Saat Xiang Shin tiba di pinggiran Pegunungan Duyi, dia terlebih dahulu mencoba merasakan dimana saja tempat para bandit itu berada.
“Ada sekitar 3 ribu bandit, mereka memiliki markas yang berbeda-beda dan saling berjauhan. Paling kuat diantara mereka setingkat dengan kesatria sihir level 7, itupun hanya ada beberapa,” Xiang Shin selesai menganalisa kuantitas dan kualitas lawan, “ini tidak akan sulit, hanya saja akan memerlukan waktu karena mereka memiliki banyak markas yang saling beejauh.”
Pedang Angin!
Angin seketika berhembus mengelilingi Xiang Shin. Pedang angin yang tak kasat mata tercipta di sekeliling Xiang Shin dengan jumlah ribuan.
“Pergi! Bunuh semua bandit itu!”
Semua pedang angin seketika melesat ke tempat-tempat dimana para bandit berada. Xiang Shin telah mengetahui dimana keberadaan para bandit jadi dia bisa menentukan kemana pedang angin akan melesat.
Dengan begitu Xiang Shin bisa dengan santai menunggu sementara pedang angin melakukan pekerjaan mereka. Dia tidak perlu bergerak untuk memberantas para bandit, hanya memerlukan satu sihir saja sudah cukup.
Xiang Shin sedang menunggu hasil dari pedang petir sementara Xu Lingling sedang menunggu hasil dari para Spirit Beastnya.
Xiang Shin mengeluarkan sebuah kantung berisi kue kering atau makanan ringan. Kantung itu terlihat penuh warna serta banyak hiasan-hiasan seperti gambar dan lain-lain.
Melihat kantung di tangannya, Xiang Shin teringat dengan seorang gadis kecil yang memberinya sekantung makanan ringan tersebut. Dia adalah Liana, adik dari pangeran Felix yang sudah ia anggap sebagai adiknya.
Sambil menunggu, Xiang Shin ingin makan makanan yang manis.
“Ini pertama kalinya aku merasakan makanan buatan putri Liana, ternyata rasanya cukup enak,” Xiang Shin terus memakannya lalu menoleh kearah Xu Lingling.
“Mau?” Xiang Shin menawarkan makanannya.
“Aku adalah kultivator tingkat Martial Saint tahap akhir, tidak memerlukan makan,” Xu Lingling langsung menolak.
Kultivator tingkat tinggi memang tidak memerlukan makan ataupun tidur, karena energi di tubuh mereka sangat melimpah, itu akan secara otomatis memberikan nutrisi pada tubuh kultivator.
Xiang Shin juga sebenarnya tidak lapar, dia makan hanya untuk kepuasan saja, dan juga agar dia punya kerjaan sambil menunggu.
“Yasudah,” Xiang Shin pun lanjut makan, tidak berusaha menawarkan lebih jauh.
Mendengar suara renyah makanan yang Xiang Shin makan membuat Xu Lingling menoleh kearah pemuda itu.
Makanan itu terlihat nikmat, rasa ingin tiba-tiba muncul di hatinya, ingin merasakan makanan itu.
“Beri aku beberapa!” Xu Lingling akhirnya menodongkan tangannya.
“Seharusnya kau lebih jujur pada keinginan mu!” Xiang Shin pun memberikan sekantung makanan ringan pada Xu Lingling.
“Gurih dan manis, apa kau yang membuatnya?” Xu Lingling menyukai rasa makanan yang manis.
“Tidak, aku diberikan oleh seseorang.”
Xu Lingling menyipitkan matanya, melihat dari kantung yang digunakan sangat berwarna dan indah, ia berpikir Xiang Shin mendapatkannya dari seorang wanita.
“Kenapa kau malah cemberut? Bukankah kau bilang kau menyukainya?” Xiang Shin sedikit mengerutkan kening melihat gadis itu cemberut.
“Bukan apa-apa!” Xu Lingling mengalihkan pandangannya.
Mereka berdua pun diam setelahnya, tidak ada yang bicara, hanya terdengar suara renyah dari keduanya yang memakan makanan ringan.
“Apakah dia marah?” Xiang Shin bisa mendengar Xu Lingling mengunyah makanan dengan kasar, seolah sedang marah.
Namun dia sendiri tidak tau penyebabnya.
***
Di salah satu kaki gunung di Pegunungan Duyi, terdapat markas besar dari kelompok bandit bernama Bandit Lebah Hitam.
Mereka adalah salah satu kelompok bandit terkuat di Pegunungan Duyi dengan pemimpin mereka yang berada ditingkat Martial Ancestor tahap 1.
Saat ini mereka sedang bersenang-senang minum arak sambil main judi.
Selang beberapa menit, tiba-tiba terdengar suara teriakan dari arah salah satu bangunan membuat para bandit yang sedang asik main judi, langsung menghentikan kegiatan mereka.
“Apa yang terjadi?”
“Entahlah, paling dia cuman bermimpi.”
“Haha, kau benar. Bagaimana mungkin akan ada orang yang berani masuk ke pegunungan Duyi. Dan jikapun mereka memasuki wilayah kita, kita pasti akan langsung mengeta...”
Bandit itu tiba-tiba menghentikan kalimatnya, ia menunduk kebawa, melihat dadanya yang sudah berlubang tanpa dia ketahui apa yang terjadi.
“Gouhk!” Bandit itu batuk darah sebelum terjatuh dalam kondisi tidak bernyawa.
Sebelum bandit lainnya bisa mengeluarkan suara, mereka merasakan tenggorokan mereka tertembus oleh sesuatu.
Mereka pun jatuh, tubuh mereka kejang-kejang dengan leher berlubang mengeluarkan darah.
Bos bandit yang sedang santai minum arak, langsung keluar saat mendengar suara diluar yang terdengar ricuh.
“Apakah benar-benar ada orang yang berani menyerang Bandit Lebah Hitam ku? Gr.. apa mereka dari bandit lain?”
Setibanya diluar, bos bandit itu mengerutkan kening melihat para bawahannya yang tergeletak tak bernyawa.
“Mereka semua.. sudah mati.” Bos bandit terkejut.
Bagaimana mereka bisa mati dengan begitu cepat, padahal mereka semua adalah petarung terlatih. Dan meskipun musuhnya kuat, setidaknya mereka bisa bertahan lebih lama.
Sekarang hanya ada satu kemungkinan di kepala Bos bandit, yaitu musuh yang mengincar mereka memiliki kekuatan yang tidak bisa mereka bayangkan.
Bos bandit sekilas merasakan sesuatu, ia menggerakkan tubuhnya ke samping seolah menghindari sesuatu.
Pintu di belakang bos bandit seketika berlubang seperti ditusuk benda tajam.
Bos bandit akhirnya menyadari jika yang menyerang para bawahannya adalah sesuatu yang tidak terlihat. Namun dia tidak tau pasti itu apa, entah itu adalah kultivator berkemampuan menghilang atau sebuah teknik khusus yang tidak terlihat.
Sebelum bos bandit berpikir lebih jauh, pahanya terasa tertusuk hingga tembus.
“Aaarrrkkk!” Bos bandit langsung berlutut kemudian teriakannya semakin keras karena punggungnya tertusuk oleh beberapa benda tidak terlihat hingga tembus ke dada dan perut.
“Tidak mungkin.. gouhk! Aku adalah.. bos bandit..”
Bos bandit akhirnya tumbang, menghembuskan nafas terakhirnya tanpa mengetahui seperti apa wajah orang yang telah membunuhnya.
Sesaat kemudian tubuh mereka melayang seperti diangkat angin kemudian dibawa terbang ke arah tertentu.
***
Xiang Shin dan Xu Lingling masing melayang di tempat semula. Makanan mereka sudah habis.
Xiang Shin sebenarnya masih punya beberapa kantung lagi namun dia menyimpannya untuk nanti.
Xu Lingling melebarkan mata saat pandangannya secara tidak sengaja menangkap sesuatu yang aneh.
Dia melihat puluhan atau mungkin lebih tubuh manusia melayang kearah mereka.
“Aku sudah membunuh 207 bandit, dan masih ada juga yang sedang dalam perjalanan,” Xiang Shin tersenyum lebar.
Mayat para bandit itu terbang dan akhirnya jatuh tepat di bawah Xiang Shin.
“Bagaimana kau melakukannya?”
“Aku memiliki cara ku sendiri, aku tidak perlu memberitahukannya pada mu,” Xiang Shin tersenyum mengejek, “jadi apakah kau sekarang akan mengakui kekalahan mu?”
“Huh, ini baru permulaan, para Spirit Beast ku akan membunuh lebih banyak dari mu!” Xu Lingling tidak mungkin mengakui kekalahan begitu saja.
Kekalahan yang sudah jelas saja tidak mau dia akui, apa lagi kekalahan yang masih belum jelas seperti ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 702 Episodes
Comments
ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤ
.
2024-01-06
1
Nani Andriani
sifat alamiah cewek memang gtu,,"tak mau kalaaah"🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2023-08-28
1
Eko Emizar Putra
😂😂😂😂
2023-08-23
0