Pacarku Presdir-01

Happy Reading🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

"Alunnnnnnnnnnnnaaaaaaaaaa".

Seorang wanita paruh baya memercikkan air yang dia bawa didalam gayung pada wajah putrinya yang enggan bangun sedari.

"Banjir.... Banjir.... Banjir...". Teriak gadis itu melompat dari ranjangnya dan bersilat seperti orang sedang mengajar baku hantam.

"Bunda". Gadis itu merenggut kesal.

"Kamu ya. Udah siang nggak bangun-bangun. Liat ini jam berapa?". Omel wanita itu menunjukkan jam waker putri.

"Astaga jam 7. Kenapa Bunda nggak bangunin Aluna dari tadi". Protes gadis itu.

Dia dengan kekuatan kilat mengambil handuk dan berhambur kekamar mandi. Membersihkan diri dikamar mandi.

Sang Ibu menggeleng kepala melihat tingkah putri bungsunya itu. Padahal usianya sudah 25 tahun tapi tingkahnya masih seperti anak SMA.

Aluna membersihkan diri secepat kilat. Dia mengambil baju kemeja warna putih, rok span serta blazer untuk seragam kantornya. Dia memasukkan alat-alat make up nya kedalam tas munggil milik nya lalu merampas sepatu tinggi nya dengan cepat.

Setengah berlari gadis itu menuruni tangga rumahnya. Disana samua orang sudah siap menunggunya sarapan pagi.

"Pagi semua". Sapanya ramah.

"Pagi juga sayang".

"Pagi Dek".

"Pagi anak-anak nya Bunda". Aluna mengecup pucuk kepala dua pria kembar yang berumur lima tahun itu.

"Pagi Bunda". Keduanya membalas ciuman Aluna dipipi.

Aluna mengambil selembar roti yang sudah diolesi dengan selai oleh Bunda dan Kakak Iparnya.

"Ngak sarapan Nak?". Tanya sang Ayah melihat putrinya hanya mengambil selembar roti.

"Ngak Ayah. Aluna telat". Dia melihat arloji yang melingkar ditangan mulusnya.

"Aluna berangkat semua". Dia menyalimi anggota keluarganya satu persatu. Lalu berjalan dengan setengah berlari.

Mereka semua menggeleng melihat sikap gadis itu. Setiap hari selalu kesiangan. Tidak pernah sarapan karena terlambat. Begitu terus. Kadang mereka heran, apa sebenarnya yang dilakukan gadis itu hingga bisa kesiangan setiap hari? Apa dia begadang atau kerja malam?

Aluna masuk kedalam mobil sahabat nya Yura. Yura dan Mira sudah menunggunya dari tadi.

"Maaf gue telat". Alun memasang sabuk pengaman nya.

"Udah tiap hari". Jawab Yura ketus sekaligus kesal. Dia menjalankan mobilnya.

Aluna memasang bedaknya dimobil. Tak lupa menempelkan sedikit foundation dan bedak tabur serta lip blam dibibirnya. Gadis itu tidak terlalu suka berdandan. Penampilan nya biasa saja terkesan cuek dengan pakaian namun tetap cantik dengan wajah imutnya.

"Gue heran. Kenapa sih loe bisa telat tiap hari?". Protes Mira "Kita berdua udah jamuran nungguin loe". Omel Mira melipat kedua tangannya kesal.

"Kagak usah marah-marah Mir. Ntar cepat tua. Nungguin teman itu bisa dapat pahala". Ujar Aluna tanpa dosa sambil memasang lip blam dibibir seksinya.

"Ck, nambah pahala loe bilang? Yang ada gue mati jemuran gara-gara loe". Omel Mira.

Sedangkan Yura hanya menggeleng saja. Sudah tak heran dan memang begitu terus setiap hari. Si Aluna biang kerok masalah. Jika masalah terlambat dia juara satunya. Jika masalah makan dia pemenangnya. Namun masalah percintaan dia urutan terakhir. Gadis berusia 25 tahun belum pernah pacaran. Padahal dia cantik dan mengemaskan. Bukan tidak ada pria yang mau tapi dia terlalu pemilih.

Drt drt drt drt drt

Ponsel Aluna berbunyi.

"Sttt. Loe berdua jangan berisik. Calon gue nelpon". Ujar Aluna. Yura dan Mira memutar bola matanya malas.

"Pagi Kak".

"Pagi Na". Sapa suara lembut diseberang sana "Sudah berangkat?". Sambungnya dengan nada lembut membuat Aluna melayang diudara.

"Lagi dijalan Kak. Di jemput sama Mimir dan Yuyur". Kedua gadis yang disebut namannya mengendus kesal saat Aluna mengubah nama mereka berdua.

"Jam makan siang nanti Kakak jemput. Sekalian makan siang bersama. Kebetulan kelas hari ini hanya satu mata kuliah. Bagiamana?". Aluna berjingkrak senang. Namun cepat-cepat dia mengubah raut wajahnya.

"Iya Kak boleh. Nanti aku kabarin lagi ya?". Senyum Aluna manis. Padahal percuma juga pria diseberang sana tidak akan melihat nya.

"Iya Na. semangat kerjanya". Pria itu mematikan sambungannya.

"Kak Ray?". Tanya Yura.

"Yoiii... Calon laki gueeee". Seru Aluna sambil mengkhayal kan wajah Rayyan

"Calon laki. Calon laki". Cibir Mira "Tapi nggak jadi-jadian. hueee". Ejek Mira tertawa melihat wajah kesal Aluna.

"Ck, loe liat aja nanti. Kalau gue udah jadian sama Kak Ray. Loe berdua harus traktir gue". Ujar Aluna menyombongkan diri.

Yura dan Mira saling melihat ketika Aluna bertingkah PD seperti itu. Bukan mereka tidak tahu jika kedua orang beda usia itu saling menyukai. Yang membuat Yura dan Mira bertanya-tanya sampai hari ini keduanya belum juga jadian. Entah apa kendalanya. Seperti ada tembok pemisah yang membuat mereka sulit bersatu.

Sampai digedung pencakar langit. Yura segera memarkirkan mobilnya. Mereka bertiga turun sambil bercanda ria. Gadis-gadis cantik itu selalu menjadi pusat perhatian dikantor.

Namun sayang sudah ada pemiliknya. Mira pacaran dengan polisi dan begitu juga Yura yang menjalin hubungan dengan pria yang berstatus polisi. Hanya Aluna saja yang jomblo akut. Mereka sering hangout bareng, tak jarang juga Rayyan ikut bersama mereka. Sehingga pacar Mira dan Yura mengenal Aluna dan Rayyan.

Mereka bertiga masuk. Aluna, Yura dan Mira berbeda divisi. Aluna bagian divisi teknik komputer dan jaringan, karena gadis ini cukup ahli IT, meski tak mendalami bidang itu namun jasa nya cukup diperhitungkan diperusahaan ini, bahkan dia karyawan termuda diperusahaan. Yura pemasaran. Mira dibagian pengembangan. Namun ketiganya tetap berteman baik.

Aluna duduk dikursinya. Disana sudah banyak tumpukkan laporan yang menunggu. Dia juga menangani proposal. Proyek produk. Pengambangan dan Pemasaran. Karena keahlian dan kecepatannya dalam bekerja Aluna dipercayakan untuk membuat semua hal yang berhubungan dengan laporan apapun.

"Ahhhhhhhh". Aluna meretak-retakkan jari-jarinya.

Tangan munggilnya dengan cepat berlarian di stut keyboard komputer.

"Lun, Proposal yang saya ajuin sama kamu kemarin udah dikerjain?". Tanya kepala bagian.

"Udah kelar Pak. Ini". Aluna menyerahkan maff yang sudah diselesaikan beberapa hari yang lalu.

"Wahhh. Kamu memang bisa diandalkan". Puji nya dengan senyuman "Sebagai ucapan terima kasih nanti siang saya mau ajak kamu makan siang bareng yang lainnya. Gimana?". Tawarnya.

"Nggak usah Pak. Saya udah janjian sama orang". Tolak Aluna halus.

"Ohhh gitu ya. Ya udah dehhh nggak apa-apa". sahutnya sedikit kecewa.

Bukan Aluna tidak tahu jika Managernya itu menyukainya. Manager muda dengan segudang prestasi. Usia nya juga berbeda hanya tiga tahun dari Aluna. Dia tampan dan idaman semua wanita yang ada dikantor Aluna. Tapi Aluna sama sekali tidak tertarik. Gadis itu memang sedikit cuek pad laki-laki

Nama pria itu Andreas. Yang biasa disapa Pak Andre. Dia manager termuda disini. Wajahnya tampan dan menarik. Usianya 28 tahun....

**Bersambung.......

Hai guys jangan lupa ikutin cerita Alvaro dan Aluna ya**.....

Terpopuler

Comments

Durrotun Nasihah

Durrotun Nasihah

,👍

2023-06-27

0

Mamahsp99

Mamahsp99

mampir 🥰

2023-05-05

0

Aidah Djafar

Aidah Djafar

Aluna yg ceria bikin gemes 😁 cantik ,supel 😍gk gmpang jatuh cinta 😁
like Aluna 👍😍

2023-04-28

0

lihat semua
Episodes
1 Pronolog.
2 Pacarku Presdir-01
3 Pacarku Presdir-02
4 Pacarku Presdir-03
5 Pacarku Presdir-04
6 Pacarku Presdir-05
7 Pacarku Presdir-06
8 Pacarku Presdir-07
9 Pacarku Presdir-08
10 Pacarku Presdir-09
11 Pacarku Presdir-10
12 Pacarku Presdir-11
13 Pacarku Presdir-12
14 Pacarku Presdir-13
15 Pacarku Presdir-14
16 Pacarku Presdir-15
17 Pacarku Presdir-16
18 Pacarku Presdir-17
19 Pacarku Presdir-18
20 Pacarku Presdir-19
21 Pacarku Presdir-20
22 Pacarku Presdir-21
23 Pacarku Presdir-22
24 Pacarku Presdir-23
25 Pacarku Presdir-24
26 Pacarku Presdir-25
27 Pacarku Presdir-26
28 Pacarku Presdir-27
29 Pacarku Presdir-28
30 Pacarku Presdir-29
31 Pacarku Presdir-30
32 Pacarku Presdir-31
33 Pacarku Presdir-32
34 Pacarku Presdir-33
35 Pacarku Presdir-34
36 Pacarku Presdir-35
37 Pacarku Presdir-36
38 Pacarku Presdir-37
39 Pacarku Presdir-38
40 Pacarku Presdir-39
41 Pacarku Presdir-40
42 Pacarku Presdir-41
43 Pacarku Presdir-42
44 Pacarku Presdir-43
45 Pacarku Presdir-44
46 Pacarku Presdir-45
47 Pacarku Presdir-46
48 Pacarku Presdir-47
49 Pacarku Presdir-48
50 Pacarku Presdir-49
51 Pacarku Presdir-50
52 Pacarku Presdir-51
53 Pacarku Presdir-52
54 Pacarku Presdir-53
55 Pacarku Presdir-54
56 Pacarku Presdir-55
57 Pacarku Presdir-56
58 Pacarku Presdir-57
59 Pacarku Presdir-58
60 Pacarku Presdir-59
61 Pacarku Presdir-60
62 Pacarku Presdir-61
63 Pacarku Presdir-62
64 Pacarku Presdir-63
65 Pacarku Presdir-64
66 Pacarku Presdir-65
67 Pacarku Presdir-66
68 Pacarku Presdir-67
69 Pacarku Presdir-68
70 Pacarku Presdir-69
71 Pacarku Presdir-70
72 Pacarku Presdir-71
73 Pacarku Presdir-72
74 Pacarku Presdir-73
75 Pacarku Presdir-74
76 Pacarku Presdir-75
77 Pacarku Presdir-76
78 Pacarku Presdir-77
79 Pacarku Presdir-78
80 Pacarku Presdir-79
81 Pacarku Presdir-80
82 Pacarku Presdir-81
83 Pacarku Presdir-82
84 Pacarku Presdir-83
85 Pacarku Presdir-84
86 Pacarku Presdir-85
87 Pacarku Presdir-86
88 Pacarku Presdir-87
89 Pacarku Presdir-88
90 Pacarku Presdir-89
91 Pacarku Presdir-90
92 Pacarku Presdir-91
93 Pacarku Presdir-92
94 Pacarku Presdir-93
95 Pacarku Presdir-94
96 Pacarku Presdir-95
97 Pacarku Presdir-96
98 Pacarku Presdir-97
99 Pacarku Presdir-98
100 Pacarku Presdir-99
101 Pacarku Presdir-100
102 Pacarku Presdir-101
103 The End Pacarku Presdir
104 Pacarku Presdir-Ekstra Part One (Istri Bar-bar)
105 Pacarku Presdir-Ekstra Part Two (Hamil)
106 Pacarku Presdir-Ekstra Part Three (Ngidam)
107 Pacarku Presdir-Ekstra Part Four (Kelahiran Baby Al)
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Pronolog.
2
Pacarku Presdir-01
3
Pacarku Presdir-02
4
Pacarku Presdir-03
5
Pacarku Presdir-04
6
Pacarku Presdir-05
7
Pacarku Presdir-06
8
Pacarku Presdir-07
9
Pacarku Presdir-08
10
Pacarku Presdir-09
11
Pacarku Presdir-10
12
Pacarku Presdir-11
13
Pacarku Presdir-12
14
Pacarku Presdir-13
15
Pacarku Presdir-14
16
Pacarku Presdir-15
17
Pacarku Presdir-16
18
Pacarku Presdir-17
19
Pacarku Presdir-18
20
Pacarku Presdir-19
21
Pacarku Presdir-20
22
Pacarku Presdir-21
23
Pacarku Presdir-22
24
Pacarku Presdir-23
25
Pacarku Presdir-24
26
Pacarku Presdir-25
27
Pacarku Presdir-26
28
Pacarku Presdir-27
29
Pacarku Presdir-28
30
Pacarku Presdir-29
31
Pacarku Presdir-30
32
Pacarku Presdir-31
33
Pacarku Presdir-32
34
Pacarku Presdir-33
35
Pacarku Presdir-34
36
Pacarku Presdir-35
37
Pacarku Presdir-36
38
Pacarku Presdir-37
39
Pacarku Presdir-38
40
Pacarku Presdir-39
41
Pacarku Presdir-40
42
Pacarku Presdir-41
43
Pacarku Presdir-42
44
Pacarku Presdir-43
45
Pacarku Presdir-44
46
Pacarku Presdir-45
47
Pacarku Presdir-46
48
Pacarku Presdir-47
49
Pacarku Presdir-48
50
Pacarku Presdir-49
51
Pacarku Presdir-50
52
Pacarku Presdir-51
53
Pacarku Presdir-52
54
Pacarku Presdir-53
55
Pacarku Presdir-54
56
Pacarku Presdir-55
57
Pacarku Presdir-56
58
Pacarku Presdir-57
59
Pacarku Presdir-58
60
Pacarku Presdir-59
61
Pacarku Presdir-60
62
Pacarku Presdir-61
63
Pacarku Presdir-62
64
Pacarku Presdir-63
65
Pacarku Presdir-64
66
Pacarku Presdir-65
67
Pacarku Presdir-66
68
Pacarku Presdir-67
69
Pacarku Presdir-68
70
Pacarku Presdir-69
71
Pacarku Presdir-70
72
Pacarku Presdir-71
73
Pacarku Presdir-72
74
Pacarku Presdir-73
75
Pacarku Presdir-74
76
Pacarku Presdir-75
77
Pacarku Presdir-76
78
Pacarku Presdir-77
79
Pacarku Presdir-78
80
Pacarku Presdir-79
81
Pacarku Presdir-80
82
Pacarku Presdir-81
83
Pacarku Presdir-82
84
Pacarku Presdir-83
85
Pacarku Presdir-84
86
Pacarku Presdir-85
87
Pacarku Presdir-86
88
Pacarku Presdir-87
89
Pacarku Presdir-88
90
Pacarku Presdir-89
91
Pacarku Presdir-90
92
Pacarku Presdir-91
93
Pacarku Presdir-92
94
Pacarku Presdir-93
95
Pacarku Presdir-94
96
Pacarku Presdir-95
97
Pacarku Presdir-96
98
Pacarku Presdir-97
99
Pacarku Presdir-98
100
Pacarku Presdir-99
101
Pacarku Presdir-100
102
Pacarku Presdir-101
103
The End Pacarku Presdir
104
Pacarku Presdir-Ekstra Part One (Istri Bar-bar)
105
Pacarku Presdir-Ekstra Part Two (Hamil)
106
Pacarku Presdir-Ekstra Part Three (Ngidam)
107
Pacarku Presdir-Ekstra Part Four (Kelahiran Baby Al)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!