Malam hari itu selepas aku menyelesaikan pekerjaanku di perpustakaan, aku maupun Alice menyelinap di sudut kota menuju kediaman yang tersembunyi di antara rumah-rumah lainnya.
Itu adalah pusat toko dari guild serikat Rise yang dimiliki Garfield. Tadinya aku ingin menjaga hubungan baikku dengannya tak kusangka aku datang untuk mencuri darinya.
"Kau yakin tempatnya di sini Alice," aku sekali lagi mengkonfirmasi hal itu padanya yang mengendap-endap di sebelahku.
"Tidak salah lagi, mereka tadinya berniat untuk mengirimnya ke raja namun dia tidak berada di tempat jadi mereka diminta untuk menaruhnya di toko ruang bawah mereka."
Sebuah toko pedagang memiliki sel di bawah tanah adalah sesuatu yang sulit dipercaya tapi informasi Alice tidak bisa diragukan lagi.
Sementara aku disibukkan dengan berbagai buku, Alice mencari beberapa informasi yang ingin aku ketahui.
"Jadi raja sekarang tidak berada di singgasananya."
"Tidak juga, sebenarnya raja itu hanya sedang bermain-main dengan 50 selirnya di ruangan pribadinya."
"Kau sampai sejauh itu, sesuai yang diharapkan darimu Alice."
Dia mampu menyelinap ke istana tanpa ketahuan.
"Ada beberapa slime di sekitar sini jadi aku memintanya menjadi mata-mataku juga."
"Jadi begitu caranya."
Aku menggunakan sihir tidur dan mereka semua tak terkecuali pedagang toko dibuatnya tak berdaya sehingga kami berdua berhasil menerobos masuk kemudian turun ke sebuah tangga tersembunyi sampai akhirnya berada di depan sel di mana seorang gadis dengan rambut pirang serta tanduk melengkung di kepalanya menatap kami dengan ketakutan.
Dia mengenakan pakaian kotor serta usang yang tidak cocok dengannya yang memiliki wajah cantik.
"Apa yang akan kalian lakukan padaku?" tanyanya.
"Kami akan menyelamatkanmu, aku tidak tahu apa yang terjadi tapi penculikan seorang gadis kecil tak akan aku biarkan."
"Ugh..."
Dia tiba-tiba berlutut selagi memainkan jarinya.
Apa aku berbicara kasar padanya? Untuk sekarang mari segera keluar dari sini. Aku menghancurkan kunci tersebut dengan sihir es selanjutnya masuk ke dalam hutan untuk menyembunyikan diri kami seutuhnya.
Aku bisa membayangkan bagaimana mereka semua akan bereaksi saat mengetahui bahwa gadis yang mereka culik telah menghilang, Alice memberikan gaun yang lebih terlihat cocok untuknya.
"Dia sangat imut, gadis kecil kau mau coklat juga."
"Tolong hentikan, aku berterima kasih untuk kalian berdua tapi jujur aku ini bukan gadis kecil... aku sudah dewasa."
"Dia pasti berbohong, benar kan Arsel?"
"Aku pikir dia mengatakan hal benar."
"Bohong."
Bagaimana gadis itu mengembungkan pipinya dengan marah merupakan kelakuan orang dewasa pada umumnya, atau mungkin sebaliknya.
Yang jelas aku merasakan dia tidak berbohong. Ia meletakkan satu tangannya di dada kecilnya kemudian membungkuk sekali dengan perkenalan diri.
"Perkenalkan namaku Elmiara Iluetta. Aku seorang raja iblis."
"Um raja iblis kah.. eh, raja iblis perempuan?" ucap Alice.
"Raja iblis hanya gelar tak terbatas dengan gender wanita atau pria."
Aku hanya bisa Awawa.
"Tenangkan dirimu Arsel, kau tidak tahu tapi dilihat bagaimanapun dia adalah gadis biasa tanpa energi sihir."
"Saat Alice mengatakannya aku tiba-tiba menyadarinya."
"Tolong jangan menatapku begitu, ini semua karena terjadi pemberontakan di negaraku... ada seseorang yang mencuri kekuatanku dan saat aku sadari aku sudah berada di wilayah manusia, pedagang itu membeliku dari pasar budak karena mereka mengenaliku, dan aku yakin mereka ingin menyerahkanku pada raja di kerajaan ini untuk menggali informasi lebih lanjut."
Singkatnya dia yang berusaha ingin mengambil wilayah manusia malah digulingkan oleh rekannya sendiri dengan kata lain.
"Peperangan sudah berakhir."
"Sebenarnya orang yang mengambil tahtaku lah yang memulai peperangan ini."
Aku perlu tahu lebih dari sekedar ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
ChrisNeedMoney
Awawa teh naon?/Sob/
2024-05-11
1