"Status"
[ Nama : Dede Mulyadi
umur : 9 tahun
jabatan : -
poin kesehatan : terpakai 10 sisa waktu 10 bulan aktif
poin kekuatan : terpakai 1 tersisa waktu satu bulan kurang 2 jam aktif
poin kecepatan : terpakai 1 tersisa waktu satu bulan kurang 1 jam 30 menit aktif
poin kasih sayang : terpakai 1 tersisa waktu satu bulan kurang 30 menit tersisa ]
Setengah jam berlalu semenjak Dede membantu Ujang tindik yang kelaparan. Saat ini dia sedang berjalan sendirian di jalanan desa.
Sekilas dia melihat sosok gadis yang sangat dia kenal baik keluar dari rumah tetangganya yang mempunyai pagar tralis putih.
"Kak isti" teriak Dede memanggil kakaknya yang baru saja keluar dari pekarangan rumah teman kakaknya.
Dede berlari kearah Isti sambil tersenyum bahagia.
"Dede kamu dari mana? kok ada disini? kamu sudah makan?" Isti memberondong Dede dengan beberapa pertanyaan.
"Satu-satu dong kak kalau nanya. Dede jadi bingung harus jawab yang mana dulu" kata Dede memanyunkan bibirnya tanda kesal.
Isti nyengir sambil mengacak-acak rambut Dede. "Kok adik kakak jadi cengeng gitu sih?" Isti mencubit pelan pipi tembem Dede.
"Habisnya kakak bikin kesel" kata Dede.
"Ya udah kakak minta maaf, sekarang kita pulang yuk kakak udah lapar nih belum makan dari siang" ajak Isti sambil menarik tangan adiknya.
Tapi Isti merasa aneh, kenapa adiknya terasa sangat berat saat dia tarik. Dia tidak tahu bahwa Dede yang sekarang telah menggunakan poin kekuatan jadi mudah saja Dede menahan tarikan tangan kakaknya.
"Dede kok kamu jadi kuat sih?" tanya Isti heran.
"Ah kakak, mungkin cuma perasaan kakak saja kali. Kak tapi sebelumnya kita beli temen nasi dulu yuk. Dirumah cuma ada garam saja. Aku punya uang pemberian tante Anita nih" kata Dede memperlihatkan uang 50 ribu dari sakunya.
"Hah kok bisa bu Anita ngasih kamu uang sebanyak itu?" uang 50 ribu buat anak seperti Isti dan Dede cukup besar menurut mereka berdua.
"Begini kak tadi aku menyelamatkan kucing tante Anita yang terhanyut di selokan dekat rumahnya. Karena dia senang kucingnya aku selamatkan, jadi dia memberi ku uang 50 ribu rupiah sebagai tanda terimakasih katanya" Dede menjelaskan semuanya.
Akhirnya Isti mengerti kenapa Dede punya uang 50 ribu. Dia menjadi merasa senang dan bangga mempunyai adik yang baik hati seperti Dede. Secara reflek Isti memeluk Dede.
"Adik kakak memang yang terbaik" kata Isti sambil memeluk erat Dede.
"Udah kak jangan gini. Malu tahu dilihat banyak orang" kata Dede mendorong pelan badan kakaknya.
"Biarin semua warga desa tahu kan kita adik kakaan" Isti tersenyum kearah adiknya. Dede hanya bisa menghela nafas pelan menghadapi kelakuan kakaknya.
"Ayo kak kita beli temen nasi dulu. Kakak mau makan sama apa?" tanya Dede.
"Kita beli ayam Krispy yuk !!" kata Isti semangat.
"Baiklah ayo kita berangkat" ajak Dede sambil berjalan mendahului Isti menuju tukang goreng ayam Krispy pinggir jalan desa.
"Bang beli ayam tiga dibungkus" kata Isti.
"Ya ia lah kakak dibungkus, masa beli ayam krispy kaki lima dimakan ditempat. Emangnya ini KFC" celetuk Dede. Sedangkan abang penjualnya hanya tersenyum mendengar pembicaraan mereka berdua.
"Ini dek ayamnya" kata penjual ayam menyodorkan bungkusan ayam pakai kertas bekas ujian anak SD. Lalu Dede memberikan uang 50 ribu kepadanya.
Harga ayam krispy didesa Dede hanya 7 ribuan. Jadi mereka membeli 3 potong sekalian membeli untuk makan ibu Masitoh
"Ini kembaliannya" penjual itu memberikan uang 36 ribu rupiah.
"Loh bang ini kebanyakan" kata Dede memperlihatkan uang kembalian yang lebih 7 ribu rupiah.
"Oh itu bonus dari saya dik, karena adik pembeli pertama hari ini" kata penjual itu membuat Dede dan Isti semakin senang.
"Baiklah pak terimakasih ya" kata mereka berdua bersamaan.
Saat sedang berjalan berdua, terdengar oleh Dede suara pemberitahuan sistem dikepalanya.
[ Ding ]
[ Misi baru terdeteksi. Bantu seorang kakek yang sedang mendorong gerobak seorang diri. Anda akan mendapatkan satu poin kekuatan ]
[ Apakah anda akan menerima misi ya atau tidak ? ]
"Ya, dimana posisi target" kata Dede mengejutkan Isti.
Kemudian peta lokasi target tergambar jelas dilayar hologram didepan Dede. Tentunya hanya dia saja yang bisa melihat itu semua.
"Dede kamu ngomong apa sih? kok bicara sendiri?" Isti bertanya pada adiknya heran. Dia takut adiknya terkena gangguan jiwa. Karena bicara sendiri.
"Maaf kak kamu pulang duluan saja. Aku ada urusan sebentar" kata Dede langsung berlari tidak menunggu jawaban kakaknya, menuju arah yang ditunjukan peta pada sistem.
Tentu saja kakaknya tidak akan menurut perkataan Dede, Isti khawatir melihat Dede berlari tergesa-gesa seperti ada masalah serius yang akan dia hadapi.
Buru-buru Isti pun menyusul Dede berlari sekuat tenaga. Setelah beberapa menit berlalu akhirnya Isti sudah sampai ditempat yang dituju Dede.
Dengan nafas ngos-ngosan Isti dapat melihat adiknya sedang membantu seorang kakek tua renta yang mendorong gerobak penuh rongsokan dijalan desa yang menanjak.
Sepertinya kakek itu akan menjual rongsokan yang dia kumpulkan ke pengepul yang ada dipusat desa. Namun karena tenaganya yang sudah mulai lemah kakek itu sangat kesusahan membawa gerobaknya keatas.
Untung saja ada super Dede yang datang tepat pada waktunya. Si kakek sangat bahagia atas bantuan dari Dede. Sekarang kakek itu tidak khawatir lagi rongsokan miliknya tidak sampai tujuan.
Dede dengan santai mendorong gerobak yang beratnya sekitar satu kwintal. Tidak terlihat setetes pun keringat yang keluar dari tubuhnya. Nafas Dede pun terlihat normal dan ringan.
Isti yang melihat itu dari kejauhan menjadi heran kenapa adiknya menjadi kuat seperti itu.
"Sejak kapan Adikku mempunyai kekuatan sebesar itu. Mustahil anak berumur 9 tahun dengan mudah mendorong gerobak yang terlihat berat" Isti memandang Dede sambil mengerutkan keningnya.
Kemudian Isti berjalan mengikuti Dede dan kakek tua renta itu dari belakang. Hingga akhirnya mereka sampai diujung jalan tanjakan.
"Alhamdulillah akhirnya sampai juga" kata kakek itu berkata pelan. Tapi masih bisa terdengar oleh telinga Dede.
"Adik kecil kakek tidak bisa membalas kebaikanmu yang sangat besar tadi. Kakek hanya mempunyai uang sedikit buat bekal jajan kamu, ini ambilah" kata kakek itu menyodorkan uang 50 ribu rupiah.
"Jangan kek aku ikhlas menolong kakek tadi, saya tidak bisa menerima uang itu" kata Dede kasihan melihat kondisi kakek tua yang sudah tua renta tapi tetap masih mau bekerja.
"Ambilah nak kakek akan merasa kecewa jika kamu tidak menerima uang ini" si kakek memaksa.
Dengan berat hati Dede pun menerima uang pemberian kakek itu. "Kalau begitu terimakasih banyak kek semoga pemberian kakek ini dibalas dengan balasan yang berlipat-lipat".
"Aamiin nak, sekarang kakek pamit akan menjual barang rongsok ini ke pengepul" kakak itu tersenyum kearah Dede.
"Iya kek hati-hati ya aku juga pamit mau pulang" kata Dede berbalik.
[ Ding ]
[ Selamat tuan anda telah berhasil menjalankan misi ]
[ Anda berhak mendapatkan satu poin kekuatan ]
[ Apakah anda akan memakainya sekarang ya atau tidak ]
" Tidak, sebaiknya aku menyimpan dulu poin ini. Dan akan aku pakai pada saat yang tepat "
[ Terimakasih anda telah menyimpan satu poin kekuatan pada inventori sistem ]
bersambung....
Silahkan like, komentar, hadiah, dan vote.
Jangan lupa pijit tombol Favorit agar tidak ketinggalan up date selanjutnya.
Terimakasih sampai jumpa lagi bos ku
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Nino Ndut
ini kan background waktu lampau y tp kok ceritanya ngkutin jaman now termasuk makanan n terutama harganya..padahal ditahun aqal 90an, uang 1000 tuh dah banyak bener..apalagi tahun 50an, 60an atau 70an..
2023-12-18
0
🌲🌲🌲 🍎🍎🍎 🌲🌲🌲
mudah"an aja ya...umur yang masih 9 tahun ngak ada haremmm n cinta"an dulu !!!! ntar aja klo sdh kuliah n sukses
2023-04-30
1
Eros Hariyadi
hasil panen poinnya koq hanya berumur sebulan, kapan bisa permanen yaaakk 🤔🙄😫😫
2022-10-05
3