Kini dewi sedang dan puput sudah pulang, yang menemani riska adalah keluarga nya riska.
Dewi mencari cara bagaimana agar mobil itu tidak banyak memakan korban jiwa lagi,
Dewi berfikir sambil melamun di kamar nya, dan jiwa dewi pun memberontak dan dewi langsung mendapat bisikan dari ilmu nya
" mobil itu harus di bakar dan di hancurkan agar tidak ada korban lagi "
Kemudian dewi langsung menghubungi puput bahwa diri nya telah mendapat bisikan
" hallo put... Malam ini kita ke rumah sakit ya, ke tempat riska, gue sudah dapat solusi nya " ujar dewi.
" oke dew siap" ujar puput
Kemudian puput memutuskan untuk pergi siang hari ini saja biar lebih awal sampsi nya.
Jam 2 siang, puput telah sampai di rumah sakit tempat ruang riska, sementara itu dewi berangkat jam 6 sore karna janjian nya jam 7 malam sudah sampai di lokasi.
Dewi membawa mobil sendiri pada jam 6 sore, langit yang sudah mulai gelap dan sudah ada rintik hujan serta daun banyak yang menutupi jalan.
Dewi tetap melanjutkan perjalanan nya
Saat dewi melewati tempat kejadian kecelakaan riska waktu itu, dewi di kejutkan dengan melihat ada mobil suami nya riska yang sedang parkir di samping pohon padahal mobil riska masih di tahan di kantor polisi.
" astaga itu bukan nya mobil nya riska ya?? Ko ada di samping pohon dekat lokasi kejadian kecelakaan waktu itu " ujar dewi.
Lebih di kejutkan nya lagi, karna dewi memiliki indra ke enam, dewi melihat mobil itu berlumuran darah dan mobil itu seperti tidak menapak di tanah, bahkan ada banyak orang di dalam nya tetapi semua nya muka nya hancur dan ada bagian tubuh yang sudah tidak utuh lagi.
Di dalam mobil itu juga ada suami nya riska yang berdiri di samping mobil dengan kondisi kaki yang patah dan berdarah - darah.
" astaga, gue harus segera ke rumah sakit, sebelum mobil itu ngikutin gue dari belakang " ujar dewi.
Dewi terus melajukan mobil nya, dewi terus membaca doa selama dalam perjalanan, tapi saat itu dewi berhenti dulu untuk mampir ke toko buah, dewi membeli buah untuk riska.
Kondisi pintu toko buah itu terlihat kalau dari dalam keluar tetapi tidak terlihat jika dari luar ke dalam.
Saat pintu ingin di buka oleh dewi, dewi langsung menutup nya lagi karna ternyata mobil almarhum suami riska mengikuti dewi, dewi melihat mobil itu ada di sebrang jalan dekat arahan putaran balik.
Kemudian dewi memutuskan untuk menelepon puput.
kring.... Kring... Kring....
" hallo dew ada apa , lo di mana?? Ko belum sampai juga ,sekarang udah jam 8 loh " ujar puput.
" put, gue harus nya udah sampai rumah sakit, tapi gue berhenti di toko buah, pas gue mau keluar dan masuk mobil tiba - tiba gue liat mobil almarhum suami nya riska dan mobil itu ngikutin gue, tuh mobil nya di serang jalan dekat arah putaran balik ( sambil mengirimkan foto mobil riska yang ada di sebrang) " ujar dewi.
" waduh sebentar dew, gue bicara dulu ke riska, riska juga udah mendingan nih " ujar puput.
Kemudian mereka masing - masing mematikan telepon
" ris, temen gue dewi di ikutin mobil horror almarhum suami lo di sebrang jalan toko buah " ujar puput
" astaga trus gimana, gue juga bingung put, apa lo mau susul dia pakai mobil lo?? Ujar riska.
" eh gue punya ide, tapi gpapa kan lo sendiri sebentar ris," ujar puput
", iya gpapa, gue udah sehatan ko put. Yaudah sana, hati - hati ya kalian " ujar riska.
Kemudian dewi di telepon oleh puput bahwa puput sudah di perjalanan untuk menjemput nya dan puput meminta agar mobil Dewi di titipkan dulu saja di toko buah agar pagi baru di ambil berdua, dan dewi di minta untuk keluar lewat pintu belakang dan minjam jaket karyawan toko itu agar tidak terlihat oleh penghuni mobil itu.
Kemudian dewi langsung minta tolong ke pihak toko untuk pinjam jaket, menitipkan mobil serta keluar dari pintu belakang keluar karyawan.
Setelah 20 menit berlalu, akhir nya puput sampai di pintu belakang toko buah, dewi menutupi wajah nya dengan kupluk agar tidak terlihat, pintu mobil sengaja di buka agar dewi bisa langsung masuk.
Saat mobil puput sampai, dewi langsung masuk dan menutup pintu mobil dan menundukan kepalanya.
Mereka lalu menuju ke rumah sakit untuk menemui riska, puput dan dewi selalu melihat ke arah belakang, apakah mobil itu mengikuti mereka atau tidak.
Setelah itu mereka sampai di rumah sakit dan langsung memarkirkan mobil nya di area dalam rumah sakit saja.
Mereka lega karna tidak di ikuti mobil itu.
" ***... Riska lo udah mendingan " ujar dewi.
" waa.. Alhamdulillah mendingan dew, huhh... Syukur kalian selamat dan sudah sampai di sini, kalian ga di ikutin kan?? Takut nya mereka tau rencana kita. " ujar riska
" engga ko, tadi gue sama dewi liat dan pantau ke belakang terus, mobil itu tidak mengikuti kita " ujar puput.
kemudian dewi mulai memberitahu riska, cara untuk memusnakan mobil itu.
" ris, gue mau nanya nih, kira - kira lo rela ga kalau mobil itu tidak ada tapi lo ga dapet uang, ibarat lo kasih mobil tapi g di kasih uang" ujar dewi.
" ya ga mau dong dew, itu harta gue satu satu nya, pasti solusi lo di jual kan mobil nya?? " ujar riska.
" bukan ris bukan di jual" ujar puput.
lalu dewi langsung menjelaskan dengan lengkap ke riska
" mobil lo harus di musnahkan ris, harus di bakar dan di hancurkan agar tidak berbentuk mobil lagi, karna kalau kita jual atau kita lakukan apapun itu ga akan bisa dan mobil itu akan terus mencari korban, karna sudah banyak yang meninggal akibat penghuni mobil itu, nanti gue bantu bacain doa sambil proses pemusnahan dan harus di lakukan pada malam hari dan otomatis penghuni mobil itu dan korban - korban yang kecelakaan yang ada di mobil itu tidak akan ada lagi dan akan tenang di alam nya " ujar dewi.
" oh gitu ya dew, yaudah deh mau gimana lagi kalau hanya itu cara nya agar tidak ada lagi korban, yauda gue mau dew, kemungkinan besok juga gue udah bisa di bolehin pulang ko sama dokter, gue langsung ke rumah lo ya put, gue takut mau di rumah sendirian " ujar riska.
" ya ampun, iya ris, kaya sama siapa aja lo, besok gue sama dewi jemput lo dan langsung ke rumah gue " ujar puput.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 20 Episodes
Comments