"Guakh."
Darah menyembur dari mulutku saat aku terdorong ke belakang menghantam permukaan tanah yang kasar, di sisi lain Alice masih berdiri kokoh menghadapi monster itu meskipun tubuhnya beberapa kali terkoyak dan ia dipaksa menggunakan wujud slime.
Sementara keduanya sibuk dengan pertarungan aku memilah-milah sihir yang bisa kugunakan untuk mengalahkannya, aku men-scrool layar menuku dan melihat apa ada sesuatu yang bisa kugunakan di situasi ini, paling tidak sebuah sihir yang tidak bisa diserap oleh efek apapun.
Aku tidak bisa menemukannya tapi aku punya cara mengalahkannya. Aku memanggil Alice untuk mundur digantikan olehku yang melangkah maju dengan dua tangan terjulur ke depan. Goblin King berlari padaku dan aku menggunakan sihir tanah membuat pijakan kakinya amblas ke bawah.
"Kena kau."
Dinding tanah mengerucut menusuknya dari segala arah dan setelahnya tidak terdengar lagi jeritan. Sihir seperti ini tidak bisa dia serap rupanya kemungkinan besar ia perlu waktu untuk mengaktifkannya. Aku membaringkan tubuhku menatap langit yang berhiaskan awan cerah.
"Alice kau baik-baik saja?"
"Aku tak apa, aku slime hanya dengan makan dedaunan tubuhku akan langsung sembuh."
Itu daya tahan yang mengagumkan.
Kami kembali untuk melaporkan Quest ini pada Elena, wajahnya cukup terkejut bagaimanapun kami mengalahkan Goblin King yang bahkan peringkat Rank B akan kesulitan, dengan ini uang yang kami terima cukup banyak.
Kelompok Excel muncul dari belakangku.
"Sesuai yang diharapkan dari kelompok petualang Florest, kalian selalu mengalahkan hal luar biasa."
"Itu bukan apa-apa, semuanya berkat Alice."
"Fufu itu benar, akulah yang paling bekerja keras di kelompok ini jika tanpa aku Arsel tidak mungkin bisa hidup."
Dia membusungkan dadanya selagi berkata demikian sehingga semua orang tersenyum pahit.
"Kami harus pergi sekarang sampai nanti."
Aku dan Alice meninggalkan guild, kami hanya bolak-balik antara guild dan kediaman Eris sejauh itu kami tidak memiliki tujuan lain. Sebelumnya kami telah menyelamatkan raja iblis Emi tapi sejauh itu juga tidak ada laporan atau pencarian ke kota lainnya, itu akan berbahaya jika kami ditemukan namun dari awal mereka jelas ingin menyembunyikan semuanya.
Sesampainya di sana toko sepi masihlah tak berubah, aku bisa melihat Eris sedang mengaduk kuali besar selagi tertawa hihi sementara Emi duduk dengan cemilan di tangannya.
Dia seorang karakter yang akan dipertanyakan sedemikian rupa apa dia raja iblis atau bukan?
"Yo, kalian berdua sudah kembali."
"Masih sepi seperti biasa."
"Itu tidak aneh karena ramuan di sini berkualitas buruk jika pun jadi baik perlu waktu agar semua mengetahuinya," balas Emi sementara Eris tampak tertawa.
"Oi, bisakah kau berhenti tertawa."
"Tapi tidak menyenangkan jika aku tidak tertawa saat membuat ramuan."
Aku hanya bisa tersenyum masam selagi mendengarkan obrolan keduanya.
"Aku ingin mandi dulu, Eris tolong siapkan air panasnya."
"Baik."
"Oi, Eris bukan pelayan penginapan lakukan sendiri," potongku namun Eris membantahnya.
"Tak apa, Alice membayar biayanya juga."
Ampun, penyihir ini rasanya telah jatuh ke dasar mungkinkah dia lebih baik membuka penginapan atau sebagainya di banding toko ramuan hal itu harus dipikirkan nanti. Aku duduk di sebelah Emi dan berkata.
"Apa rencana raja iblis baru itu sekarang?"
"Kecuali merebut seluruh wilayah untuk dirinya aku yakin mereka akan menjadikan manusia sebagai budak."
"Itu terdengar klasik.. apa kau tidak bisa melakukan apapun untuk itu?"
"Mustahil, semua iblis sudah mengira aku sudah mati bahkan iblis di sana tidak keberatan untuk memulai peperangan, sejujurnya bagi mereka jika aku tidak ada adalah sebuah keuntungan."
"Sampai segitunya."
"Mau bagaimana lagi wilayah iblis bukan tempat yang subur dan selama ini aku menekan semua orang untuk tetap bertahan, dibanding meletakan tangan di tanah orang lain aku sebisa mungkin untuk merubah wilayahku sendiri agar bisa dihuni lebih baik."
Sudah jelas itu sebuah kudeta.
Mengembalikannya ke posisinya seperti menyuruh ayam terbang di langit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments