Mereka memilih pakaian. Sedangkan Deri dan kawan-kawan masih mengikuti Fiqan.
"Lihatlah mereka, sepertinya ingin cari perkara," ucap Zacky kesal.
"Sudahlah, abaikan mereka, jika kita terpancing oleh ejekan mereka takutnya kita di black list untuk datang ke sini," ucap Fiqan yang sedang mengambil baju yang menurutnya cocok dengannya.
"Iya, abaikan saja dia," ucap Zacky juga mengambil pakaiannya.
"Astaga! Ini harganya mahal sekali," ucap Zacky.
"Ambil saja jika kau suka, tenang saja aku akan membayarnya," ucap Fiqan tersenyum.
Mereka masuk ke ruang ganti dan mengenakannya.
"Hehe… baju ini sangat cocok denganku," ucap Zacky senang.
"Jika kau mau, kau bisa pilih lagi," ucap Fiqan.
"Kau serius? Apa uangmu sangat banyak itu?" tanya Zacky membelalakan matanya.
"Iya, belanja saja dengan tenang," jawab Fiqan tersenyum.
Mereka pun berbelanja ria, memilih baju yang mereka suka.
"Aku sudah dapet 3 pasang nih, kamu mau berbelanja lagi?" tanya Zacky.
"Aku juga sudah dapet 4 pasang baju, aku kayaknya sudah nih, jika sudah ayo ke kasir," ajak Fiqan.
Zacky mengangguk.
Mereka pun menuju kasir.
"Mereka menuju kasir," ucap Monan.
"Apa mereka beneran ada duitnya?" tanya Deri. Mereka bertiga berjalan dan bersembunyi di balik-balik baju sambil memperhatikan Fiqan dan Zacky.
Kasir itu menghitung jumlah belanjaan Fiqan dan Zacky.
"Semuanya lima juta enam ratus," ucap kasir itu.
Fiqan mengeluarkan kartu ATM-nya lalu mengesek di mesin pembayaran.
Pembayaran berhasil✔
Ding dong
Uang Anda di kurang 5.600.000
Sisa uang Anda 26.040.000.
"Ini Tuan barangnya, terima kasih dan silakan berlangganan," ucap kasir itu menyerahkan paper bag kepada Fiqan.
"Iya," angguk Fiqan.
Mereka pun pergi beranjak dari tempat kasir menuju parkiran.
Deri dan teman-temannya pun keluar dari balik-balik baju.
"Ternyata dia punya uang, pantasan dia berani datang ke mall," ucap Monan.
..."Entah dapat uang dari mana dia bisa beli baju mahal," ucap Deri menatap kepergian Fiqan....
"Ke mana kita lagi nih?" tanya Zacky.
"Pulanglah, mau ngetes baju baru nggak," ucap Fiqan.
"Wah bener banget, aku sudah tak sabar buat mencobanya," ucap Zacky.
"Eh bentar-bentar, kita mampir dulu ke toko sepatu dulu," ucap Fiqan.
Zacky membelokkan motornya menuju toko sepatu.
"Ayo kamu pilih juga," ucap Fiqan.
"Ah beneran nih," ucap Zacky senang, ia pun langsung memilih sepatu yang cocok untuknya.
Ding dong
Anda mendapatkan box biru
Apa Anda yakin ingin membukanya?
[Ya]
[Tidak]
Fiqan menyentuh tulisan Ya di layar monitornya.
Ding dong
Misi baru
Seorang bapak-bapak yang mencuri sepatu anak-anak.
Toko itu cukup ramai juga, sekitar ada 15 orang di dalamnya, Fiqan melihat di sana ada beberapa bapak-bapak memang sedang memilih sepatu anak-anak.
"Hey! Kamu belum pilih juga?" tanya Zacky saat melihat Fiqan malah melihat pembeli di banding sepatunya.
"Eh iya," angguk Fiqan.
Fiqan melihat seorang bapak-bapak memasukkan sepatu anak-anak ke dalam tas lalu ia pun pergi.
Fiqan menarik tangan bapak tersebut. "Pak, mencuri itu tidak baik lho," ucap Fiqan.
Bapak itu melihat ke kiri dan kanan lalu balik memegang tangan Fiqan lalu membawanya menjauh dari toko tersebut.
"Tolong Nak, jangan kasih tau pada pemilik toko itu, saya benar-benar tidak punya uang untuk membeli sepatu untuk anak saya, sedqng sepatu anak saya sudah tidak layak pakai lagi dan dia terus merengek minta di belikan sepatu baru, saya sudah kehabisan akal, sedang uang kerja saya cuma cukup makan sehari saja, saya mohon tolong bantu saya kali ini," ucap bapak itu memohon.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Driyanto Kriswan
Kenapa gak beli sepatu di Mall?
2025-01-31
1
On fire
😆😆
2024-08-13
1
Harman LokeST
Fiqan menangkap orang yang akan mencuri sepatu
2024-03-13
0