajah dan aroma tubuh perempuan itu, seperti ia kenali sebelumnya. Semuanya tidak pernah ia temukan pada gadis-gadis persembahan terdahulu.

Ribuan gadis perawan yang ia dapatkan dari ritual rahasia menjadi pelayan di istana. Namun, tidak ada satu pun yang membuat Zixin ingin menyentuh mereka. Gadis-gadis itu menjadi pelayan khusus. Tidak bisa kembali ke dunia manusia karena terikat perjanjian. Beberapa dari mereka juga mencoba kabur dari dunia bawah atau mendendam. Menjadi hantu pendendam yang terjebak di antara kedua dunia. Terkadang menghantui beberapa tempat, rumah, gunung, bahkan pepohonan.

Semua itu bukan mutlak kesalahan Zixin. Akan tetapi, keserakahan dan ketamakan manusia yang membuat gadis-gadis tak berdosa itu menjadi terikat oleh perjanjian. Karena ritual tersebut sudah ada dari generasi ke generasi penerus para Raja Hantu.

Aroma busuk yang tertangkap indra penciuman Zixin, membuyarkan lamunan pria tersebut. Hal itu menjadi tanda, ada hantu atau roh jahat yang melewati tempat tadi. Laki-laki berparas tampan itu terbang cepat mengejar jejak hitam dari hantu yang melayang.

Seperti apa yang diduga, Raja Hantu itu mendapati sebuah roh perempuan dengan gaun putih berlumuran darah, melayang, mengintip sebuah jendela.

“Tuan Raja, tunggu sebentar! Saya berjanji akan kembali ke dunia bawah setelah apa yang saya inginkan ditepati.” Hantu perempuan tadi berlutut meminta kelonggaran.

“Saya ingin, putra saya bisa lulus ujian negara dan menjadi pejabat di kerajaan Baixiya. Seseorang meracuni makanannya,” lanjutnya.

“Tetapi, kamu tidak akan bisa bereinkarnasi karena menyelamatkan orang yang seharusnya mati.”

“Bukan masalah bagi saya, Tuan.”

Zixin berdecak kesal. Namun ia tipikal orang yang penuh perhitungan tetapi sedikit berbelas kasih. Ia menjentikkan jari, tikus jatuh di hadapan pria muda yang sedang belajar. Binatang kecil itu melahap makanan di meja lalu mati seketika. Hal itu membuat pelajar tadi menyadari bahwa makan malamnya telah diracuni.

Seorang pemuda keluar dari kamarnya, membuang makanan ke tungku pembakaran. Hantu perempuan tadi, tersenyum pada Zixin. Hantu tersebut mendiami makamnya tak jauh dari kuil, tetapi setiap malam dia datang ke rumahnya untuk menjenguk putra yang ia lahirkan. Setelah melahirkan, perempuan itu meninggal dan dimakamkan seadanya karena posisinya sebagai wanita simpanan majikan.

Beberapa saat kemudian, Zixin mencium bau roh lain setelah memulangkan hantu perempuan tadi. Secepat kilat, ia melesat mengejar hantu lain tersebut. Ia tidak tahu, jika hantu yang ia kejar kali ini, berhubungan dengan masa lalunya. Apakah ia bisa menangkap hantu tersebut?

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

[AIANA]

[AIANA]

setidaknya kamu gateng hantunya

2022-09-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!