Saat kami kembali wajah Eris memucat, dia pasti terkejut karena raja iblis ada di kediamannya dan bertingkah seperti gadis kurang ajar tak tahu malu.
Dia duduk di sofa dengan makanan kami.
"Ini enak, tolong minta minumannya lagi."
Tentu saja tidak ada yang mendengarnya.
"Apa-apaan ini kalian berdua, jika kita ketahuan menyembunyikan raja iblis di sini, mereka semua akan menghukum mati kita."
"Itu jika mereka tahu."
"Bukan waktunya bercanda Arsel, hey Alice kau juga memiliki pendapat yang sama denganku bukan."
"Dia bilang jika kita membantunya dia akan memberikan banyak makanan enak saat dia kembali ke tahtanya."
"Kau menerima suap."
Alice hanya membalas dengan senyuman jahil, Selama Elmiara Iluetta tersembunyi tidak akan ada yang tahu, mari kita panggil Emi saja agar semua orang sulit mengenalinya dan juga Emi bisa menyembunyikan tanduknya jadi masalah selesai.
"Kuharap kalian tahu apa yang kalian lakukan."
Karena ada dua kamar jadi aku berbagi kamar dengan Emi, kami memberikannya tempat tidur baru untuknya dan mengatakan soal menjaga kebersihan serta tidak boleh mengambil barang orang lain.
Dia berdiri dengan wajah memerah.
"Bukannya akan berbahaya jika aku tidur dengan seorang pria."
Aku segera membantahnya dengan cepat, jelas aku tidak tertarik dengannya malah aku ingin menjauh darinya sebisaku.
Entah bagaimana selama seminggu kami hidup normal di sini, aku dan Alice masih mengambil pekerjaan di guild sementara Emi membantu Eris untuk membuat obat-obatan atau sejujurnya dia banyak mengajarinya.
Di guild Elena memberikan tawaran Quest yang menjanjikan pada kami berdua.
"Ini adalah Quest untuk meningkatkan peringkat kalian berdua, jika berhasil kalian akan langsung naik ke peringkat C."
Kami sekarang berada di peringkat E, itu bukan tawaran buruk tapi kami memilih untuk mengambil Quest biasa yang tidak terlalu mencolok.
"Kalian yakin melawan goblin bukan sesuatu yang spesial."
"Kudengar daging goblin enak, aku ingin mencobanya."
Aku jelas menutup mulut Alice.
"Dia hanya bercanda, jangan dihiraukan."
"Sudah jelas tidak mungkin ada manusia yang memakan goblin pokoknya lakukan saja semaumu jadi tolong berhati-hatilah jangan terlalu memaksakan diri."
"Bukannya Elena jadi semakin perhatian pada kita," ucapan Alice cukup membuatnya sedikit memerah.
"Sudah wajar kan, aku ini resepsionis guild tentu aku mengkhawatirkan semua orang di sini."
"Begitukah?"
"Benar."
Aku pikir aku akan segera pergi sambil menarik baju Alice keluar. Dia terlalu menggoda Elena.
Kami berdua bersembunyi di balik semak-semak selagi memperhatikan mulut gua yang dijaga oleh dua goblin penjaga.
Aku melemparkan batu sehingga kedua penjaga tersebut berjalan untuk memeriksa ketika pandangan mereka teralihkan tombak Alice menikam salah satunya sementara aku menusuk satu lagi dengan belati milikku.
Kami perlu mengambil telinga mereka sebagai hitungan bagi kami agar bisa ditukar dengan uang di guild maka aku yang mengambil peran tersebut sebelum akhirnya kami berdua memasuki gua.
Ada beberapa cabang yang mungkin di dalamnya ada jebakan yang dipersiapkan mereka untuk menghalau para petualang jadi aku dan Alice akhirnya sepakat untuk memilih jalan ke kiri.
Goblin yang mengetahui kemunculan kami mulai membunyikan pentungan sebagai alarm hingga semakin banyak goblin yang bermunculan bahkan di belakang juga.
"Mereka langsung menghampiri kita, bagus sekali, semakin banyak kalian pasti bayaran yang kita dapat akan banyak, kalian juga terlihat sangat enak."
Dia masih ingin memakan mereka ternyata.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Zero blankness
ga ada nama siapa yang bicara, jadi pusing sapa yg bicaranya
2022-11-03
3