Itu hanya rapalan singkat yang cukup berguna di saat terdesak.
"Hebat, mengingat kalian petualang baru aku tidak menyangka kalian berada di level bawah."
Suara kekaguman berasal dari Garfield, dia mungkin tipe orang yang mudah bersemangat dengan sesuatu yang baru.
"Level hanya sebuah angka tidak mewakili kekuatan dari penggunanya," perkataan Alice sangat tepat.
Tanpa menunggu lagi kami melanjutkan kembali perjalanan, dengan rute biasanya kami bisa menempuh ibukota dalam waktu tiga hari karena jalan kami memutar itu menambah satu hari lagi sebagai tambahan.
Aku tidak tahu kenapa mereka memilih jalan tidak diketahui banyak orang, itu cukup mencurigakan, misalkan apa sebenarnya yang mereka akan lelang? Benda sekelas legendaris adalah apa yang kupikirkan.
Hanya menyimpulkan tidak akan mengubah apapun jadi saat malam hari saat kami berjaga diam-diam Alice merubah dirinya menjadi Slime untuk menyelidikinya.
Di tengah malam saat giliran aku bertugas, Alice tanpa merubah bentuknya berbisik di bahuku.
"Arsel mungkin ini mengejutkan tapi yang mereka bawa bukan barang melainkan..."
Aku memucat, tak kusangka mereka melakukan itu. Acara lelang hanyalah kebohongan yang mereka buat, sesuatu yang mereka bawa bukan benda melainkan seorang gadis dari ras iblis.
Aku memegangi kepalaku frustasi.
Ini hal merepotkan, bagaimana bisa gadis dari ras iblis bisa ada di dalam kereta pedagang, apa mereka sebenarnya orang kuat yang pura-pura lemah? Atau mungkin mereka berada di bisnis perdagangan orang? Atau mungkin mereka mendapatkan gadis itu dari pihak ketiga, semuanya membuatku pusing.
"Apa yang akan kita lakukan Arsel, mengingat peperangan manusia dan ras iblis, mereka cukup berani melakukan ini semua."
"Aku juga setuju, mari pura-pura tidak tahu dan kita pikirkan lagi saat kita ke ibukota.. tentu kita tidak bisa mengabaikannya."
"Kukira kau akan berpihak langsung pada manusia dan memilih mengabaikan gadis itu."
"Aku tidak ingin membuat keputusan sebelum mengetahui sebenarnya apa yang terjadi di dunia ini."
Semenjak datang ke dunia ini aku sangat cepat beradaptasi, semua itu aku dapat saat memainkan banyak game sama di PC ataupun PlayStation serta Nintendo jadi ini bukan dunia yang asing bagiku.
Dunia di mana tingkat kesulitan bertahan hidup sangat tinggi, bahkan dalam RPG jarang seseorang bisa mencapai garis akhir tanpa membunuh kecuali mereka cheater atau sebagainya.
Alice masuk ke dalam tenda dan keluar dengan wujud manusianya sebelum duduk di sampingku, dia tertarik dengan ubi yang aku bakar dan tangannya terus mengenadah padaku.
"Makan pelan-pelan."
"Iya."
Kami berdua rekan sekaligus teman satu perjalanan hal seperti romantis tidak akan pernah terjadi pada kami berdua. Di sisi lain aku sedikit penasaran dengan Alice jadi aku mulai bertanya dengan pertanyaan ringan.
"Slime pada dasarnya tidak bisa berubah jadi manusia? Apa mungkin Alice sejenis mutan atau sebagainya."
"Aku bukan makhluk seperti itu.. aku hanya Slime yang berevolusi, aku sering memakan batu-batu sihir dan saat aku sadari aku bisa berubah wujud seperti ini."
Aku ingat saat aku bertemu dengannya di gua, di sana ada potongan batu bercahaya yang jumlahnya sangat sedikit karena itu mungkin Alice yang telah memakannya.
"Slime bisa memakan apapun yah."
"Itu bukan berarti aku suka batu, hanya saja aku tidak tahu harus makan apa ketika berada di gua.... jika keluar makhluk itu mungkin menemukanku dan aku sering melihat teman-temanku dibawa elang juga."
Hidup menjadi Slime sepertinya sangat merepotkan. Anggap saja bahwa Alice slime yang beruntung diantara slime lainnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Prakabumi. Askar
pandangan ku tentang iblis itu sama seperti hantu,berbeda dunia tapi saling terhubung.
2024-06-29
0
ᥫ᭡
uuuu menarik..
2024-04-15
1
Frando Kanan
gadis Ras iblis?!
2022-09-26
1