Bapak itu menangis memohon.
"Ayo kembali ke toko, biar aku yang bayar," ucap Fiqan.
"Ha?" bapak itu binggung.
"Ayo," ajak Fiqan menarik tangan bapak tersebut masuk ke dalam toko itu lagi.
Fiqan membawa bapak itu ke arah kasir lalu mengambil sepatu di dalam tas tersebut.
"Sepatu ini berapa?" tanya Fiqan meletakkan sepatu tersebut di atas meja kasir.
"Oh ini 120 ribu," jawab kasir itu. Fiqan mengeluarkan kartu ATM-nya lalu mengesek di mesin pembayaran.
Pembayaran berhasil✔
Ding dong
Uang Anda di kurang 120.000
Sisa uang Anda 25.920.000.
"Terima kasih," ucap kasir itu menyerahkan sepatu tersebut yang sudah ia masukkan ke dalam kantong.
"Sama-sama," angguk Fiqan menerima sepatu tersebut lalu menyerahkannya kepada bapak tersebut saat mereka di luar toko.
"Semoga kejadian ini jangan terulang kembali ya, jika seandainya bukan aku yang lihat tapi orang lain, bapak pasti di tangkap. Jika hari ini bapak beruntung, hari besok tidak akan ada seberuntung ini lagi," pesan Fiqan.
"Iya, saya tudak akan mengulanginya lagi, saya janji dan ini yang terakhir. Dan saya juga sangat berterima kasih kepada Tuan karena sudah membayar sepatu ini, jika di lain waktu kita bertemu saya pasti akan membalas kebaikan Tuan dengan segenap yang saya bisa," ucap bapak tersebut.
"Tidak, terima kasih, pulanglah, anak bapak pasti menantikan sepatu ini," ucap Fiqan.
"Iya, terima kasih banyak, jika begitu saya permisi dulu," ucap bapak tersebut melangkahkan kaki pergi meninggalkan toko tersebut.
Ding dong
Misi selesai
Selamat Anda mendapatkan box biru.
Apa Anda yakin ingin membukanya?
[Ya]
[Tidak]
"Hm… nanti saja aku membukanya, aku ingin membeli sepatu dulu," ucap Fiqan.
Fiqan menekan tulisan tidak di layar monitornya.
[Pembukaan Box di pending]
Fiqan kembali melihat sepatu yang terjejer rapi dan memilihnya.
"Lho? Aku pikir kamu tadi di kasir udah selesai milih sepatunya, apa tadi kurang cocok?" tanya Zacky yang sudah menenteng sepatu yang ia pilih.
"Belum, tadi itu aku bayarin bapak-bapak yang beli sepatu untuk anaknya," jawab Fiqan mengambil salah satu sepatu kets warna putih.
"Kamu baik sekali, sepertinya kamu pasti dapet uang lotre'kan?" tebal Zacky.
"Ini bukan lotre, tapi uang hasil kerjaku," ucap Fiqan.
"Tapi banyak sekali uangmu, aku tak pernah melihat kamu punya uang sebanyak ini," ucap Zacky penasaran.
"Jangan kau tanya aku dapat uang dari mana, yang pasti uang ini aman dan halal," ucap Fiqan.
"Hm… baiklah, baiklah, aku tidak bertanya lagi, aku doakan semoga rezekimu lancar terus seperti hari ini, 'kan kalo kamu kaya aku juga kecipratan kaya juga," ucap Zacky menyengir.
"Ya sudah, kamu sudah belum pilih sepatunya?" tanya Fiqan.
"Sudah donk, tunggu tinggal di bayar saja lagi," ucap Zacky mengangkat sepatunya.
Fiqan mengajak Zacky menuju kasir lalu meletakkan sepatunya di atas meja kasir.
Kasir itu menghitung jumlah belanja Fiqan. "Semuanya 600 ribu," ucap kasir itu.
Fiqan kembali mengeluarkan kartu ATM-nya lalu mengesek di mesin pembayaran.
Pembayaran berhasil✔
Ding dong
Uang Anda di kurang 600.000
Sisa uang Anda 25.320.000.
"Terima kasih, silakan berlangganan kembali," ucap kasir itu menerahkan 2 pasang sepatu tersebut.
"Sama-sama," angguk Fiqan.
Mereka berdua menuju motornya dan Zacky langsung mengengkol motor bututnya dan melaju di jalanan.
"Oh iya, boxku belum di buka tadi," ucap Fiqan membuka layar monitor yang hanya ia sendiri yang dapat melihatnya.
[Apa Anda yakin ingin membukanya?]
[Ya]
[Tidak]
Fiqan menyentuh tulisan Ya
Ding ding
Selamat Anda mendapatk uang 25.000.000
Selamat Anda mendapatkan sebuah motor matic baru. Motor Anda sudah ada di halaman rumah Anda.
Status misi: selesai.
Ding dong
Uang Anda di tambah 25.000.000
uang Anda menjadi 50.320.000.
"Asik, tambah banyak aja," ucap Fiqan senang.
"Apanya yang tambah banyak?" tanya Zacky.
"Eh bukan apa-apa, kamu kemudi saja dengan bener," ucap Fiqan.
"Hm…"
Tak lama kemudian, mereka akhirnya sampai di depan rumah sewa Fiqan dan Zacky memberhentikan moyornya di dekat motor baru yang terpakir cantik di halaman rumah.
"Eh… motor siapa ini? Apa ada seseorang yang datang ke rumahmu?" tanya Zacky penasaran melihat motor baru itu.
"Enggak, itu motorku," jawab Fiqan.
"Ha? Kamu jangan becanda deh! Kapan kamu ke dialer buat beli motornya," ucap Zacky tak percaya, karena dari tadi Fiqan terus di dekatnya.
"Kamu tidak percaya," ucap Fiqan mendekati motor tersebut lalu membuka jok motornya dan meengambil surat-surat motor tersebut.
"Nah 'kan, ini punyaku," ucap Fiqan memperlihatkan nama pemilik kendaraan di surat STNK dan BPKB-nya kepada Zacky.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Driyanto Kriswan
Ternyata tebakanku dan harapanku tertulis di alinea berikutnya yaitu dapat hadiah motor dari sistem. Joss!
2025-01-31
0
Driyanto Kriswan
Apakah akan beli motor termahal terkini, atau mobil sport atau malah akan dapat hadiah dari sistem?
2025-01-31
0
Harman LokeST
sekarang Fiqan mempunyai motor
2024-03-13
2