Aku berguling ke samping saat sebuah kaki yang besar itu hampir mengenaiku sebelum berlari ke arah pepohonan untuk lebih menyulitkannya.
"Kau pasti bercanda."
Aku tidak memiliki kekuatan apapun seperti sihir atau kemampuan super, bahkan aku tidak memiliki sistem sebagai mana orang ketahui. Setelah aku mengayunkan tanganku tidak ada apapun yang muncul.
Harusnya ada semacam jendela status untukku bukan, di mana aku bisa menaikkan level atau sebagainya.
Aku benar-benar lemah.
Dinosaurus yang mengejarku terus berlari padaku, tak begitu sulit untuknya menghancurkan apapun yang menghalanginya aku bahkan menganggapnya sebagai tank baja. Aku tanpa sengaja menemukan sebuah gua dan segera mungkin untuk bersembunyi di dalamnya.
Dinosaurus itu tampak melirik ke arah jurang yang tidak jauh dari tempatku berada sebelum akhirnya berbalik untuk berjalan pergi, aku menjatuhkan tubuhku dengan hembusan nafas lega.
Sudah kuduga hal ini akan terjadi, jika aku selamat dari sini aku akan jadi orang baik dan berhenti untuk mencuri.
Aku menegaskan hal itu dalam hatiku saat seekor slime kecil tiba-tiba saja melompat ke arahku, tubuhnya berwarna biru dengan ukuran bola yang bisa digenggam satu telapak tangan saja.
"Yo kawan, apa kau memiliki nasib sepertiku juga... bersembunyi di tempat aman agar terus hidup karena lemah."
Slime itu hanya menggoyangkan tubuhnya seolah mengerti dengan apa yang kukatakan, walau aku menyebutnya lemah dia malah terlihat kegirangan.
"Sepertinya kau dan aku terlihat cocok, mari bekerja sama untuk keluar dari sini. Namaku Arsel. Apa kau mau ikut denganku?"
Slime itu kembali melompat kecil yang mana aku anggap seperti persetujuan bahwa dia mau ikut denganku.
"Pertama mari tentukan nama untukmu... aku tidak tahu jenis kelamin slime jadi aku akan bertanya."
"..."
"Kau jantan."
Dia menggelengkan tubuhnya.
"Jadi betina kah."
Dia mengangguk atas responku yang cepat.
"Hmmm jika Slime bagaimana kalau namamu Lime saja, kita hanya membuang huruf S nya."
Slime tersebut tampak marah selagi mengembungkan wajahnya.
"Kau tidak menyukainya, baiklah akan aku ganti jadi Alice saja, tuan putri kebanyakan menggunakan nama tersebut."
Dia melompat-lompat dengan senang, kupikir slime ini menyukai nama-nama gadis feminim pada umumnya.
Mari kesampingkan hal itu lalu cari cara untuk bisa keluar dari hutan dan pergi ke salah satu tempat yang banyak dihuni manusia.
Tak lama kemudian terdengar suara dari perutku yang menandakan bahwa aku benar-benar lapar sekarang, jika dipikirkan aku mungkin telah berlari sejauh 5 km atau lebih.
Slime di tanganku melompat pindah ke tanah, ada semak-semak di sana jadi dia mendekatinya lalu mengambil beberapa daun untukku, dia bisa membentuk bagian tubuhnya seperti tangan.
"Aku sungguh berterima kasih padamu, tapi aku tidak makan daun."
Dia memucat.
"Yah, jangan khawatir kau mungkin tidak tahu."
Dia melompat-lompat dengan senang.
"Kurasa makhluk itu sudah jauh jadi mari keluar dari gua ini."
Aku meletakkan Alice di atas kepalaku lalu mengendap-endap di antara semak-semak dan pepohonan, aku melihat ada beberapa orang yang sedang melawan monster di sana.
Sebenarnya aku ingin menyapa mereka tapi rasanya aku sedikit trauma, mungkin mereka akan mengira aku orang jahat lalu mengejarku seperti sebelumnya jadi mari lewati mereka dan terus berjalan.
Aku menggunakan Jersey berwarna hitam yang tentu akan menarik kecurigaan banyak orang namun jika itu di kota pasti akan sedikit lebih baik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Prakabumi. Askar
bro sedang menciptakan genre slime
2024-06-25
1
wesdy sked
gw. baru tau kalo slime punya gender
2024-04-08
1
Anonymous
hm
2024-03-25
0