Kaisar Feng bersama jendral Ji Yun yang baru saja sampai di kekaisaran Feng pun di buat terbelalak melihat keadaan di sana, istana yang hancur, puluhan mayat tergantung dalam keadaan t******g dan juga kulit yang terkelupas, banyak kotak-kotak bertebaran berisi bukti-bukti kejahatan, puluhan botol racun dan juga surat perintah pembunuhan terhadap Feng May, Feng Luo dan juga permaisuri Lin Xia yang ditandatangani dan di beri cap selir.
Kaisar Feng benar-benar tak menduga selir kesayangan nya tega berbuat kejahatan seperti itu, dia pun ambruk di tanah dan menangis menyesali perbuatan nya yang selalu mempercayai dan memanjakan selir nya, bahkan sampai tutup mata saat sang selir menyiksa anak-anak dan istri sah nya
"Zen benar-benar tak menyangka, selir kesayangan zen tega berbuat seperti itu, zen benar-benar menyesal telah berbuat tidak adil pada anak-anak zen dan juga permaisuri, seandainya saja zen masih bisa meminta maaf pada mereka.." gumam kaisar Feng. sedangkan jendral Ji Yun yang melihat majikan nya terduduk dengan lemas sambil menangis dan memeluk bukti-bukti kejahatan selir wen pun ikut menitikan air matanya. Hati nya pun ikut hancur
"Pantas saja putri Feng May berbuat brutal dan sadis seperti ini, ternyata selama 10 tahun ini permaisuri dan anak-anak nya benar-benar di perlakukan dengan sangat buruk, bahkan sering di siksa dan di racun. Bahkan kematian para selir dan juga anak-anaknya itu tidak seberapa di banding penderitaan permaisuri dan juga anak-anak nya. Yang mulia benar-benar bodoh telah membuang berlian hanya demi batu yang tak berguna" rutuk jendral Ji dalam hati
"Yang mulia.." jendral Ji pun berusaha memanggil kaisar Feng
"Zen benar-benar bodoh jendral" ucap kaisar Feng
"Yang mulia, lebih baik sekarang kita pergi ke kediaman hamba terlebih dahulu untuk beristirahat, besok kita akan pergi ke kerajaan neraka untuk mencari penawar racun yang mulia. Hamba dengar kerajaan neraka memiliki ratusan tabib hebat dan juga pil-pil tingkat tinggi untuk bisa menyembuhkan yang mulia.." ajak jendral Ji
"Itu tidak perlu jendral, zen tak perlu penawar atau pil apapun. zen hanya ingin meminta maaf pada permaisuri dan juga anak-anak zen untuk terakhir kalinya sebelum zen meninggal" ucap kaisar Feng sendu
"Yang mulia jangan berkecil hati, hamba yakin yang mulia akan segera sembuh dan bisa meluluhkan hati putri Feng May untuk bisa memaafkan yang mulia" ucapan penyemangat dari jendral Ji
"Jendral ji, mungkinkah putri feng may masih mau memaafkan zen yang bodoh ini?"
"Tidak ada yang tidak mungkin yang mulia, mungkin saat ini tuan putri sedang marah, tapi hamba yakin, seorang anak tetaplah akan menyayangi dan memaafkan orang tua mereka" ucap jendral Ji
"Semoga saja jendral, zen benar-benar merasa berdosa terhadap anak dan istri zen"
"Kita akan mencari obat sekaligus mencari keberadaan tuan putri di kerajaan neraka yang mulia, hamba tadi mendengar pembicaraan putra mahkota Zhao Xiang beserta prajuritnya, mereka mengatakan bahwa tuan putri adalah putri kedua dari kerajaan neraka" ucap jendral Ji
"Baiklah jendral, zen akan ikuti kata-kata jendral, zen akan menyembuhkan diri dan mencoba menemui putri Feng May untuk meminta maaf" ucap kaisar Feng menampakan sedikit binar semangat di matanya
"Ayo yang mulia" jendral Ji pun membantu kaisar Feng untuk bangun dan memapahnya menuju kediaman jendral.
Sementara di istana neraka, ratu Lin Xia pun mulai mempertanyakan tindakan keras dari putrinya terhadap kaisar Feng.
Ada sedikit kabahagiaan dan juga kebanggaan di dalam hatinya karena sang putri yang sudah membalaskan dendam nya, tapi di sisi lain dia juga sangat takut, mengingat kebrutalan dan juga kesadisan sang putri dalam menghancurkan lawan nya. Dia takut tak bisa menjaga sang putri bila sewaktu-waktu kaisar Feng datang untuk membalas dendam dan menghancurkan kerajaan neraka
"Ibunda, apa yang ibunda pikirkan?" tanya feng luo
"Ibunda hanya takut jika sewaktu-waktu ayahmu itu datang dan membalas dendam" jawab ratu Lin Xia
"Tenanglah ibu, jika suatu hari nanti kaisar bajingan itu datang, aku tak akan segan-segan meremukan seluruh tulang nya dan menghancurkan wajah bajingan itu hingga dia jadi kesetan kaki ku" jawab Feng Luo menunjukan jiwa psikopat dan haus darahnya
"Luo'er baik ataupun buruk, dia tetap ayah mu. Jangan bersikap seperti itu" ratu Lin Xia pun mengingatkan
"Ibu, luo'er mohon. Lupakan lelaki sialan itu. Dia bukan suami dan juga bukan ayah yang baik untuk kita, dia hanyalah pria rendah yang rela menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginan nya, dia tak pantas untuk mendapatkan simpati dan ketulusan dari ibu" Feng Luo pun mencoba memprovokasi sang ibu
"Kau benar nak, dia hanyalah pria brengsek, tak pantas untuk jadi keluarga kita" mata permaisuri pun mulai memancarkan kebencian yang mendalam
"Ibunda, Luo'er, apa yang sedang kalian bicarakan itu? Lupakan masa lalu. Sekarang kita di sini di istana kita. Dengan belasan ribu prajurit yang handal, pria tua jelek itu tidak akan berani menginjakan kaki lemah nya di istana ini, aku akan membakarnya menjadi abu jika dia berani mengusik keluargaku" Nix tiba-tiba ikut nimbrung dan menunjukan semangat haus darahnya
"Bukankah gege seharusnya membakar semua tempat di kekaisaran Feng ?" tanya Feng Luo
"Tentu saja gege sudah membakarnya, gege hanya menyisakan rumah jendral Ji, rumah rakyat dan juga rumah bordir" ucap Nix dengan seringaian nya
"Rumah bordir? Kenapa kamu tidak sekalian menghancurkan nya nak?" tanya ratu Lin Xia
"Untuk apa merusak tempat bordir itu ibunda, tempat itu justru menguntungkan kita, di masa depan pasti akan banyak gadis-gadis bangsawan sombong yang akan merongrong kita, tempat itu adalah tempat yang paling bagus utk menyingkirkan benalu centil yang mirip badut yang akan mengganggu hidup kita semua" Nix dengan semangat membara pun mengatakan nya
"Baiklah, terserah kau saja" permaisuri pun akhir nya pasrah
"Tentu saja ibu, tugas ibu hanyalah bersantai. Biar putra putrimu saja yang mengurus semua. Jangan pikirkan apapun lagi bu, percayakan semua nya pada kami" ucap Nix menggebu-gebu. Permaisuri hanya tersenyum dan mengangguk
"Itu baik" ucap nya kemudian sambil berlalu menuju kediamannya
"Gege memang yang terbaik'' ucap Feng Luo sambil memeluk Nix
"Tentu saja, untuk mengimbangi putri Feng May yang brutal dan juga sadis, kita juga harus menunjukan sikap yang buas, agar tidak ada yang berani menyinggung kita" jawab Nix
"Itu benar, siapa pun yang mencoba menggertak kita, maka..."
"HANCURKAN SAJA KEPALANYA" ucap keduanya serempak di sertai tawa iblis mereka
"sepertinya ayahmu akan datang ke kerajaan ini" ucap Nix tiba-tiba
"Untuk apa?" tanya Feng Luo
"Mencari penawar racun yang deritanya, dia terkena serbuk bambu beracun"
"Kalau begitu, katakan pada Jie jie Jian Yue untuk menyembuhkan racunnya, dan memberikan dia racun yang baru, racun pelumpuh" ucap Feng Luo
"Tapi untuk apa?" tanya Nix
"Gege lupa ya? Jie jie sudah membalaskan dendam pada mereka, tapi aku dan ibunda belum, ini sudah waktu nya untuk ku menunjukan baktiku pada ibunda, dan menyeret kaisar brengsek itu untuk di jadikan alas kaki ibunda atau pun pijakan kakiku, hahaha..." tawa Feng Luo menggelegar membuat siapa pun merinding.
para prajurit mau pun prajurit bayangan yang mendengar rencana gila Feng Luo pun menganga tak percaya
"betul kah itu anak yang masih berusia 8 tahun? Kenapa aura membunuh nya begitu pekat? Dia malah jadi terlihat seperti raja iblis yang haus darah?" rutuk mereka dalam hati
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 163 Episodes
Comments
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Rؚͬzͧoᷤnͧeͪ°ˢᵒᶠ
cayo
2025-01-31
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kasihan jg liatnya
2024-12-27
0
lady daisy
thor bkn ke umur feng may 10 tahun kok jdi 8 tahun thor?
2024-08-15
2