Harimau putih

"Dede ayo kita masuk kerumah" ajak Yuna.

"Iya, tante sudah membuatkan cemilan buat kalian berdua" kata Anita menambahkan.

"Maaf tante tapi ini sudah hampir magrib, aku harus pulang dulu, takut jika ibuku akan mengkhawatirkan ku". kata Dede menjelaskan.

"Oh kalau begitu tunggu dulu sebentar, tante ada sesuatu buatmu" kata Yuna kembali kedalam rumahnya.

"Iya Dede aku juga akan mengambil hp yang sudah aku janjikan, tunggu sebentar ya" Kata Yuna sambil berlari kedalam.

Tidak lama kemudian Anita kembali sambil membawa rantang didalamnya ada nasi, lauk pauk dan sayuran yang dia siapkan buat Dede dan keluarganya, "Dede ambilah makanan yang sederhana ini buat kamu dan keluargamu dirumah" kata Anita.

"Terimakasih tante" jawab Dede sambil menerima pemberian Anita. Dia teringat pesan ibunya bahwa dia harus menerima pemberian orang lain walaupun mereka memberikannya dengan cara dilempar.

Lalu Yuna kembali sambil membawa hp diikuti oleh Gilang dibelakangnya. "Oh ini yang namanya Dede itu" kata Gilang sambil tersenyum. "Kenapa tidak masuk dulu ke dalam nak?" tanya Gilang basa basi.

"Terimakasih paman ini sudah hampir magrib jadi Dede harus segera pulang" kata Dede sopan sambil tersenyum menatap Gilang.

"Oh baiklah. Tapi nanti kapan-kapan main kesini lagi ya kami menunggumu loh" balas Gilang tersenyum lebar.

"Baik paman" jawab Dede singkat.

"Dede ini hp yang aku janjikan tadi. Didalamnya sudah aku masukan nomor kartu perdana. Kamu sudah bisa langsung memakainya" kata Yuna memberikan hp bekasnya yang sudah tidak terpakai lagi. Melihat itu Gilang mengerutkan keningnya,

"Yuna kenapa kamu memberikan hp bekas itu, kenapa tidak ngasih yang baru. Itu ada didalam hp yang masih baru seminggu ayah beli kasih yang itu saja" kata Gilang sedikit tidak enak pada Dede.

"Tidak usah paman, hp ini juga sudah cukup buatku" kata Dede canggung. "Kalau begitu aku pamit pulang dulu" kata Dede lalu menyalami kedua orang tua Yuna.

"Baiklah kalau begitu" kata Gilang.

"Dede hati-hati dijalan dan sampai ketemu besok disekolah" kata Yuna melambaikan tangannya kearah Dede yang sudah berlalu pergi.

"Iya sampai ketemu besok" Dede membalas lambaian tangan Yuna dengan tangan kanan karena tangan kirinya menjinjing rantang makanan pemberian Anita.

Setelah Dede tidak terlihat lagi oleh mereka Gilang menyikut pelan istrinya sambil berkata "mah sepertinya putri kita sudah dewasa" mata Gilang melirik Yuna sambil tersenyum menggoda.

"Apaan sih yah?" kata Yuna sambil berlari masuk kedalam rumah dengan pipi merona. Melihat putri mereka seperti itu Anita dan Gilang tertawa terbahak-bahak.

....

Saat sedang berjalan Dede mendengar dering suara sistem.

[ Ding ]

[ Misi darurat diterima segera tolong kakek tua yang sedang kelaparan ]

[ Anda akan mendapatkan satu poin kepekaan jika berhasil menjalankan misi ]

[ Apakah anda akan menerima misi sistem ya atau tidak ]

"Ya, tunjukan tempatnya" kata Dede tanpa berpikir panjang. Jika dia mendengar orang yang sedang kelaparan, dia akan merasa sangat sedih. Karena dia selama ini sering merasakan kelaparan juga sebelum dirinya menyatu dengan sistem kebahagian.

Seketika sebuah peta petunjuk tergambar jelas pada layar hologram berwarna putih didepan wajah Dede. Letak korban kelaparan tidak jauh dari tempat dia saat ini.

Simbol anak panah berwarna biru di peta itu menunjukan keberadaan dirinya sedangkan titik merah berkedip-kedip menunjukan letak korban.

Segera Dede berjalan setengah berlari menuju tempat yang ditunjukan sistem. Sesudah sampai ditempat itu Dede melihat seorang kakek yang terlihat kurus kering seperti tulang yang terbungkus kulit saja. Sedang terduduk menyandar disebuah pohon beringin yang rindang.

Nafas kakek itu terlihat tidak teratur, matanya yang menjorok kedalam melirik kearah Dede yang baru saja datang.

"Anak manusia tolong beri kakek segelas air minum. Kakek sangat kehausan, sudah tiga hari tidak menemukan air minum apalagi makanan" kata kakek itu berkata sangat pelan.

Jika Dede belum menggunakan kepekaannya mungkin dia tidak akan mendengar apa yang kakek itu katakan. Kemudian Dede mendekat dan berjongkok dihadapan Kakek tua itu.

"Kakek saat ini aku tidak membawa air minum, tapi aku mempunyai satu paket makanan dan sayuran. Mungkin ini bisa mengobati rasa haus dan lapar kakek" Dede menyodorkan rantang makanan pemberian Anita semuanya pada kakek itu.

"Manusia aku tidak bisa mengangkat kedua tanganku" kata kakek itu lemas.

"Ah baiklah kakek aku akan menyuapi mu" kemudian Dede membuka rantang itu satu persatu. Lalu mulai menyuapi kakek yang ada didepannya itu.

Dengan perlahan kakek itu mengunyah dan menghabiskan semua makanan pemberian Dede.

"Apakah kau menyukai makanannya kek?" tanya Dede sambil tersenyum menatap kakek itu.

"Iya aku puas dengan kebaikanmu itu" kakek itu berkata pelan.

"Tunggulah disini sebentar, aku akan membeli air minum dulu di warung terdekat buat kakek" Kata Dede kemudian membalikan badan dan berlari kearah warung.

"Permisi" Dede sedikit berteriak.

"Iya mau beli apa" kata ibu warung keluar dari pintu rumahnya menuju barang dagangannya.

"Bu tolong beli air mineral satu botol, berapa harganya?" tanya Dede.

"Ini harganya 5 ribu rupiah" ibu warung menyodorkan botol air mineral.

"Ini bu uangnya" Dede memberi uang 30rb pada ibu warung itu sambil mengambil botol air mineral yang diberikan ibu itu.

"Ini kembaliannya" ibu warung memberikan uang sebesar 20 ribu rupiah. Dede tidak menghitung bahkan tidak melihat uang kembaliannya. Dia langsung memasukannya ke saku celananya.

Kemudian dia berlari kembali kearah kakek tadi. Terdengar sayup-sayup suara adzan di masjid. Menandakan sudah memasuki waktu magrib. Dede tidak menghiraukannya dia terus berlari menuju kakek yang menurutnya sedang merasa haus setelah menghabiskan makanannya.

Sesudah sampai disana dia merasa heran karena si kakek sudah tidak ada ditempatnya. Hanya terlihat rantang bekas nasi yang masih tergelatak dibawah pohon itu.

"Kemana perginya si kakek? aku yakin melihat keadaan tubuhnya dia pasti tidak bisa berdiri sendiri" pikir Dede sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling daerah itu.

Namun dia tidak bisa menemukan siapapun. Akhirnya dia memutuskan untuk pulang saja karena waktu sudah memasuki magrib. Ibunya pasti sudah pulang dan menunggunya dirumah.

Dia memungut rantang yang berserakan lalu menyusunya kembali. Kemudian berdiri dan berjalan pulang kerumahnya.

[ Ding ]

[ Selamat anda telah berhasil menjalankan misi sistem ]

[ Anda berhak mendapatkan satu poin kepekaan ]

[ Apakah anda akan memakai poin itu sekarang Ya atau Tidak ]

"Tidak" jawab Dede.

[ Selamat anda telah berhasil menyimpan satu poin kepekaan dalam inventori sistem ]

Setelah kepergian Dede dari tempat itu, si kakek keluar dari bayangan pohon. Badannya terlihat berbeda dari tadi. Sekarang dia terlihat lebih berisi. Sebuah senyuman tergambar diwajahnya yang tidak keriput lagi.

"Sepertinya anak manusia itu mempunyai hati yang bersih dia layak mendapatkan perlindunganku" kata kakek itu kemudian perlahan tubuhnya berubah menjadi harimau putih.

bersambung....

Silahkan like, komentar, hadiah, dan vote.

Jangan lupa pijit tombol Favorit agar tidak ketinggalan up date selanjutnya.

Terimakasih sampai jumpa lagi bos ku.

Terpopuler

Comments

Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

ntar kalau Nyambat/Kerasukan Harimah putih pasti ngmng AING MAUNG

2023-04-09

0

Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

wih dapet Khodam nih

2023-04-09

0

RADEN HASTAGUNA DENTA PARAWANGSA DENTA

RADEN HASTAGUNA DENTA PARAWANGSA DENTA

Harga air 5 rb perak sementara Dede membayar air mineral dan memberi pedagang 30 rb dan kembaliannya 20 rb....masih belepotan thor...😀🙏

2023-01-10

1

lihat semua
Episodes
1 SISTEM KEBAHAGIAAN
2 Ujang Tindik
3 SUPER DEDE
4 Sesuatu yang sangat istimewa
5 MENOLONG YUNA
6 Misi penyelamatan kantin
7 Murid Teladan
8 TO GANJEL TO
9 Ibu kerasukan
10 ISTRI TIDAK PERNAH SALAH
11 Dede lupa salim
12 ANAK SULTAN
13 Ahli totokan
14 Harimau putih
15 Waktu yang baik dan buruk buat mandi.
16 Menjadi master chef
17 Menyembuhkan pak Bayu
18 CIE CIE CIE
19 Menolong Baim
20 Seperti Iblis
21 DIK USTAD
22 Chef Jujun ketar-ketir
23 TIGER
24 KOH CHANG MIN
25 KEKUATAN TIGER
26 DITAWARI MENJADI KOKI PRIBADI
27 TIDAK DIIZINKAN IBU
28 MEMBUAT NASI KUNING
29 Bu Darmi
30 Pesanan Bu Darmi ( revisi )
31 Toko sistem
32 Dukun Pengganda Nasi Kuning
33 PESANAN DADAKAN
34 Disangka menjadi penculik
35 Memperlihatkan kehebatan sistem
36 Ludes terjual semua
37 KUTILANG DARA
38 Saingan bisnis warung Bu Yani
39 MEMBELIKAN HP IBU DAN KAKAKNYA
40 TEKNIK PERNAPASAN KUNO
41 IKAN BAKAR
42 Fans berat Dede
43 Keluarga kakek Birawa
44 AIGO
45 TAK GENDONG KEMANA MANA
46 Putri Intan
47 TETAP WANITA TIDAK PERNAH SALAH
48 Makanan kesukaan para siluman
49 TERBUKANYA SEGEL KEKUATAN PUTRI INTAN
50 Pagar Gaib
51 ARRAY DUA ARAH
52 Terbukanya Penglihatan Gaib
53 Ahli pernapasan kuno
54 Kedatangan kakek Birawa
55 LEMAS
56 Misi berhasil
57 ATURAN DEDE UNTUK PARA SILUMAN
58 Prosedur pengawalan Ibu dan kakak.
59 Murid baru yang cantik
60 SIKAP DINGIN DEDE
61 Siasat Hajah Ani
62 Kejujuran Intan
63 Kekesalan Yuna
64 Menyembuhkan Anita
65 Ancaman Dede
66 Bram dan Sambal
67 Dendam Kesumat Bromo
68 Dua calon pegawai
69 ATASAN YANG BAIK
70 Perubahan sikap Bram dan Sambal
71 Hajah Ani mendapatkan sistem
72 Tidak tahu terima kasih
73 Kesialan Hajah Ani
74 Kesialan terus berlanjut
75 Hasil dari keburukan
Episodes

Updated 75 Episodes

1
SISTEM KEBAHAGIAAN
2
Ujang Tindik
3
SUPER DEDE
4
Sesuatu yang sangat istimewa
5
MENOLONG YUNA
6
Misi penyelamatan kantin
7
Murid Teladan
8
TO GANJEL TO
9
Ibu kerasukan
10
ISTRI TIDAK PERNAH SALAH
11
Dede lupa salim
12
ANAK SULTAN
13
Ahli totokan
14
Harimau putih
15
Waktu yang baik dan buruk buat mandi.
16
Menjadi master chef
17
Menyembuhkan pak Bayu
18
CIE CIE CIE
19
Menolong Baim
20
Seperti Iblis
21
DIK USTAD
22
Chef Jujun ketar-ketir
23
TIGER
24
KOH CHANG MIN
25
KEKUATAN TIGER
26
DITAWARI MENJADI KOKI PRIBADI
27
TIDAK DIIZINKAN IBU
28
MEMBUAT NASI KUNING
29
Bu Darmi
30
Pesanan Bu Darmi ( revisi )
31
Toko sistem
32
Dukun Pengganda Nasi Kuning
33
PESANAN DADAKAN
34
Disangka menjadi penculik
35
Memperlihatkan kehebatan sistem
36
Ludes terjual semua
37
KUTILANG DARA
38
Saingan bisnis warung Bu Yani
39
MEMBELIKAN HP IBU DAN KAKAKNYA
40
TEKNIK PERNAPASAN KUNO
41
IKAN BAKAR
42
Fans berat Dede
43
Keluarga kakek Birawa
44
AIGO
45
TAK GENDONG KEMANA MANA
46
Putri Intan
47
TETAP WANITA TIDAK PERNAH SALAH
48
Makanan kesukaan para siluman
49
TERBUKANYA SEGEL KEKUATAN PUTRI INTAN
50
Pagar Gaib
51
ARRAY DUA ARAH
52
Terbukanya Penglihatan Gaib
53
Ahli pernapasan kuno
54
Kedatangan kakek Birawa
55
LEMAS
56
Misi berhasil
57
ATURAN DEDE UNTUK PARA SILUMAN
58
Prosedur pengawalan Ibu dan kakak.
59
Murid baru yang cantik
60
SIKAP DINGIN DEDE
61
Siasat Hajah Ani
62
Kejujuran Intan
63
Kekesalan Yuna
64
Menyembuhkan Anita
65
Ancaman Dede
66
Bram dan Sambal
67
Dendam Kesumat Bromo
68
Dua calon pegawai
69
ATASAN YANG BAIK
70
Perubahan sikap Bram dan Sambal
71
Hajah Ani mendapatkan sistem
72
Tidak tahu terima kasih
73
Kesialan Hajah Ani
74
Kesialan terus berlanjut
75
Hasil dari keburukan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!