"Tentu saja dia punya alasan, apa kamu punya salah dengannya?" tanya Fiqan.
"Salah? Aku tidak tahu apa salahku," ucap pria itu mengelengkan kepala.
"Apa mungkin mulai dari orang yang kamu suka? Atau kamu lebih hebat darinya, itu semua bisa saja terjadi," ucap Fiqan.
"Hm… kami bertiga berteman, pacarku adalah temannya juga, aku berpacaran dengan Dita, apa mungkin dia menyukai Dita juga sehingga dia ingin membunuhku?" tanya Pria itu.
"Aku rasa begitu," ucap Fiqan mengangguk.
"Silakan Tuan menikmati makanannya," ucap pelayan tersebut.
"Terima kasih," ucap Fiqan.
"Makanlah, tapi aku nggak bisa menemanimu ya, aku pulang ingin melihat apa yang di lakukan oleh dia," ucap Pria itu.
"Baiklah terima kasih atas makanannya," ucap Fiqan.
"Sama-sama, aku pergi dulu," ucap pria itu pergi menuju mobilnya dan melaju pergi.
Fiqan menyantap makanannya dengan lahap. "Sudah lama aku tidak makan makanan enak seperti ini," ucap Fiqan menyinyah makanannya.
Setelah selesai makan, Fiqan pun pergi dari sana dan menikmati keindahan pantai tersebut.
"Hm… aku harus beli makanan enak juga nih untuk kakang dan teteh," ucap Fiqan menuju kembali restoran tersebut.
"Mbak, aku mau pesan makanan tadi dua porsi, di bungkus ya mbak," pinta Fiqan.
"Baik Tuan, tunggu sebentar ya," ucap pelayan restoran tersebut.
Fiqan duduk di kursi restoran tersebut sambil memainkan ponselnya.
Ding ding
Anda mendapatkan sebuah box merah
Apa ingin membukanya?
[Ya]
[Tidak]
Fiqan menenekal tombol [Ya]
Ding dong
Misi baru
Membantu Seorang anak bayi yang keselek.
Fiqan mengangkat alisnya.
"Hm di mana bayinya?" tanya Fiqan melihat kiri dan kanan.
"Tuan, ini makanan," ucap pelayan itu memberikan kepada Fiqan.
"Berapa Mbak?" tanya Fiqan.
"300 ribu," jawab pelayan tersebut.
Fiqan mengscan di mesin pembayaran.
Ding dong
Uang Anda di kurang 300.000
Sisa uang Anda 9.050.000.
Fiqan beranjak dari restoran tersebut dan mencari anak yang keselek.
"Oh iya, dokter tadi mana ya?" tanya Fiqan melihat tempat duduk dokter tadi.
"Eh udah pergi ya?" ucap Fiqan mendapati dokter itu sudah tidak ada lagi.
Fiqan memutuskan untuk mencari si bayi tersebut.
Sang ibu menangis melihat anaknya keselek dan membuat saluran pernafasannya tersumbat dan membuat sang bayi tak bisa bernafas.
"Ayo, ayo bawa ke rumah sakit," ucap ayahnya.
"Tunggu!" panggil Fiqan berlari ke arah orang tua bayi tersebut.
"Ada apa?" tanya ayah bayi tersebut.
"Jika di bawa ke rumah sakit tidak akan sempat, aku bisa membantunya," ucap Fiqan.
"Udah jangan buang-buang waktu lagi, kita nggak punya waktu buat dengeri dia," ucap ayah anak tersebut naik ke dalam mobil.
Fiqan mengambil anak yang ada di tangan ibunya lalu membalikkan badan bayi tersebut dan menekan punggungnya.
Makanan yang di makan bayi tersebut keluar dari mulutnya, seketika anak tersebut menangis.
"Ini anak ibu," ucap Fiqan kembali menyerahkan kepada ibunya.
"Cup… cup sayang, jangan nangis ya, kamu udah baikan sekarang. Terima kasih ya dek sudah bantu, mungkin kalau di bawa ke rumah sakit bakalan terlambat, terima kasih ya Dek," ucap ibu itu.
"Iya sama-sama, sudah tugas saya membantu orang yang sudah membutuhkan," ucap Fiqan mengangguk.
"Oh iya, apa bisa kami melakukan untuk membalas kebaikanmu Dek?" tanya ibu bayi itu.
"Tidak perlu, saya hanya ingin membantu saja kok," ucap Fiqan menolaknya. "Jika begitu saya permisi dulu," ucap Fiqan berpamitan.
"Iya, terima kasih banyak ya," ucap ibu itu lagi.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
DigiDaw
Emangnya elu siape sih?!! Super Hero??
2025-01-31
1
On fire
Terlalubbaik
2024-08-13
1
On fire
Ajinnnbb
2024-08-13
0