Bab 20

Setelah dewi dan riska bersih - bersih.

Dewi, riska dan puput duduk di ruang tengah dan memulai diskusi untuk eksekusi pembakaran mobil malam ini.

" teman - teman jadi hari ini sebelum kita mengambil mobil, kita cari syarat - syarat nya dulu, syarat - syarat nya cuma kembang tujuh rupa, air alkohol dan daun bidara, tentu nya minyak tanah dan korek, dan kain kafan. sore kita juga harus sudah membawa syarat dan mengambil mobil untuk di bawa ke lokasi kejadian salah satu kecelakaan dan kita eksekusi di situ. " ujar dewi.

" berarti kita beli sekarang aja selagi masih pagi " ujar riska.

Setelah itu mereka langsung prepare dan semua masuk ke mobil dewi .

Mereka memulai perjalanan untuk membeli semua syarat - syarat itu,

2 jam mereka telah membeli semua itu kecuali daun bidara, daun bidara yang tumbuh di daerah tropis dari arab.

" dew, daun badari nya gimana, masa kita harus ke arab" ujar puput.

"Ayah gue punya ko, ga usah khawatir, ayo ke rumah gue " dewi.

Akhir nya mereka ngambil di rumah dewi dan semua syarat sudah terkumpul. Yang terakhir mereka harus mengambil mobil di kantor polisi.

" sudah jam 5 sore nih, ayo kita ambil mobil nya bertiga ke kantor polisi nya, biar nanti gue yg bawa mobil sama riska, dewi nanti lu bawa mobil lo sendiri" ujar puput.

Kemudian mereka menuju ke kantor polisi dan mengambil mobil

" permisi pak, saya dan teman saya mau ambil mobil saya yang kemarin terjadi kecelakaan " ujar riska.

" iya mba, mobil nya ada di depan ya, ini kunci nya " ujar pak polisi

Puput dan riska langsung naik mobil riska, dan dewi memakai mobil nya sendir.

" put lo udah tanya dewi belum, sekarang kita mulai kan, mau di mana nih mulai nya " ujar riska.

" udah ris, kita ke kubit tinggi aja, ikutin dewi, biar dia jalan duluan, kita di belakang " ujar puput

Mereka melewati beberapa sawah dan kebun serta pohon - pohon besar,

Dewi riska dan puput sudah menyampurjan semua racikan syarat nya di drigen.

Saat riska dan puput sedang melewati sungai dan jurang, puput melihat ada seorang wanita yang duduk di pinggir jalan, dan mencoba ingin memberhentikan mobil nya.

" jalan terus put, jangan terpengaruh pada hal apa saja yang kita lewatin, jalan buru put ikutin dewi" ujar riska

Selama perjalanan yang sangat jauh, karna harus mendaki bukit. Mobil riska dan dewi teras tidak kuat menanjak dan mobil mundur

tiba - tiba ada yang tertawa di mobil yang mereka pakai tetapi riska meminta agar mereka mengabaikan suara itu, mobil terus mundur ke belakang yang.

" put buru telepon dewi" riska

Kringg... Kring... Kriinngg...

Handphone riska berdering

"Hallo, tolong puter balik dew, mobil mundur sendiri ini, tolongin kita buruan dew " ujar riska

dewi langsung memutar balik mobil nya

" astaga riska, puput, lo kosongkan pikiran dan injek gas terus, gua bantu doa biar lo maju jalan " ujar dewi sambil berteriak.

Dewi berdoa memohon pertolongan penjaga nya agar mobil riska dan puput bisa maju, bukan mundur

Dengan membacakan doa, mobil riska dan puput tidak masuk jurang dan langsung melaju ke depan

" alhamdulilaahhhhhh,,... Dewi terimakasih " ujar riska dan puput.

Lalu merek melanjutkan perjalanan ke bukit.

Setelah 2 jam mereka di perjalanan, akhir nya mereka sampai di bukit pertengahan hutan, tempat pertama kali kejadian pemilik mobil ini di rampok, di bunuh dan di mutilasi.

" dew, tempat nya di sini?? Ko serem amat " ujar riska.

" iya, dew put kalian parkirkan mobil nya di samping pohon itu " ujar dewi sambil menunjuk pohon besar"

Setelah mobil di letakan di samping pohon tiba - tiba tubuh dewi ada yang merasuki.

" hii... Hii.. Hii.... Kalian ada apa kesini, pulang lah hii... Hiii... Hiii.... Kalian tidak akan bisa memusnahkan saya " ujar dewi saat kesurupan

" put kita harus ngapain ini put, gue takut " ujar riska.

" tenang ris, gue udah biasa ngurusin dewi kalau lagi kerasukan, dewi kerasukan ini dia sambil komunikasi " ujar puput.

kemudian puput mengajukan pertanyaan - pertanyaan ke dewi dan seketika dewi langsung sadar.

" dew, lo gpapa kan " ujar riska.

" iya gpapa ris, dia marah ris merah besar, ayo kita langsung siram air yang ada di drigen itu. semua udah gue campurin di situ " ujar dewi.

kemudian riska mengambil drigen dan langsung menyiram ke mobil itu.

mobil kemudian menyala dengan sendiri nya dan gas mobil berbunyi kencang seperti ini berjalan dan menabrak dewi dan puput yang sedang di depan,

air sudah di siram semua ke mobil. saat api ingin di lemparkan ke mobil itu, mobil itu langsung maju dan ingin menabrak puput.

" put, lariii..... awass mobil itu mengincar lo dan ingin menabrak lo " ujar dewi

Puput terus berlari dan berlari, sudah sangat lelah dan seperti ingin jatuh

" apa gue nyerah aja ya,mungkin ini akhir dari semua hidup gue, " ujar puput dalam hati nya.

puput baru menyadari jika dia membawa korek juga

" astaga gue bawa korek di kantong, bismillah"....." ujar puput

kemudian puput berlari pelan dan langsung menyalahkan korek nya dan langsung melemparkan nya ke mobil itu.

akhir nya mobil itu terbakar dengan api yang besar yang melahap mobil dan isi nya menjadi debu debu halus

" akhir nyaaaa,.... Ya allah terima kasih , saya masih di beri keselamatan " ujar puput.

" put lo berhasil alhamdulillah " ujar dewi

kemudian dewi, riska dan puput langsung berpelukan sambil menangis karena senang dan bahagia

" setelah mobil itu terbakar hebat dan menjadi debu, kita masukin debu itu ke botol ini ya " ujar dewi sambil memegang botol

selama 30 menit untuk menunggu mobil itu hancur

kemudian mereka langsung memasukan debu - debu mobil itu ke botol yang di bawa oleh dewi.

setelah eksekusi pembakaran berhasil.

mereka membawa debu yang ada di botol dan mereka pergi menuju pantai laut selatan.

" riska, lo berdoa sesuai yang gue sebutin ya dan lo langsung hanyutin botol itu ke pantai ini agar ke tengah laut. " ujar dewi.

saat itu dewi membacakan doa dan riska mengikuti nya sambil menghanyutkan botol itu.

" alhamdulillah botol sudah kita hanyut kan juga, insya allah mobil yang membawa malapetaka itu sudah tidak ada lagi dan kita akan bebas dari ancaman mobil itu " ujar dewi..

" terimakasih ya dew, semua atas bantuan lo dan puput, mungkin kalau lo ga ada, gue bisa jadi korban mobil itu lagi" ujar riska

" sama - sama put, sekarang tugas lo cuma berdoa untuk suami lo ya "ujar puput dan dewi

kemudian mereka langsung pulang ke rumah masing - masing dan mereka hidup dengan tenang selama nya.

TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!