Tak hanya ras Human di sini ada elf, demi human dan beberapa beast yang tampak kuat. Demi human menyerupai manusia hanya saja ada bagian ekor dan telinga hewan di bagian tertentu sementara Beast sebutan untuk makhluk yang bisa berjalan seperti manusia, Kabold dan Lizardman termasuk di dalamnya.
Pengetahuan itu aku dapat dari sebuah jendela menu yang tiba-tiba muncul di depanku saat aku memasuki guild.
"Eh?"
"Eh?"
"Mustahil."
"Arsel, kau baik-baik saja?"
Semua orang menatapku sekarang dengan pandangan aneh, Alice tampak khawatir karena kau berteriak secara tiba-tiba dan aku segera meminta maaf pada semua orang.
Di saat aku pikir tidak memiliki sesuatu seperti ini, itu malah muncul secara tiba-tiba. Mungkinkah kemampuanku baru terproses sekarang.
Entah apapun alasannya, syukurlah aku memiliki jendela status yang hanya bisa kulihat olehku sendiri.
"Bukan apa-apa, mari mendaftar."
"Um."
Kami mengantri di salah satu loket, dan untuk alasan tertentu yang menjaga adalah seorang wanita cantik. Aku tidak tahu tapi mungkin standar dunia ini memang seperti ini.
"Selamat datang di guild kota Nila, namaku Elena apa yang bisa aku bantu untuk kalian berdua?"
Mungkin ia menyadari bahwa kami orang baru di sini, Elena seorang wanita dengan dada besar berambut pirang sebahu, dia mengenakan seragam guild yang merupakan gaun terusan berwarna hijau dengan topi kecil di atas kepalanya.
Penampilannya sempurna, aku bersyukur bisa pergi ke dunia seperti ini.
"Anu."
"Arsel kau jadi aneh saat datang kemari, mungkinkah tempat ini terkutuk?"
"Ter-terkutuk."
"Jangan mengatakan hal aneh Alice, aku hanya terpesona dengan pemandangan guild ini."
"Maksudmu dengan dadanya."
"Tidak sopan menunjuk tanganmu ke sana."
"Dasar cabul."
Elena segera memosisikan dirinya bertahan selagi menatapku dengan penuh kewaspadaan.
"Tidak, aku tidak bermaksud melihat ke sana.. pokoknya kami datang untuk mendaftar di guild."
"Jika kalian ingin mendaftar kalian harus mengikuti ujian."
Aku berteriak secara spontan hingga Elena menyipitkan matanya.
"Ada ujiannya, aku belum belajar."
"Jadi apa ujiannya?" tanya Alice mewakiliku.
"Itu hanya tes kecil yang akan diberikan oleh instruktur kami, jika mau kalian besok bisa kembali dan mencobanya bersama yang lainnya."
"Hmm sayang kita tidak bisa langsung mengambil pekerjaan... kami membutuhkan uang segera mungkin, benarkan? Arsel."
"Itu benar, nona biarkan kami bergabung sekarang."
"Itu tidak bisa, ini sudah prosedurnya."
Kami menyerah dan akhirnya duduk di luar guild dengan wajah kebingungan.
"Seharusnya kita tidak boleh boros."
Alice yang duduk di sebelahku berkata setelah sedikit memakan rotinya.
"Apa aku harus turun ke selokan lagi."
"Tidak, kau tidak harus melakukan itu.. sejujurnya aku melarangnya."
Membiarkan gadis cantik turun ke dalam hal kotor akan mempengaruhi mentalku mari cari perkerjaan tertentu yang bisa kita kerjakan.
"Aku mengerti."
Kami mengunjungi toko herbal yang dijalankan seorang penyihir dengan rambut hitam serta topi runcing di atas kepalanya. Dari penampilannya mungkin dia di awal 20an.
"Ara, apa yang bisa aku bantu untuk kalian berdua?"
"Kami ingin menjual tanaman herbal di sini, apa bisa kami mendapatkan sedikit uang."
"Hmm itu.... herbal yang kalian kumpulkan memiliki kualitas daun paling rendah, mungkin hanya sekitar 4 koin perunggu apa kalian tidak keberatan dengan harga segitu."
Aku dan Alice menjatuhkan bahu lemas.
"Sebenarnya kami perlu uang untuk menyewa penginapan, sepertinya kami akan tidur di luar sekarang."
"Kalian pasti kerepotan, bagaimana jika kalian menyewa kamar di tokoku di atas ada kamar kosong. Soal pembayaran kalian bisa membayarnya nanti jika punya uang, untuk harga satu koin perak seperti penginapan lainnya termasuk makan dan kebutuhan lainnya."
"Apa kau yakin? Kami orang asing loh."
"Tak masalah...belakangan ini tokoku sepi, aku perlu penghasilan lebih dan akan sangat menyenangkan jika aku tinggal dengan orang lain di sini."
Ternyata dia orang yang baik.
"Hati-hati Arsel, mungkin saja dia berniat untuk memasak kita ke dalam kuali besar."
"Tidak, aku bukan penyihir seperti itu.. tapi terkadang aku memasukkan slime ke sana."
"Sudah kuduga, dia musuhku."
"Kenapa bisa?"
Sepertinya aku harus menjelaskannya agar bisa dapat tempat menginap.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Filanina
dialog ini punya siapa? di atas ini dialog Alice, di bawah dialog Arsel.
2024-02-10
2
Filanina
khas NPC penjaga toko
2024-02-10
1