Ternoda Sebelum Akad

Ternoda Sebelum Akad

Bab 01. Ternoda

"Kesucian seorang wanita terletak pada mahkotanya yang terjaga. Namun, ketika kehormatan yang selama ini dijaga mati-matian telah terenggut, apakah kesucian itu patut dipertanyakan?"

~AleeNa_Anonymous

...***...

"Alea!"

Aku terhenyak sejenak ketika sebuah suara mengagetkanku. Aku yang sebelumnya berjibaku dengan perlengkapan kebersihan segera meghentikan kegiatan.

Namaku Alea Hinata. Panggil saja Alea. Nanti malam, tepat pukul dua belas malam usiaku genap dua puluh tiga tahun. Saat ini, aku bekerja sif malam sebagai cleaning servis di sebuah hotel bintang lima.

Kualihkan pandangan ke arah suara yang sudah begitu familiar di telinga. Dia adalah Rindi, kawan baikku. Tugasnya di sini sebagai pelayan pengantar makanan di restoran yang ada di lantai dasar hotel ini. Dia datang dengan membawa baki yang sepertinya berisi makanan. Entahlah, karena aku sendiri tidak bisa melihat dengan jelas sebab di atas baki itu tertutup tudung saji berbahan steinles.

"Alea, bantu aku! Aku sudah tidak bisa menahannya." Dia berkata sembari memegang perutnya. Buru-buru aku meletakkan sapu dengan alat pel di tempatnya, lantas mencuci tangan menggunakan sabun yang terletak di wastafel.

"Hei, apa yang terjadi padamu?"

Dia menyerahkan baki itu kepadaku. Tanpa menjawab pertanyaanku, dia berkata, "Tolong, antar ke kamar nomor 124 A!"

"Tapi, ..."

"Aku ingin ke toilet. Sudah tidak tahan lagi," ucapnya buru-buru sembari mengentakkan kaki seperti menahan rasa ingin buang air kecil sebelum pergi menuju closet yang kebetulan berada di dekat tempatku berdiri.

Senyum simpul di bibirku terbit begitu saja sambil menggeleng pelan melihat tingkah konyol Rindi. Seharusnya dia tidak perlu sampai mencariku ke area ini, bukan? Tetapi, namanya juga sakit perut, pasti segalanya terasa mendesak dengan isi kepala yang tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Segera kugantikan tugas Rindi untuk mengantar makanan tersebut ke kamar tamu sesuai permintaan. Kakiku melangkah hati-hati karena takut makanan yang tampak mahal itu terjatuh. Gajiku yang tidak seberapa pasti akan hangus sia-sia jika hal itu sampai terjadi.

Melewati koridor di tengah malam begini membuat hatiku gelisah. Tentunya aku bukanlah wanita pemberani. Nyaliku hanya sebiji sawi jika dipertunjukkan oleh hal-hal tak kasat mata. Maka dari itu, aku selalu berdoa agar Tuhan berbaik hati dengan tidak mempertemukanku dengan makhluk ghaib baik berwajah cantik, tampan, maupun menyeramkan.

Setelah menaiki elevator, kakiku terus melangkah untuk menuju kamar tamu pemesan makanan. Embusan napasku terdengar lirih setelah berada tepat di depan pintu bertuliskan angka 124 A sesuai dengan alamat kamar pemesan.

"Permisi, mau mengantar makanan." Aku berteriak sambil mengetuk pintu. Namun, pintu itu sepertinya tidak ditutup dengan benar. Ketukanku tidak terlalu keras, tetapi bisa membuat celah lebar dengan pintu terbuka sendiri.

Ragu. Aku memasukkan tubuh ke dalam tanpa ada yang menyuruh. Logikaku tidak berjalan dengan baik, hanya saja keinginan untuk segera menyelesaikan tugas lebih mendominasi sehingga alam bawah sadar menuntunku untuk masuk ke dalam.

Ruangan itu gelap. Tampaknya penghuni kamar sengaja tidak menyalakan lampu penerangan. Sedikit kugapai-gapai tempat meletakkan kartu smart lock door yang biasa menempel di dinding, tetapi tidak kutemukan. Aku hela napas dalam, berusaha tetap tenang sembari terus berjalan menuju meja yang berada di sudut ruangan. Berbekal bias cahaya rembulan yang sedikit menyinari ruangan, akhirnya aku bisa meletakkan makanan itu dengan selamat.

Ku embuskan napas lega. Baru saja selesai menata makanan itu di atas meja, terdengar suara pintu ditutup dari dalam. Segera kuedar pandangan ke belakang.

Namun, belum sempat aku berbalik, sepasang tangan tiba-tiba memeluk tubuhku.

Aku tertegun sejenak, ingin menoleh. Akan tetapi, tangan yang semula memeluk tiba-tiba melesap di balik seragam kerjaku. Sekuat tenaga aku berontak, menahan tangan kekar yang ingin menjamah bagian pribadiku. Sayangnya, dia terlalu kuat untuk dilawan.

Tangan itu menarikku ke belakang, membantingku ke atas ranjang. Siluetnya terlihat tinggi tegap. Aku tidak bisa melihat dengan jelas siapa yang sedang memaksaku kali ini. Cahaya rembulan yang menerobos di balik tirai jendela kaca tidak cukup untuk menajamkan penglihatanku akan sosok itu.

Sekuat tenaga aku beringsut setelah tubuhku terpelanting di atas ranjang.

Siapa dia?

"Rena!"

Dia memanggilku Rena. Aku menggeleng kuat.

"Aku bukan Rena. Tuan, Anda salah orang."

Dia tidak memberiku kesempatan untuk menjelaskan karena pada detik itu juga sosok itu menerjangku. Aku berteriak, tetapi segera dibungkam dengan bibir laknat tersebut. Mulutku yang terbuka justru memberinya kesempatan untuk menyelusupkan lidahnya ke dalam.

Mataku membulat penuh ketika merasakan lidahnya menjelajahi rongga mulutku. Aku kebingungan, bukan merasakan kenikmatan seperti yang berada di drama novel-novel. Melainkan, rasa jijik dan ingin muntah. Aku tidak mengenalnya, juga tidak pernah melihat wajahnya. Mengapa dia bisa melakukan ini kepadaku? Mengambil ciuman pertama yang seharusnya aku berikan kepada orang yang kusayangi.

Aku terus menendang, memukul, atau menarik rambutnya. Semua usaha aku lakukan agar bisa terbebas dari manusia biadap di depanku. Sikap berontakku yang memukul-mukul tubuh itu sepertinya tak banyak berimbas. Dia semakin liar dengan melepas paksa pakaianku. Aku yakin kini seragam kerjaku sudah koyak dan robek di sana-sini, tetapi tanganku masih berusaha menahannya.

"Tu-an, lepaskan aku! To-long!"

Aku terus mengiba dengan deraian air mata. Pakaianku sudah menghilang entah ke mana. Pria itu terus saja memaksakan kehendaknya kepadaku. Rasa jijik ketika tangannya mulai merayap, menelusuri permukaan tubuhku membuatku hina. Aku ingin segera terlepas darinya, tetapi bagaimana?

Aku masih belum sepenuhnya menyerah. Kukerahkan semua tenagaku untuk terlepas dari tubuh kekar itu. Tubuh yang terasa panas dan keras. Mungkin, jika wanita lain akan terpesona dengan tubuh atletis seperti ini. Namun, hal itu tidak terjadi kepadaku. Aku jijik. Aku membencinya.

Dia terus saja menyebut nama Rena. Entah Rena siapa? Aku takut jika lelaki ini sudah beristri dan Rena adalah istrinya. Dia dalam kondisi tidak sadar. Ya, Tuhan, apa yang harus aku lakukan?

"Tuan, kumohon!"

Dia tidak peduli. Hingga semuanya telah berakhir di sana. Bayangan hancurnya masa depanku sudah tergambar di depan mata. Tangisku tiada guna, semuanya sia-sia.

Malam itu, tepat di awal bulan Oktober yang mana usiaku bertambah satu tahun justru merupakan awal dari kehancuran hidupku. Jeritanku, penolakanku, dan segala perlawananku berakhir sudah.

Semuanya telah selesai. Aku kalah. Aku ternoda. Ya, Tuhan, apa salahku?

Lelaki itu ambruk menimpa tubuhku setelah merenggut kesucianku. Meninggalkan bekas luka mendalam yang tidak mungkin bisa terobati. Kehormatan sebagai seorang wanita yang selama ini susah payah kujaga telah hancur hanya dalam waktu semalam oleh lelaki yang sama sekali tidak aku kenal.

Peluh di badannya terasa basah melekat di kulitku. Aku ingin pergi menjauh, tetapi tidak kuat menyingkirkan tubuh serta lengan kekar itu. Ragaku rasanya terbelah, remuk redam, merasakan sakit luar biasa. Aku tak sanggup meluapkan emosi. Hanya isakan tangis dengan deraian air mata yang menemani malam kelamku hari ini. Malam yang seharusnya adalah malam spesial di hari ulang tahunku justru ternoda dengan luka dan kehancuran hidupku sendiri.

Aku Alea. Dan ini adalah kisahku.

...***...

Selamat Datang di karya keenamku.

Ini adalah kisah anak kedua Sean dan Salwa. Anak pertamanya masih bingung di letak di mana. Hihihi 😁

Btw, karya ini juga yg sudah 2 kali ikut lomba dan berakhir ditolak oleh Noveltoon. Entah nanti kontrak atau enggak, tergantung antusias pembaca. Mohon dukungannya ya agar bisa cepat turun kontrak dr platform.

Terima kasih sebelumnya.

Selamat membaca. Semoga terhibur.

Terpopuler

Comments

Sri Ningrahayu

Sri Ningrahayu

lanjut

2024-04-09

1

Dede Karlina

Dede Karlina

lanjut

2023-12-02

0

sakura

sakura

...

2023-09-27

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Ternoda
2 Bab 02. Rencana Tuhan
3 Bab 03. Mengapa Dia Datang?
4 Bab 04. Egois
5 Bab 05. Curiga
6 Bab 06. Dugaan
7 Bab 07. Kesucian
8 Bab 08. Sosok itu ...
9 Bab 09. Rasa Lapar
10 Bab 10. Mencari Rindi
11 Bab 11. Terselamatkan
12 Bab 12. Sebuah Kesepakatan
13 Bab 13. Dibayar Tunai
14 Bab 14. Berserah pada Takdir
15 Bab 15. Di Ruang Perawatan
16 Bab 16. Rencana Pernikahan
17 Bab 17. Mempelai yang Menyebalkan
18 Bab 18. Dipecat
19 Bab 19. Membawaku Pergi
20 Bab 20. Gugup
21 Bab 21. Hadiah Pernikahan
22 Bab 22. Apa yang Dia Inginkan?
23 Bab 23. Maafkan Aku
24 Bab 24. Anak Haram
25 Bab 25. Kemarahan Mama
26 Bab 26. Tersenyumlah!
27 Bab 27. Belanja
28 Bab 28. Gadis Kecil Itu
29 Bab 29. Om yang Sombong
30 Bab 30. Hati yang Salah
31 Bab 31. Arti Genggaman Tangan
32 Bab 32. Ketahuan
33 Bab 33. Terlalu Naif
34 Bab 34. Menggantung
35 Bab 35. Sebuah Rahasia
36 Bab 36. Terlambat
37 Bab 37. Rasa Syukur
38 Bab 38. Kabur
39 Bab 39. Memilih Siapa?
40 Bab 40. Marah
41 Bab 41.
42 Bab 42. Jangan Kabur Lagi!
43 Bab 43. Konseling
44 Bab 44. Listrik Padam
45 Bab 45. Kecewa
46 Bab 46. Hati ke Hati
47 Bab 47. Perubahan Sikap
48 Bab 48. Pertengkaran
49 Bab 49. Cerai
50 Bab 50. Ke Suatu Tempat
51 Bab 51. Mama
52 Bab 52. Pertemuan
53 Bab 53. Tidak Mau Mengalah
54 Bab 54. Rasa Nyaman
55 Bab 55. Menurut
56 DINIKAHI TUAN ARTHUR
57 Bab 56. Video
58 Bab 57. Memasak
59 Bab 58. Kado Misteri
60 Bab 59. Percintaan
61 Bab 60. Mama
62 Bab 61. Hampir Sembuh
63 Bab 62. Rahasia Mama
64 Bab 63. Sidang Perceraian
65 Bab 64. Malaikat Kecil
66 Bab 65. Ketemu Kakek dan Nenek
67 Bab 67. Kedatangan Kak Rena
68 Bab 68. Untuk Pertama Kalinya
69 Bab 69. Mama Pulang
70 Bab 70. Panik
71 Bab 71. Trenyuh
72 Bab 72. Sudah Memutuskan
73 Bab 73. Menuntut Hak
74 Bab 74. Tidak Rela
75 Bab 75. Kak Rena Sadar
76 Bab 76. Perpisahan
77 Bab 77. Pemesan Kue
78 Bab 78. Papa Siapa?
79 Bab 79. Air Mata Kedua Anakku
80 Bab 80. Hari Pernikahan
81 Bab 81. Pesta Pernikahan
82 Bab 82. Malam yang Indah
83 Bab 83. Bonus Chapter (TAMAT)
84 Senja di Ujung Istanbul
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Bab 01. Ternoda
2
Bab 02. Rencana Tuhan
3
Bab 03. Mengapa Dia Datang?
4
Bab 04. Egois
5
Bab 05. Curiga
6
Bab 06. Dugaan
7
Bab 07. Kesucian
8
Bab 08. Sosok itu ...
9
Bab 09. Rasa Lapar
10
Bab 10. Mencari Rindi
11
Bab 11. Terselamatkan
12
Bab 12. Sebuah Kesepakatan
13
Bab 13. Dibayar Tunai
14
Bab 14. Berserah pada Takdir
15
Bab 15. Di Ruang Perawatan
16
Bab 16. Rencana Pernikahan
17
Bab 17. Mempelai yang Menyebalkan
18
Bab 18. Dipecat
19
Bab 19. Membawaku Pergi
20
Bab 20. Gugup
21
Bab 21. Hadiah Pernikahan
22
Bab 22. Apa yang Dia Inginkan?
23
Bab 23. Maafkan Aku
24
Bab 24. Anak Haram
25
Bab 25. Kemarahan Mama
26
Bab 26. Tersenyumlah!
27
Bab 27. Belanja
28
Bab 28. Gadis Kecil Itu
29
Bab 29. Om yang Sombong
30
Bab 30. Hati yang Salah
31
Bab 31. Arti Genggaman Tangan
32
Bab 32. Ketahuan
33
Bab 33. Terlalu Naif
34
Bab 34. Menggantung
35
Bab 35. Sebuah Rahasia
36
Bab 36. Terlambat
37
Bab 37. Rasa Syukur
38
Bab 38. Kabur
39
Bab 39. Memilih Siapa?
40
Bab 40. Marah
41
Bab 41.
42
Bab 42. Jangan Kabur Lagi!
43
Bab 43. Konseling
44
Bab 44. Listrik Padam
45
Bab 45. Kecewa
46
Bab 46. Hati ke Hati
47
Bab 47. Perubahan Sikap
48
Bab 48. Pertengkaran
49
Bab 49. Cerai
50
Bab 50. Ke Suatu Tempat
51
Bab 51. Mama
52
Bab 52. Pertemuan
53
Bab 53. Tidak Mau Mengalah
54
Bab 54. Rasa Nyaman
55
Bab 55. Menurut
56
DINIKAHI TUAN ARTHUR
57
Bab 56. Video
58
Bab 57. Memasak
59
Bab 58. Kado Misteri
60
Bab 59. Percintaan
61
Bab 60. Mama
62
Bab 61. Hampir Sembuh
63
Bab 62. Rahasia Mama
64
Bab 63. Sidang Perceraian
65
Bab 64. Malaikat Kecil
66
Bab 65. Ketemu Kakek dan Nenek
67
Bab 67. Kedatangan Kak Rena
68
Bab 68. Untuk Pertama Kalinya
69
Bab 69. Mama Pulang
70
Bab 70. Panik
71
Bab 71. Trenyuh
72
Bab 72. Sudah Memutuskan
73
Bab 73. Menuntut Hak
74
Bab 74. Tidak Rela
75
Bab 75. Kak Rena Sadar
76
Bab 76. Perpisahan
77
Bab 77. Pemesan Kue
78
Bab 78. Papa Siapa?
79
Bab 79. Air Mata Kedua Anakku
80
Bab 80. Hari Pernikahan
81
Bab 81. Pesta Pernikahan
82
Bab 82. Malam yang Indah
83
Bab 83. Bonus Chapter (TAMAT)
84
Senja di Ujung Istanbul

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!