"Cinta maaf atas keteledoran bunda, hingga kamu tidak sengaja nyemplung ke selokan" Anita tak henti-hentinya memeluk anak kucing itu, terlihat jelas dimatanya raut wajah menyesal.
Kemudian Anita memandang dede yang masih berdiri dihadapannya, "Adik dede terimakasih ya karena kebaikan hatimu, Cinta jadi terselamatkan. Ini ambilah uang sebagai rasa terimakasih dari saya", Anita menyodorkan uang 50 ribu rupiah kepada dede.
"Tidak usah bu Anita saya ikhlas menolong kucing itu" dede pura-pura jual mahal padahal hatinya senang diberi uang sebesar itu.
"Ayo jangan malu-malu, ambil saja uang ini" kata Anita memasukan uang selembar itu kedalam saku baju dede.
"Baiklah kalau bu Anita memaksa, saya tidak sanggup menolaknya" dede tersenyum senang.
"Eh mulai sekarang jangan panggil saya ibu ya. Panggil saja saya tante Anita. Untuk kedepannya kita akan sering ketemu karena kita tetanggaan" Anita tersenyum lembut.
"Baik tante jika begitu aku pamit dulu ya" Kata dede sambil tidak lupa salim pada Anita.
"Anak yang baik, kapan-kapan main ya ke rumah tante. Yuna juga pasti akan senang jika ada teman bermain." Yuna adalah anak satu-satunya tante Anita. Dia sekelas dengan dede disekolah yang sama.
"Iya tante" kata dede berlalu pergi. Sebenarnya dede merasa sedikit canggung jika harus bermain dengan Yuna. Karena mereka berdua berbeda status. dede orang miskin sedangkan Yuna anak orang kaya.
"Asyik aku dapat uang 50 ribu. Jajan apa ya enaknya?" dede mengingat makanan yang paling dia sukai. Ada Es krim, Coklat, jus buah, atau Marshmellow. Saat sedang berpikir terdengar kembali suara dering sistem.
[ Ding ]
[ Misi baru terdeteksi bantu orang yang sedang kelaparan dipinggir jalan, hadiah misi akan mendapatkan satu poin kasih sayang ]
"Poin kasih sayang? maksudnya apa? ada-ada saja sistem ini" dede bergumam dalam hatinya.
[ Poin kasih sayang adalah poin jika digunakan maka anda akan sayangi oleh setiap makhluk yang melihat anda ]
"Oh baiklah aku mengerti, sekarang tunjukan dimana lokasi korban kelaparan itu?"
Kemudian sebuah layar hologram muncul dihadapan dede menunjukan sebuah peta yang memperlihatkan posisi dirinya dan korban kelaparan.
"Untung saja aku sebelumnya mendapatkan uang 50 ribu dari tante Anita. Sebaiknya aku membeli makanan dan minuman dulu" lalu dede berlari menuju warung nasi terdekat.
Sesampainya di warung kemudian dia memesan nasi rames dan air botol mineral. Ibu pemilik warung melirik kearah dede.
"dede memangnya kau punya uang berapa? tumben anak miskin seperti mu membeli di warung ini" bu Yeni mencibir kearah dede.
Semua orang di daerah itu memang sangat mengenal keluarga dede yang hidup dalam kemiskinan. Untuk makan sehari-hari saja mereka sering ngutang. Sekarang anak miskin ini memesan makanan di warung bu Yeni dengan berkata ringan.
Ada rasa sakit di hati dede mendengar kata-kata tajam pemilik warung, namun dia mencoba mengabaikannya.
"Sudahlah bu, tidak baik berkata seperti itu pada anak yatim seperti dede. Beri saja apa yang dia pesan biar saya sendiri yang akan membayarnya" kata pak haji Darman yang saat itu kebetulan sedang makan di warung bu Yeni.
Pak haji Darman adalah pemilik sawah tempat ibu dede bekerja. Beliau adalah seorang pria yang baik hati dimata masyarakat desa.
"Baik pak haji, saya akan membungkusnya sekarang. dede cepat bilang terimakasih pada pak haji dia sudah berbaik hati pada mu" kata bu Yeni melirik dede sinis.
dede mengalihkan pandangannya pada pak haji Darman kemudian dia mendekat lalu salim kepada pak haji.
"Terimakasih pak haji atas kebaikannya, tetapi saya benar-benar punya rezeki sedikit untuk saat ini. Jadi pak haji tidak perlu membayar pesanan saya" kata dede sopan.
Pak haji Darman sangat senang dengan kesopanan yang dede perlihatkan padannya, dengan tangan kanan mengelus rambut dede dia berkata ;
"Simpan uang itu untuk kebutuhan kamu dan keluarga. Biar pesanan kamu bapak yang bayar. Tidak baik menolak rezeki yang tuhan berikan". haji Darman berkata tulus.
"Kalau begitu terimakasih banyak pak haji" kembali dede menyalami tangan pak haji. Kemudian dia berbalik dan mengambil nasi rames dan air mineral kemasan.
Setelah keluar dari warung nasi dede kemudian berlari kembali menuju kearah yang ditunjukan peta hologram itu.
Sesampainya ditempat terlihat oleh dede seorang anak punk yang sedang terduduk lemas dipinggir jalan raya.
Tidak ada seorangpun yang mau menolong orang itu. Mungkin karena penampilannya yang mengerikan membuat orang-orang enggan untuk mendekatinya.
dede lalu mendekati orang itu, matanya terlihat terpejam, mulutnya sudah mengering. Serta banyak tato memenuhi seluruh kulit tubuhnya. Tindik berjajar dikedua telinganya.
"Bang..bang bangun bang" dede mencoba membangunkan anak punk itu dengan suaranya.
Beberapa waktu berlalu dia tetap tidak membuka matanya. Kemudian dede mencoba mendorong-dorong tubuhnya dengan pelan takut dia menjadi berbalik marah.
Perlahan anak punk itu membuka kedua matanya, "Siapa kau? kenapa membangunkan tidur ku?" matanya yang merah melotot kearah dede.
"Jangan marah bang, saya hanya mau menawarkan ini karena abang terlihat kelaparan" kata dede jujur sambil menyodorkan nasi rames bersama air minum botolan.
Anak punk itu melirik pemberian dede, seketika dia menjadi melunak, " ini benar buat saya?" tanya dia menyakinkan menatap lekat dede.
"Benar bang ambil saja saya ikhlas memberikan itu" kata dede jujur sambil tersenyum.
Seketika anak punk itu berkaca-kaca, dengan tangan bergetar dia meraih pemberian dede. "Jujur saja dek abang sudah tiga hari tiga malam tidak makan dan minum. Setiap abang ngamen tidak ada seorangpun yang memberi uang. Sekarang kamu memberikan nasi dan air ini tanpa diminta. Semoga kebaikan kamu diganti dengan yang lebih baik dari ini".
"Aamiin bang terimakasih sekarang makan saja. Saya akan pamit dulu sekarang" kata dede sambil membalikan badannya.
"Tunggu dek siapa nama kamu? barangkali saja kita bertemu lagi dikemudian hari" tanya anak punk itu.
"Nama saya dede Mulyadi warga desa sini" kata dede sambil melambaikan tangannya.
"Nama saya Ujang tindik. Ingat baik-baik ya. Kita akan berteman jika bertemu kembali'' kata dia sambil mengunyah nasi pemberian dede.
[ Ding ]
[ Selamat anda telah menyelesaikan misi ]
[ Anda mendapatkan poin kasih sayang apakah anda akan memakainya sekarang ya atau tidak ? ]
"Ya" jawab dede mantap tanpa ragu.
[ Selamat anda telah memakai poin kasih sayang, anda akan di sayangi seluruh makhluk yang menatap tubuh anda selama satu bulan ke depan ]
" Hahaha ada-ada saja emang bisa hanya dengan menatap saja aku jadi disayang semuanya, terserahlah yang penting aku sekarang bahagia setelah membantu orang ".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Izhar Assakar
ya tak sesuai antara zaman dan mata uang nya,,,
2023-03-31
0
KangJey
waw di tahun 1957 dikasih uang 50 ribu, happy banget!!
tahun 1957, 1 USD 90 rupiah!
kalau sekarang tahun 2022, uang 50.000 setara 555 dolar alias 8 juta lebih. wow harus diterima ded!
auto kaya raya!
2022-11-03
2
Phepheng Why
jadi idol🤣🤭
2022-09-24
1