Terimakasih sudah mampir. Semoga kita semua sehat selalu dan selamat membaca...:)
"Ini seperti nasi goreng yang ada di kaki lima, atau ibu rasa jauh lebih enak dari itu" Masitoh memejamkan kedua matanya sambil menengadah keatas meresapi kenikmatan nasi goreng racikan Dede.
"Sini biarkan kakak makan nasi goreng punya kamu" kata Isti menukarkan nasi goreng miliknya dengan punya Dede.
"Iya tukar saja kak, aku akan racik kembali nasi goreng ini" Kata Dede lalu menambah sedikit bumbu kering dan garam diatasnya secara merata. Lalu mengaduknya perlahan.
"Dede tolong nasi goreng ibu juga tambah bumbu biar enak seperti punya mu itu" kata Masitoh.
"Baik bu" balas Dede lalu melakukan hal yang sama pada nasi goreng yang ada didepan ibunya. Akhirnya mereka bertiga memakan nasi goreng istimewa dengan tambahan racikan bumbu dari master chef Dede.
"Dede ngomong-ngomong kenapa kau bisa tahu cara membuat nasi goreng menjadi sangat enak seperti ini?" Masitoh bertanya sesudah dia menyelesaikan sarapannya.
"Itu cuma perkiraan rasanya saja bu, Dede tidak pernah belajar dari siapapun?" jawab Dede jujur.
"Sepertinya kamu punya bakat dalam hal memasak. Kakak do'akan semoga nanti kamu menjadi dokter" kata Isti sambil berdiri.
Setelah itu Isti membereskan alat makan mereka bertiga karena hari ini bagian dia yang bertugas mencuci piring. "Dede jangan lupa untuk mengembalikan rantang milik ibu Anita ya" Masitoh mengingatkan
"Iya bu" lalu Dede membawa rantang kosong.
"Tadinya ibu ingin mengisi rantang itu dengan masakan ibu. Tapi waktunya tidak sempat. Mungkin lain kali kita harus membalas mereka dengan memberi sesuatu kepada keluarga Yuna" Masitoh bergumam dan bersiap-siap untuk pergi ke sawah lagi.
Dede melihat punggung ibunya dari arah belakang, ada rasa sakit di hati kecilnya melihat ibunya berusaha keras menghidupi mereka seorang diri.
Untuk itu dia bertekad akan melakukan suatu usaha yang dapat merubah nasib keluarganya itu. Dengan keahlian master chef dia akan mengumpulkan modal terlebih dahulu. Dan membuat usaha kuliner.
"Bu tunggu saja aku pasti akan berusaha membuatmu menjadi ibu yang bahagia" gumam Dede dalam hatinya.
Setelah itu mereka bertiga sudah siap untuk beraktivitas seperti biasanya. Tanpa terduga kucing putih yang semalam sudah ada dibawah kaki Dede seperti sedang menunggu tuannya.
"Bu kami berangkat sekolah dulu" kata mereka berdua terus mencium tangan ibunya bergantian.
"Hati-hati dijalan ya, belajar yang rajin kalian pasti akan jadi orang pintar" kata Masitoh melambaikan tangan kanannya.
"Iya bu, ibu juga hati-hati dijalan", kata Isti dengan senyum mengembang di wajah cantiknya.
Kemudian mereka bertiga pun berpisah. Dede dan Isti berjalan berdua. Dibelakang mereka si kucing putih setia mengikuti langkah kaki Dede. Melihat itu Dede mengerutkan keningnya sambil berkata pada si putih,
"Putih kau sebaiknya tinggal dirumah. Jangan mengikuti ku ke sekolah. Aku janji pulang sekolah nanti akan ku belikan makanan kucing yang terbaik ya" Dede berjongkok mengelus bulu lembutnya.
"Meong" kucing putih langsung patuh duduk tanah.
"Dede kucing itu sangat pintar dan penurut ya" kata Isti sebenarnya dia merasa sedikit geli jika didekati seekor kucing. Tapi dia tidak membencinya hanya geli saja.
"Baiklah ayo sekarang kita berangkat, takut nanti kesiangan jika berlama-lama disini" Dede kemudian berjalan beriringan dengan kakaknya. Tidak lupa mereka akan mampir dulu kerumah Yuna untuk mengembalikan rantang yang kemarin dipinjamkan tante Anita.
Setelah sampai disana Dede dapat melihat Yuna sudah siap akan berangkat sekolah juga. Yuna menoleh kearah Dede dan Isti.
"Hai kalian berdua, ayo kita berangkat sekolah bersama. Kebetulan aku akan diantar ayahku. Sekalian dia berangkat kerja" ajak Yuna.
"Baiklah jika kau memaksa" kata Isti dengan tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya yang putih rapih.
"Kakak kamu malu-maluin saja" bisik Dede pada Isti menyikut pelan tangannya yang tidak tahu malu.
"Tidak apa-apa ayo sini masuk mobil sama Om" kata Gilang membukakan pintu belakang buat Isti dan Dede.
"Hai Dede, Isti kalian datang tepat pada waktunya, ikut sama Yuna saja sekalian ya", kata Anita datang menghampiri mereka dengan senyum manis diwajahnya.
Baju piyama tipis masih melekat ditubuhnya yang sintal. Membuat pria dewasa yang melihatnya berfantasi liar.
"Iya tante, ini Dede mengembalikan rantang yang kemarin. Terimakasih atas makanannya, "Dede segera menyodorkan rantang itu pada Anita.
"Oh iya sama-sama" Anita menerima rantang itu dari Dede. "Yuna ini uang jajan mu ketinggalan" kata Anita segera memberikan uang sebesar 50 ribu rupiah.
"Makasih mah" katanya sambil mencium tangan kanan ibunya. Diikuti oleh Isti dan Dede. Lalu mereka masuk kedalam mobil kontainer Gilang.
Anita melambaikan tangannya sambil berkata "Sayang hati-hati dijalan, dan jangan kebut-kebutan ya".
Waktu yang biasanya Dede habiskan ke sekolah dengan berjalan kaki adalah selama 30 menit. Tapi karena sekarang mereka naik mobil mereka hanya perlu 5 menit saja untuk sampai di gerbang sekolah.
Setelah sampai mereka bertiga langsung memasuki gerbang sekolah. Waktu dimulainya pelajaran masih 45 menit lagi. Tentu Dede akan merasa bosan jika harus menunggu selama itu.
Sambil jalan Dede merasakan ada yang kurang pada dirinya hari ini. Dia berpikir kenapa sistem belum memberikan misi padanya. Padahal bab episode ini sudah hampir 800 kata.
"Sistem kenapa kamu belum memberikan misi hari ini, bab ini sudah hampir bersambung nih?" tanya Dede dalam hatinya.
[ Ding ]
[ Misi karena paksaan telah terdeteksi ]
[ Segera sembuhkan scurity yang sedang masuk angin, anda akan mendapatkan satu poin kesehatan jika berhasil menyelesaikan misi ]
[ Apakah anda akan menerima misi Ya atau Tidak ]
"Ya, pasti tempatnya ada di pos jaga" kata Dede.
[ Benar tuan anda berhasil menebak lokasi pasien ]
"kak Isti, Yuna aku ada urusan dulu sebentar kalian duluan saja". Kata Dede langsung menuju pos jaga tanpa menunggu jawaban dari mereka berdua.
Sesampainya di sana Dede melihat pak Bayu sedang menundukkan kepalanya kearah meja dengan bertumpu pada kedua tangannya.
"Permisi pak, sepertinya pak Bayu sedang kurang enak badan hari ini. Apakah saya boleh memberikan bantuan?" kata Dede langsung ke intinya. Bayu mengangkat kepalannya lalu memandang ke sumber suara yang membangunkannya.
"Eh nak Dede benar nak saya sepertinya sedang masuk angin. Bagaimana kamu tahu? dan emangnya kamu bisa menyembuhkan sakit saya?" Bayu mengerutkan keningnya heran.
"Saya bisa melihat bapak dari tadi terus menundukkan kepala. Jadi saya menebak bapak sedang sakit. Saya bisa sedikit teknik pijitan, apakah bapak mau saya pijit? mudah-mudahan dengan pijitan dari saya tuhan menyembuhkan bapak". Dede memandang Bayu.
"Benarkan? baiklah kalau begitu cepat pijit bapak. Nanti akan beri bapak uang jajan" kata Bayu menyuruh Dede masuk kedalam pos.
Teknik pijatan Dede sangat memuaskan Bayu, dari pijatan kepala sampai ke punggung. Dede lakukan hingga membuat Bayu bersendawa beberapa kali. Perlahan kepala Bayu menjadi ringan dan perutnya sudah tidak kembung lagi.
Bayu tidak menyangka anak SD sekecil Dede sangat pintar dalam teknik pijatan. Akhirnya Dede mengakhiri pijatannya.
"Bagaimana pak apakah sudah enakan sekarang?" tanya Dede penasaran dia belum yakin usahanya dapat menyembuhkan sakit Bayu.
"Kamu hebat Dede. Bapak sangat senang dengan pijatan kamu. Sekarang saya sudah tidak sakit lagi. Ini uang jajan buat kamu" Bayu menyodorkan uang 50 ribu rupiah pada Dede.
"Pak ini banyak banget" kata Dede pura-pura menolak.
"Ambil saja, itu tips karena sudah membuat saya sembuh. Jika pergi ke dokter pasti bapak akan menghabiskan uang ratusan ribu rupiah. Untung saja ada kamu. Nanti kalau bapak masuk angin lagi, pijit bapak lagi ya" kata Bayu tersenyum lebar.
"Baiklah pak Dede ambil uangnya ya" Dede memasukan uangnya kedalam sakunya. Lalu terdengar suara bel masuk. Dede pun bergegas masuk ke kelasnya.
bersambung....
Silahkan like, komentar, hadiah, dan vote.
Jangan lupa pijit tombol Favorit agar tidak ketinggalan up date selanjutnya.
Terimakasih sampai jumpa lagi bos ku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
RADEN HASTAGUNA DENTA PARAWANGSA DENTA
Pintar memasak ko di doakan jadi dokter....mendingan jdi pak polisi ...wkwkk...😁😁😁😊
2023-01-10
2
dholpin👅🎉🎉
ko jdi dokter😣
2022-10-11
0
ifaya
nyambungnya dimana Thor 🤣 punya bakat masak tapi di doakan jadi dokter Doong 😆😆
2022-09-16
3