Misi penyelamatan kantin

"Gila bro anak kecil itu sepertinya punya ilmu kebal" kata anak jalanan yang masih terkapar dilantai.

"Iya coy, untung saja dia tidak balas menghajar kita. Kalau tidak kita semua bisa game over" balas temannya yang juga masih tengkurep ditanah.

"Kita ingat-ingat wajahnya, jangan sampai kita berurusan dengannya lagi dikemudian hari" anak jalanan yang satunya mengingatkan.

"Aku setuju dengan mu coy".

.....

[ Ding ]

[ Selamat tuan telah berhasil menyelesaikan misi penyelamatan ]

[ Anda berhak menerima satu poin kesehatan ]

[ Apakah anda akan memakainya sekarang ya atau tidak ]

"Tidak" kata dede bergumam dalam hatinya.

[ Karena anda tidak memakai hadiah poin sistem secara otomatis tersimpan didalam tabel inventori ]

dede dan Yuna berjalan beriringan. Masih teringat jelas bagaimana dede dengan berani membela dirinya. Hal itu berhasil menumbuhkan suatu perasaan berkembang dalam hatinya.

"dede makasih yah sudah menyelamatkan ku tadi" kata Yuna berkata pelan sambil menunduk.

"Sudahlah Yuna kita kan teman, sudah sepantasnya aku menolong jika kamu dalam keadaan bahaya" kata dede sekilas melirik Yuna yang tertunduk memainkan ujung bajunya.

Yuna tersenyum lembut, "Tapi ngomong-ngomong apakah kau tidak ada yang terluka? Aku yakin bahwa tadi kau dipukuli beberapa kali oleh anak-anak nakal itu".

"Aku tidak apa-apa, Bahkan tidak merasakan sakit sedikitpun. Pukulan mereka seperti pijatan gratis saja. Hanya bajuku saja yang terkena kotoran debu dari kaki mereka" kata dede menepuk-nepuk baju seragamnya.

Setelah mereka memasuki gerbang sekolah terdengar suara bel masuk bergema disekitar sekolah dan sekitarnya.

( Ding dong ding dong ding dong )

"Nah bel masuk sudah berbunyi ayo kita bergegas masuk kelas" kata dede berlari pelan disusul Yuna dibelakangnya.

Sesudah masuk kelas dede duduk di bangku paling belakang bersama para teman laki-lakinya. Sedangkan Yuna duduk di bangku paling depan. Seperti pada umumnya anak laki-laki selalu duduk dibelakang supaya bebas berekspresi.

Tidak lama kemudian terdengar dari luar suara langkah kaki berirama ( tak tuk tak tuk tak tuk ), seorang wanita paruh baya memasuki kelas dede sambil menenteng buku tebalnya dia adalah ibu guru Yolanda, wali kelas dede saat ini.

Sesudah Yolanda duduk di bangku guru, dia menyapu pandanganya keseluruh siswa tanpa senyum sedikitpun. Lalu Yuna berdiri dan berteriak "Berdiri".

Kemudian serentak semua murid berdiri mengikuti Yuna.

"Beri salam" lanjut Yuna.

"Selamat pagi bu guru" kata murid-murid bersamaan.

"Selamat pagi anak-anak" balas Yolanda singkat. Kemudian dia memulai pelajaran. Semua murid mengikuti pelajaran dengan hidmat.

Tidak ada seorang anakpun yang berani bercanda. Mereka sudah mengenal sifat killer bu guru Yolanda.

Singkat cerita pelajaran terus berlanjut sampai waktu istirahat tiba. Suara bel istirahat berbunyi tepat pukul 9.30. Bu Yolanda pun mengakhiri pelajarannya.

Semua anak keluar dari kelas mereka begitupun dengan dede dan Yuna.

"dede ke kantin yuk, aku akan mentraktir mu" ajak Yuna pada dede.

dede terlihat ragu menerima ajakan Yuna, sebenarnya dia ingin bermain kelereng bersama geng sekelasnya.

Melihat dede yang terdiam, Yuna berinisiatif meraih tangan dede dan menariknya paksa "Ayo dede aku ingin berterimakasih atas pertolonganmu tadi".

Akhirnya dede pasrah menerima ajakan Yuna, tidak enak juga bila menolak kebaikan seseorang apalagi dia teman sekelasnya. Kemudian mereka berjalan berdua menuju kantin sekolah.

Semua teman sekelas dede dan Yuna melongo melihat mereka berdua berjalan bersama sambil berpegangan tangan.

"Wih lihat Gus sepertinya dede pacaran sama ketua kelas" kata Tomi berbisik pada Agus.

"Masa anak kecil sudah pacaran huh" Lilis menimpali perkataan Tomi.

"Iya ya kata ibuku juga anak kecil belum boleh pacaran" lanjut Wina membenarkan perkataan Lilis.

"Alah sudahlah jangan dihiraukan, mereka berdua itu belum dewasa" kata Zaenal sok tua.

"Memangnya kamu sudah dewasa Zaenal?" Wina mendelik kearah Zaenal.

"Belum" kata Zaenal singkat lalu pergi mendekati anak laki-laki yang sedang bermain kelereng.

Akhirnya mereka membubarkan diri sibuk dengan permainan mereka masing-masing. Anak cewek main lompat tali, anak laki bermain kelereng dan kasti. Dan ada juga anak yang iseng bergibah meniru ibu mereka dirumah.

.....

Diceritakan saat ini dede dan Yuna sedang duduk berhadapan menikmati makanan yang mereka pesan. Sambil makan mereka sekali-kali ngobrol ringan.

"dede nanti pulang sekolah main yuk ke rumahku" ajak Yuna sambil mengunyah lobster di mulutnya.

"Memangnya ayah kamu tidak akan marah jika aku main ke rumah mu?" tanya dede lalu meminum vodka dihadapannya.

"Justru ayah akan senang jika kamu main kerumah ku, Ibu sudah memberi tahu bahwa kemarin kamu yang telah menyelamatkan Cinta, anak kucing kesayangan papa" Yuna menjelaskan.

"Baiklah kalau begitu aku akan pikirkan nanti" jawab dede.

"Jangan terlalu banyak berpikir nanti cepat tua loh " kata Yuna menggoda sambil tertawa ringan. Deretan gigi putihnya terlihat jelas dimata dede.

[ Ding ]

[ Misi darurat terdeteksi selamatkan kantin dari bahaya kebakaran ]

[ Jika misi berhasil anda akan mendapatkan satu poin kekuatan dan satu kotak misterius ]

[ Apakah anda akan menjalankan misi ya atau tidak ]

"Ya" kata dede sambil pandangannya melihat sekeliling kantin. Tidak ada yang terjadi untuk beberapa saat. Tetapi beberapa detik kemudian semua pengunjung dikejutkan oleh suara teriakan bibi penjaga kantin.

"Tolong ada api" teriak bibi itu membuat semua anak menjadi panik dan berlarian keluar kantin. Suara berisik anak-anak yang histeris menutupi suara ibu kantin yang meminta tolong.

"dede sepertinya akan ada kebakaran, ayo kita pergi menyelamatkan diri dari sini" kata Yuna langsung berdiri mengajak dede.

"Kau duluan saja Yuna aku akan membantu membantu memadamkan api" kata dede sambil berlari kearah sumber suara bibi kantin.

"dede jangan ceroboh" teriak Yuna berusaha menghentikan dede. Tapi dede sudah berlari dari hadapan Yuna.

dede melihat sebuah api yang besar menyembur dari tabung gas berwarna biru. Api menjilat-jilat keatas hampir saja mengenai langit-langit kantin yang terbuat dari triplek kayu.

Semua orang panik, yang mereka lakukan hanya berteriak kesana-kemari. Tidak ada seorangpun yang berani mendekati sumber api.

dede berpikir bagaimana cara memadamkan api itu. Sekilas dia mengingat disebuah saluran televisi yang saat itu memperlihatkan tim SAR yang mengajari cara memadamkan api seperti itu.

Dengan sigap dede mulai mempraktekkan proses pemadaman api. Dia kemudian mengambil kain lap yang sudah dibasahi. Lalu dengan berani dede bergerak menutup sumber api dengan kain basah itu.

Seketika api besar itu padam dalam satu detik saja. dede mengatur nafasnya kembali karena dia juga merasa panik menghadapi situasi seperti itu.

"Tenang semuanya apinya telah padam, tidak perlu panik lagi" teriak dede menyadarkan semua orang yang sedang berlarian panik.

Kemudian semua guru laki-laki, dan semua penjaga sekolah berdatangan mereka berniat memadamkan api.

bersambung....

Silahkan like, komentar, hadiah, dan vote.

Jangan lupa pijit tombol Favorit agar tidak ketinggalan up date selanjutnya.

Terimakasih sampai jumpa lagi bos ku

Terpopuler

Comments

‌🇳‌‌🇴‌‌🇻‌‌🇪‌‌🇱‌‌ 🇮‌‌🇩‌

‌🇳‌‌🇴‌‌🇻‌‌🇪‌‌🇱‌‌ 🇮‌‌🇩‌

menyala abangkuhhh👑👑👑👑

2025-02-16

0

Achmad Zaki

Achmad Zaki

author copy paste😁 lobser , vodka

2024-05-14

0

gw suka gaya Lo de 🤣🤣
nanti aku rekrut ke dalam sekte partai pengemis buat jd pendekar dewa mabok 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2023-04-17

1

lihat semua
Episodes
1 SISTEM KEBAHAGIAAN
2 Ujang Tindik
3 SUPER DEDE
4 Sesuatu yang sangat istimewa
5 MENOLONG YUNA
6 Misi penyelamatan kantin
7 Murid Teladan
8 TO GANJEL TO
9 Ibu kerasukan
10 ISTRI TIDAK PERNAH SALAH
11 Dede lupa salim
12 ANAK SULTAN
13 Ahli totokan
14 Harimau putih
15 Waktu yang baik dan buruk buat mandi.
16 Menjadi master chef
17 Menyembuhkan pak Bayu
18 CIE CIE CIE
19 Menolong Baim
20 Seperti Iblis
21 DIK USTAD
22 Chef Jujun ketar-ketir
23 TIGER
24 KOH CHANG MIN
25 KEKUATAN TIGER
26 DITAWARI MENJADI KOKI PRIBADI
27 TIDAK DIIZINKAN IBU
28 MEMBUAT NASI KUNING
29 Bu Darmi
30 Pesanan Bu Darmi ( revisi )
31 Toko sistem
32 Dukun Pengganda Nasi Kuning
33 PESANAN DADAKAN
34 Disangka menjadi penculik
35 Memperlihatkan kehebatan sistem
36 Ludes terjual semua
37 KUTILANG DARA
38 Saingan bisnis warung Bu Yani
39 MEMBELIKAN HP IBU DAN KAKAKNYA
40 TEKNIK PERNAPASAN KUNO
41 IKAN BAKAR
42 Fans berat Dede
43 Keluarga kakek Birawa
44 AIGO
45 TAK GENDONG KEMANA MANA
46 Putri Intan
47 TETAP WANITA TIDAK PERNAH SALAH
48 Makanan kesukaan para siluman
49 TERBUKANYA SEGEL KEKUATAN PUTRI INTAN
50 Pagar Gaib
51 ARRAY DUA ARAH
52 Terbukanya Penglihatan Gaib
53 Ahli pernapasan kuno
54 Kedatangan kakek Birawa
55 LEMAS
56 Misi berhasil
57 ATURAN DEDE UNTUK PARA SILUMAN
58 Prosedur pengawalan Ibu dan kakak.
59 Murid baru yang cantik
60 SIKAP DINGIN DEDE
61 Siasat Hajah Ani
62 Kejujuran Intan
63 Kekesalan Yuna
64 Menyembuhkan Anita
65 Ancaman Dede
66 Bram dan Sambal
67 Dendam Kesumat Bromo
68 Dua calon pegawai
69 ATASAN YANG BAIK
70 Perubahan sikap Bram dan Sambal
71 Hajah Ani mendapatkan sistem
72 Tidak tahu terima kasih
73 Kesialan Hajah Ani
74 Kesialan terus berlanjut
75 Hasil dari keburukan
Episodes

Updated 75 Episodes

1
SISTEM KEBAHAGIAAN
2
Ujang Tindik
3
SUPER DEDE
4
Sesuatu yang sangat istimewa
5
MENOLONG YUNA
6
Misi penyelamatan kantin
7
Murid Teladan
8
TO GANJEL TO
9
Ibu kerasukan
10
ISTRI TIDAK PERNAH SALAH
11
Dede lupa salim
12
ANAK SULTAN
13
Ahli totokan
14
Harimau putih
15
Waktu yang baik dan buruk buat mandi.
16
Menjadi master chef
17
Menyembuhkan pak Bayu
18
CIE CIE CIE
19
Menolong Baim
20
Seperti Iblis
21
DIK USTAD
22
Chef Jujun ketar-ketir
23
TIGER
24
KOH CHANG MIN
25
KEKUATAN TIGER
26
DITAWARI MENJADI KOKI PRIBADI
27
TIDAK DIIZINKAN IBU
28
MEMBUAT NASI KUNING
29
Bu Darmi
30
Pesanan Bu Darmi ( revisi )
31
Toko sistem
32
Dukun Pengganda Nasi Kuning
33
PESANAN DADAKAN
34
Disangka menjadi penculik
35
Memperlihatkan kehebatan sistem
36
Ludes terjual semua
37
KUTILANG DARA
38
Saingan bisnis warung Bu Yani
39
MEMBELIKAN HP IBU DAN KAKAKNYA
40
TEKNIK PERNAPASAN KUNO
41
IKAN BAKAR
42
Fans berat Dede
43
Keluarga kakek Birawa
44
AIGO
45
TAK GENDONG KEMANA MANA
46
Putri Intan
47
TETAP WANITA TIDAK PERNAH SALAH
48
Makanan kesukaan para siluman
49
TERBUKANYA SEGEL KEKUATAN PUTRI INTAN
50
Pagar Gaib
51
ARRAY DUA ARAH
52
Terbukanya Penglihatan Gaib
53
Ahli pernapasan kuno
54
Kedatangan kakek Birawa
55
LEMAS
56
Misi berhasil
57
ATURAN DEDE UNTUK PARA SILUMAN
58
Prosedur pengawalan Ibu dan kakak.
59
Murid baru yang cantik
60
SIKAP DINGIN DEDE
61
Siasat Hajah Ani
62
Kejujuran Intan
63
Kekesalan Yuna
64
Menyembuhkan Anita
65
Ancaman Dede
66
Bram dan Sambal
67
Dendam Kesumat Bromo
68
Dua calon pegawai
69
ATASAN YANG BAIK
70
Perubahan sikap Bram dan Sambal
71
Hajah Ani mendapatkan sistem
72
Tidak tahu terima kasih
73
Kesialan Hajah Ani
74
Kesialan terus berlanjut
75
Hasil dari keburukan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!