Pacarku Presdir-08

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Aluna sedang mencoba gaun-gaunnya. Gaun-gaun itu jarang dia pakai paling ketika hari Minggu saat beribadah di gereja.

"Ini kek ke buka dehhh". Dia melempar yang satu.

"Nahhh ini aja dehhhh".

Aluna mengambil satu gaun yang dibelikan oleh Ayahnya saat dia ulang tahun, tahun kemarin. Gaun berwarna peach dengan panjang sampai mata kaki, didepannya ada sedikit belahan. Dibagian dadanya tertutup, sedangkan bahunxa terekspos cantik.

Aluna tersenyum menatap pantulan dirinya di cermin. Lalu dia mengambil alat make up. Sebenarnya Aluna adalah gadis yang pintar fashion tapi dia memang tidak mau ikut terlihat glamor seperti gadis pada umumnya.

Aluna memasang makeup itu ke wajahnya. Tak butuh waktu lama wajahnya terlihat sempurna.

Aluna menggerai rambut sebahunya, poni nya di sisir rapih. Dia juga memasang satu jepit rambut cantik diatas kepalanya sebagai hiasan. Tak lupa anting dia pasang sebagai pelengkap penampilannya.

"Perfect".

Aluna tersenyum menatap dirinya yang cantik luar biasa. Dia yang jarang berdandan ketika berdandan justru terlihat sangat cantik dan dewasa.

Aluna menyambar tas dan high heels nya. Diturun, tak lupa ditangannya tergantung jaket tebal miliknya. Supaya tidak dingin.

"Malam semua".

Mereka yang berada di ruang keluarga menatap kearah Aluna. Mereka melonggo tak percaya, melihat Aluna yang biasanya tomboi dan tidak peduli dengan penampilannya tapi malam ini gadis itu cantik sekali.

"Ya ampun putri bawel Bunda cakep amat sihh". Erika memeluk putranya.

Aluna merenggut kesal "Bunda, ntar dandanan Aluna berantakan". Protes nya melepaskan pelukkan sang Ibu.

"Udah berhenti buat Bunda kesal ya. Malam ini putri Bunda cantik. Jadi, jangan buat Bunda darah". Celetuk Erika.

"Alun berangkat sama siapa?". Tanya Santoso pada putrinya.

"Sendiri Yah. Naik taksi".

"Lho si Ray kemana? Biasanya kamu bareng dia terusss?". Seru Erika.

"Dia lagi ada urusan Bunda". Sahut Aluna berbohong "Ya udah Aluna berangkat semua".

"Iya Dek hati-hati".

"Iya sayang".

Aluna naik kedalam taksi yang sudah dia pesan sebelum nya. Dia berkaca menatap penampilan nya.

"Ahhh guee cantik-cantik gini buat siapa? Pacar kagak punya". Aluna menggeleng sendiri.

Sang supir taksi yang mendengar celotehan gadis itu terkekeh "Sama anak Akang aja Neng. Cakepppp, dokter lagi". Ujar sang supir taksi tertawa kecil.

"Nggak Kang. Makasih". Sahut Aluna. Bukan pertama kalinya dia ditawari seperti itu, sudah sering.

Sampai dihotek tempat acara, Aluna langsung turun. Dia menatap setiap yang datang pasti membawa pasangan. Sementara dirinya, hanya mengandeng tas sungguh miris hidupnya.

"Lun". Teriak Yura dan Mira dipintu masuk bersama Yandi dan juga Bayu.

Aluna mengangguk dari jauh dan tersenyum kikuk. Dia melirik kekiri dan ke kanan semuanya mengandeng tangan pasangannya.

"Ahhh sial".

Tatapan Aluna teralih pada dua pria yang baru saja keluar dari mobil.

Secepatnya Aluna berjalan menghampiri dua orang itu.

"Sayang".

Kedua pria itu langsung menoleh. Aluna maju dan melingkarkan tangannya dilengan salah satu pria itu.

"Aku pikir kamu nggak bakal datang". Ujar Aluna.

Kening pria itu berkerut dan juga heran sekaligus bingung. Sementara sang asisten menatap tak percaya.

"Ayo sayang".

Namun pria itu tak bergeming dia menatap Aluna dengan tajam. Apalagi tangan Aluna yang melingkar dilengannya.

Aluna berjinjit mengapai telinga pria itu "Pak tolongin saya. Please jadi pacar pura-pura saya. Malam ini aja ya?". Bisik Aluna pelan.

Yura, Mira, Yandi dan Bayu menghampiri Aluna. Heran melihat memeluk lengan seorang pria yang tidak mereka kenal.

"Lun".

Aluna semakin erat memeluk lengan pria itu "Haiii guysss. Ini pacar gueeeee". Pria itu dan sang asisten membulatkan matanya mendengar ucapan Aluna.

"Pacar elu?". Yandi menatap Aluna penuh selidik.

"Iya pacar gueee". Aluna memaksa senyum semanis mungkin "Namanya". Aluna menatap pria itu tampak berpikir "Namanya Alvaro". Ujar Aluna tersenyum.

Alvaro dan Sonny saling melihat. Bagaimana mungkin Aluna tahu namanya.

"Ayo sayang, kenalan sama mereka". Aluna mengedipkan matanya. Alvaro hanya mengangguk.

"Alvaro".

"Yandi".

"Bayu".

"Mira".

"Yura".

Mereka berkenalan dengan Alvaro. Aluna sudah kikuk jangan sampai mereka tahu jika dia tidak mengenal pria yang dia peluk ini.

"Kapan elu jadikan sama dia?". Yura menatap selidik.

"Tadi siang. Iya kan sayang?". Aluna menginjak kaki Alvaro agar mengiyakan ucapannya. Alvaro meringgis kesakitan namun mengangguk patuh.

"Emang dia kerja apa?". Tatap Yandi tidak suka. Dia hanya setuju jika Aluna bersama Rayyan.

"Taksi online". Alvaro kembali menatap Aluna.

"Taksi online?". Beo mereka.

Aluna mengangguk "Nahh kenalin ini temennya. Dia juga mau ikut sama kita. Iya kan sayang". Lagi-lagi Alvaro mengangguk patuh. Dia masih menatap tangan gadis itu.

"Ya udah ayo masuk".

Yandi dan Mira berjalan duluan. Disusul oleh Yura dan Bayu yang saling mengandeng tangan.

Sedangkan Aluna dan Alvaro mengekor dari belakang diikuti oleh Sonny yang bingung. Alvaro memberi kode pada Sonny agar dia menunggu diluar saja.

"Pak, ntar saya traktir sebagai ucapan terima kasih. Malam ini Bapak saya sewa dulu buat jadi pacar pura-pura saya". Bisik Aluna sambil berjalan "Pak, bisa senyum dikit nggak. Takut ntar ketahuan kita boongan".

Langkah Alvaro terhenti dia menatap Aluna dengan tajam.

"Sttttt". Aluna meletakkan jari nya di bibir Alvaro "No protes. No debat. Kali ini aja nolongin saya ya pak?". Pinta Aluna. Tak lupa jurus puppy eyes nya dia keluarkan.

"Baik". Sahut Alvaro dingin.

Jantung Alvaro berdegup kencang. Saat kulitnya dan kulit Aluna bersentuhan, seperti ada sesuatu yang menjalar. Rasa aneh yang belum pernah Alvaro rasakan.

Dia juga tidak alergi, biasanya dia tidak bisa disentuh oleh wanita karena dia menderita OCD akut yang tidak bisa bersentuhan dengan wanita. Namun ketika Aluna mengandeng tangannya, dia malah merasa jantungnya yang tidak beres.

Mereka masuk kedalam. Alvaro dan Aluna langsung menjadi pusat perhatian. Aluna yang cantik bukan main dengan dandanan natural serta baju yang dia pakai, membuatnya tampak dewasa dan cantik alami. Sementara Alvaro dengan jas mahal yang melekat ditubuhnya terlihat sekali bahwa pria itu kaya. Siapa yang akan percaya jika dia supir taksi online?.

Alvaro yang sebenarnya datang ke hotel tersebut ingin membahas kerja sama bersama direksi dan beberapa pimpinan perusahaan lainnya harus dibatalkan demi menjadi pacar pura-pura Aluna.

"Lun, serius ini pacar elu? Astaga cakep bangettt". Teman-teman alumni yang sama dengan Aluna benar-benar kagum dengan Alvaro.

"Heheh iya. Barang import jadi memang punya kualitas". Celetuk Aluna tersenyum manis. Tapi dia malu bukan main.

"Iye Lun. Elu berdua cocok banget". Kata temannya yang lainnya "Gueee kira elu bakal bawa Kak Ray. Soalnya guee liat dia suka banget sama elu". Aluna langsung kikuk. Rayyan tidak tahu jika dia berada dipesta.

"Hehhe, gitu yaaaa". Aluna mengarruk tengguk nya.

Acara dimulai. Para alumni sudah berkumpul. Setiap tahun selalu diadakan acara reunian tahunan bersama seluruh alumni Universitas Gajah Mada.

Aluna, Mira dan Yura adalah alumni yang tak pernah absen jika masalah reunian. Biasanya tidak membawa pasangan tapi tahun ini sengaja diharuskan membawa pacar.

"Ayo sayang kita makan".

Mereka duduk dimeja VVIP yang sudah disediakan oleh panitia.

Bayu dan Yandi menatap Alvaro tak suka. Sifatnya yang tidak banyak bicara dan terkesan sombong. Berbeda dengan Rayyan yang sangat akrab dengan mereka.

"Ray, sudah tahu Lun, kalau elu punya pacar?". Tanya Yandi sambil menyesap minumannya.

"Udah tahu kok. Iya kan sayang?". Aluna menampikan senyum manisnya sebagai kode supaya Alvaro menyiakan.

"Iya". Sahut Alvaro dingin.

"Lun, elu dapet dari mana cowok secakep ini?". Bisik Yura curi-curi pandang kearah Alvaro "Gue pesen online langsung dari luar negeri". Jawab Aluna asal.

"Elu yang bener aja Lun. Masa iya pake pesan". Mira geleng-geleng kepala.

"Sayang dimakan". Suruh Aluna.

"Iya terima kasih". Alvaro mengambil satu cemilan "Enak". Gumam Alvaro mengunyah kue itu.

"Ini Aluna yang lho". Ujar Mira.

Alvaro menatap Aluna "Hehehe bukan buat sihh, mereka pesen dikedai aku sayang. Maaf ya aku lupa kasih tahu kamu". Aluna sudah kikuk. Hampir ketahuan bahwa dia bohong.

Drt drt drt drt drt drt.

"Siapa Lun?". Yandi penasaran.

"Kak Ray". Aluna menunjukkan layar ponselnya.

"Iya Kak. Iya aku lagi keluar sama Mimir dan Yuyur. Iya maaf nggak kasih tahu Kakak. Ya udah besok aja dehh Kak. Nggak perlu Kak. Kan besok juga Kakak mau jemput. Oke Kak".

Yura, Mira, Yandi dan Bayu menatap Aluna dengan selidik. Kenapa Rayyan bertanya Aluna dimana? Pasti Rayyan tidak tahu jika Aluna keluar tanpa dirinya.

Acara terus berlangsung sampai diacara dansa. Semua pasangan sudah mengambil posisi masing-masing untuk berdansa dengan kekasih hati, termasuk Yura dan Bayu, Mira dan Yandi.

Aluna dan Alvaro masih duduk ditempat mereka. Sedangkan Aluna bingung harus bagaimana. Dia tidak bisa dansa dan tidak tahu sama sekali.

"Kenapa?". Tanya Alvaro heran pada gadis yang terdiam tapi mulut komat-kamit seperti sedang berdoa.

"Aku nggak bisa dansa". Ujar Aluna.

Alvaro menahan senyumnya. Dia merasa lucu, tadi gadis ini sangat agresif memeluknya. Dia pikir Aluna sama dengan yang lainnya, yang bisa mengandeng pria. Ternyata gadis itu masih polos.

Alvaro berdiri dari duduknya. Lalu mengulurkan tangannya pada Aluna.

"Ayo".

"Tapi....".

"Aku akan mengajarimu".

Aluna menyambut uluran tangan Alvaro. Hal itu sukses membuat keduanya gugup bukan main.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

Rika Hari

Rika Hari

kamu memang the best aluna.alvaro d bilang cowok Anlene 😘😁😂

2024-10-11

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

AISSS, KIRAIIN ALUMNI, TRNYATA INGIN BRTEMU KLIEN, MLH TRJEBAK DGN ALUNA..

2023-06-07

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

BRRTI ALVARO ALUMNI SMA DISITU JUGA, TPI ANGKATAN KK KLAS SI LUNA.. TEPATNYA ANGKATAN SBLM LUNA MASUK SMA SITU

2023-06-07

0

lihat semua
Episodes
1 Pronolog.
2 Pacarku Presdir-01
3 Pacarku Presdir-02
4 Pacarku Presdir-03
5 Pacarku Presdir-04
6 Pacarku Presdir-05
7 Pacarku Presdir-06
8 Pacarku Presdir-07
9 Pacarku Presdir-08
10 Pacarku Presdir-09
11 Pacarku Presdir-10
12 Pacarku Presdir-11
13 Pacarku Presdir-12
14 Pacarku Presdir-13
15 Pacarku Presdir-14
16 Pacarku Presdir-15
17 Pacarku Presdir-16
18 Pacarku Presdir-17
19 Pacarku Presdir-18
20 Pacarku Presdir-19
21 Pacarku Presdir-20
22 Pacarku Presdir-21
23 Pacarku Presdir-22
24 Pacarku Presdir-23
25 Pacarku Presdir-24
26 Pacarku Presdir-25
27 Pacarku Presdir-26
28 Pacarku Presdir-27
29 Pacarku Presdir-28
30 Pacarku Presdir-29
31 Pacarku Presdir-30
32 Pacarku Presdir-31
33 Pacarku Presdir-32
34 Pacarku Presdir-33
35 Pacarku Presdir-34
36 Pacarku Presdir-35
37 Pacarku Presdir-36
38 Pacarku Presdir-37
39 Pacarku Presdir-38
40 Pacarku Presdir-39
41 Pacarku Presdir-40
42 Pacarku Presdir-41
43 Pacarku Presdir-42
44 Pacarku Presdir-43
45 Pacarku Presdir-44
46 Pacarku Presdir-45
47 Pacarku Presdir-46
48 Pacarku Presdir-47
49 Pacarku Presdir-48
50 Pacarku Presdir-49
51 Pacarku Presdir-50
52 Pacarku Presdir-51
53 Pacarku Presdir-52
54 Pacarku Presdir-53
55 Pacarku Presdir-54
56 Pacarku Presdir-55
57 Pacarku Presdir-56
58 Pacarku Presdir-57
59 Pacarku Presdir-58
60 Pacarku Presdir-59
61 Pacarku Presdir-60
62 Pacarku Presdir-61
63 Pacarku Presdir-62
64 Pacarku Presdir-63
65 Pacarku Presdir-64
66 Pacarku Presdir-65
67 Pacarku Presdir-66
68 Pacarku Presdir-67
69 Pacarku Presdir-68
70 Pacarku Presdir-69
71 Pacarku Presdir-70
72 Pacarku Presdir-71
73 Pacarku Presdir-72
74 Pacarku Presdir-73
75 Pacarku Presdir-74
76 Pacarku Presdir-75
77 Pacarku Presdir-76
78 Pacarku Presdir-77
79 Pacarku Presdir-78
80 Pacarku Presdir-79
81 Pacarku Presdir-80
82 Pacarku Presdir-81
83 Pacarku Presdir-82
84 Pacarku Presdir-83
85 Pacarku Presdir-84
86 Pacarku Presdir-85
87 Pacarku Presdir-86
88 Pacarku Presdir-87
89 Pacarku Presdir-88
90 Pacarku Presdir-89
91 Pacarku Presdir-90
92 Pacarku Presdir-91
93 Pacarku Presdir-92
94 Pacarku Presdir-93
95 Pacarku Presdir-94
96 Pacarku Presdir-95
97 Pacarku Presdir-96
98 Pacarku Presdir-97
99 Pacarku Presdir-98
100 Pacarku Presdir-99
101 Pacarku Presdir-100
102 Pacarku Presdir-101
103 The End Pacarku Presdir
104 Pacarku Presdir-Ekstra Part One (Istri Bar-bar)
105 Pacarku Presdir-Ekstra Part Two (Hamil)
106 Pacarku Presdir-Ekstra Part Three (Ngidam)
107 Pacarku Presdir-Ekstra Part Four (Kelahiran Baby Al)
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Pronolog.
2
Pacarku Presdir-01
3
Pacarku Presdir-02
4
Pacarku Presdir-03
5
Pacarku Presdir-04
6
Pacarku Presdir-05
7
Pacarku Presdir-06
8
Pacarku Presdir-07
9
Pacarku Presdir-08
10
Pacarku Presdir-09
11
Pacarku Presdir-10
12
Pacarku Presdir-11
13
Pacarku Presdir-12
14
Pacarku Presdir-13
15
Pacarku Presdir-14
16
Pacarku Presdir-15
17
Pacarku Presdir-16
18
Pacarku Presdir-17
19
Pacarku Presdir-18
20
Pacarku Presdir-19
21
Pacarku Presdir-20
22
Pacarku Presdir-21
23
Pacarku Presdir-22
24
Pacarku Presdir-23
25
Pacarku Presdir-24
26
Pacarku Presdir-25
27
Pacarku Presdir-26
28
Pacarku Presdir-27
29
Pacarku Presdir-28
30
Pacarku Presdir-29
31
Pacarku Presdir-30
32
Pacarku Presdir-31
33
Pacarku Presdir-32
34
Pacarku Presdir-33
35
Pacarku Presdir-34
36
Pacarku Presdir-35
37
Pacarku Presdir-36
38
Pacarku Presdir-37
39
Pacarku Presdir-38
40
Pacarku Presdir-39
41
Pacarku Presdir-40
42
Pacarku Presdir-41
43
Pacarku Presdir-42
44
Pacarku Presdir-43
45
Pacarku Presdir-44
46
Pacarku Presdir-45
47
Pacarku Presdir-46
48
Pacarku Presdir-47
49
Pacarku Presdir-48
50
Pacarku Presdir-49
51
Pacarku Presdir-50
52
Pacarku Presdir-51
53
Pacarku Presdir-52
54
Pacarku Presdir-53
55
Pacarku Presdir-54
56
Pacarku Presdir-55
57
Pacarku Presdir-56
58
Pacarku Presdir-57
59
Pacarku Presdir-58
60
Pacarku Presdir-59
61
Pacarku Presdir-60
62
Pacarku Presdir-61
63
Pacarku Presdir-62
64
Pacarku Presdir-63
65
Pacarku Presdir-64
66
Pacarku Presdir-65
67
Pacarku Presdir-66
68
Pacarku Presdir-67
69
Pacarku Presdir-68
70
Pacarku Presdir-69
71
Pacarku Presdir-70
72
Pacarku Presdir-71
73
Pacarku Presdir-72
74
Pacarku Presdir-73
75
Pacarku Presdir-74
76
Pacarku Presdir-75
77
Pacarku Presdir-76
78
Pacarku Presdir-77
79
Pacarku Presdir-78
80
Pacarku Presdir-79
81
Pacarku Presdir-80
82
Pacarku Presdir-81
83
Pacarku Presdir-82
84
Pacarku Presdir-83
85
Pacarku Presdir-84
86
Pacarku Presdir-85
87
Pacarku Presdir-86
88
Pacarku Presdir-87
89
Pacarku Presdir-88
90
Pacarku Presdir-89
91
Pacarku Presdir-90
92
Pacarku Presdir-91
93
Pacarku Presdir-92
94
Pacarku Presdir-93
95
Pacarku Presdir-94
96
Pacarku Presdir-95
97
Pacarku Presdir-96
98
Pacarku Presdir-97
99
Pacarku Presdir-98
100
Pacarku Presdir-99
101
Pacarku Presdir-100
102
Pacarku Presdir-101
103
The End Pacarku Presdir
104
Pacarku Presdir-Ekstra Part One (Istri Bar-bar)
105
Pacarku Presdir-Ekstra Part Two (Hamil)
106
Pacarku Presdir-Ekstra Part Three (Ngidam)
107
Pacarku Presdir-Ekstra Part Four (Kelahiran Baby Al)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!