Berusaha masuk anggota Black Swan.

"Kita pulang sekarang? atau mau mampir ke suatu tempat?" Dominic langsung membukakan pintu mobil untuk Renzela, setelahnya dia pun langsung masuk mobil, sepertinya ini kesempatan yang baik untuk bisa mempermainkan Renzela di kala perasaan wanita itu sedang sedih, persetan wanita itu sedih karena apa, dia hanya perlu mengubah wanita itu dan menariknya menuruti pergaulan hidupnya yang bebas, "Jika kau mau aku bisa mengajak mu ketempat nongkrong anak-anak kampus biar suasana hati mu bisa lebih baik." ajaknya menawarkan. Akan begitu gegabah jika dia langsung melukai gadis ini, lebih baik dia perlahan mengubah gaya hidupnya.

Renzela hanya menunduk, sesaat dia malu sendiri, kenapa harus terbawa suasana sampai harus menangis di pelukan lelaki ini, dia jadi terlihat cengeng di mata pacarnya. "Tidak apa-apa, langsung pulang saja." Akan lebih malu jika terus bersama Dominic, terlebih ini sudah sore Mami nya pasti akan mengkhawatirkan nya.

"Renzela!" Dominic memanggilnya dengan lirih, tangannya langsung bergerak meraih dagu wanita itu dan perlahan mengangkatnya agar dia bisa menatap wajahnya, "Kau berhak untuk bahagia, lupakan masalah mu, dan ayo bersenang-senang!" ajaknya dengan tersenyum, selama dia mendekati Renzela, kehidupan gadis ini hanya seputar rumah dan sekolah, tidak ada kegiatan lain membuatnya jenuh terus mendekati nya.

Renzela sesaat terdiam, perkataan Dominic bisa di mengerti, Papi nya saja tidak pernah mempedulikan nya, tidak pernah menanyakan bagaimana pergaulan nya di luar rumah, kenapa dia harus takut dengan segala yang di lakukan nya, dia berhak bahagia menikmati masa mudanya, "Iya, baiklah." akhirnya menerima tawaran itu, dia sudah mendapatkan kasih sayang dari Dominic, kenapa harus terus galau mengingat Papi nya, Papi nya saja tidak pernah mempedulikan nya.

"Berhasil!" Dominic tersenyum puas, kali ini dia harus berhati-hati, jangan sampai gagal lagi, dan harus memastikan kalau wanita ini akan terus nyaman bersamanya walau berada di manapun. "Keputusan yang baik, baby." lirihnya berusaha merayu, kesempatan yang bagus, kali ini Renzela benar-benar menuruti kemauan nya, dia akan mencoba apa kali ini Renzela juga akan menolak ciumannya.

Dominic perlahan mendekatkan wajahnya dan mengelus pipi Renzela, benar-benar tidak ada penolakan, wanita itu masih terdiam dan detik selanjutnya bibirnya benar-benar menempel sempurna di bibir kecil gadis ini. "Apa dia benar-benar belum pernah berciuman," kaku, itulah yang dia rasakan, jika biasanya dia akan mendapatkan respon saat mencium bibir wanita, dengan Renzela berbeda, tapi walau begitu bibir gadis ini terasa begitu hangat dan lembut, apa karena memang belum terjamah? entahlah, yang pasti dia harus menuntun gadis ini agar Renzela bisa menikmati arti sebuah ciuman.

Renzela sendiri sampai tertegun, bagai tersengat listrik, aliran darah nya serasa memanas tatkala bibir lelaki itu menyentuh bibirnya dengan penuh kelembutan, bahkan lum-ataan bibirnya memberikan sensasi aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, membuatnya serasa terbang di atas awan, "Eem..." nafas nya sampai tercekat, tangannya mencekam pinggang Dominic dengan begitu erat, ciuman itu terlalu menuntut membuatnya hampir kehabisan nafas.

Dominic sampai tersenyum kecil, "Maaf!" lirihnya saat tautan bibirnya terlepas, kenikmatan baru, bibir wanita ini benar-benar membuatnya candu.

Renzela sampai menundukkan kepalanya dengan wajah yang bersemu merah, malu dan senang bercampur aduk, pantesan teman-teman sekelasnya tidak pernah ragu untuk berciuman dengan pasangannya, setelah dia merasakan nya sendiri dia bisa tahu kenapa, kenikmatan itu membuatnya tidak bisa mendeskripsikan dengan kata-kata.

Dominic sampai kembali tersenyum kecil, Renzela benar-benar begitu lugu dan polos, "Kenapa?" godanya kembali mengangkat dagu Renzela agar bisa melihat wajahnya. Bahkan ibu jarinya langsung bergerak menyentuh dan menelusuri bibir Renzela menyeka bekas ciumannya, "Bibir mu sangat masih, baby." bisik nya sambil kembali mengecup singkat bibir itu.

Bukan bersemu merah lagi, wajah Renzela kini bagai rebusan kepiting yang siapa di santap karena terlalu malu, tangannya sampai refleks mendorong tubuh Dominic, karena debaran jantungnya sudah tidak bisa dikendalikan. Dia benar-benar bisa gila terus berada di radius yang begitu dekat dengan wajah tampan lelaki ini.

Dominic lagi-lagi di buat tersenyum, "Kau lucu sekali," Benar-benar mainan baru yang menyenangkan, dia sudah tidak sabar menanti masa di mana wanita ini jatuh dalam genggamannya, dia akan memastikan wanita ini hancur di tangannya. "Ayo berangkat!"

...***...

Lelah, itulah yang Kenzo rasakan, banyak kejadian yang tidak terduga tengah terjadi, dan yang lebih membuatnya kepikiran adalah masalah Herbert yang mengancam keadaan perusahaan, entah akan seperti apa dan bagaimana mereka menyerang perusahaan Aunty nya, yang jelas dia tidak bisa mengandalkan sang Uncle karena jelas lelaki paruh baya itu tidak dapat di percaya.

"Bagaimana cara nya aku bisa bergabung dengan geng Black Swan?" Kenzo sampai menghela nafas berat, tubuhnya ia sandarkan pada badan mobilnya sambil menunggu Tiara. Iya, malam ini mereka akan menuju kontrakan melewati akhir pekan bersama tanpa harus menginap di asrama.

Sudah hampir sepuluh menit berlalu, padahal dia sudah memberi tahu Tiara kalau dia sudah menunggunya di depan sebuah tempat makan dekat asrama tapi istrinya tidak kunjung datang juga, bahkan setelah di hubungi pun tidak ada jawaban sampai sekarang, "Dia kemana?" Tidak ingin terus menunggu lama Kenzo pun memilih menyusul Tiara.

Sementara itu di sekitar asrama putri, Tubuh Tiara sudah terpojok kedinding, Agahta bersama kedua teman wanitanya tiba-tiba datang dan mendorong tubuhnya tanpa aba-aba, dia yang kaget sampai tidak bisa menghindari apalagi melawan, "Kalian mau apa?" Dia kembali berdiri tegak, kembali membenarkan tas ransel laptop nya yang hampir terjatuh karena ulah mereka.

Agahta sampai menyeringai, dari awal dia sudah kesal pada Tiara kini malah lebih kesal karena wanita itu selalu saja mendapatkan perhatian Kenzo ketimbang dirinya. "Kak Grace enaknya di apain ya?" ucapnya pada Grace; Kakak seniornya yang merupakan pacarnya Alex. Dia sengaja mengajak Grace karena wanita ini orang yang paling ahli dalam membully mahasiswa lain.

"Cantik!" Grace malah menyeringai, pantas saja Agahta begitu tersaingi oleh wanita ini, wanita yang katanya bernama Tiara ini memang sedikit berbeda, "Tapi sayang, kecantikan mu akan menjadi kesialan mu, sayang." cibirnya sambil membuang permen karet yang sedari tadi dia kunyah. Tangannya langsung bergerak menyentuh rahang wanita ini dan mencekamnya.

"Lepas!" Tiara sampai kesal, tangan yang seenaknya menyentuh nya bahkan sudah terpental karena dia menepisnya dengan begitu cepat, tidak habis pikir kenapa Agahta begitu membencinya hanya karena masalah sepele yang waktu itu, bahkan sekarang sampai mengeroyoknya dengan begitu tiba-tiba. "Sebegitu rendahnya harga dirimu, sampai mempermalukan diri mu sendiri, kalau kesal pada ku, hadapin seorang diri kenapa malah membawa kawan, sungguh merepotkan." cecar nya kesal.

"Kau!" Agahta benar-benar marah, wanita ini benar-benar harus diberi pelajaran.

Grace sendiri sampai menyeringai, wanita itu cukup berani juga, "Ambil rangsel nya!" bisik nya pada Agahta, dia sadar dari tadi Tiara terus saja mempertahankan rangsel nya, seperti ada sesuatu yang berharga didalam.

Agatha pun secepat kilat mengambil rangsel itu, sedangkan Grace dan satu temannya lagi langsung memegang kedua tangan Tiara agar wanita itu tidak berontak.

"Argh, kalian mau apa?" Tiara sampai meninggikan suaranya, tingkah mereka sudah diluar batasan, membuatnya semakin kesal, "Lepas!" sentaknya sambil menginjak kaki wanita yang tengah memeganginya.

"Argh!" Grace sampai meringis, junior macam apa ini, baru kali ini ada orang yang berani melawan bahkan menyerangnya. Tangannya langsung bergerak menarik Tiara yang hendak mengambil kembali rangsel nya dari tangan Agahta. "Diam, bodoh. Aku jadi penasaran ada apa di dalam rangsel mu."

Tiara semakin geram, tangan nya sampai langsung bergerak menyikut perut wanita yang tengah menariknya, bahkan langsung berbalik mendorong tubuhnya, "Aisst, kau yang memulai, jadi aku akan melayaninya," Dia benar-benar marah dan langsung menghampiri Agahta dan kembali mengambil tas ransel nya, memang di dalamnya hanya sebuah leptop tidak lebih, tapi laptop itu begitu berharga baginya, karena ada banyak data-data perusahaan didalamnya, bahkan ada pekerjaannya yang belum dia bereskan. "Heh dengar ya anak TK! Entah karena apa kau begitu kesal pada ku, tapi semakin kau berusaha melukai ku, aku juga semakin tidak segan untuk melawan mu," decak nya kesal, bahkan tangannya langsung bergerak menarik rambut Agahta karena terlalu kesal.

"Aww, dasar wanita menyebalkan." Agatha sampai naik pitam, ingin membalas menjambak rambut Tiara tapi tiba-tiba sosok Kenzo sudah berdiri di belakang wanita itu bahkan langsung menarik tangan Tiara yang sedang menjambak rambutnya.

"Lepas!" Kenzo bahkan harus menatap Tiara dengan begitu dingin, dari kejauhan dia sudah kaget karena Tiara dikeroyok Agahta dan dua kawannya, namun siapa sangka, saat sudah menghampirinya, dia tidak menyangka Tiara ternyata bisa melawan mereka, bahkan sampai menjambak rambut lawannya, emang jurus wanita, Jambak menjambak rambut adalah keahlian mereka.

Tiara sampai kaget, dia kira siapa yang berdiri di belakang nya dengan aura dan suara yang begitu menakutkan, rupanya suaminya sendiri. "Ken?" Hanya bisa bicara lewat tatapan matanya, "Jangan mencegah ku karena aku ingin sekali menjambak rambutnya lebih dari ini."

Kenzo sampai melebarkan mata, bukankah akting mereka harus totalitas, "Lepas! kau sudah keterlaluan. Kau menyakitinya." sentaknya dengan begitu dingin. Sebelum dia kesini, dia bertemu dengan Raymond dan mendengar cerita dari lelaki itu membuatnya mendapatkan ide untuk bisa masuk ke dalam anggota Black Swan dengan mudah. "Kau tidak apa-apa kan?" tanyanya pada Agahta.

Auto tersenyum kegirangan, Agahta sampai tersenyum senang, rupanya Kenzo sedang menolongnya. "Aku tidak apa-apa," Bahkan dia langsung menatap Tiara dengan sinis, seolah sedang meledeknya, "Mampus kau,"

Sontak Tiara langsung melepaskan tangannya, acting apalagi sekarang yang dilakoni suaminya ini, bahkan sekarang langsung menarik rangsel nya membuat tubuhnya tertarik semakin menempel ke tubuhnya.

"Tunggu di mobil, ada yang harus ku lakukan!" Kenzo langsung berbisik, dan detik selanjutnya langsung mendorong pelan tubuh Tiara, "Pergi!" titahnya kembali bicara dengan suara dingin.

"Aisst!" Tiara sampai mengendus kesal, kalau mempunyai rencana baru, setidaknya beritahu dia, dia jadi kesal sendiri kan. Kenapa juga harus sok memperhatikan Agahta, "Cewek TK menyebalkan awas saja ya kau kalau berani menyentuh suamiku." decak nya sambil berlaju pergi, Kenzo benar-benar menyuruhnya menunggu di mobil, lelaki itu sampai sempat-sempatnya membuka rangsel nya dan memasukkan kunci mobil ke dalam sana.

Terpopuler

Comments

Siti Nuliya

Siti Nuliya

lanjut Thor.

2022-08-19

0

....

....

Thor knpa ranzela malah jatuh ke tangan Dominic ga rela Thor...

2022-08-18

2

Dede Tasuah

Dede Tasuah

semoga setelah menolong agtha Kenzo bisa masuk geng itu.....
lanjut ka double upnya

2022-08-18

1

lihat semua
Episodes
1 Keluarga Aunty Naura.
2 Harus terpisah.
3 Anggota Black Swan
4 Percakapan mencurigakan.
5 Akibat huru hara.
6 Sebuah tameng.
7 Target satu, pesuruh baru.
8 Siapa wanita itu?
9 Satu VS Lima
10 Kau berulah, Aku bertingkah.
11 Berusaha menguak informasi.
12 Sebuah acting.
13 Kecolongan.
14 Berjaga-jaga.
15 Kakak sepupu palsu.
16 Berbeda kelompok.
17 Siapa kau?
18 Kerja sama.
19 Berusaha masuk anggota Black Swan.
20 Kekecewaan.
21 Kau permainkan sepupuku, akan ku permainkan adik mu.
22 Jangan mengecewakan ku.
23 Butuh penjelasan.
24 Menanam saham.
25 Titik terang.
26 Kalung yang sama.
27 Lampu hijau.
28 Amarah.
29 Renzela menghilang.
30 Trik licik, Herbert.
31 Pria Asing.
32 Mendapatkan tanda tangan.
33 Ancaman baru.
34 Sinyal ponsel.
35 Lelaki misterius.
36 Rencana makan malam.
37 Saling memanfaatkan.
38 Hotel mewah.
39 Kecolongan.
40 Permainan.
41 Pertolongan.
42 Rasa Terima kasih,
43 Menyeimbangkan kekuatan.
44 Istirahat nya Anggota Black Swan.
45 Perintah Daddy.
46 Meminta bantuan Alberto.
47 Sandiwara
48 Ajakan Dominic.
49 Renzela dalam bahaya.
50 Ketakutan.
51 Akan menjelaskan.
52 Tamparan.
53 Surat perjanjian.
54 Persiapan tugas kampus.
55 Pengumuman update.
56 Sebuah Buku.
57 Obat-obatan.
58 Durian runtuh.
59 Berhati-hati.
60 Keroyokan.
61 Akan pulang.
62 Terjebak.
63 Karena Renzela.
64 Kecelakaan
65 Kalian mulai, kita layani.
66 Aku baik-baik saja.
67 Hati yang terluka.
68 Bersitegang.
69 Hubungan Darah.
70 Surat wasiat.
71 Mulai terbuka.
72 Kegelisahan.
73 Hampir putus asa.
74 Saran yang tidak masuk akal.
75 Kriteria yang pas.
76 Membujuk Renzela.
77 Seleksi awal.
78 Akhirnya memutuskan memilih calon suami.
79 Ibu dari anak-anakku.
80 Kisah tentang Renzela sudah hadir
81 Negosiasi.
82 Orang-orang memuakkan.
83 Sogokan yang sempurna.
84 Keuntungan satu Miliar.
85 Bagi hasil saham.
86 Membutuhkan Karyawan Baru
87 Pelamar Kerja.
88 Rencana Tiara.
89 Menggemparkan kantor.
90 Masuk perangkap.
91 Gara-gara Seblak.
92 Di kira Settingan.
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Keluarga Aunty Naura.
2
Harus terpisah.
3
Anggota Black Swan
4
Percakapan mencurigakan.
5
Akibat huru hara.
6
Sebuah tameng.
7
Target satu, pesuruh baru.
8
Siapa wanita itu?
9
Satu VS Lima
10
Kau berulah, Aku bertingkah.
11
Berusaha menguak informasi.
12
Sebuah acting.
13
Kecolongan.
14
Berjaga-jaga.
15
Kakak sepupu palsu.
16
Berbeda kelompok.
17
Siapa kau?
18
Kerja sama.
19
Berusaha masuk anggota Black Swan.
20
Kekecewaan.
21
Kau permainkan sepupuku, akan ku permainkan adik mu.
22
Jangan mengecewakan ku.
23
Butuh penjelasan.
24
Menanam saham.
25
Titik terang.
26
Kalung yang sama.
27
Lampu hijau.
28
Amarah.
29
Renzela menghilang.
30
Trik licik, Herbert.
31
Pria Asing.
32
Mendapatkan tanda tangan.
33
Ancaman baru.
34
Sinyal ponsel.
35
Lelaki misterius.
36
Rencana makan malam.
37
Saling memanfaatkan.
38
Hotel mewah.
39
Kecolongan.
40
Permainan.
41
Pertolongan.
42
Rasa Terima kasih,
43
Menyeimbangkan kekuatan.
44
Istirahat nya Anggota Black Swan.
45
Perintah Daddy.
46
Meminta bantuan Alberto.
47
Sandiwara
48
Ajakan Dominic.
49
Renzela dalam bahaya.
50
Ketakutan.
51
Akan menjelaskan.
52
Tamparan.
53
Surat perjanjian.
54
Persiapan tugas kampus.
55
Pengumuman update.
56
Sebuah Buku.
57
Obat-obatan.
58
Durian runtuh.
59
Berhati-hati.
60
Keroyokan.
61
Akan pulang.
62
Terjebak.
63
Karena Renzela.
64
Kecelakaan
65
Kalian mulai, kita layani.
66
Aku baik-baik saja.
67
Hati yang terluka.
68
Bersitegang.
69
Hubungan Darah.
70
Surat wasiat.
71
Mulai terbuka.
72
Kegelisahan.
73
Hampir putus asa.
74
Saran yang tidak masuk akal.
75
Kriteria yang pas.
76
Membujuk Renzela.
77
Seleksi awal.
78
Akhirnya memutuskan memilih calon suami.
79
Ibu dari anak-anakku.
80
Kisah tentang Renzela sudah hadir
81
Negosiasi.
82
Orang-orang memuakkan.
83
Sogokan yang sempurna.
84
Keuntungan satu Miliar.
85
Bagi hasil saham.
86
Membutuhkan Karyawan Baru
87
Pelamar Kerja.
88
Rencana Tiara.
89
Menggemparkan kantor.
90
Masuk perangkap.
91
Gara-gara Seblak.
92
Di kira Settingan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!