HAI BOS KU, TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DAN SELAMAT MEMBACA :)
Ditempat berbeda pada waktu yang sama Yuna sedang berada diruang keluarga bersama kedua orang tuanya. Yuna sangat bersemangat menceritakan kejadian yang dialaminya pagi tadi.
Kedua orang tuanya terseyum-senyum melihat ekspresi wajah Yuna yang seperti host profesional yang sedang membawakan acara. Kedua tangan Yuna di gerak-gerakan saat sedang berbicara.
"Ayah, Ibu, tadi pagi Yuna sempat mengalami kejadian yang menakutkan sekaligus menyenangkan" katanya kedua alisnya turun naik saat berbicara. Begitupun dengan matanya kadang membesar kadang menyipit.
"Kejadian apa gitu?" kata ayahnya sambil mengambil cemilan ringan yang berada dalam toples didepannya.
Sambil berdiri didepan kedua orang tuanya Yuna terus bercerita, "tadi pagi sewaktu Yuna berjalan sebuah lorong dibelakang sekolah yang sepi, ada empat orang anak jalanan yang menghadang Yuna".
"Apa?" kata ayah ibunya bersamaan, langsung memperhatikan anaknya serius. "Terus selanjutnya gimana?", kata mereka berdua penasaran sekaligus khawatir.
"Mereka berempat sempat mendorong-dorong tubuhnya Yuna sambil memaksa meminta uang jajan. Yuna sangat ketakutan dan putus asa karena tidak ada seorang pun warga yang ada disana untuk dimintai pertolongan".
"Kamu sih yah tidak mau mengantar Yuna ke sekolah" Anita menatap tajam kearah suaminya sambil cemberut.
"Mamah kan tahu ayah lagi tidak enak badan, makanya ayah mengambil cuti sakit. Seharusnya mamah yang ngantar Yuna tadi", kata Gilang beralasan.
"Lah mamah kan sibuk beresin rumah, nyapu, ngepel, nyuci piring, nyuci baju, bikin sarapan juga buat kalian" balas Anita tidak mau kalah sambil bertolak pinggang.
"Ya udah iya ayah yang salah, maaf ya" kata Gilang menenangkan istrinya. Sudah jadi rahasia umum jika seorang laki-laki selalu salah dihadapan wanita.
Faktanya jika suami salah istri langsung marah, akhirnya suami minta maaf. Sedangkan jika istri salah, suami marah, istri nangis, akhirnya suami minta maaf juga. Jadi intinya istri tidak pernah salah.
Setelah Anita mendengar kata maaf dari Gilang, hatinya menjadi sedikit tenang. Kemudian dia mendengus dan memalingkan wajahnya kearah Yuna sambil cemberut.
"Terus gimana selanjutnya kamu tidak diapa-apainkan?" kata Anita menatap lekat Yuna.
"Justru itu mah kejadian selanjutnya yang membuat Yuna senang", Yuna terdiam sebentar melihat reaksi kedua orang tuannya.
"Masa ada orang yang malak kamu malah senang? apa jangan-jangan yang malaknya ganteng ya", kata Gilang bercanda.
"Ayah ini, Yuna sedang serius malah di bercandain" Anita terlihat membulatkan kedua matanya menatap Gilang.
"Iya mah maaf, ayah salah lagi" Gilang menundukkan kepalanya.
"Makanya kalau Yuna lagi ngomong jangan menyela," kata Anita kembali memperhatikan Yuna. "Lanjut sayang" kata Anita lembut.
"Yuna senang karena ketika sedang dalam keadaan putus asa, dede datang menyelamatkan Yuna. Dia sangat berani menggertak para anak jalanan itu".
"dede yang tetangga kita itu?" tanya Anita.
"Iya bu dia yang kemarin menyelamatkan Cinta" jawab Yuna.
"dede memang anak baik, walaupun dia anak dari keluarga tidak mampu, tapi hatinya sangat bersih. Sebaiknya kita harus menjalin hubungan baik dengan keluarga Masitoh. Ayah rasa dimasa depan anak itu akan menjadi anak yang luar biasa" kata Gilang berkomentar.
"Iya Yah, ibu juga sangat menyukai kepribadian dede, semenjak kemarin dia menolong Cinta dia terlihat anak yang sopan dan jujur."
"Terus gimana cara dede meyelamatkan kamu, apakah dia menghajar mereka seorang diri?" Gilang penasaran, mana mungkin dede bisa mengalahkan anak jalanan keempatnya sekaligus pikirnya.
"Itu yang membuat Yuna kagum, dede tidak menyerang mereka sedikitpun. Tetapi sebaliknya dede yang dikeroyok mereka berempat. Namun anehnya malah para anak jalanan itu yang tumbang kecapean memukuli dede.
Sementara itu dede tetap berdiri ditempatnya tidak bergerak sedikitpun, tidak ada luka ataupun memar pada tubuhnya. Dia tetap segar bugar walaupun dihajar habis-habisan" Yuna menjelaskannya penuh semangat.
Kedua orang tua Yuna terdiam mencoba mencerna perkataan anaknya. "Masa? kok bisa gitu?" Gilang tidak percaya dengan cerita Yuna barusan.
"Bener yah, Yuna juga tidak mengerti kenapa dede bisa menjadi kuat seperti itu. Bahkan tadi sehabis pulang sekolah dia menyelamatkan nenek tua yang lagi nyebrang dengan cara menghalangi mobil yang akan menabrak si nenek dengan tubuhnya. Eh malah mobilnya yang rusak. Sedangkan dede tidak terluka sedikitpun".
"Luar biasa dia seperti Superman saja ya" kaya Anita kagum dengan cerita anaknya.
"Jika seperti itu kita harus berterima kasih pada dede yang sudah menyelamatkan Yuna, iya kan bu?" Gilang melirik istrinya.
"Betul yah ibu juga setuju. Kita harus bisa membuat dede mau menjadi sahabat Yuna".
....
Waktu berlalu lagi, sekarang sudah menunjukan pukul 4 sore hari. Masitoh sudah berdandan rapih karena akan pergi membeli baju seragam dan sepatu kedua anaknya.
"Isti cepetan, katanya kamu mau ikut ke pasar sama ibu" Masitoh berteriak dari luar rumah menunggu Isti yang sedang berganti pakaian.
"Iya bu sebentar, ini juga sudah beres". kata Isti sambil keluar dari rumah.
"dede beneran kamu gak mau ikut?" tanya Isti pada adiknya yang lagi rebahan didepan TV.
"Enggak ah aku menunggu dirumah saja" Kata dede pandanganya tetap memandang pada siaran televisi.
"Ya sudah kalau begitu Ibu sama Isti berangkat dulu ya" Masitoh berkata dari luar rumah.
"Bu pulangnya beliin jus buah ya" kata dede sambil memandang ibunya dengan senyuman.
"Iya" jawab ibunya. Kemudian mereka berdua pun pergi meninggalkan dede sendirian dirumah.
Setelah itu dede lalu duduk bersandar, "Sistem kirim poin keselamatan kepada Isti"
[ Selamat satu poin keselamatan telah berhasil dikirim ]
[ Manusia bernama Isti akan selamat dari seluruh marabahaya sampai sebulan ke depan ]
Sengaja dede mengirimkan poin keselamatan hanya buat kakaknya, karena ibu dede sudah memakai poin kekuatan. Sekarang Dia merasa tenang karena kedua anggota keluarganya akan selamat meskipun pergi jauh darinya.
Sekarang dede penasaran dengan hadiah kotak misterius yang dia dapatkan dari sistem. "Sistem buka kotak misteri sekarang"
[ Ding ]
[ Berhasil membuka kotak misteri ]
[ Selamat anda mendapatkan keahlian master akupresur ]
[ Selamat anda telah memahami teknik pijatan, anda telah menghapal semua titik penting dalam tubuh manusia ]
Seketika dede merasakan energi sejuk menyelimuti seluruh badannya selama beberapa detik.
"Wah hebat dengan teknik akupresur ini aku bisa lebih mudah dalam menolong orang yang sakit''.
Akupresur berasal dari kata accus dan pressure artinya jarum dan penekanan. Akupresur adalah istilah yang digunakan untuk memberikan rangsangan titik akupunktur dengan tehnik penekanan.
Penekanan dilakukan sebagai pengganti penusukan jarum yang dilakukan pada akupunktur dengan tujuan melancarkan aliran energi penting dalam tubuh.
"Sekarang aku akan main kerumah Yuna. Aku merasa tidak enak jika tidak pergi kesana, karena tadi siang sudah janji dihadapan tante Anita."
Kemudian dede bergegas mandi, berganti baju dan pergi main kerumah Yuna.
bersambung....
Silahkan like, komentar, hadiah, dan vote.
Jangan lupa pijit tombol Favorit agar tidak ketinggalan up date selanjutnya.
Terimakasih sampai jumpa lagi bos ku
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Nanang Kosim
lanjuuut thor
2023-05-26
1
RAYxy
Cerdas... walau masih kecil dan masih kelas 4 SD, tapi pemikirannya udah seperti anak SMU atau bisa dikatakan pemikirannya seperti orang dewasa.
2022-09-11
1
Rama Dwi Prasetyo
🆙️🆙️🆙️🆙️🆙️🆙️🆙️
2022-09-08
3