That Crazy Psychopath Is Mine!
^Chapt-Twelve-^
--------------||-------------
Disebuah benua yang terletak secara geologis dan geografis antara semenanjung atau anak benua dan juga bisa disebut sebagai..
Seorang pemuda tampan nan mapan baru saja menginjakkan kakinya di benua tersebut dengan sorot tajamnya kini dia tengah berada didalam mobil menuju tempat tinggal sementara nya
Someone:-
Apa masih jauh, erick?❄
Erick Hritz
Perkiraan 10 menit lagi kita akan sampai tuan
Someone:-
Sudah gue bilang jangan panggil--
Erick Hritz
Iya-iya maafkan aku tuan muda Arvin
Arvin Ricardo
Cih!
(Berdecih kesal dan memijit pelipis nya)
Erick Hritz
Mau mampir di coffee shop?
Erick Hritz
Pak nanti jika ada coffee shop depan tolong berhenti
(Ucapnya pada sang sopir)
Setelah menempuh waktu sekitar 5 menit kedua nya pun telah sampai didepan coffee shop
Erick Hritz
Biar gue aja yang ngantri, lo tunggu disini
(Hendak keluar dari mobil)
Arvin Ricardo
Istirahat saja dulu, diatas sana ada room khusus
(Ucapnya seraya menatap bangunan itu)
Arvin Ricardo
(Mengangguk dan langsung keluar)
Erick Hritz
Lah tunggu woee!
(Ikut keluar)
Kedua nya pun memasuki coffee shop tersebut lalu memasuki room khusus dilantai atas bangunan itu
Arvin Ricardo
(Duduk disisi jendela)
Erick Hritz
Gue pesan kopi nya dulu
Erick Hritz
Lo mau nyoba kopi khas benua ini?
Arvin Ricardo
(Mengangguk dan memejamkan matanya)
Erick Hritz
Tunggu
(Langsung pergi)
Disaat seperti ini sekelebat bayangan seorang gadis mungil selalu saja menghantui pikiran nya
Arvin Ricardo
Huuft..
(Menghela berat seraya membuka matanya)
Tatapan kosong dan dengan wajah datarnya selalu hadir selama 2 tahun ini semenjak kepergian "𝘊𝘦𝘸𝘦𝘬 𝘗𝘦𝘯𝘨𝘶𝘴𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢"
Arvin Ricardo
Bokap lo terlalu pintar menyembunyikan keberadaan lo cewek pengusik
Arvin Ricardo
Sampai gue ga bisa nemuin lo hingga saat ini..
(Gumamnya kembali memejamkan matanya)
Samar-samar kini ditelinga Arvin terdengar suara seorang perempuan yang sangat tidak asing baginya tengah merengek tepat dibelakang tempatnya duduk
Orang
Ga mau ah David curang!
(Merengek kesal dengan bibir mengerucut)
David Axliz
Hei aku bermain jujur ya
David Axliz
Kamu saja yang tidak bisa memainkan game ini hahaha
Harzella Britney
Zella bisa ih!
Arvin Ricardo
(Langsung menoleh)
Sedetik kemudian mata Arvin langsung membola saat melihat sosok perempuan yang selama ini ia cari
David Axliz
Baiklah-baiklah David yang curang
(Terkekeh gemas dan mengacak²rambut Harzella)
Harzella Britney
(Menghempaskan tangan David)
Harzella Britney
Ga usah sentuh Zella marah!
(Mengalihkan pandangannya)
Tepat pada saat Harzella menoleh, kini tatapan kedua nya saling bertemu hingga membuat dirinya membeku menatap netra hitam milik Arvin
David Axliz
(Mengikuti arah padangan Harzella)
David Axliz
Kenapa Zel?
(Menepuk pelan bahu Harzella)
Harzella Britney
(Kembali menatap David dan menunduk)
Harzella Britney
Gga--gapapa kok..
David Axliz
Serius gapapa?
David Axliz
Kamu kenal sama orang itu?
Harzella Britney
(Menggeleng pelan dan meraih tasnya)
Harzella Britney
Ayo pulang, Zella masih ada tugas yang belum dikerjain
Harzella Britney
Ayo cepat
(Berdiri dan menarik tangan David)
David Axliz
(Bangun dan mengikuti langkah Harzella)
Arvin Ricardo
Sialan!
(Mata memerah dan hendak mengejar)
Erick Hritz
(Datang dan menghalangi jalan Arvin)
Erick Hritz
Mau kemana lo?
Arvin Ricardo
Minggir!
(Hendak menggeser tubuh Erick)
Erick Hritz
Kita harus pergi sekarang
Erick Hritz
Barusan tuan besar nelpon katanya ada investor yang nunggu di perusahaan
Arvin Ricardo
Arghh bodoh!
(Mengacak²rambutnya geram dan langsung pergi)
Erick Hritz
Lho ada apa dengan nya?
(Mengikuti langkah Arvin)
-------------•-------------
Likenya jangan lupa kakak
Comments
fransisca brahara
hadeh
2023-06-02
0
Ulfa Zaheer
m
.. m m, gk
2022-11-17
1
Sa'adah MY💜
boun?
2022-10-19
2