Ding dong
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan box coklat.
Apa Anda ingin membukanya?
[Ya]
[Tidak]
Fiqan menyentuh tulisan Ya di layar monitornya.
Selamat Anda mendapatkan uang 30.000.000
Selamat Anda mendapatkan bingkisan perisai kekuatan bertahan dari senjata tajam.
Status misi: selesai.
Ding dong
Uang Anda di tambah 30.000.000
Uang Anda menjadi 80.320.000.
"Kenapa kamu nggak ambil uangnya tadi 'kan lumayan buat beli bahan bakar untuk motor," ucap Zacky dari atas motor, motor mereka beriringan.
"Kamu gimana sih, menolong orang itu yang iklas donk jangan berharap imbalan, lagian nanti kalau kita dalam keadaan kesulitan orang juga menolongnya minta imbalan," ucap Fiqan.
"Kamu baik banget sih, sepertinya aku harus banyak belajar dari kamu nih," ucap Zacky.
"Aku 'kan emang dari dulu baiknya, kenapa kamu tidak menyadarinya?" tanya Fiqan mencibir.
"Hehehe… benarkah? Tapi aku bener-benar menyadarinya sekarang," ucap Zacky terkekeh.
"Sukakmu lah," ucap Fiqan manyun.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di rumah Zacky.
"Ayo masuk, kamu tolong bantu bicara juga kalau aku tinggal bersamamu," pinta Zacky.
"Kamu laki nggak? Masa ngadapin orang tua aja takut, gimana ngadapin mertua," ejek Fiqan.
"Kamu gitu sih, itu 'kan masalah yang akan datang, pikirnya nanti aja, ini sekarang masalahnya ada di depan," ucap Zacky menarik tangan Fiqan masuk ke rumahnya.
"Kok baru pulang Zacky, eh ada Fiqan juga, kalian sudah makan belum?" tanya Ibu Zacky yang sedang menonton televisi.
"Belum, tapi akan makan di luar, oh iya bu, aku mulai sekarang tinggal bareng Fiqan ya, soalnya banyak tugas yang harus kami kerjakan," ucap Zacky melihat ke arah Fiqan minta bantuan bicara.
"Iya bude, tugas kuliah banyak banget, karena jurusan kami sama, jadi kami mau mengerjakannya sama-sama," ucap Fiqan.
"Tapi kalian janji ya nggak bikin onar," pesan ibu Zacky.
"Enggaklah buk, kami anak muda yang baik-baik lho, dan tadi saat pulang ke sini kami mengagalkan aksi pencurian motor di tempat salah satu warga," ucap Zacky dengan bangganya.
"Kami?" tanya Fiqan memandang Zacky mencibir.
"Ye tadi aku ikut meninju pencurinya," ucap Zacky.
"Iya, tapi itu yang kamu tinju'kan emang udah pingsan," jawab Fiqan.
"Kamu niat bantuin nggak sih," bisik Zacky membuat Fiqan terkekeh.
"Iya bude, tenang aja, kami justru ingin mengukir prestasi, jadi kami ingin belajar dengan tenang," ucap Fiqan.
"Baiklah tapi janji kalian harus jaga diri baik-baik," ucap Ibu Zacky.
"Iya tenang aja bu, kami akan baik-baik saja," ucap Zacky menyakinkan ibunya.
"Ya udah aku beres baju dulu, aku akan sering pulang kok, motor juga nggak aku bawa," ucap Zacky.
"Lalu kalian mau pakai apa pergi ke kampus?" tanya ibu Zacky.
"Tenang, Fiqan punya motor baru, aku ngekor terus sama Fiqan menggunakan motornya," jawab Zacky tersenyum ke arah Fiqan.
"Iya Bude, masalah makan bude tidak perlu khawatir, kami punya kerja sampingan jika hanya untuk makan," ucap Fiqan agar ibu Zacky tidak khawatir.
"Kerja apa?" tanya Ibu Zacky.
"Hm… itu kami mengerjakan diskripsi orang lain, ya kan Zacky," ucap Fiqan.
..."Iya bener bu," angguk Zacky cepat....
"Ya sudah, terserh kalian saja asal tidak melakukan kejahat saja itu sudah sangat membantu," ucap Ibu Zacky.
"Siap bu. Ayo bantu aku kemasi barang yang perlu di bawa," pinta Zacky.
"Iya," Fiqan berdiri dan mereka masuk ke dalam kamar Zacky.
"Kamu jangan bawa barang yang banyak, bawa yang perlu aja," ucap Fiqan.
"Iya, yang penting bawa baju nih," ucap Zacky.
"Bawa beberapa pasang saja, jangan kau bawa 1 lemari pula," ucap Fiqan.
"Iya, iya," jawab Zacky memilih baju yang menurutnya bagus lalu mengambil beberapa buku untuk kuliahnya lalu memasukkannya ke dalam tas.
"Ini sudah semua, ayo kita pergi," ajak Zacky.
"Oke," angguk Fiqan.
Mereka pun keluar dari kamar dan berpamitan dengan ibu Zacky.
"Kalau begitu kami pergi dulu ya bu, bilang juga sama ayah," ucap Zacky.
"Iya, kalia hati-hati, sering-sering pulang," pesan ibu Zacky.
"Iya bude, tenang aja," ucap Fiqan.
Mereka pun bersalaman dan menuju motor milik Fiqan.
"Siapa yang bawa motor?" tanya Zacky.
"Kamu yang bawa," ucap Fiqan.
"Oke," jawab Zacky meletakkan tasnya di depan lalu menstaterkan motornya.
"Wah motor baru emang beda ya," ucap Zacky mengoyang-goyangkan motor.
"Hey, kamu jangan ngebut ya, kita itu adalah masyarakat yang menaati lalu lintas," ucap Fiqan.
"Iya, ayo. Kita ke mana dulu nih?" tanya Zacky.
"Ayo cari makan di tepi jalan, lumayan buat cari ide," saran Fiqan.
"Oke," angguk Zacky melajukan motornya di jalanan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Harman LokeST
maaaaaaaaaaaaannnnnnnnnntttaaaaaaaaaaaaaaaaaaaapppppppppppp
2024-03-13
2
Ahmad R Laros
hhhhe ayo ha pokoknya kereeen
2023-08-06
2
Yoni Hartati
kl bunda tau kl anak minta dibelikan baju dan sepatu mahal pasti mungkin marah sm anaknya. udah tau temannya miskin, ortu udah tdk ada malah dimintai belikan dan di biyai makan
2023-06-26
0