"Eh beneran punya kamu," ucap Zacky menyambar surat tersebut dari tangan Fiqan. Ia melihat di sana tertulis atas nama Fiqan.
"Astaga! Ini beneran punya kamu, gila! Kamu bener-bener keren, kalau begitu kita nggak perlu naik motor bututku ini," ucap Zacky tertawa.
"Iya, kamu kasih saja sama orang tua kamu motornya, mereka lebih membutuhkan untuk cari uang," ucap Fiqan.
Zacky mengeleng-gelengkan kepalanya, ia tersenyum melihat surat-surat itu, meskipun itu milik Fiqan, ia malah lebih senang di banding Fiqan.
"Wah bener-bener kamu ya, aku merasa hidup nih sama kamu," ucap Zacky terkekeh. Fiqan hanya tersenyum sambil membuka pintu sewa rumahnya.
"Udah ayo masuk, katanya mau ngetes baju baru," ajak Fiqan.
"Oh iya iya," ucap Zacky berlari masuk ke daam rumah.
Fiqan memberikan paper bag milik Zacky dan mengambil baju di dalam paper bag miliknya.
"Wih, baju mahal begini emang keren," ucap Zacky terkagum-kagum setelah mengenakannya baju pilihannya. maklumi saja, namanya orang susah, kalau ada baju baru itu senengnya selangit, apa lagi pakaian mahal.
"Apa aku tidak perlu membuang lebel harganya kali ya biar kelihatan harganya malah," ucap Zacky terkekeh.
"Apa'an kamu norak, bagi mereka yang tau merek mahal, nggak perlu ada lebel harganya saja mereka bakalan tau harganya," ucap Fiqan.
"Eh, bener juga kata kamu," ucap Zacky setuju. Mereka mengenakan baju barunya.
"Waw bener-bener keren," ucap Zacky terkagum-kagum.
Setelah mengetes berjam-jam, akhirnya mereka kembali menyimpan bajunya di paper bag lalu menyimpanya.
"Udah agak gelap nih, aku mau kasih orang tua aku bilang kalo aku tinggal sama kamu," ucap Zacky.
"Ayo aku antar, sekalian kita cari makan, udah laper banget nih," ajak Fiqan berdiri. Fiqan mengunci pintu rumahnya lalu mereka pun naik motor masing-masing menuju rumah Zacky.
Ding dong
Anda mendapatkan box coklat
Apa Anda yakin ingin membukanya?
[Ya]
[Tidak]
Fiqan menyentuh tulisan Ya
Misi baru
Di depan 400 meter ada 2 orang yang sedang melakukan pencurian motor.
Fiqan melajukan motornya meninggalkan Zacky dengan motor kedek-kedeknya.
"Hey! Mentang-mentang motor baru kau ngajak balapan ya!" teriak Zacky.
Tiba-tiba motor Fiqan berhenti, karena ada 1 orang yang sedang menunggi di luar dengan motornya sedangkan temannya yang lain ingin membobol kontak kunci motor yang ingin mereka curi.
Fiqan mengstandarkan motornya lalu menyerbu ke arah pencuri motor tersebut lalu menangkapnya.
"Kalian ingin mencuri motor ya," ucap Fiqan memegang tangan pencuri itu.
"Lepaskan!" teriak pencuri itu.
"Tidak akan," ucap Fiqan. Temannya yang satu lagi membantu melepaskan tangan Fiqan dari tangan temannya itu.
"Hey! apa yang terjadi?" tanya Zacky melihat Fiqan sedang bergelut. Zacky turun dari motornya lalu menuju ikut ke arah Fiqan.
Tak ada cara lain, karena pegangan tangan Fiqan sangat kuat. Temannya itu mengeluarkan senjata tajam.
"Fiqan!! Awas!" teriak Zacky melihat pria itu ingin menusuk Fiqan.
Fiqan menendang perut pria itu meskipun ia sedang memegang tangan temannya.
Tak mau kalah, teman pria itu kembali mengibaskan senjata tajamnya ke arah Fiqan. Fiqan menghindarnya. Dengan kekuatan penuh Fiqan mengumpulkan kekuatan di tangannya lalu meninju ke arah temannya dan ia langsung pingsan.
Zacky langsung berlari ke arah pria itu lalu meninjunya lagi memastikan agar pria itu benar-benar pingsan.
Fiqan juga membalikkan tangan pria itu lalu menghempasnya ke lantai.
Orang dari rumah pun keluar karena ada bunyi hempasan.
"Ada apa ini?" tanya pemilik rumah baru menyadarinya.
"Mereka ingin mencuri motor bapak, untungnya kami masih sempat menangkapnya," ucap Fiqan.
"Ah benarkah? Jika begitu kami sangat berterima kasih, jika begitu kami akan segera memanggil polisi. Kamu pegang penjahat itu," ucap bapak itu kepada anak laki-lakinya.
Bapak itu masuk ke dalam rumahnya lalu mengambil ponsel dan mengambil dompetnya.
"Ini ada sedikit rezeki buat kalian, jika tidak ada kalian mungkin motor ini sudah tidak ada lagi," ucap bapak itu menyerahkan beberapa lembar uang berwarna merah.
"Tidak perlu pak, kami hanya orang yang hanya kebetulan lewat saja," ucap Fiqan menolak pemberian dari bapak tersebut.
"Tidak apa-apa, saya ikhlas nmemberi ini," ucap Bapak itu menyodorkan uangnya.
"Saya juga iklas membantu, jika begitu kami permisi dulu pak," ucap Fiqan.
"Apa tidak menunggu polisi datang dulu?" tanya bapak itu.
"Tidak perlu pak, kami sedang buru-buru," ucap Fiqan. "Jika begitu kami permisi dulu. Ayo cepat," ajak Fiqan kepada Zacky.
"Eh iya," angguk Zacky menaiki motornya lalu mereka pun melaju di jalanan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Harman LokeST
Fiqan menangkap orang yang akan mencuri motor
2024-03-13
2
Ai Dewi Komala
cukup menarik
2023-05-31
1
Shake Happy
begal kok gak bawa senpi
baru belajar jadi begal ini
2023-02-21
1