Menolong Baim

Terimakasih banyak sudah mampir, semoga kita selalu sehat dan selamat membaca...:)

Saat ini semua anak sedang beristirahat,

"Dede terimakasih ya sudah menyelamatkan aku lagi. Selama ini kamu sudah baik banget sama aku, aku tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikanmu" kata Yuna sambil duduk di samping Dede yang sedang memakan kuaci.

"Jangan dipikirkan kita ini teman dekat sudah sewajarnya aku membela kamu, bukankan kamu juga sudah baik padaku. Kamu sudah mau menjadi temanku tanpa melihat status keluarga ku" jawab Dede menyodorkan beberapa buah kuaci pada Yuna.

"Tentu karena kamu anak yang baik. Aku tidak melihat kamu kaya atau miskin. Yang aku lihat hanyalah kebaikanmu yang melebihi teman yang lainnya". kata Yuna sambil mengambil kuaci dari tangan Dede.

"Dede ayo kita main kelereng, anak lainnya sudah menunggu kamu diluar" ajak Agus lalu mengelap ingus yang keluar dari hidungnya dengan lengan baju kanannya. Agus adalah teman sebangku Dede selama ini.

"Sama siapa saja mainnya?" tanya Dede menatap Agus yang berdiri dekat pintu kelas.

"Biasalah sama Baim, Ravatar, Dude, Niko dan tentu saja si ganteng Agus" katanya sambil menunjuk mukanya sendiri yang kumal.

"Huh ganteng dari mananya?" celetuk Yuna kesal karena waktu kebersamaan dia sama Dede sudah diganggu.

"Yuna maaf ya aku mau main kelereng dulu sama mereka, ini semuanya buat kamu saja" Dede memberikan semua sisa kuaci pada Yuna.

Kemudian Dede berlari tanpa menunggu jawaban darinya. Yuna hanya terdiam menatap Dede yang semakin jauh, lalu dia menghembuskan nafasnya pelan.

"Yuna ayo kita ke kantin, jangan mikirin Dede terus, dia tidak akan ada yang ngambil kok" ejek Dewi dengan senyum lebarnya.

"Iya semua anak juga sudah tahu kalian itu ada rasa" tambah wina.

"Apaan sih, kalian ini menggoda ku terus" jawab Yuna dengan wajahnya yang memerah.

"Tapi bener kan? hihihi" Dewi memeluk pundak Yuna dari samping.

"Enggak kok" Yuna merasa malu digoda terus sama mereka.

"Oh kalau kamu bukan pacarnya, biar aku saja yang jadi pacarnya" celetuk Wina.

"Jangan", refleks Yuna berkata lalu menutup mulutnya kerena ketahuan menyukai Dede. Seketika gelak tawa teman-temannya yang masih ada didalam kelas membuat Yuna semakin malu.

Mungkin jika Yuna seekor kelinci dia pasti sudah menggali lubang dan bersembunyi karena malu. Namun sayang dia hanya anak manusia biasa hanya bisa menutupi wajah merahnya.

....

Dibelakang kelas Dede dan kelima temanya sedang asyik bermain kelereng. Namun Dede tidak terlalu serius dalam melakukan permainan itu sebab jika dia serius tentunya semua temanya tidak akan ada kesempatan untuk memenangkan permainan.

Dengan kepekaannya dia bisa menembakkan kelereng dari jarak yang jauh dengan akurat. Tapi Dede tidak melakukannya. Sering kali Dede sengaja membuat dirinya kalah hanya untuk menyenangkan mereka.

Dede sadar menjadi anak yang hebat terkadang tidak menyenangkan tanpa ada teman disekitarnya yang bisa membuatnya tertawa bersama.

Saat sedang asyik bermain tiba-tiba datanglah sepuluh anak laki-laki dari kelas lima. Mereka adalah yang bermain sepak bola tadi di lapangan.

Terlihat Permadi berjalan angkuh dengan kedua tangannya dimasukan kedalam saku celana pendeknya. Dibelakangnya 9 anak mengikuti Permadi.

"Minggir kalian jangan menghalangi jalan kami" kata Permadi, dia sengaja menyenggol Baim hingga terjatuh ketanah.

"Aduh" teriak Baim kesakitan kerena tangannya terkilir.

[ Ding ]

[ Misi sistem terpicu. Segera sembuhkan Baim. Anda akan mendapatkan satu poin kesehatan jika berhasil menyembuhkannya ]

[ Apakah anda akan menerima misi sistem ya atau tidak ]

Tentu saja "Iya"

"Baim kamu tidak apa-apa?" tanya Dede sambil berjongkok memeriksa temanya itu.

"Tanganku sakit, ini tidak bisa digerakkan. Sepertinya aku akan mati hari ini. Maafkan semua kesalahanku selama ini ya" katanya berkaca-kaca.

"Kami bicara apa? paling juga cuma keseleo. Aku bisa menyembuhkannya dengan mudah" kata Dede meyakinkan.

"Hei kalau jalan lihat-lihat dong jangan main tabrak saja" teriak Ravatar.

Sontak Permadi dan teman-temannya menghentikan langkah mereka, kemudian berbalik menatap Ravatar.

"Itu salah kalian yang menghalangi jalan kami" Permadi berkata acuh.

"Bukanya jalan masih lebar, kenapa juga harus lewat sini?, Mengganggu kesenangan orang lain saja" Agus menambahkan.

"Aku maunya jalan sini, kamu keberatan? mau berantem? teman-teman kepung mereka" perintah Permadi kepada yang lainnya.

Permadi dan semua temannya ini adalah anggota ekskul karate anak. Jadi dia menjadi arogan merasa anak yang lain lebih lemah dari dirinya.

Karena musuhnya lebih banyak Ravatar, Agus, Dude serta Niko mundur perlahan kearah Dede dan Baim yang sedang berjongkok. Dede tetap fokus dalam penyembuhan tangan Baim tanpa menghiraukan semua yang terjadi disekitarnya.

"Baim tahan sebentar ini akan terasa sakit" kata Dede tanpa aba-aba terlebih dahulu langsung menarik tangan Baim.

"Aaakh sakit" teriak Baim sambil mengeluarkan air mata.

"Jadi anak laki-laki jangan cengeng Baim. coba kamu rasakan sekarang apakah masih sakit?" kata Dede menenangkan Baim.

"Loh kok bisa sembuh?" katanya sambil mengerakkan tangannya. "Dede makasih ya kalau tidak ada kamu mungkin aku sudah dioperasi".

Sedangkan anak-anak lain yang mendengar teriakan Baim segera berdatangan ketempat itu. Mereka penasaran dengan apa yang terjadi. Bukan hanya siswa dan siswi yang mendekat kesana. Tapi bu Yolanda juga yang sedang lewat tidak jauh dari sana ikut menghampiri.

"Ada apa ini kenapa kalian semua berkerumun disini?" tanya Yolanda mengagetkan Permadi sama teman-teman.

"Teman-teman ayo kita pergi" ajak Permadi kepada yang lainnya, dia tidak mau berurusan dengan bu Yolanda.

"Anak-anak bubar sekarang, kalian jangan berkerumun, nanti kalian bisa terkena corona" perintah Yolanda langsung didengar oleh para murid.

Ravatar menghela nafas lega "Untung saja ada bu Yolanda datang kesini, kalau tidak kita pasti sudah babak belur dihajar mereka".

"Aku setuju denganmu Ferguson" celetuk Dude sambil menepuk pelan pundak Ravatar.

"Namaku Ravatar, Dude bukan Ferguson" Ravatar mendelik kearah Dude yang sudah berjalan pergi. Tidak lupa dia memungut kelerengnya yang masih berserakan ditanah. Diikuti yang lainnya. Kecuali Dede dia membiarkan kelerengnya diambil anak yang lain.

[ Ding ]

[ Selamat anda telah berhasil menjalankan misi, anda berhak mendapatkan satu poin kesehatan ]

[ Apakah anda akan memakainya sekarang Ya atau Tidak ]

"Tidak simpan saja buat nanti"

[ Selamat anda sudah berhasil menyimpan satu poin kesehatan dalam inventori sistem ]

[ Saat ini didalam inventori sistem anda terdapat ;

- poin kesehatan 4

- poin kekuatan 2

- poin kecepatan 1 ]

"Sistem apakah aku bisa menyimpan barang pribadi kedalam inventori?" tanya Dede, jika bisa itu akan sangat membantunya dalam membawa banyak barang dan tentunya akan aman dari pencuri karena tidak ada seorang pun yang tahu Dede mempunyai penyimpanan sistem.

Bersambung...

Jangan lupa like, komen, hadiah dan vote. Serta pencet tombol favoritnya biar tidak ketinggalan up date selanjutnya. Sampai jumpa lagi bos ku :)

Terpopuler

Comments

zero gema

zero gema

kalau memang mau menambahkan bumbu romance alangkah baiknya jika latar belakang Dedi adalah siswa SMA jangan SD karena agak sulit nanti nya untuk diterima untuk anak SD berpacaran.

2022-10-19

5

Alghifarrie

Alghifarrie

ini latar belakangnya kapan?

2022-10-10

2

Phepheng Why

Phepheng Why

🤣🤣🤣🤣
mungkin itu kata terakhirnya

2022-09-24

2

lihat semua
Episodes
1 SISTEM KEBAHAGIAAN
2 Ujang Tindik
3 SUPER DEDE
4 Sesuatu yang sangat istimewa
5 MENOLONG YUNA
6 Misi penyelamatan kantin
7 Murid Teladan
8 TO GANJEL TO
9 Ibu kerasukan
10 ISTRI TIDAK PERNAH SALAH
11 Dede lupa salim
12 ANAK SULTAN
13 Ahli totokan
14 Harimau putih
15 Waktu yang baik dan buruk buat mandi.
16 Menjadi master chef
17 Menyembuhkan pak Bayu
18 CIE CIE CIE
19 Menolong Baim
20 Seperti Iblis
21 DIK USTAD
22 Chef Jujun ketar-ketir
23 TIGER
24 KOH CHANG MIN
25 KEKUATAN TIGER
26 DITAWARI MENJADI KOKI PRIBADI
27 TIDAK DIIZINKAN IBU
28 MEMBUAT NASI KUNING
29 Bu Darmi
30 Pesanan Bu Darmi ( revisi )
31 Toko sistem
32 Dukun Pengganda Nasi Kuning
33 PESANAN DADAKAN
34 Disangka menjadi penculik
35 Memperlihatkan kehebatan sistem
36 Ludes terjual semua
37 KUTILANG DARA
38 Saingan bisnis warung Bu Yani
39 MEMBELIKAN HP IBU DAN KAKAKNYA
40 TEKNIK PERNAPASAN KUNO
41 IKAN BAKAR
42 Fans berat Dede
43 Keluarga kakek Birawa
44 AIGO
45 TAK GENDONG KEMANA MANA
46 Putri Intan
47 TETAP WANITA TIDAK PERNAH SALAH
48 Makanan kesukaan para siluman
49 TERBUKANYA SEGEL KEKUATAN PUTRI INTAN
50 Pagar Gaib
51 ARRAY DUA ARAH
52 Terbukanya Penglihatan Gaib
53 Ahli pernapasan kuno
54 Kedatangan kakek Birawa
55 LEMAS
56 Misi berhasil
57 ATURAN DEDE UNTUK PARA SILUMAN
58 Prosedur pengawalan Ibu dan kakak.
59 Murid baru yang cantik
60 SIKAP DINGIN DEDE
61 Siasat Hajah Ani
62 Kejujuran Intan
63 Kekesalan Yuna
64 Menyembuhkan Anita
65 Ancaman Dede
66 Bram dan Sambal
67 Dendam Kesumat Bromo
68 Dua calon pegawai
69 ATASAN YANG BAIK
70 Perubahan sikap Bram dan Sambal
71 Hajah Ani mendapatkan sistem
72 Tidak tahu terima kasih
73 Kesialan Hajah Ani
74 Kesialan terus berlanjut
75 Hasil dari keburukan
Episodes

Updated 75 Episodes

1
SISTEM KEBAHAGIAAN
2
Ujang Tindik
3
SUPER DEDE
4
Sesuatu yang sangat istimewa
5
MENOLONG YUNA
6
Misi penyelamatan kantin
7
Murid Teladan
8
TO GANJEL TO
9
Ibu kerasukan
10
ISTRI TIDAK PERNAH SALAH
11
Dede lupa salim
12
ANAK SULTAN
13
Ahli totokan
14
Harimau putih
15
Waktu yang baik dan buruk buat mandi.
16
Menjadi master chef
17
Menyembuhkan pak Bayu
18
CIE CIE CIE
19
Menolong Baim
20
Seperti Iblis
21
DIK USTAD
22
Chef Jujun ketar-ketir
23
TIGER
24
KOH CHANG MIN
25
KEKUATAN TIGER
26
DITAWARI MENJADI KOKI PRIBADI
27
TIDAK DIIZINKAN IBU
28
MEMBUAT NASI KUNING
29
Bu Darmi
30
Pesanan Bu Darmi ( revisi )
31
Toko sistem
32
Dukun Pengganda Nasi Kuning
33
PESANAN DADAKAN
34
Disangka menjadi penculik
35
Memperlihatkan kehebatan sistem
36
Ludes terjual semua
37
KUTILANG DARA
38
Saingan bisnis warung Bu Yani
39
MEMBELIKAN HP IBU DAN KAKAKNYA
40
TEKNIK PERNAPASAN KUNO
41
IKAN BAKAR
42
Fans berat Dede
43
Keluarga kakek Birawa
44
AIGO
45
TAK GENDONG KEMANA MANA
46
Putri Intan
47
TETAP WANITA TIDAK PERNAH SALAH
48
Makanan kesukaan para siluman
49
TERBUKANYA SEGEL KEKUATAN PUTRI INTAN
50
Pagar Gaib
51
ARRAY DUA ARAH
52
Terbukanya Penglihatan Gaib
53
Ahli pernapasan kuno
54
Kedatangan kakek Birawa
55
LEMAS
56
Misi berhasil
57
ATURAN DEDE UNTUK PARA SILUMAN
58
Prosedur pengawalan Ibu dan kakak.
59
Murid baru yang cantik
60
SIKAP DINGIN DEDE
61
Siasat Hajah Ani
62
Kejujuran Intan
63
Kekesalan Yuna
64
Menyembuhkan Anita
65
Ancaman Dede
66
Bram dan Sambal
67
Dendam Kesumat Bromo
68
Dua calon pegawai
69
ATASAN YANG BAIK
70
Perubahan sikap Bram dan Sambal
71
Hajah Ani mendapatkan sistem
72
Tidak tahu terima kasih
73
Kesialan Hajah Ani
74
Kesialan terus berlanjut
75
Hasil dari keburukan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!