Entah bagaimana caranya aku akhirnya sampai di sebuah kota setelah melewati hutan, seperti yang kuduga seluruh pemandangan ini mirip seperti pada abad pertengahan di Eropa.
Rumah-rumah bangus berderet di sepanjang jalan utama bersama berbagai toko yang bisa ditawarkan oleh para pedagang untuk semua orang yang melihatnya, itu seperti apapun yang kau inginkan tersedia di sini.
Ada rumah bordil juga yang terlihat jelas dari tempatku berdiri.
Dari semua tempat, tempat itulah yang tidak boleh aku masuki. Aku memang orang jahat tapi tidak sejauh itu bisa menjejakkan kaki di sana.
Alice yang berada di atas kepalaku tiba-tiba melompat ke bawah lalu melompat-lompat kecil ke sebuah saluran air sebelum masuk ke dalamnya.
"Alice itu kotor loh."
Alice tidak mendengar peringatanku dan keluar tanpa kotor sedikitpun. Dia memuntahkan beberapa koin emas dari mulutnya.
"Bukannya ini?"
"Dengan uang ini kita bisa beli makanan, sayang aku tidak menemukan lebih banyak lagi."
"Tidak, ini sudah cukup... tunggu, Alice kau bisa bicara?"
Slime di dekatku memiringkan kepalanya.
"Jangan menatapku begitu, aku jelas yang harus bingung di sini," kataku lemas.
"Aku bukan slime biasa, aku bisa bicara dan sesekali aku juga menggunakan wujud manusia."
"Kau bisa melakukannya dan masih berada di atas kepalaku."
"Aku tidak suka berjalan."
Slime ini, dengan kata lain dia dari awal membodohiku.
"Selain itu aku mengatakan yang sesungguhnya, aku suka nama Alice dan senang kalau kau menganggapku sebagai temanmu."
"Kalau begitu bisakah kau berpenampilan sebagai manusia saja... banyak orang menatapku aneh karena ada Slime di kepalanya."
"Jika aku lakukan aku mungkin akan terlihat telanjang."
"Ah, kalau begitu mari gunakan uang ini untuk beli pakaian dulu."
Aku dan Alice membeli beberapa makanan sebelum mengunjungi toko jahit, kami membeli pakaian yang kami sukai. Untukku aku menggunakan t-shirt yang ditutup kembali dengan mantel hitam berbulu di lengan serta kerahnya, sementara bagian bawah celana panjang yang digabungkan dengan sepatu tinggi.
Aku menggunakan warna hitam putih untuk setiap pilihanku. Sementara itu.
Tirai yang menyembunyikan sosok Alice terbuka dan itu mengejutkanku bahwa dia benar-benar cantik.
Ia memiliki tubuh wanita dewasa dengan rambut biru panjang lurus dengan sentuhan jepit rambut sebagai hiasan, dia mengenakan gaun terusan yang sedikit terbuka yang mana menampilkan kulitnya yang putih seperti salju.
Mata biru besar bisa terlihat dengan jelas dengan sudut bibir tipis yang melengkung sempurna, apa yang bisa kukatakan dia benar-benar luar biasa, di luar kota aku melihat banyak pria tampan dan wanita cantik tapi Alice jauh berada di atas itu.
Dia berada di level berbeda.
"Arsel?"
"Ah, kau terlihat cocok mengenakannya."
"Syukurlah."
"Untuk sekarang mari ke tempat lain."
"Um."
Aku tidak pernah menyangka bisa berjalan dengan seorang gadis cantik di hidupku, kau tahu? Aku hanya seorang pecandu game sebelumnya. Saat kedua orang tuaku meninggal keluargaku yang lain ikut menghilang dan setiap hari itu membuatku berada di dalam neraka. Pada dasarnya aku memang sampah masyarakat.
"Lihat itu Arsel... kita sampai, guild petulang."
Seperti yang kuinginkan jika kita mengikuti arus dari sebuah game, tempat ini adalah hal yang cocok untuk memulainya.
Perlengkapan yang kami gunakan memiliki efek pertahanan meski kami melawan monster yang sedikit kuat aku rasa kami berdua bisa bertahan.
Sayangnya karena uang yang harus dikeluarkan aku hanya mampu membeli sebuah belati tumpul di toko loak meski begitu ini lebih baik daripada tidak ada sama sekali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Prakabumi. Askar
kan kan udah gw duga.ini pasti rimuru
2024-06-26
2
Prakabumi. Askar
bjir lah
2024-06-25
0
Zero
Jangan Bilang Kalau Novel Ini Terinspirasi dari Anime Tensei Shitara Slime Datta ken(Rimuru Tempest)
2023-10-26
2