"Itu sudah membuktikan jika dia bersalah," ucap Fiqan.
"Aku seorang dokter, biarkan aku melihatnya," ucap Salah satu pria bertubuh tinggi dengan pakaian rapi tiba-tiba datang.
"Baik Dokter," angguk orang di sana.
Dokter itu melihatnya dengan teliti lalu mencium baunya.
"Eh… ini serbuk racun, apa bila termakan makan 3 hari setelahnya kamu akan menjadi mual-mual, muntah, dan gangguan pencernaan. jika tidak mendapat pertolongan pertama maka akan menyebabkan kematian," jelas dokter itu.
"Apa!!" teriak pria itu terbelalak. Ia tak percaya jika sahabatnya itu tega melakukan itu padanya.
Pria itu terduduk di kursinya kembali menundukkan kepala dengan menopang kedua tangannya.
"Kenapa dia bisa setega itu padaku, apa salahku?" tanya pria itu dengan mata berkaca-kaca.
"Terima kasih ya dokter Anda sudah mengagnosanya sehingga kami dapat ilmu dari dokter," ucap Fiqan.
"Sama-sama, kamu juga sangat sigap dalam dan teliti sesuatu yang di lakukan seseorang, justru kamu sudah menyelamatkan seseorang dari maut yang belum menjemputnya," ucap dokter itu tersenyum dan menepuk pundak Fiqan.
"Terima kasih dokter atas pujian Anda," ucap Fiqan.
"Dari bicaramu, kamu orang yang berpendidikan, di mana kamu bersekolah?" tanya dokter itu.
"Saya seorang mahasiswa tingkat pertama Dokter, saya kuliah di universitas Hywarang di jurusan manejemen," ucap Fiqan.
"Wah sungguh tidak menyangka ternyata kamu orang terpelajar," ucap dokter itu menepuk pundak Fiqan.
Tiiin! Tiiin!
Sebuah pesan singkat masuk di ponselnya dan Fiqan membacanya, ternyata dari temannya Zacky.
"Wah… saya tidak pernah melihat ponsel merek FQ," ucap dokter itu.
"Oh karena ponsel ini beda dari ponsel yang lain dok, ini ponselnya sudah terprogram dari system sendiri, jadi bentuk dan isinya juga beda beda dari ponsel kebanyakan," jelas Fiqan.
"Boleh di katakan hanya kamu sendiri yang punya ponsel ini," ucap dokter itu.
"Bisa di bilang begitu," ucap Fiqan mengangguk setuju.
"Kamu sangat hebat ya, baiklah jika begitu saya kembali lagi ya," ucap dokter itu.
"Baik dokter," angguk Fiqan. Dokter itu pun kembali ke meja bersama kekuarganya.
Pria itu melihat ke arah Fiqan dan berdiri. "Terima kasih ya sudah memberiku bantuan besar, di saat orang lain tidak menyadarinya, kau malah memperhatikan sekitarmu, aku sangat berterima kasih sudah membantuku, bagaimana jika aku mentraktirmu makan sebagai gantinya," ucap pria itu.
"Terima kasih," angguk Fiqan. Dan ia pun duduk di kursi.
"Hm… i-itu… terima kasih, jika tanpa bantuan Anda mungkin restoran kami jadi imbasnya, maaf jika tadi saya berlaku kasar kepada Anda tadi, saya benar-benar tidak tahu jika Anda mahasiswa, sekali lagi saya minta maaf," ucap pelayan itu merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, tidak usah di pikirkan," ucap Fiqan tersenyum.
"Pesan makanan sea food yang sangat di rekomendasikan di restoran ini," pesan pria itu.
"Baik Tuan, akan segera datang," ucap pelayan itu langsung menuju dapur.
"Kamu sangat berbesar hati sekali ya, jika aku jadi kamu mungkin aku sudah minta kompensasi karena sudah berlaku kasar denganku tadi," ucap Pria itu.
"Terkadang kita juga harus memberi mereka kesempatan karena tak semua orang akan mengulangi kesalahan yang dia buat," ucap Fiqan.
"Kamu sangat baik ya, cuma aku tak habis pikir kenapa malah teman dekatku ingin membunuhku, apa salahku?" tanya pria itu menyanyangkannya.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Eldo Fernando
tor kok cepat sekali bersambungnya
2025-02-01
0
acid
stop sampai disini..
gak respect lagi
2025-01-04
0
On fire
😆😆😆
2024-08-13
1