Terimakasih sudah mampir bos ku. Semoga sehat selalu dan selamat membaca....
Dari kejauhan Dede dapat mendengar suara dua orang perempuan yang sedang membicarakan dirinya dari dalam rumah. Yang satu masih kecil sedangkan yang satunya orang tua.
"Isti Dede kemana ya? kok jam segini masih belum pulang. Bikin ibu jadi tidak tenang". Kata Masitoh sambil berjalan bolak-balik diruang tamu.
Kedua tangannya dia simpan dibelakang punggungnya seperti anggota barisan upacara yang sedang istirahat ditempat.
Wajahnya terlihat panik, dia sudah berpikir yang aneh-aneh. Takut Dede terkena masalah di luar sana. Sebelumnya dia sudah mencari ke rumah-rumah tetangga terdekatnya tapi tidak ada yang tahu keberadaan Dede.
Mendengar suara ibunya Dede merasa bersalah karena keluar rumah tanpa izin dulu pada Masitoh. Dia mempercepat langkah kakinya supaya cepat sampai dirumah. Dia berdoa dalam hatinya agar ibu Masitoh tidak memarahinya.
"Mungkin Dede sedang berada dirumah Yuna bu. Soalnya tadi Dede sama Isti sudah berjanji pada Yuna akan main kerumahnya" Isti mengemukakan pendapatnya.
"Jika begitu ibu tidak akan menunggu waktu lagi. Ibu akan menyusul Dede ke rumah keluarga pak Gilang" kata Masitoh segera menuju kearah pintu, kemudian membukanya.
Saat pintu terbuka terlihat Dede sudah ada dihadapan dirinya.
"Ibu Dede pulang. Maaf sudah membuat ibu khawatir" kata Dede langsung menyalami tangan ibunya. Masitoh menghela nafas pelan, sekarang hatinya sudah merasa tenang kembali melihat Dede sudah ada dihadapannya.
"Dede kamu kemana saja? jam segini baru pulang kerumah. Baru saja ibu akan mencari mu" Masitoh mengelus rambut kepala Dede.
"Maaf bu tadi Dede main kerumah Yuna" kata Dede sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap mata ibunya.
"Kalau main itu jangan kelewatan, masa jam segini baru pulang" Masitoh menasihati anaknya.
"Iya bu maaf Dede tidak akan mengulanginya lagi" jawab Dede pelan.
"Ya sudah sekarang kamu masuk kerumah" kata Masitoh kemudian menutup pintu rumahnya setelah Dede masuk kedalam.
"Dede kamu bawa apa?" tanya Isti setelah Dede memasuki ruang keluarga. Matanya melihat tangan Dede yang membawa rantang makanan.
"Oh ini tadi pemberian dari tante Anita" jawab Dede singkat.
"Apa isinya? sini kakak minta" kata Isti dengan kedua matanya berbinar.
"Maaf kak isinya sudah kosong" Dede tersenyum memandangi kakak cantiknya.
"Lah ngapain bawa rantang kosong kerumah kita" Isti cemberut mendengar penjelasan Dede.
"Tadi tante Anita memberi nasi, lauk beserta sayur lodeh pakai rantang ini. Tapi saat pulang kesini Dede menemukan seorang kakek yang sedang kelaparan. Jadi Dede memberikan semua makanan itu padanya". Dede menjelaskan.
"Seharusnya sedekah itu jangan memberikan semuanya" Isti mengingatkan adiknya.
"Habis aku merasa kasian sama kakek tadi, dia seperti sedang sekarat. Tubuhnya hanya tersisa kulit sama tulang saja. Dia terlihat sangat lemah, bahkan mengangkat kedua tangan pun tidak bisa" Dede menjelaskan secara detail.
"Memangnya dia dia tidak punya keluarga? dimana kamu bertemu dia?" tanya Masitoh menatap Dede.
"Tidak tahu bu, tadi aku dia terduduk lemas didekat pohon beringin dipinggir jalan desa" jawab Dede.
"Kalau begitu kenapa kamu gak bawa dia kesini? mungkin dia tidak punya tempat buat tidur". lanjut Masitoh.
"Nah itu masalahnya bu, sejak Dede tinggal dia untuk membeli air minum, kakek itu menghilang begitu saja. Padahal Dede yakin dia tidak akan sanggup untuk berdiri sendiri"
"Ya sudah yang penting kamu sudah berbuat baik kepada sesama. Ibu sangat bangga sama kamu!" Masitoh membelai punggung Dede.
"Iya bu Dede tidak akan mengecewakan ibu" kata Dede memandang ibunya sambil tersenyum.
"Baiklah sekarang kamu cuci kaki, lalu ganti baju. Gak usah mandi tidak baik mandi jam segini" kata Masitoh.
"Baik bu" Dede kemudian kekamar mandi mencuci kaki lalu kekamar berganti baju.
"Bu memang kenapa jam segini gak boleh mandi?" Isti bertanya penasaran.
"Ada tiga waktu yang dilarang untuk melakukan mandi oleh orang tua zaman dahulu, yang pertama 30 menit sesudah sholat asar pada waktu itu kondisi darah dalam tubuh sedang panas. Jika kita mandi pada waktu itu kita kita akan merasakan rasa lelah dan letih. Bahkan ada yang bilang jika mandi di waktu itu bisa menyebabkan kematian mendadak."
"Yang kedua waktu yang tidak baik untuk melakukan mandi yaitu setelah sholat Maghrib sampai waktu isya. Sekitar jam 18.00-19.00 waktu setempat. Waktu itu keadaan jantung kita sedang melemah.
Jika kita melakukan mandi sehabis Magrib hingga isya bisa menyebabkan gagal jantung/mati. Dan juga bisa menimbulkan penyakit paru-paru basah''
"Yang ketiga kita dilarang mandi sesudah isya sampai jam 24.00 waktu setempat. Karena saat itu jantung kita sedang beristirahat. Apabila kita mandi pada waktu itu maka akan menimbulkan kerusakan jantung dan sakit rematik". Masitoh menjelaskannya pajang lebar kali tinggi pada Isti.
"Apakah kamu mengerti Isti?" tanya Masitoh melihat sikap anaknya yang seperti tidak mendengarkan penjelasannya.
"Lumayan bu hihihi" jawab Isti sambil tertawa kecil. Dia tidak ingat sebagian penjelasan Masitoh.
"Pokoknya kamu harus ingat tidak boleh mandi setengah jam sesudah asar dan juga tidak boleh mandi sesudah solat magrib sampai tengah malam nanti. Kamu harus hafal ya". Masitoh mengingatkan anak perempuannya.
"Baik bu Isti akan mengingatnya" jawab isti.
Tidak lama setelah itu Dede keluar dari kamar dengan baju yang berbeda dari tadi. Dede sambil mengganti baju dia mendengarkan semua penjelasan waktu larangan mandi oleh ibunya.
"Ibu Dede mau tanya. Kalau waktu yang baik untuk mandi itu kira-kira jam berapa?" tanya Dede sambil duduk disamping Isti.
"Menurut nabi Muhamad saw, waktu yang baik untuk kita melakukan mandi adalah sebelum atau sesudah sholat subuh. Karena waktu itu air mengandung ozon lebih tinggi.
Sehingga sangat baik untuk tubuh, dan juga bisa membuat kita awet muda. Serta mandi diwaktu itu bisa meningkatkan daya tahan tubuh kita." jawab Masitoh memperhatikan wajah kedua anaknya bergantian.
"Baik bu Dede mengerti'' dengan menggunakan poin kepekaan Dede dapat mengingat semua perkataan ibunya dengan baik.
"Dede jangan lupa membersihkan rantang punya bu Anita dan kembalikan saat pagi sambil kamu berangkat sekolah" Masitoh mengingatkan Dede agar dia tidak lupa.
"Iya bu sudah Dede bersihkan tadi sambil mencuci kaki. Eh ngomong-ngomong mana pesanan jus buah Dede?" Dede memandang ibunya.
"Itu masih ada, dikantong keresek depan kamu" kata Isti.
"Oh ini hihi" kata Dede sambil tertawa kecil dan mengambil jus buah mangga lalu dia meminumnya pakai sedotan panjang.
bersambung....
Silahkan like, komentar, hadiah, dan vote.
Jangan lupa pijit tombol Favorit agar tidak ketinggalan up date selanjutnya.
Terimakasih sampai jumpa lagi bos ku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
RAYxy
bagaimana kalau mandinya menggunakan air hangat...?
2022-09-11
3
Hiu Kali
laah kalo dugem pasti mandi dulu thor.. masak mau ajeb ajeb engga mandi...😁
2022-09-11
4