Terimakasih sudah mampir dan selamat membaca....
Saat mereka duduk berdua terdengar suara getar hp yang ada disaku celana Yuna. Segera Yuna mengambil hpnya. Setelah diperhatikan, terlihat di layar hp pintarnya, menampilkan nama mamah yang sedang melakukan panggilan telepon.
Segera Yuna memijit tombol berlogo video call berwarna biru lalu terlihatlah video Anita yang sedang bicara dilayar telpon.
"Halo mah ada apa nelpon?'' tanya Yuna pada mamahnya diseberang sana.
"Yuna kamu sudah pergi? kenapa ninggalin mamah. Sekarang kamu sudah sampai mana? mamah akan kesitu sekarang". Sepertinya Anita sangat menghawatirkan anaknya yang pergi sendirian.
"Yuna sudah sampai apotek mah, tenang saja Yuna pergi sama Dede kok" kata Yuna sambil tersenyum.
"Mana mamah mau lihat wajah Dede" kata Anita.
"Nih", kata Yuna sambil mengarahkan kamera video call pada wajah Dede.
"Halo, Dede maaf ya Yuna sudah merepotkan kamu lagi", Anita bicara lewat layar hp Anita.
"Tidak apa-apa tante, Dede tidak merasa direpotkan kok" Dede memandang wajah Anita.
"Kamu memang anak baik ya, kalau begitu terimakasih ya, dan tolong jaga Yuna" kata Anita.
"Baik tante itu sudah pasti" Dede tersenyum pada Anita.
"Kalau begitu, sampai jumpa dirumah ya. Ibu akan menutup telponnya Yuna"
"Baik mah" Kata Yuna melambaikan tangan kearah Anita.
Dan panggilan video call pun berakhir. Sementara itu tidak jauh dari mereka duduk. Dua orang pria sendang memperhatikan keduanya dari sebrang jalan.
Keduanya memakai jaket hitam terbuat dari kulit domba. Dede melihat mereka sedang berbisik-bisik sambil sesekali mata mereka melihat kearah Yuna.
Dengan poin kepekaan, Dede bisa dengan jelas mendengar percakapan kedua pria itu.
"Bos sepertinya ada anak sultan diseberang sana!!" pria berbadan tinggi langsung memberikan kode mata kepada pria yang satunya.
"Kamu benar jack, saya juga lihat tadi dia memakai hp canggih. Anak SD zaman sekarang emang pada tajir ya. Gak seperti kita dulu waktu kecil. Kita harus mengikuti dia dan merampas hpnya" bisik pria yang dipanggil bos itu.
"Itu sudah pasti bos ku, yang beginian mah masalah kecil", bisik Jack sambil melirik lagi kearah Yuna.
Dede tersenyum tipis setelah mendengar perkataan mereka berdua. Dia bisa menebak bahwa kedua orang itu adalah spesialis jambret.
[ Ding ]
[ Misi baru terdeteksi, lindungi Yuna dari bahaya. Jika anda berhasil menyelesaikan misi anda akan mendapatkan satu poin kekuatan dan satu kotak misteri ]
[ Apakah anda akan menerima misi sistem ya atau tidak ]
"Ya" kaya Dede dalam hati.
Yuna melirik Dede yang sedang tersenyum tipis sambil tertunduk. "Ada apa Dede kok kamu senyum-senyum sendiri?"
"Tidak apa-apa Yuna, aku hanya mengingat kejadian lucu saja" Dede beralasan.
"Eh kalau boleh tahu berapa no hp kamu?, biar aku mudah hubungin kamu" tanya Yuna sambil bersiap akan mencatat nomber hp Dede.
"Maaf aku belum punya hp" jawab Dede jujur.
"Ah iya maaf aku kira kamu punya, kalau aku kasih kamu satu, mau gak kamu menerimanya? dirumah ada satu hp bekas yang sudah tidak terpakai tapi kondisinya masih bagus. Cuma bosan aja jadi ayah beliin aku hp baru". kata Yuna berkata ringan.
"Anak sultan emang beda" gumam Dede dalam hati.
"Mau aja sih kalau dikasih mah, emang orang tua kamu tidak apa-apa jika hp itu diberikan padaku?" tanya Dede, dia seneng-senang aja kalau dikasih gratisan.
"Ya gak lah, dari pada gak dipake mending dikasih kamu saja" balas Yuna.
"Nomor antrian 176 harap menuju teler no 2" suara speaker dari dalam apotek terdengar oleh Dede.
"Yuna sepertinya nomber antrian kamu sudah dipanggil" kata Dede mengingatkan.
Yuna mengamati nomber antriannya, "oh iya" katanya langsung berdiri. Dia melirik kearah scurity.
"Silahkan adik nomber kamu sudah dipanggil" katanya sambil membukakan pintu buat Yuna.
Setelah beberapa waktu berlalu, Yuna akhirnya keluar dari dalam apotek sambil menenteng kantong plastik yang memuat obat pegal buat ayahnya.
"Sudah?" tanya Dede setelah melihat Yuna keluar.
"Iya, yuk kita pulang" kata pulang mengajak Dede.
"Siap bos" jawab Dede sambil berdiri. Yuna tersenyum dipanggil bos sama Dede.
Kemudian mereka berjalan beriringan. Sedangkan Dede dapat merasakan kedua pria yang mengintai Yuna tadi sudah melakukan pergerakan.
Dede mengambil dua buah batu sebesar kelareng untuk jaga-jaga bila terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Dede buat apa kamu mungut batu itu?" tanya Yuna memandang Dede aneh.
"Buat koleksi" kata Dede asal saja.
"Ngapain ngoleksi batu gak berharga seperti itu" Yuna menggelengkan kepalanya pelan. Dede tidak menghiraukannya. Yuna tidak sadar bahwa dia sedang dalam target penjambretan.
Dari arah belakang kedua pria tadi berjalan cepat kearah Dede dan Yuna. Walaupun Dede tidak melihat mereka secara langsung dia dapat mendengar langkah kaki mereka semakin lama semakin dekat.
Bahkan Dede dapat merasakan lewat getaran udara, salah satu dari mereka sudah mengeluarkan sebuah senjata tajam berbentuk belati kecil seukuran ibu jari.
"Mereka benar-benar tidak punya perasaan berniat melukai calon target korbannya. Aku harus memberi mereka pelajaran karena berniat melukai temanku," pikir Dede dalam hatinya.
Setelah mereka berdua berada beberapa langkah dari Yuna. Secara cepat Dede berbalik dan melemparkan kedua batu tadi kearah saraf motorik mereka masing-masing.
Kedua pria yang akan melakukan kejahatan itu seketika terdiam seperti patung. Hanya kedua bola mata mereka saja yang mampu di gerakan. Bahkan suara dari mulut mereka pun tidak dapat keluar.
Mereka berdua akan tetap diam seperti itu selama 1 jam ke depan. Karena Dede telah mengeluarkan tenaga 10% saja untuk menotok mereka berdua.
Dede dapat membidik titik saraf itu dengan mudah karena dia sudah mendapatkan skill master akupresur, dia sudah hapal 360 titik saraf vital manusia. Dan dia dapat merasakan semua organ dalam mereka.
Seperti suara detak jantung yang terdengar jelas, suara desir darah yang mengalir lewat pembuluh darah, suara keluar masuk nafas, bahkan suara kedipan mata mereka dapat Dede rasakan dengan kepekaannya.
Gerakan Dede itu sangat cepat, susah diikuti oleh mata manusia biasa. Bahkan Yuna yang berada disampingnya tidak menyadari gerakan Dede. Tidak lebih dari setengah detik Dede sudah kembali berbalik ke depan.
[ Ding ]
[ Selamat anda berhasil menjalankan misi ]
[ Anda berhak mendapatkan hadiah satu poin kekuatan dan satu kotak misteri ]
[ Apakah anda akan memakai hadiahnya sekarang Ya atau Tidak ]
"Tidak''
[ Selamat anda telah berhasil menyimpan satu poin kekuatan dan satu kotak misteri dalam inventori sistem ]
bersambung....
Silahkan like, komentar, hadiah, dan vote.
Jangan lupa pijit tombol Favorit agar tidak ketinggalan up date selanjutnya.
Terimakasih sampai jumpa lagi bos ku
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Annisa Nur Sayuti
seru thor,
2022-12-21
2
Eros Hariyadi
makin menarik Thor 💪👍👍👍
2022-10-05
0
Wong Dheso
nih baru novel yg seru dan bisa di baca oleh semua usia... mantap thor... lanjut ntt q kasih vote langsung
2022-09-09
4