Setelah pembicaraan santai itu, aku memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di kota Nila ini, selama di sini hampir sepenuhnya aku habiskan untuk bekerja jadi memiliki waktu tenang adalah sesuatu yang langka kudapatkan.
Kami butuh uang cukup banyak jadi mau bagaimana lagi, tanpa sadar aku telah berjalan cukup lama dan melihat sosok Elena sedang duduk di kursi panjang. Tidak biasanya seorang Elena telihat di kota di jam bekerja.
Aku mendekat dari belakang dan bersiap mengagetkannya meski begitu ia malah lebih dulu menyadariku.
"Pelecehan akan dihukum di tempat ini juga."
"Aku hanya ingin mengagetkanmu saja," kataku menggaruk kepala ragu, aku duduk di dekatnya dan dia bergeser untuk sedikit menjauh dariku.
Bagaimana mengatakannya, aku sedikit terluka untuk reaksi itu tapi hubungan kami memang tidak terlalu dekat sih.
"Aneh rasanya melihat Elena di sini, apa kau sedang tidak bekerja?"
Dia menggelengkan kepalanya.
"Ibuku di kampung halaman sedang sakit jadi aku ingin menjenguknya dan baru sekarang mendapatkan izin dari guild."
"Kamu pergi sendirian, tidak baik tanpa pengawalan biar aku yang mengantarmu."
"Tidak usah, aku lebih curiga denganmu."
Aku menghela nafas panjang, tentu aku tidak menyerah jadi aku terus memaksa ikut dan mengikutinya dari belakang.
"Jangan mengikutiku lagi."
"Ini hanya kebetulan aku juga akan jalan ke sana."
"Tidak mungkin sejak tadi kau jelas mengikutiku, bukannya rekanmu akan khawatir."
Itu mengingatkanku, aku buru-buru kembali untuk meminta izin pada mereka namun saat aku kembali Elena sudah menghilang.
"Ugh... dia sangat cepat."
Dengan kemampuanku aku tidak bisa menemukannya atau sejujurnya aku bisa merasakan auranya ada di dalam kereta yang baru saja keluar dari kota.
Aku berlari dengan sedikit lompatan dan masuk ke dalamnya, aku melihat ada seseorang yang bersembunyi di balik selimut jadi saat aku menepuknya dia berteriak "Kyaaa."
"Benar-benar kebetulan, sepertinya kita naik kereta yang sama."
Elena menantapku penuh curiga.
"Kau baru saja menyentuh pantatku."
"Ugh... aku tidak sengaja, ngomong-ngomong terasa lembut."
"Aku akan mencekikmu."
"Aku tidak sengaja."
Aku segera mengalihkan pandanganku ke luar dan melihat kota yang semakin menjauh, aku pikir aku tertarik pada Elena jadi tak masalah untuk mencoba sedikit dekat dengannya.
Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya kami berdua turun di tempat yang entah berantah, semuanya hanya pepohonan seolah tidak ada apapun yang bisa ditemukan di sini kecuali itu.
"Apa di sini ada desa?"
"Sudah kuduga kau mengikutikukan kebetulan, itu sesuatu aneh jika sejauh ini."
"Aku mengakuinya aku sedikit khawatir jadi aku akan jadi pengawalmu selama di sini.,"
"Ini bukan hutan monster hampir nyaris tidak ada hal berbahaya yang bisa melukaiku."
"Siapa tahu, mungkin ada ular atau binatang buas, tunggu aku," aku menyakinkan Elena yang sudah lebih dulu berjalan di depanku.
Karena sejauh ini Elena tidak ada pilihan selain membiarkanku menemaninya, kami menerobos hutan dan di bawah sebuah gunung aku bisa melihat desa kecil di sana. Orang-orang tampak membawa gandum di punggung mereka dan di sekitarnya masih banyak orang lagi yang sedang bekerja.
Desa ini sangat hidup.
"Bukannya itu Elena, apa kau ingin menjenguk ibumu?"
"Lama tak bertemu Bibi, aku ingin menemuinya."
"Begitu, syukurlah... kesehatan ibumu hari-hari ini semakin memburuk aku sedikit khawatir padanya."
"Aku ingin segera melihatnya."
Elena melemparkan tas yang dibawanya padaku lalu berlari semakin masuk ke dalam desa.
"Apa aku jadi tukang barang sekarang."
"Sudah jelas kan, paling tidak buat dirimu berguna."
Kepribadiannya benar-benar judes.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
ChrisNeedMoney
antah berantah kali
2024-05-11
1