"Eh stop, di sini aja," ucap Fiqan melihat penjual sate-satean.
"Wah mantep tuh," ucap Zacky mengerem motornya.
Mereka memarkirkan motornya tidak jauh dari warung tersebut lalu masuk ke dalam tendanya.
"Pak pesan sate ayam sama sate kambing masing-masing 2 porsi ya," pesan Fiqan.
"Baik, minumannya apa?" tanya penjual itu.
"Es teh aja," jawab Fiqan.
"Baik, harap menunggu," ucap penjual itu.
Fiqan dan Zacky mengangguk.
"Oh ya laptop kamu mana?" tanya Fiqan.
"Haish… baru beberapa hari ini aku jual," ucap Zacky.
"Eh, kenapa kamu jual?" tanya Fiqan mengangkat alisnya.
"Mau gimana, uang kuliahku nunggak, ayahku belum gajian, terpaksa laptop bututku itu ku jual," keluh Zacky.
"Ya udah, nanti kita beli yang baru deh, nanti aku juga kirim uang ke rekeningmu buat bayar kuliahmu," ucap Fiqan.
"Kamu serius?" tanya Zacky.
"Iya, mulai sekarang kamu jangan nyusahin mereka lagi deh, kita toh selama ini sudah di rawat oleh orang tua, jika tidak bisa membuat dia bahagia setidaknya jangan menyusahkan mereka. Apa lagi orang tuamu masih hidup, jadi ringankan beban mereka, kalau aku hidup nggak ada yang perhatian lagi," ucap Fiqan.
"Kamu jangan sedih donk, kamu 'kan punya aku," ucap Zacky bergelantungan di tangan Fiqan.
"Idih, jangan sok romatis deh kamu, aku nggak suka terong-terongan," ucap Fiqan menjauhkan kepala Zacky dari bahunya.
"Hahaha… untung saja aku laki-laki, kalau nggak aku beneran jatuh cinta sama kamu," ucap Zacky terkekeh.
"Kalo kamu perempuanpun aku nggak mau dekat-dekat sama kamu," ucap Fiqan jijik.
"Ihh… kamu kok tega banget sih," ucap Zacky menyengol bahu Fiqan.
"Ini satenya sudah siap, sila di nikmati," ucap Penjual itu meletakkan sate di atas meja.
"Terima kasih," ucap Fiqan dan Zacky bersamaan.
Mereka menyantap satenya dengan lahap. "Enek banget," ucap Zacky mengangguk-angguk.
"Kalau mau tambah lagi pesanlah," ucap Fiqan.
"Bener nih, jangan salahkan aku bikin kamu bangkrut ya," ucap Zacky. "Kamu mau juga nggak? Sekalian di pesankan," ucap Zacky.
"Enggak, ini aja aku udah kenyang," ucap Fiqan.
"Pak satu porsi sate ayam dan sate kambingnya ya," pesan Zacky.
"Oke siap," angguk penjual itu mengacungkan jempolnya. Penjual itu kembali membakar sate ayam dan sate kambingnya.
Zacky terus melahap makanannya setelah sate yang ia pesan itu ia lahap lagi sehingga membuat ia benar-benar kekenyangan.
"Aduh… aku nggak kuat gerak nih," ucap Zacky tepar di kursinya.
"Ya sudah, santai dulu sebentar," ucap Fiqan menyedot es tehnya.
Fiqan mengambil ponsel dari saku celananya dan melihat berita di web kampus.
"Hey! Zacky, lihat nih, ternyata ada berita seru ya," ucap Fiqan.
"Berita apa'an?" tanya Zacky.
"Saat kita tidak kuliah hari ini, si kembang kampus ternyata di tembak oleh Andrian, cowok paling kece di kampus," jawab Fiqan.
"Terus mati?" tanya Zacky terkekeh.
"Hey longor, kalo mati nggak ada yang gantiin Eunhy di kampus kita," ucap Fiqan.
"Maksudku si Eunhy terima Andriannya nggak?" tanya Zacky penasaran.
"Kata Eunhy dia pikir-pikir dulu," jawab Fiqan.
"Astaga! Meskipun aku tau jika aku tidak di terima oleh Eunhy, tapi jika ada yang menyatakan cinta padanya aku juga merasa sakit hati," ucap Zacky memegang dadanya.
"Hm… orang seperti Andrian saja tidak di terima, apa lagi kita, bagaikan pungguk merindukan bulan," ucap Fiqan.
"Lagian Eunhy pria seperti apa yang dia suka sih? Dia sangat pemilih," ucap Zacky.
"Lalu kenapa kau menyukainya?" tanya Fiqan.
"Haish… jika tidak bisa memilikinya maka nikmati saja keindahannya," ucap Zacky.
"Dasar mata keranjang," ucap Fiqan.
"Ayolah, kau malah mengataiku mata keranjang, kau juga menyukainya'kan?" tebak Zacky mengangkat bibirnya.
"Setidaknya aku tidak menikmati keindahannya," jawab Fiqan.
"Aku rasa tidak ada yang tidak menyukai Eunhy, gadis cantik itu," ucap Zacky membayangkan wajah Eunhy.
"Kamu sudah belum, kalo sudah ayo kita berangkat mencari laptop," ucap Fiqan menyimpan kembali ponselnya.
"Sudah-sudah," angguk Zacky.
"Berapa pak?" tanya Fiqan.
"Sate ayam 25.000 perporsi, tadi ada 3 porsi ya, jadinya 75.000 dansate kambing 30.000 perporsi 90.000 dan es teh 2 gelas 14.000 Semuanya 179.000," ucap bapak penjual itu setelah menghitungnya.
"Hm… saya kirim ke rekening bapak saja ya," ucap Fiqan.
"Oh baiklah," angguk bapak tersebut. Fiqan meminta nomor rekening lalu Fiqan mengirimnya.
Pengiriman berhasil✔
Ding dong
Uang Anda di kurang 200.000
Sisa uang Anda 80.120.000.
"Sudah terkirim," ucap Fiqan memperlihatkan layar ponselnya.
"Oh iya sudah terima kasih ya, sisanya mau ambil apa?" tanya bapak itu.
"Tidak usah pak ambil saja kembaliannya," ucap Fiqan.
"Terima kasih," ucap bapak tersebut.
bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Driyanto Kriswan
Jika zaman digital baik juga sih pedagang UMKM semuanya menerima bayaran atau transaksi bisnis dengan transfer rekening, termasuk pedagang sayur keliling, tukang bakso, warteg, penjual cingcau, penjual mainan anak, penjual kerupuk, pemulung dan pedagang rongsokan, tarikan iuran RT, beri sumbangan hajatan atau kematian, why not?
2025-01-31
0
Driyanto Kriswan
Sate-satean kan bisa asyik kunyah-kunyahan dengan mulut-mulutan
2025-01-31
0
Anonymous
Author kok ngerti longor
2024-06-10
2