Terimakasih telah mampir dan selamat membaca....
Sore itu dede berniat akan pergi ke rumah Yuna. Seperti biasa setelah mengunci pintu dia menyimpan kunci rumahnya dibawah keset didepan pintu. Itu biasa keluarga dede lakukan karena kunci rumah hanya punya satu buah.
"Sepertinya aku harus membuat duplikat kunci 2 buah buat Ibu dan kakak" gumam dede dalam hati.
[ Ding ]
[ Misi baru diterima, bantu seorang wanita yang ban mobilnya terperosok ke selokan ]
[ Hadiah yang akan anda dapatkan satu poin kepekaan ]
[ Apakah anda akan menerima misi sistem ya atau tidak ]
"Ya, tunjukan lokasinya"
Langsung didepan wajahnya terlihat layar hologram yang menampilkan peta lokasi tempat kejadian. dede sekarang seperti sudah kecanduan menolong orang yang sedang punya kesulitan.
Karena setiap kali melakukan kebaikan dia merasakan kebahagiannya bertambah terus. Ditambah lagi dengan hadiah poin yang selalu sistem berikan setiap kali menjalankan misi itu menjadi poin tambahan buat dede.
dede berlari cepat kearah tempat kejadian. Lokasinya tidak jauh dari rumah Yuna. Setelah sampai dia bisa melihat sebuah mobil sedan berwarna putih sedang berada dipinggir jalan dengan posisi miring.
Disana ada seorang wanita yang sedang mondar-mandir terlihat kebingungan. Sepertinya dia pemilik mobil sedan itu. Dari kejauhan dede seperti mengenalnya.
Dan benar saja dia adalah ibu wali kelas dede yang bernama bu Yolanda.
"Selamat sore bu, ibu sedang apa disini !! " kata dede pura-pura tidak tahu, mengagetkan Yolanda yang sedang mondar-mandir didekat mobilnya. Yolanda berbalik kearah sumber suara.
"Eh ada dede, kebetulan ibu lagi butuh pertolongan. Kamu tinggal di daerah ini?" tanya Yolanda.
"Iya bu rumah dede tidak jauh dari sini, ngomong-ngomong ibu butuh bantuan apa? biar dede yang bantu ibu" dia menatap gurunya yang seperti sedang gelisah.
"Kalau begitu bisa minta tolong panggil beberapa warga untuk mengangkat mobil ibu yang sedang terperosok ke selokan" Yolanda menunjuk salah satu ban mobilnya yang masuk selokan sedalam satu meter.
Tadinya Yolanda mau mengubungi mobil derek untuk membantunya. Tapi biasanya mereka akan lama datang ketempat itu. Sekarang saat ini dia sedang terburu-buru untuk pergi kerumah sakit. Karena ayahnya sedang dirawat.
"Oh kalau seperti ini, saya bisa mengangkat mobil ibu sendirian" dede yakin dengan poin kekuatannya bisa dengan mudah mengangkat mobil seberat itu.
"Jangan bercanda dede ibu lagi terburu-buru nih" kata Yolanda sedikit kesal dengan perkataan dede barusan.
"Saya tidak bercanda bu, ibu bantu saya dengan doa saja" kata dede kemudian turun ke selokan yang tidak berair.
Yolanda membelalakkan kedua matanya saat melihat dede benar-benar bisa mengangkat mobilnya dengan mudah. Kemudian dede mendorong keluar mobil itu dari selokan.
dede berbalik menatap Yolanda sambil menepuk-nepuk kedua telapak tangannya yang kotor dan tersenyum lembut "Bu lihat aku bisa mengangkat mobil ibu kan".
"i..iya kamu sangat kuat" Yolanda tidak sadar berkata seperti itu sambil menggosok matanya tidak percaya.
"Sekarang mobil ibu sudah bisa jalan lagi, untuk itu saya akan pamit pergi ya bu" kata dede yang langsung membalikan badan. "Tunggu" kata Yolanda sambil mendekat kearah dede.
"Kamu murid ibu yang paling baik, tidak disangka bisa punya tenaga sekuat itu. Terimakasih telah membantu ibu. Ini uang jajan buat kamu" Yolanda memasukan selembar uang 100 ribu kedalam saku baju dede.
"tidak usah bu, dede ikhlas membatu ibu" kata dede sambil mengembalikan kembali uang itu.
"Sudah ambil saja, itu hadiah atas kebaikan mu tadi." kata Yolanda tidak mau menerima uang yang sudah dia berikan. Jika dipikir uang sebesar itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dia menyewa jasa mobil derek.
Kemudian Yolanda memasuki mobilnya. "dede ibu akan pergi sekarang ya", Yolanda melambaikan tangannya lalu menghidupkan mobil sedannya kemudian berlalu pergi.
"Eh iya, hati-hati dijalan bu" kata dede walaupun dia yakin Yolanda tidak akan mendengarnya. "Aku belum sempat salim sama bu Yolanda" dede merasa berdosa karena itu.
[ Ding ]
[ Selamat anda telah berhasil menjalankan misi ]
[ Anda berhak menerima satu poin kepekaan ]
[ Apakah anda akan memakainya sekarang ya atau tidak ]
"Ya pakai sekarang" kata dede penasaran poin kepekaan itu seperti apa.
[ Selamat anda telah menggunakan satu poin kepekaan. Semua kepekaan kelima indra anda akan meningkat sebesar 10 kali lipat sisa waktu terpakai 29h-23j-59d ]
"Astaga" tanpa sadar dede mengucapkan kata itu.
Sekarang dede merasakan penglihatannya menjadi semakin jelas dan fokus, dia bisa melihat setiap helai bulu burung yang sedang terbang tinggi di langit. Dia bisa melihat seekor kutu yang bersembunyi dibawah bulu kucing yang sedang berjalan diatas genteng rumah Yuna.
Pendengarannya juga menjadi semakin sensitif, dia bisa mendengar suara derap langkah kaki beberapa ekor semut yang berbaris di dahan pohon. Suara lebah yang berterbangan keluar masuk sarangnya.
Begitupun dengan penciumannya dia bisa mencium bau harum bunga sejauh satu kilometer. dede seperti terlahir kembali, seperti kupu-kupu yang keluar dari kepompongnya.
"Yeah" katanya berteriak sambil melompat karena terlalu senang dengan kemampuan barunya.
"dede, kenapa dia? kok seperti terlihat senang gitu yah", gumam Yuna terdengar dari dekat gerbang rumahnya. Jaraknya sekitar 20 meter lagi dari arah dede berdiri. Namun dede bisa dengan jelas mendengarnya suaranya.
dede mengalihkan pandangannya pada Yuna, kemudian melambaikan satu tangannya. Yuna pun membalas lambaian tangan dede sambil tersenyum lebar. Dengan langkah santai dede mendekati Yuna.
"Yuna sepertinya kamu mau keluar rumah?" dede melihat temannya sudah berdandan rapih dan cantik. Rambutnya dikepang dua, dengan anting-anting transparan berbentuk bintang terpasang dikedua daun telinganya.
"Iya nih ayah nyuruh aku beliin obat pegal-pegal ke apotek. Antar yuk?" kata Yuna menatap dede penuh harap.
Jarak antara rumah Yuna ke apotek terdekat sekitar satu kilometer, dia masih trauma dengan kejadian tadi pagi. Makannya dia berharap dede mau menjadi bodyguardnya.
"Tidak masalah, ayo kita berangkat sekarang" kata dede. Yuna pun menganggukan kepalanya tanda setuju. Kemudian mereka berjalan berdua ke apotek.
Setelah keluar dari gapura desa mereka langsung berjalan diatas trotoar dipinggir jalan. Terkadang mereka harus menginjak bahu jalan karena sebagian trotoar dipakai tukang jualan kaki lima.
Sampailah mereka di apotek. Mereka berdua disambut oleh seorang scurity yang menjaga pintu kaca. "Selamat sore adik-adik, ada yang bisa bapak bantu?"
"Oh iya pak saya mau beli obat pegal linu untuk orang dewasa" kata Yuna langsung ke intinya.
"Baik saya akan ambil nomber antriannya, adik-adik mohon tunggu diluar karena kursi didalam sudah penuh" kata scurity itu sambil mengambil nomber antrian.
Akhirnya dede dan Yuna duduk di kursi yang ada diluar apotek. "Adik-adik mohon tunggu, bapak akan memberi tahu kalian jika nomber antriannya sudah dipanggil". kata scurity itu sambil memberikan nomber antriannya.
Yuna menganggukan kepalanya singkat, "dede maaf ya aku sudah merepotkan mu" Yuna memandang dede.
"Kamu bicara apa? kita kan teman" jawab dede sambil tersenyum.
bersambung....
Silahkan like, komentar, hadiah, dan vote.
Jangan lupa pijit tombol Favorit agar tidak ketinggalan up date selanjutnya.
Terimakasih sampai jumpa lagi bos ku
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Taufik Hidayat
nah gini enak bacanya sisa harinya 29D
2023-04-09
0
Alghifarrie
akhirnya pake angka
2022-10-09
1
lembayungsenja88
parah ini author, mau MC SD sampe tamat ya
2022-10-07
4