Gudang

Selapas maghrib Kimmy mendatangi kamar kakak iparnya ia ingin belajar mengaji meskipun hanya dengan membawa iqra di tangannya.

Tok... Tok.. (kayu persegi itu di ketuk dari luar)

"Siapa? ". Karna yang mengetuk pintu tidak mengucapkan salam Risma ingin memastikan dulu siapa yang mendatangi kamarnya.

"Kimmy mbak,". Kimmy menunggu beberapa saat di depan pintu meskipun ia dikenal nakal dan bar-bar setidaknya ia tahu tatakrama bertamu ke tempat orang lain Kimmy mengerti setiap orang butuh prifasi.

Ceklek,. (pintu kamar terbuka), menampilkan adik iparnya yang cantik dengan sesuatu di belakang tubuhnya Risma bisa menebak itu.

"Ucapkan salam terlebih dahulu dek! "

"Assalamualaikum?"

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ada apa dek? ".

"Anu mba, mm.. " Kimmy nampak ragu untuk memulai kata takut di ledek serta di tertawakan kakak iparnya, nemang dangkal pengetahuan Kimmy tentang agama, itu sebabnya ia tidak ingin mempermalukan keluarga suaminya dengan keterbatasan yang dirinya miliki, ia akan belajar semampunya meskipun di usianya yang sudah dua puluh tahun dirinya belum bisa membaca kitab suci al-quran.

"Apa yang kamu bawa? "

"Ini. " perlahan Kimmy menunjukan yang di bawanya dengan menahan rasa malunya Kimmy memberanikan diri untuk berbicara tapi mendadak lidahnya terasa kelu.

"Ini Iqra, dek"

"Ish iya mba Kimmy tau ini Iqra".

"Lalu? "

"Sebenarnya Kimmy malu untuk mengatakan ini, tapi Kimmy akan lebih malu jika Allah tau aku malu sama mba soal ini".

"Ya karrim, kenapa tiba-tiba mbak jadi bodoh mencerna bahasamu". Risma menggaruk tengguknya yang tak gatal.

"'Sebenarnya Kimmy ingin belajar membaca Al-quran mba!, mbak jangan menertawakanku ya! ". Kimmy menunduk takut-takut Risma akan meledeknya.

"Masya Allah, adik mbak ingin belajar rupanya, ayo masuk kita belajar di kamar mbak ja".

"sebenarnya si Agus menyuruhku mengaji di mesjid mbak, katanya semua santri akan mengaji Al-quran sehabis maghrib sampai menjelang isya tapi Kimmy tidak bisa membaca kitab suci mbak, kimi hanya mengetahui huruf-huruf iqra saja itu pun sebagian ada yang lupa, Kimmy takut jika Kimmy ikut mengaji di mesjid itu akan malah mempermalukan si Agus dan Abi, apa kata orang jika mereka mengetahui menantu seorang pemilik pesantren tidak bisa mengaji, abi pasti akan merasa malu sekali".

Risma tertegun mendengar penuturan adik iparnya, di balik sifat nakalnya ternyata adik iparnya menyimpan hati yang baik dan yang terpenting gadis itu berusaha memperbaiki diri.

"Tidak ada yang akan mmerasa malu selama Kimmy ingin memperbaiki diri, tidak papa ayo mbak akan mengajarimu".

Dengan penuh peduli Risma mengajarkan adik iparnya, meskipun seringkali salah-salah tapi Kimmy pantang menyerah.

.

Sedangkan di dallam mesjid Ridwan menyapukan matanya meneliti para santri wati yang tengah membaca al-quran, namun tidak menemukan batang hidung istrinya, jengkel rasanya mempunyai istri pembangkang seperti Kimny, bahkan hatinya menggerutu seandainya saja jodohnya Ayudia yang luar biasa patuh pasti Ridwan tidak akan banyak mengeluh seperti ini. "Astaghfirullah maafkan aku ya Allah, Lagi-lagi hamba tidak bersyukur atas apa yang kau berikan terhadapku".

"Lihat saja aku akan menghukummu kembali supaya kau jera". Ridwan berencana akan menghukum istrinya lagi karna telah melanggar perintahnya. "Lihat saja kali ini bukan hanya kaki yang mendapat hukuman tapi juga hatimu yang gelap Kimmy".

Sepulangnya dari mesjid Ridwan mendapati istrinya tengah menggambar pola sebuah gaun tapi di lengkapi dengan hijabnya di atas kertas, makin kesal saja Ridwan di buatnya segera ia mengambil sapu lidi andalannya di belakang pintu lemari.

"Aku menyuruhmu pergi mengaji di mesjid kau malah santai-santai di kamar".

"Kau sudah shalat? "

"sudah".

plak.. sapu lidi mengenai betisnya Kimmy refleks langsung berdiri.

"Aw.. Sakit, ada apa kau memukulku?".

"kau lupa aku menyuruhmu apa tadi? "

"mengaji kemesjid"

"lalu apa kau pergi kesana?,"

"aku tadi mengaji"

"jangan nembohongiku, aku tidak melihatmu di mesjid".

""ya kau tak akan melihatku di mesjid karna aku tidak kesana, Aku... ". Belum sempat Kimmy menyelesaikan ucapannya Kimmy sudah di sabet dengan sapu lidi betisnya beberapa kali.

"Kau harus di hukum, kau selalu melanggar apa yang selalu ku ucapkan". Ridwan melempar sapu lidinya dan menarik lengan istrinya menuju pintu belakang tidak ada orang rumah yang melihat itu karna memang abi dan uminya sedang ada urusan di tempat lain di antar oleh Riza, sedangkan Risma masih di dalam kamarnya.

Ridwan membawa istrinya kesebuah bangunan yang di jadikan sebuah gudang letaknya berada di belakang rumah serta belakan asrama puti, namanya gudang pasti kotor dan identik dengan barang yang tak terpakai, Kimmy berteriak meminta maaf dan berusaha menjelaskan tapi sepertinya Ridwan benar-benar tidak suka di bantah.

"Kau selalu membuatku marah, beberapa kali selalu membangkang apa kataku, maka nikmatilah hukumanmu".

Ridwan memasukan Kimmy ke dalam gudang dan mengunci pintunya, Kimmy menangis dan berteriak dari dalam.

"Awas jangan coba-coba ada yang membuka gudang ini tanpa seijinku" peringatan Ridwan kepada santri yang ada di sana.

"baik Gus". ucap santri serempak

"Agus aku mohon jangan seperti ini, sungguh aku tidak mau di sini agus di sini kotor juga banyak kevoa dan tikus". Kimmy berteriak-teriak tapi Ridwan seolah tuli mengabaikan teriakan istrinya.

"Tenang Kimmy setidaknya ini masi terang". tapi tiba-tiba lampu dalam gudang itu mati sudah pasti tersangkanya adalah si Agus. Kali ini Kimmy benar-benar ke takutan ia menangis tersedu di balik pintu tanpa sadar sampai terlelap, dengan keadaan perut lapar karna memang belum makan malam juga karna kelelahan.

Ridwan kembali mengajar mengisi kelas, pembawaannya yang tenang seakan tidak terjadi apa-apa.

Setelah mengajarpun Ridwan makan dan langsung tidur. Entah lupa atau sengaja membiarkan istrinya bermalam di dalam gudang gelap sendirian.

saat pukul tiga pagi umi abi dan adiknya sampai dirumah, Risma juga sudah terbangun dan terdengar berbincang dengan uminya, setelah shalat malam Ridwanpun keluar menghampiri keluarganya.

"Nak dimana istrimu? apa belum bangun?, Umi membawa martabak manis barangkali istrimu ingin selagi masih hangat".

"Kimmy sedang menjalani hukuman umi"

"hukuman apa? ".

"Kimmy membantah perintahku lagi umi, aku menyuruhnya kemesjid untuk mengaji tapi dia tidak melakukannya".

"Kau tidak usah menghukumnya dek, Kimmy semalam belajar mengaji dengan mba di kamar mbak, katanya dia malu jika mengaji di mesjid, dia tidah bisa membaca al-quran, dia tidak ingin membuatmu malu, selepas maghrib Kimmy mendatangi kamar mba dengan iqra di tangannya, Risma menjelaskan apa yang terjadi semalam". sedangkan Ridwan labgsung berlari keluar rumah setelah kakak perempuannya selesai berbicara.

"Apa yang telah ku lakukan ya Allah?". sulit sekali ridwan membuka kunci tangannya mulai gemetar karna sudah tidak terdengar gaduh dari dalam.

"berikan kuncinya mas biar Riza yang buka".

Saat kunci sudah terbuka tapi sangat sulit untuk didorong seakan ada benda.

Terpopuler

Comments

Erviana Erastus

Erviana Erastus

bukan mencari kebenaran knp istrix nggak datang mengaji kemasjid malah main pukul aza ckckck nyesal lu gus

2025-02-04

0

Yuli Yuli

Yuli Yuli

rasain lho Ridwan makanya jgn glak" g mau dengerin omongan istrimu jg, nyesel km kan

2024-02-17

2

Retno Anggiri Milagros Excellent

Retno Anggiri Milagros Excellent

Ya Kimmy tertidur...kasihan. 🙏😍

2024-01-12

0

lihat semua
Episodes
1 Ciuman
2 Pria suci
3 Tanggung Jawab
4 My Dear Agus
5 Pria kejam
6 Suami menjengkelkan
7 Luka
8 Tidak punya harga diri
9 poligami memang halal
10 mesum
11 Gudang
12 Ingin pulang
13 Mari bercerai
14 Puncak perdebatan
15 Buaya
16 Segurih apa rasanya?
17 Hay gaes
18 Gadis pemberani
19 Kimmyku ajaib
20 merasa kalah saing
21 Setengah polos
22 Ayo bikin dedek bayi
23 Minim Akhlak
24 Cerita Risma
25 Kau kaya raya
26 Bukankah kita pernah tidur bersama?
27 Maaf
28 Kau gila
29 Menyenangkan pria
30 Akhirnya
31 Mobil baru
32 Nafkah
33 mendiamkan
34 Akan tetap memaksa
35 Mencurigakan
36 Mencari bukti
37 Siapa dirimu?
38 Sebagian masa lalu Kimmy
39 Malam kelam
40 Menutup aib masa lalu
41 Penasaran Jason
42 Hamil
43 Sering bertengkar
44 Ayudia
45 Tawaran El
46 Kembalikan Kimmyku
47 memilikinya walau sebentar
48 Apa kau Puas?
49 Tak perduli apa kata orang.
50 Memaafkan
51 Pergi
52 Kangen lumah
53 Dalang
54 Menemukan
55 Aku hanya menghitung anakku saja
56 Menjelaskan apa yang terjadi
57 Sepenggal kisah Sari
58 Aku tidak memaksanya
59 Akhir kisah Sari dan Riza
60 Lebih cepat
61 Tukang pijat
62 Promo
63 Tangisan bayi
64 kenekadan duda tampan
65 Tidak bisa melarikan diri
66 Hasil tes DNA
67 Sama-sama pernikahan kedua.
68 Apa kabar?
69 Sayang cukup
70 Beda generasi
71 Tembok pemisah
72 penyakit bisu buta tuli.
73 Kita lihat esok pagi
74 Benarkah?
75 Merasa di bandingkan
76 Kayla halal untuknya
77 Ciuman pertama Ghaza
78 Kau senang?
79 Ibu mertua
80 Terpaksa menerima
81 Jangan mengadu
82 Ih, Abang Mesyum
83 Gak sabar nanti malam
84 Namanya Berlian
85 Aku tidak keberatan
86 Abang tidak tahan
87 bukan urusanmu
88 Salah Abang
89 Kecerdasan Ghaza
90 Calon cucu
91 Ya aku putra Ibu
92 Bibit Om Ridwan memang unggul
93 Kewajiban sebagai anak
94 Jangan terluka
95 Tak akan ikut campur
96 Pengakuan Kahfa
97 Allah sangat baik hati
98 Ingin Menikah Muda
99 Lexi Ingin Apa?
100 Semburat Merah Jambu
101 Keceplosan
102 Membandingkan Lexi
103 Di Tolak
104 Membatalkan Pernikahan
105 Berbaik Sangka Pada Tuhan
106 Meminta Pada Pemiliknya Langsung
107 Tak Bisa Memberi Kepastian
108 Aku Rasa Kewarasannya Ikut Patah
109 Apa Kabar Lexiku?
110 Flek
111 Jangan terlalu banyak membuat dosa!
112 Bertanggung jawab penuh
113 Aku keberatan
114 Abang Bisa Jamin
115 Berhenti Mengujiku
116 Abang Katarak?
117 Lexi Terlalu Berbahaya
118 Yang Mewajibkan Mandi Besar
119 Sumpah, Tadi Enak Banget
120 Kewajiban Membuat Nyaman
121 Nama Asing Di Do'a Kahfi
122 Bagai mana jika Zahra kembali?
123 Kahfimu?
124 Akan Menjerat Kahfi
125 Memabukan
126 Bukan Hal Sulit
127 Lebih baik ikuti saranku
128 Kebelet
129 Batalkan Niatmu
130 Aku akan mencari tau
131 Siapa Yang Pantas Di Hukum
132 Bingung kasi judul
133 Wanita Paling Egois
134 Persiapkan diri
135 Ghaza! tataplah limpahi aku dengan cintamu
136 Malam Pertama Yang Sukses
137 Siapa?
138 Syndrom Ragu
139 Aku Tak Berniat Beramal
140 Syurga Suami
141 I'm Hurting
142 Dari Pada Dikutuk Malaikat
143 Layaknya Sang Pahlawan
144 Luka yang ia sengaja
145 Dasar Perjaka Tua
146 Kahfi sakit?
147 Kenapa kau membohongiku
148 Melanjutkan makan
149 Si Batu Bernafas
150 Masuk Perangkap
151 Dari mana kau yakin itu aku?
152 Benar-benar sial
153 Bapak akan terkejut
154 Tetap menolak
155 Siapapun Tolong!!!
156 Mengalah dengan takdir
157 Rencana Tuhanmu akan ku gagalkan
158 Wasiat
159 Rantai cinta.
160 Jangan menghayal Lexi!
161 Pernyataan Random
162 Tidak Memiliki Tenggang Waktu
163 Tak memiliki alasan
164 Aku takut
165 Lexi buka pintunya
166 Lelah Didiamkan
167 Calon madu
168 Ingin merevisi surat kontrak
169 Kau cemburu?
170 Siapa orang itu
171 Penyebab kematian
172 Aku pergi demi kewarasanku
173 Menangisi kepergian
174 Menghempaskan sakit
175 Tindakan Kimmy
176 Kau kembali
177 Kita masih suami istri.
178 Om berkeringat?
179 Keramas siang-siang
180 Belajar dari kesalahan
181 Bagaimana jika Lexi merajuk?
182 Takaran yang pas
183 Yes Honey
184 End
185 Info novel baru Zayn
186 Promooo
187 Silahkan mampir
Episodes

Updated 187 Episodes

1
Ciuman
2
Pria suci
3
Tanggung Jawab
4
My Dear Agus
5
Pria kejam
6
Suami menjengkelkan
7
Luka
8
Tidak punya harga diri
9
poligami memang halal
10
mesum
11
Gudang
12
Ingin pulang
13
Mari bercerai
14
Puncak perdebatan
15
Buaya
16
Segurih apa rasanya?
17
Hay gaes
18
Gadis pemberani
19
Kimmyku ajaib
20
merasa kalah saing
21
Setengah polos
22
Ayo bikin dedek bayi
23
Minim Akhlak
24
Cerita Risma
25
Kau kaya raya
26
Bukankah kita pernah tidur bersama?
27
Maaf
28
Kau gila
29
Menyenangkan pria
30
Akhirnya
31
Mobil baru
32
Nafkah
33
mendiamkan
34
Akan tetap memaksa
35
Mencurigakan
36
Mencari bukti
37
Siapa dirimu?
38
Sebagian masa lalu Kimmy
39
Malam kelam
40
Menutup aib masa lalu
41
Penasaran Jason
42
Hamil
43
Sering bertengkar
44
Ayudia
45
Tawaran El
46
Kembalikan Kimmyku
47
memilikinya walau sebentar
48
Apa kau Puas?
49
Tak perduli apa kata orang.
50
Memaafkan
51
Pergi
52
Kangen lumah
53
Dalang
54
Menemukan
55
Aku hanya menghitung anakku saja
56
Menjelaskan apa yang terjadi
57
Sepenggal kisah Sari
58
Aku tidak memaksanya
59
Akhir kisah Sari dan Riza
60
Lebih cepat
61
Tukang pijat
62
Promo
63
Tangisan bayi
64
kenekadan duda tampan
65
Tidak bisa melarikan diri
66
Hasil tes DNA
67
Sama-sama pernikahan kedua.
68
Apa kabar?
69
Sayang cukup
70
Beda generasi
71
Tembok pemisah
72
penyakit bisu buta tuli.
73
Kita lihat esok pagi
74
Benarkah?
75
Merasa di bandingkan
76
Kayla halal untuknya
77
Ciuman pertama Ghaza
78
Kau senang?
79
Ibu mertua
80
Terpaksa menerima
81
Jangan mengadu
82
Ih, Abang Mesyum
83
Gak sabar nanti malam
84
Namanya Berlian
85
Aku tidak keberatan
86
Abang tidak tahan
87
bukan urusanmu
88
Salah Abang
89
Kecerdasan Ghaza
90
Calon cucu
91
Ya aku putra Ibu
92
Bibit Om Ridwan memang unggul
93
Kewajiban sebagai anak
94
Jangan terluka
95
Tak akan ikut campur
96
Pengakuan Kahfa
97
Allah sangat baik hati
98
Ingin Menikah Muda
99
Lexi Ingin Apa?
100
Semburat Merah Jambu
101
Keceplosan
102
Membandingkan Lexi
103
Di Tolak
104
Membatalkan Pernikahan
105
Berbaik Sangka Pada Tuhan
106
Meminta Pada Pemiliknya Langsung
107
Tak Bisa Memberi Kepastian
108
Aku Rasa Kewarasannya Ikut Patah
109
Apa Kabar Lexiku?
110
Flek
111
Jangan terlalu banyak membuat dosa!
112
Bertanggung jawab penuh
113
Aku keberatan
114
Abang Bisa Jamin
115
Berhenti Mengujiku
116
Abang Katarak?
117
Lexi Terlalu Berbahaya
118
Yang Mewajibkan Mandi Besar
119
Sumpah, Tadi Enak Banget
120
Kewajiban Membuat Nyaman
121
Nama Asing Di Do'a Kahfi
122
Bagai mana jika Zahra kembali?
123
Kahfimu?
124
Akan Menjerat Kahfi
125
Memabukan
126
Bukan Hal Sulit
127
Lebih baik ikuti saranku
128
Kebelet
129
Batalkan Niatmu
130
Aku akan mencari tau
131
Siapa Yang Pantas Di Hukum
132
Bingung kasi judul
133
Wanita Paling Egois
134
Persiapkan diri
135
Ghaza! tataplah limpahi aku dengan cintamu
136
Malam Pertama Yang Sukses
137
Siapa?
138
Syndrom Ragu
139
Aku Tak Berniat Beramal
140
Syurga Suami
141
I'm Hurting
142
Dari Pada Dikutuk Malaikat
143
Layaknya Sang Pahlawan
144
Luka yang ia sengaja
145
Dasar Perjaka Tua
146
Kahfi sakit?
147
Kenapa kau membohongiku
148
Melanjutkan makan
149
Si Batu Bernafas
150
Masuk Perangkap
151
Dari mana kau yakin itu aku?
152
Benar-benar sial
153
Bapak akan terkejut
154
Tetap menolak
155
Siapapun Tolong!!!
156
Mengalah dengan takdir
157
Rencana Tuhanmu akan ku gagalkan
158
Wasiat
159
Rantai cinta.
160
Jangan menghayal Lexi!
161
Pernyataan Random
162
Tidak Memiliki Tenggang Waktu
163
Tak memiliki alasan
164
Aku takut
165
Lexi buka pintunya
166
Lelah Didiamkan
167
Calon madu
168
Ingin merevisi surat kontrak
169
Kau cemburu?
170
Siapa orang itu
171
Penyebab kematian
172
Aku pergi demi kewarasanku
173
Menangisi kepergian
174
Menghempaskan sakit
175
Tindakan Kimmy
176
Kau kembali
177
Kita masih suami istri.
178
Om berkeringat?
179
Keramas siang-siang
180
Belajar dari kesalahan
181
Bagaimana jika Lexi merajuk?
182
Takaran yang pas
183
Yes Honey
184
End
185
Info novel baru Zayn
186
Promooo
187
Silahkan mampir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!