Chapter 07

"Astaga Sean, di mana otak mu? Kenapa kau membawa Amara kembali ke mansion hah?"

Leon menggelengkan kepalanya tak percaya atas keputusan Sean.

"Alena sendiri yang meminta," jawab Sean.

"Kau sudah gila, jika Alena membunuh Amara bagaimana?"

"Tidak akan mungkin. Besok Alena akan pergi berlibur, pastikan semua berjalan sesuai rencana!"

"Mau kau apa kan dia?" Tanya Leon penasaran.

"Memberinya pelajaran!" Jawab Sean singkat.

"Sudah dari dulu, kenapa baru sekarang?"

Sean hanya diam, pria ini tak berniat menjawab pertanyaan Leon.

"Kau ini, aku saja belum menikah tapi, kau sudah punya dua istri. Ada baiknya kau ikhlaskan Amara untuk ku. Lagian, aku yakin jika kau belum menyentuh gadis itu kan?"

"Berani mengusik milik ku akan ku kuliti kau!" Ancam Sean.

Pria kemudian pergi, pria ini memutuskan untuk pulang ke mansion.

Di mansion, orang yang pertama di cari Sean adalah Alena. Tentu saja, karena Alena adalah istri yang sudah tiga tahun menemani dirinya. Tapi, Alena tidak ada di mansion.

Klek....

Tanpa permisi Sean membuka kamar Amara hingga membuat Amara terkejut.

"Dasar tidak sopan!" Seru Amara.

"Kenapa aku harus sopan saat masuk ke dalam kamar istri ku sendiri?"

Amara mendengus kesal.

"Di mana Alena?" Tanya Sean pada Amara.

"Aku tidak tahu, aku bukan ibunya!" Jawab Amara sedikit kasar.

"Kemarin saja ampun-ampun, menangis seperti anak kecil. Sekarang, sikap mu begitu menyebalkan!"

"Menangis pun percuma. Sayang air mata ku," jawab Amara.

"Ikut aku!" Ajak Sean.

"Kemana?"

"Bercinta...!" Jawab Sean membuat bulu kuduk Amara merinding.

"Aku tidak mau!" Tolak Amara.

Sean melangkah maju, menghampiri Amara yang saat ini sedang duduk di tepi ranjang.

"Heh, mau apa kau?"

Amara panik.

"Aku ingin mencicipi tubuh mu," jawab Sean membuat Amara semakin ketakutan.

"Jangan, ku mohon jangan!" Pinta Amara.

"Kau istri ku, sudah seharusnya kau melayani aku." Ucap Sean

"Kita tidak saling cinta. Aku tidak mau!" Tolak tegas Amara.

"Berisik, ayo cepat ikut aku!"

Sean menarik tangan Amara, mengajak gadis itu pergi.

"Kita mau kemana?" Tanya Amara penasaran.

Sean tak menjawab, pria ini terus menarik tangan istrinya sampai lantai bawah.

Sedangkan Alena saat ini sedang berada di markas Remon. Hampir setiap hari jika ada kesempatan Alena pasti akan menemui sang ke kekasih hatinya.

"Aku sudah berusaha mencari apa yang kau minta tapi, tetap saja aku tidak bisa menemukannya." Ujar Alena memberitahu Remon.

"Sean itu tidak sebodoh yang kita kira. Pulang dari liburan kau harus secepatnya menemukan berkas kepemilikan perusahaan. Sayang, taruhan itu undur bulan depan."

"Aku tidak peduli mau di undur atau apa yang penting aku bisa menghabiskan waktu bersama dengan mu," ucap Alena lalu mengecup bibir Remon.

Entah sudah berapa lama wanita ini tega membohongi suaminya. Tapi, yang jelas selama ini Sean tahu kelakuan Alena di belakang dirinya. Hanya saja Sean pura-pura bodoh di depan Alena.

Kembali pada Sean, pria ini ternyata mengajak Amara pergi ke salah satu clubs untuk bermain judi.

"Kenapa mengajak ku tempat seperti ini lagi?" Tanya Amara dengan wajah dingin tak bersahabat.

"Aku ingin bermain sebentar. Kenapa?"

"Hanya demi kepuasan mu, apa kau ingin mengingatkan pada ku jika aku ini istri yang kau beli di atas meja judi?"

Sean mengerutkan keningnya.

"Bukan begitu maksud ku," ucap Sean. "Aku bermain judi jika ada yang menantang ku saja. Bukan untuk mengingatkan mu!"

"Apa pun alasannya, tetap saja mengarah ke sana. Kau ingin menunjukan pada banyak orang jika aku dewi keberuntungan mu. Iya kan?"

"Sepertinya kau mulai jadi pembangkang. Ikut aku masuk atau.....!"

"Atau menghabisi ku. Begitu yang kau maksud?"

Amara menyambar ucapan suaminya.

"Aku tidak pernah takut mati. Aku akan jauh lebih berterimakasih jika kau membunuh ku sekarang," ucap Amara dengan beraninya.

"Kau menantang ku?" Tanya Sean dengan sorot mata tajam.

"Serendah-rendahnya harga diriku yang kau beli di atas meja judi. Akan jauh lebih rendah di saat kau selalu membanggakan aku sebagai dewi keberuntungan mu. Silahkan jika kau ingin membunuh ku!" Tantang Amara.

Rahang Sean mengeras, untuk yang pertama kalinya ada seorang perempuan berani menantang dirinya. Berbeda dengan Alena meskipun wanita itu memiliki muka dua tapi, Sean suka sikap kepura-puraan Alena yang begitu lembut.

Amara memutuskan untuk keluar dari clubs tersebut. Mengacuhkan Sean yang saat ini sudah termakan emosi.

"Amara, berhenti atau ku tembak kau!" Ancam Sean seraya menodongkan senjata api ke arah Amara.

Amara menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah belakang.

"Tembak saja. Semakin cepat kau menembak akan semakin cepat aku bertemu dengan kedua orang tua ku," ucap Amara dengan senyum sinisnya.

Setetes air mata jatuh membasahi pipi Amara cepat-cepat ia hapus kemudian gadis ini melanjutkan langkahnya.

Aaaaargh......

"Sial....!" Umpat Sean kemudian pria ini menyimpan kembali senjata apinya lalu mengejar Amara.

Terus mengajar Amara yang saat ini sudah keluar dari area clubs malam. Jalanan sepi, kiri kanan hutan bahkan tak ada kendaraan yang lewat.

"Amara, mau kemana kau. Ikut aku balik...!" Sean menarik tangan istrinya. "Jangan seperti anak kecil!"

"Biarkan aku pergi....!" Pinta Amara dengan nada tinggi.

"Di sini hutan, bahkan jalan untuk keluar pun jauh dan rawan binatang buas. Ayo ikut aku masuk!"

"Aku tidak mau!" Tolak Amara.

"Biarkan aku pergi, ku mohon. Aku akan menggantikan semua uang mu, meskipun harus ku bayar dengan darah!" Ucap Amara begitu kerasa kepala.

"Kau ingin bebas dari ku?" Tanya Sean dengan sorot mata tajam.

"Ya, aku juga berhak hidup atas diri ku sendiri."

"Kalau begitu, lahiran satu anak untuk ku maka aku akan melepaskan mu setelah itu!" Ucap Sean membuat Amara terkejut.

Gadis ini tertawa tapi air matanya keluar.

"Ternyata, kau suka sekali membeli hak hidup orang lain." Ucap Amara.

"Aku tidak peduli. Jika kau mau bebas dari ku, maka lahirkan satu anak untuk ku!"

"Aku tidak mau!" Tolak Amara. "Aku tidak ingin menjual darah daging ku sendiri."

"Kalau begitu jadilah pendiam dan penurut!" Titah Sean.

"Sean.....!" Jerit Amara. "Aku tidak mau....!"

Bukkk.......

Sean yang sudah geram dan kesal langsung memukul pundak Amara sampai gadis itu tidak sadarkan diri.

Sean membuang nafas kasar lalu dengan entengnya ia menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam mobil.

"Keras kepala, ternyata begini sifat asli mu." Ucap Sean yang geram.

Pria ini melepas jasnya lalu menyelimutkannya pada Amara. Sean hanya menakuti istrinya saja. Tapi, kemungkinan besar Amara menganggapnya serius.

Terpopuler

Comments

Juan Sastra

Juan Sastra

dari tadi hutan, club hutan , mansion hutan, lalu di mana letak kotanya terus mau ke mall lewat hutan juga,, biasanya mafia tuh hanya markasnya doang deh di hutan.

2025-01-17

2

Erlinda

Erlinda

amara keras kepala ga jelas aja nih..kau mau bebas nanti kau di jual lagi sama germo oleh kakak tirimu..kau mau jadi pemuas nafsu lelaki hidung belang .?..aq pikir kau pintar tapi ternyata keras kepala dan goblok luar biasa

2025-02-15

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Wkwkwwkk sekarang kau punya punya Rival Sean,Mending terang2an membangkang dari pada seperti ular berkepala dua ya kan Amara..👍👍👍

2025-03-07

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Tamat
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Chapter 01
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!