"Alvin, kamu ini benar-benar, ya?" Ibu Elvira menggeram murka. "Bisa-bisanya kamu menghamili istri orang!" lanjutnya setengah bergumam. Daniza spontan mendongak.
"Maaf, tadi Ibu bicara apa?" tanya Daniza karena ia memang tidak mendengar jelas gumaman Ibu Elvira.
"Saya tidak minta kamu bicara! Sebaiknya kamu pindah duduk saja di sofa sana, saya tadi sudah menghubungi sekretaris Alvin untuk menyuruh dia ke sini," ucap Ibu Elvira.
Daniza sedikit mengerutkan dahinya. Namun, ia tak berani bertanya lebih karena Ibu Elvira terlihat sangat marah. Wanita itu hanya mampu tertunduk takut, sambil bermonolog dalam hati ada apakah gerangan yang terjadi.
Sekitar empat puluh lima menit kemudian, Alvin datang ke butik dan langsung masuk ke ruangan mamahnya. Daniza masih setia duduk di sofa saat Alvin membuka pintu.
"Ada apa, Mah? Kenapa Mamah minta aku ke mari di jam sibuk seperti ini?"
"Diam kamu!" Sebuah bentakan terdengar melayang tajam. Mama Elvira bangkit dari kursi dan meraih gagang sapu yang sudah disiapkan tadi.
Alvin terpaku di tempat dengan alis saling bertaut. Menerka dalam benak apa yang membuat sang mama tampak sangat murka. Alvin yang memang kerap mendapat sambutan sapu itu pun sudah menduga apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sementara Daniza langsung berdiri dari duduknya saat menyadari adanya sinyal bahaya.
"Kurang ajar kamu, Alvin! Apa kamu benar-benar mau mempermalukan keluarga kita?" teriak sang Mamah.
"Ada apa si, Mah? Tumben mode galaknya kumat!" Alvin yang tak tahu di mana salahnya spontan mencibir. Ia menatap Daniza dengan senyuman manis sambil menggerakkan alis naik turun. "Ada apa?" bisik lelaki itu.
"Aku juga tidak tahu! Tiba-tiba aku dipanggil ke sini dan disuruh menunggu Kak Alvin," balas Daniza dengan suara lebih lirih. Berbeda sekali dengan Alvin yang sejak masuk tadi selalu slengean, wanita itu terlihat gemetar sambil sesekali menarik napas panjang.
Alvin langsung memang sikap waspada ketika melihat mamanya mendekat dengan gagang sapu di tangan. Ia menutupi tubuh kecil Daniza dengan tubuhnya yang tegap dan tinggi menjulang.
"Mah, tunggu! Ini ada apa?"
Namun, rupanya mama Elvira yang begitu dikuasai amarah dan kecewa tak lagi peduli dengan pertanyaan Alvin.
"Anak tidak tahu diuntung kamu! Kurang ajar! Berani kamu melakukan dosa seperti ini!" teriak sang mama sambil menghantamkan gagang sapu ke punggung putranya.
Alvin hanya dapat menutupi kepala dengan lengan, sambil berusaha melindungi Daniza agar tidak ikut terkena amukan Mamanya.
"Awh, sakit ini, Mah!"
"Sakit? Memang kenapa kalau sakit? Mau bilang Mamah ibu tiri lagi? Kamu ini punya otak tidak sih, Alvin?"
"Ya punya, Mah! Otaknya masih bisa mikir, kok," gerutu Alvin.
Sebuah jawaban yang semakin menyulut kemarahan sang mama. Puas memukul dengan gagang sapu, wanita itu menyandarkan benda tersebut di dinding.
"Kalau otak kamu masih bisa mikir kenapa kamu bisa melakukan perbuatan tercela seperti ini?"
"Perbuatan tercela bagaimana, Mah? Justru mama yang panggil aku ke sini cuma buat dianiaya."
"Masih berani jawab lagi!" Kali ini telinga Alvin yang menjadi sasaran empuk sang mama. "Kamu merasa punya otak, kan? Seharusnya kamu paham kenapa Mama suruh kamu ke sini?"
Alvin menggeleng cepat, sambil berusaha melepas tangan mamanya. "Ya enggaklah, aku cuma punya otak, bukan punya mata batin yang bisa nebak isi pikiran Mamah," balas anak itu ketus.
Ibu Elvira mendesahkan napasnya berat. Tatapannya tertuju pada Daniza yang sejak tadi menundukkan kepala tanpa berani mengangkatnya sedikit pun. Ia kemudian memfokuskan pandangannya kepada Alvin kembali.
"Jadi sekarang kalian mau bagaimana? Terus terang Mamah angkat tangan kalau sudah begini caranya! Kalian memalukan!"
Sontak Daniza mendongak. Menatap Alvin dengan wajah bingung luar biasa. Sama halnya dengan Daniza, Alvin juga menatap wanita itu keheranan.
"Memangnya kenapa si, Mah? Apanya yang memalukan?" tanya Alvin masih dengan sikap santai.
Membuat aliran darah Mama Elvira terasa mengalir lebih cepat.
"Alvin!" Teriakan Mama menggema di ruangan itu.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Juragan Jengqol
walah orkay marahnya pake sapu juga ya 🤣🤣🤣
2024-01-03
3
queen bee
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2023-11-29
0
flowers city
🤣😂😂😂😂😂😂
2023-09-21
1